• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi

Dalam dokumen Rippda - Laporan Antara-libre (Halaman 50-54)

2.2 TINJAUAN KEBIJAKAN

2.2.3. Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi

Rencana pola ruang wilayah di provinsi Maluku berdasarkan RTRW 2007 -2027 terbagi menjadi kawasan lindung dan kawasan budidaya.

2.2.3.1 Rencana Pengembangan Kawasan Lindung

Pengelolaan kawasan lindung dilakukan untuk melestarikan kawasan-kawasan yang berfungsi lindung dengan sasaran untuk meningkatkan fungsi lindung terhadap tanah, air, iklim, tumbuhan dan satwa, nilai sejarah dan budaya serta mempertahankan keanekaragaman hayati dan keunikan alam.

Berdasarkan RTRW Provinsi Maluku 2027 rencana pengembangan kawasan Lindung ditentukan berdasarkan jenis kawasan sebagai berikut :

1. Kawasan yang memberikan perlindungan kawasan di bawahnya, mencakup :

a. Kawasan hutan lindung; b. Kawasan resapan air; c. Sempadan pantai;

d. Kawasan sekitar danau/waduk/rawa;

e. Kawasan sekitar mata air.

Lokasi kawasan-kawasan tersebut berada tersebar di seluruh kabupaten di Provinsi Maluku

2. Kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budaya, mencakup :

a. Kawasan cagar alam;

c. Kawasan pantai berhutan bakau; d. Taman wisata alam dan taman laut.

Lokasi Kawasan cagar alam di provinsi Maluku meliputi CA. P. Nustaram, CA. P. Nuswotar, CA Masbait, CA. Daab, CA. P. Larat, CA Bekau Huhun, CA Tafermaar, CA Masarete, CA Tanjung Sial, CA Laut Kep. Aru dan CA Laut Banda. Untuk kawasan suaka margasatwa terdapat di Pulau Baun, Pulau Kobror dan Tanimbar. Kawasan pantai berhutan Bakau tersebar di pantai-pantai di seluruh kabupaten di provinsi Maluku. Lokasi Taman wisata alam dan taman laut terdapat di Taman nasional Manusela, Taman alam laut Banda, TWA Laut Pulau Kassa, Pulau Margesu, Pulau Pombo, dan Danau Rana.

3. Kawasan rawan bencana, mencakup :

a. Kawasan rawan bencana banjir;

b. Kawasan rawan bencana erosi/longsor;

c. kawasan rawan bencana gunung api.

Kawasan rawan bencana banjir dan erosi/lonsor tersebar di kabupaten yang ada di provinsi Maluku, sedangkan lokasi gunung api terdapat di Gunung Banda api, Egatala, Laworkawara, Serawarna, Wurlali, Wetar.

Tabel 2.4 Rencana Pemanfaatan Kawasan Lindung di Provinsi Maluku

No Jenis Kawasan Tujuan Perlindungan Rencana Pemanfaatan Ruang Lokasi

I Kawasan Lindung Yang Memberikan Perlindungan Kawasan Bawahnya 1.1 Kawasan Hutan Lindung

Mencegah terjadinya erosi, bencana banjir, sedimentasi, dan menjaga fungsi hidrologik tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah, air tanah dan air permukaan

1. Pemantapan kawasan hutan lindung yang berdasarkan Keppres No. 32/1990 melalui pengukuhan dan penataan batas di lapangan untuk memudahkan pengendaliannya.

2. Pengendalian kegiatan budidaya yang telah ada/berlangsung lama.

3. Pengendaliaan fungsi hidroorologi kawasan hutan yang telah mengalami kerusakan (rehabilitasi

4. Pencegahan dilakukannya kegiatan budidaya, kecuali kegiatan yang tidak mengganggu fungsi lindung. 5. Pemantauan terhadap kegiatan

yang diperbolehkan berlokasi di hutan lindung (a.l. penelitian, eksplorasi mineral dan air tanah, pencegahan bencana alam) agar tidak mengganggu fungsi lindung.

Pulau Ambon (Kawasan Gunung Nona, Sirimau dan Gunung Salahutu), Pulau Buru, Pulau Seram, Kepulaun Kei, Kepulauan Aru, Kepulauan Yamdena dan Kepulauan Tanimbar

II Kawasan Perlindungan Setempat

No Jenis Kawasan Tujuan Perlindungan Rencana Pemanfaatan Ruang Lokasi

2.1 Sempadan pantai Melindungi wilayah pantai dari usikan kegiatan yang menggangu kelestarian fungsi pantai

1. Pencegahan dilakukannya kegiatan budidaya di sepanjang pantai yang dapat mengganggu kelestarian fungsi pantai.

2. Pengendalian kegiatan di sekitar sempadan pantai.

3. Pengendalian fungsi lindung pantai yang telah mengalami kerusakan.

Sepanjang pantai di Provinsi Maluku,

2.2 Sempadan Sungai Melindungi sungai dari kegiatan manusia yang dapat menggangu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik dan dasar sungai, serta pengamanan aliran sungai

1. Pencegahan dilakukannya kegiatan budidaya di sepanjang sungai yang dapat menganggu dan merusak kualitas air, kondisi fisik dan dasar sungai serta alirannya.

2. Pengendalian kegiatan yang telah ada di sekitar sungai. 3. Pengamanan daerah aliran

sungai.

Pulau Buru, Pulau Ambon-Seram, Kepulauan Yamdena-Wetar, Kepulauan Kei-Aru dan Sepanjang Sungai yang ada di

Provinsi Maluku,

2.3 Sekitar Danau Melindungi danau/waduk dari kegiatan budidaya yang dapat mengganggu kelestarian fungsi danau/waduk

1. Pencegahan dilakukannya kegiatan budidaya di sekitar danau yang dapat mengganggu fungsi danau (terutama sebagai sumber air dan sumber energi listrik).

2. Pengendalian kegiatan yang telah ada di sekitar danau. 3. Pengamanan daerah hulu

Sekitar danau di Provinsi Maluku

III Kawasan Suaka Alam

3.1 Kawasan Suaka Alam

Melindungi keanekaragaman biota, tipe ekosistem, gejala dan keunikan alam bagi kepentingan plasma nutfah ilmu pengetahuan dan pembangunan pada umumnya.

1. pengelolaan kawasan suaka alam (cagar alam, suaka margasatwa, dan hutan wisata) sesuai dengan tujuan perlindungannya

masingmasing.

2. Pelarangan dilakukannya kegiatan budidaya apapun, kecuali kegiatan yang berhubungan dengan fungsinya dan tidak mengubah bentang alam, kondisi penggunaan lahan serta ekosistem alami yang ada.

Pengembangan Cagar Alam Pulau Nustaram, CA Pulau Nuswotar, Ca Masbait, CA Daab, CA Pulau Larat, CA Bekau Huhun,CA Tafermaar, CA Gunung Sahuwai, CA Masarete, CA Tanjung Sial.

3.2 Kawasan Suaka Alam Laut dan Perairan lainnya

Melindungi keanekaragaman biota, tipe ekosistem, gejala dan keunikan alam bagi kepentingan plasma nutfah, ilmu pengetahuan dan pembangunan pada umumnya.

1. Pelarangan dilakukannya kegiatan budidaya apapun, kecuali kegiatan yang berkaitan fungsinya dan tidak mengubah bentang alam, kondisi penggunaan lahan serta ekosistem alami yang ada. 2. Pengelolaan kegiatan wisata

bahari tidak mengganggu fungsi lindung kawasan

Pengembangan Cagar Alam Laut Kepulauan Aru dan Cagar Alam Laut Banda

3.3 Taman Nasional dan Wisata Alam

Pengembangan pendidikan, rekreasi dan pariwisata, serta peningkatan kualitas lingkungan sekitarnya dan perlindungan dari pencemaran.

1. Pengelolaan Taman Nasional (di dalamnya termasuk cagar alam dan suaka margasatwa) dengan mengembangkan zona-zona pemanfaatan ruang untuk

pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan

pariwisata.

2. Pelarangan dilakukannya kegiatan budidaya apapun, kecuali kegiatan yang berkaitan dengan fungsinya dan tidak mengubah bentang alam, kondisi penggunaan lahan serta ekosistem alami yang ada.

Rehabilitasi dan Pemantapan Taman Nasional Manusela, Pengembangan Taman Wisata Alam Laut Banda, Taman Wisata Alam Laut Pulau Kassa, Taman Wisata Alam Laut Pulau Margesu dan sekitarnya, Taman Wisata laut Pulau Pombo, dan Danau Rana Pulau Buru

IV Kawasan Rawan Bencana

Melindungi manusia dan kegiatannya dari bencana yang disebabkan oleh alam maupun secara tidak langsung oleh perbuatan manusia

1. Pemantauan terhadap gunung berapi aktif.

2. Penetapan kawasan rawan bencana.

3. Pengendalaian kegiatan di sekitar kawasan kritis

P. Buru, P.Ambon, Seram Bagian Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah, P.Banda Gn Banda Api, Gn Egatala, Gn Laworkawara, Gn Serawarna, Gn Wurlali, Gn Api Wetar

2.2.3.2 Rencana Pengembangan Kawasan Budidaya

Kawasan budidaya yaitu kawasan yang berada di luar kawasan lindung yang berdasarkan kondisi fisiknya dan potensi sumber daya alamnya dianggap dapat dan perlu dimanfaatkan bagi kepentingan produksi maupun bagi pemenuhan kebutuhan permukiman. Dalam lingkup RTRW ini, pengarahan kawasan budidaya ditujukan untuk :

1. Memberikan rencana pemanfaatan ruang kawasan budidaya secara optimal dan

mendukung pembangunan yang berkelanjutan;

2. Memberikan rencana untuk menentukan prioritas pemanfaatan ruang antara kegiatan

budidaya yang berlainan;

3. Memberikan rencana bagi perubahan jenis pemanfaatan ruang dari jenis kegiatan

budidaya tertentu ke jenis lainnya;

4. Memanfaatkan kawasan yang lebih aman dari bencana alam terutama untuk kawasan

permukiman.

A. Klasifikasi dan Kriteria Kawasan Budidaya

Berdasarkan RTRW Provinsi Maluku, kawasan budidaya yang akan ditetapkan mencakup wilayah daratan dan lautan yang terdiri dari :

1. Kawasan budi daya daratan

a. Kawasan hutan produksi

b. Pertanian.

i. Lahan Basah;

ii. Perkebunan/Pertanian Tanaman Kering; iii. Peternakan;

iv. Perikanan

c. Kawasan pertambangan;

d. Kawasan permukiman;

e. Kawasan peruntukan industri; f. Kawasan pariwisata.

Sebaran lokasi untuk kawasan hutan produksi, kawasan pertanian, kawasan permukiman dan kawasan peruntukan industri tersebar di seluruh kabupaten di provinsi Maluku, kawasan pertambangan terdapat di kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat, kawasan pariwisata terdapat di Kabupaten Seram

Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Buru.

2. Kawasan budidaya kelautan a. Kawasan perikanan laut; b. Kawasan pariwisata bahari;

c. Kawasan permukiman;

d. Kawasan pertambangan;

e. Kawasan konversi laut.

Orientasi pengembangan untuk bidang kelautan meliputi infrastruktur, sumberdaya manusia,perikanan tangkap, perikanan budidaya, pasca panen, pesisir dan pulau-pulau kecil serta pengembangan pengawasan sumberdaya perikanan dan kelautan.

Dalam dokumen Rippda - Laporan Antara-libre (Halaman 50-54)