• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 5: Cetak biru strategis TIK

5.2 Desain Cetak Biru

5.2.5 Pengadaan

5.2.5.3 Roadmap untuk mencapai target akhir pengadaan TI

Charter inisiatif untuk pembuatan eCatalog menunjukkan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengubah pemesanan produk hardware dan software.

GAMBAR 76: CHARTER CHECKLIST UNTUK E-CATALOG

Kepala Pengadaan TI Organisasi Pengadaan Pusat Peran yang ada Peran yang baru

Laporan tidak langsung untuk menentukan prioritas sumber dan memperoleh persetujuan

Standard Products Procurement Coordinator Special Products Procurement Coordinator TI Contracts Manager Managed Services Category Manager Standard Products Category Manager Special Products Category Manager Consultant/SI Category Manager Mencakup jaringan, telekomunikasi dan pemeliharaan layanan Mencakup laptop, PC, peripheral, SW end-user dll. Mencakup server, HW

data center, enterprise

SW Mencakup

pengembangan dan pemeliharaan aplikasi

ILUSTRATIF

1 Pelaporan tidak langsung dari Category Manager ke Kepala TI Unit Eselon 1 hanya terjadi jika terdapat konsultan atau integrator sistem yang digunakan oleh tim TI Unit Eselon 1

Kepala Pusintek

Kepala TI Ditjen1

618 618 618 Membuat e-catalogue untuk seluruh produk TI standar (hardware dan software)

Objektif:

Latar belakang

Ringkasan tindakan yang diajukan

Dampak dan IKU

Tiap Unit Eselon 1 dan Pusintek bekerja dengan model dan vendor yang berbeda untuk produk-produk yang standar, seperti laptop, sistem operasi, anti-virus, dst.

Harga yang dibayarkan untuk produk-produk yang serupa sangat bervariasi antara satu Unit Eselon 1 dengan Unit Eselon 1 yang lain Tiap pembelian yang baru

membutuhkan proses pengadaan yang komplit dari awal, termasuk seleksi vendor

Faktor keberhasilan

Struktur tata kelola Prinsip desain utama

Outcome utama

1

Rata-rata harga hardware standar Rata-rata harga software standar

3

Kepala TI Kemenkeu memimpin upaya pengembangan e-catalogue

8

Tim TI Unit Eselon 1 dan Pusintek harus berkolaborasi menentukan spesifikasi bagi produk-produk standar

Category Managers akan

bertanggung jawab atas proses seleksi vendor

Proses-proses yang jelas harus ditetapkan untuk mendapatkan persetujuan atas pembelian

5

Spesifikasi produk end-user standar 2014

Spesifikasi produk infrastruktur standar– 2015

E-catalogue dengan produk standar 2016

7

E-catalogue harus digunakan untuk

membeli dan menyebarkan semua produk standar

Katalog harus menyediakan pilihan model (dan spesifikasi) yang terbatas bagi tiap produk

Vendor harus ditetapkan terlebih dahulu supaya tiap permohonan hanya membutuhkan persetujuan dan pemesanan

2

Membuat daftar produk standar dan berbagai spesifikasi yang digunakan Membuat daftar spesifikasi standar

dan model produk

Mengembangkan platform elektronik (TI) dengan katalog model produk

6

Jumlah berbagai model produk (untuk fungsi yang sama)

4

Category managers bertanggung jawab

atas seleksi vendor untuk produk

9

Kepala TI Unit Eselon 1 yang menyetujui spesifikasi produk standar

10

Pembuatan e-catalogue TI

77

GAMBAR 77: PRINSIP DESAIN E-CATALOG

GAMBAR 78: CHARTER TIMELINE UNTUK E-CATALOG

Charter inisiatif tentang kontrak pemeliharaan menunjukkan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengkonsolidasi seluruh kontrak lintas Unit Eselon I dan pemindahan tanggung jawab kepada Pusintek.

Pemesanan Spesifikasi

Keadaan yang diinginkan Keadaan saat ini

Tiap permintaan atau pemesanan berujung pada proses lelang dan kontrak

Batasan minimum terkait hal apa saja yang dipesan pegawai (pengadaan dilakukan oleh TI)

Semua produk dipesan oleh pegawai TI/pengadaan di Unit Eselon 1 dan Pusintek

Tidak ada pembahasan tingkat Kemenkeu perihal spesifikasi produk Tim TI Unit Eselon 1 mengembangkan

sendiri spesifikasi produknya

Vendor-vendor sudah ditetapkan terlebih dahulu sehingga unit pengadaan hanya perlu melakukan pemesanan kepada vendor bila suatu produk dipesan oleh pengguna

Memberlakukan batasan yang ketat perihal apa saja yang dapat dipesan pegawai: batasi pilihan spesifikasi untuk tiap produk

Permohonan untuk produk-produk non-standar harus disertai dengan evaluasi apakah ada produk-produk standar dalam katalog yang bisa dipesan sebagai gantinya untuk memenuhi kebutuhan tersebut E-catalogue dikembangkan supaya pegawai dapat

meminta dan memesan produk-produk standar Kepala TI Kemenkeu memantau produk-produk dengan

biaya besar (cth. server) dan mengorganisir jalannya pembahasan tingkat Kemenkeu dengan Unit Eselon 1 lain untuk mengidentifikasi peluang standardisasi Spesifikasi untuk seluruh Kemenkeu yang diadopsi

untuk produk-produk standar (mis: Laptop, anti-virus) Pembuatan e-catalogue – perubahan pada model operasional

TI 6 43 Tahun 2014 2015 2016 High-level milestones

Membuat daftar produk-produk standar dan ragam

spesifikasi yang digunakan

Membuat daftar spesifikasi produk end-user standar

Menginisiasi diskusi perihal adanya peluang

standardisasi dan roadmap transisi bagi produk-produk infrastruktur

Menyeleksi dan mengevaluasi vendor-vendor untuk

produk-produk end-user yang terstandarkan

Membuat persyaratan teknis dan fungsional untuk

e-catalogue dan mengonfirmasikannya dengan seluruh stakeholder

Memetakan proses-proses untuk selanjutnya

diberikan persetujuan dan melakukan pemesanan lewat e-catalogue

Membuat daftar spesifikasi produk end-user yang

standar

Menginisiasi proses seleksi vendor untuk

produk-produk infrastruktur yang terstandarkan

Menerapkan e-catalogue berisikan seluruh produk

end-user

Menambahkan produk-produk infrastruktur ke dalam

e-catalogue

Initiative Charter

78

GAMBAR 79: CHECKLIST UNTUK CHARTER KONTRAK PEMELIHARAAN

GAMBAR 80: PRINSIP DESAIN KONTRAK PEMELIHARAAN

622 622 622

Mengonsolidasikan seluruh kontrak pemeliharaan di bawah Pusintek Objektif:

Latar belakang

Ringkasan tindakan yang diajukan

Dampak dan IKU Kegiatan pemeliharaan saat ini

terbagi antara Unit Eselon 1 dan Pusintek

TI Kemenkeu belum memperoleh manfaat dari konsolidasi kontrak (biaya, kualitas) tersebut

Faktor keberhasilan

Struktur tata kelola Prinsip desain utama

Outcome utama 1

Biaya pemeliharaan keseluruhan bagi TI Kemenkeu

3

Kepala Pusintek bertanggung jawab untuk IKU pemeliharaan 8

Menunjuk category manager pada unit pengadaan TI yang dapat bekerja dengan vendor pemeliharaan

Mengalihkan kepemilikan penuh atas aset infrastruktur kepada Pusintek

5

Tanggung jawab pemeliharaan dipegang oleh Pusintek - 2014 Konsolidasi kontrak pemeliharaan–

2015 7

Seluruh kegiatan pemeliharaan merupakan tanggung jawab Pusintek

Pengadaan TI memimpin proses seleksi dan dapat mengadakan kontrak multi-year

Vendor harus memenuhi SLA minimal sebagai bagian dari kontrak

2

Menyusun katalog seluruh kegiatan pemeliharaan di TI Kemenkeu Mengidentifikasi vendor yang berkapabilitas dalam memenuhi SLA untuk pemeliharaan Menetapkan vendor pemenang

kontrak untuk mengonsolidasikan kegiatan pemeliharaan 6

Jumlah gangguan atau eror berulang diakibatkan oleh kurangnya pemeliharaan

4

Category manager memimpin proses

seleksi vendor 9

Tim TI Unit Eselon 1 dan Pusintek memberi data dan feedback kinerja untuk vendor

10 Konsolidasi kontrak pemeliharaan

TI

7

Kontrak Tanggung jawab

Keadaan yang diinginkan Keadaan saat ini

Seluruh kontrak diadakan untuk satu tahun

Kualitas pemeliharaan beragam di seluruh bagian organisasi Setiap Unit Eselon 1 terlibat dalam

kontrak dengan vendor-vendor berbeda

Tanggung jawab aset infrastruktur terbagi antara Unit Eselon 1 dan Pusintek

Kegiatan pemeliharaan terbagi antara Unit Eselon 1 dan Pusintek

Memungkinkan kontrak multi-year untuk memperoleh manfaat biaya (dengan persyaratan kerja telah memenuhi SLA)

Menetapkan standar SLA dan kinerja untuk pemeliharaan

Konsolidasi kontrak untuk kegiatan serupa di seluruh organisasi TI

Kepemilikan aset infrastruktur dialihkan ke Pusintek, untuk dipusatkan di kantor Pusintek

Konsolidasi seluruh kegiatan pemeliharaan di bawah Pusintek

Konsolidasi kontrak pemeliharaan– perubahan pada model operasional

TI

79

GAMBAR 81: TIMELINE UNTUK CHARTER PEMELIHARAAN KONTRAK