BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Sebaiknya pengaturan tentang kewajiban pemberitahuan riwayat kesehatan Pemegang Polis di atur secara tegas dalam sebuah Undang-Undang sehingga tidak menimbulkan beberapa penafsiran dan pengaturan pemberian sanksi yang lebih memberatkan Pemegang Polis, sehingga tidak mempersulit seluruh pihak pada saat pencairan dana klaim asuransi jiwa.
2. Sebaiknya pada saat pembuatan Surat Pengajuan Permohonan Asuransi (SPAJ), Agen Asuransi lebih menegaskan tentang aturan hukum yang berlaku jika pihak-pihak yang terkait dalam perjanjian melakukan wanprestasi (tidak menyampaikan fakta material berkenaan kondisi kesehatan Pemegang Polis) sehingga dapat mengurangi hal-hal yang menjadi hambatan dalam prosedur pencairan dana klaim meninggal atau klaim asuransi jiwa lainnya.
3. Sebaiknya Hakim BPSK lebih hati-hati dalam menelaah permohonan gugatan yang disampaikan dengan meneliti fakta hukum yang lebih mendalam melalui pernyataan pada duduknya perkara serta mencari informasi pendukung lainnya diluar ilmu hukum secara seksama yang sesuai dengan permasalahan yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA BUKU
Abdurrahman, Muslan, 2009, Sosiologi dan Metode Penelitian Hukum, Surabaya : UMM Press.
Cst Kansil, 2009, dkk, Kamus Istilah Hukum, Jakarta : Jala Permata Aksara.
Endang, Man Suparman Sastrawidjaja, Hukum Asuransi (Perlindungan Tertanggung, Asuransi Deposito, Usaha Perasuransian), Bandung: Alumni, 2004.
Fitriyah, Farida, Hukum Pengadaan Tanah Transmigrasi, Malang : Setara Press, 2016.
Hadi, Sutrisno, Metodologi Riset, Yogyakarta : ANDI, 2000.
Hartono, Sri Rejeki, Hukum Asuransi dan Perusahaan Asuransi, Jakarta: Sinar Grafika, 1991.
Huda, Mokhamad Khoirul, Prinsip Iktikad Baik Dalam Perjanjian Asuransi Jiwa, Ctk. Pertama,Yogyakarta : FH UII Press, 2016.
I Ketut Murtika , Djoko Prakoso, Hukum Asuransi Indonesia, Jakarta: Rineka Cipta, . 2004.
Isa Arif, M, Bidang Usaha Perasuransian.Jakarta : Pradnya Paramita, 1987.
Koentjaraningrat, Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : Gramedia, 1997.
Khairandy, Ridwan, Pokok-Pokok Hukum Dagang Indonesia.Yogyakarta : FH UII Press, 2014.
Lubis,M.Solly, Filsafat Ilmu dan Penelitian, Bandung : Mandar Majur, 1994.
Marzuki, Peter Mahmud, Penelitian Hukum, Jakarta : Kencana, (untuk selanjutnya disebut Peter Mahmud Marzuki II), 2005.
Moh.Nazir, Metode Penelitian, Jakarta : Ghalia Indonesia, 2005.
Muhammad, Abdulkadir, 2002, Asuransi Dalam Perspektif Syariah, Bandung : Citra Aditya Bakti
Pangaribuan,Emmy, Hukum Pertanggungan (Pokok-pokok Pertanggungan Kerugian Kebakaran dan Jiwa), Yogyakarta : Seksi Hukum Dagang Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, 2017.
Prodjodikoro,Wirjono, Hukum Asuransi di Indonesia, Bandung : Intermasa, 1987.
Purba, Radiks, Memahami Asuransi di Indonesia, Seri Umum Ke-10, Jakarta : Pustaka Binaman Pressindo, 1992.
Salim H.S, Perkembangan Hukum Kontrak Innominaat di Indonesia, Jakarta : Sinar Grafika, 2008.
Sastrawidjaja, Man Suparman, Aspek-Aspek Hukum Asuransi dan Surat Berharga, Bandung : Alumni, 2003.
Soekanto, Soerjono dan Sri Mahmudji, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003.
Sri Rejeki Hartono, Hukum Asuransi dan Perusahaan Asuransi, Jakarta: Sinar Grafika, 2001.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kuantitatif dan R&D.Bandung : Alfabeta, 2009.
Syahrani, Riduan, Seluk Beluk dan Asas-asas Hukum Perdata, Bandung : Alumni, 2000.
Waluyo, Bambang, Penelitian Hukum dalam Praktek, Jakarta : Sinar Grafika, 1996.
Widjaja, Gunawan. Seri Hukum Bisnis Memahami Prinsip Keterbukaan (Aanvullend Recht) dalam Hukum Perdata, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008.
Zainal, Asikin, Pengantar Tata Hukum Indonesia, Jakarta : Rajawali Pres, 2005.
JURNAL
Agus Wasita ,(2020).“Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Polis Asuransi Jiwa”, Jurnal Becoss (Business Economic, Communication, and Social Sciences), Vol.2 No.1, Marketing Communication, Faculty of Economic and Communication, Bina Nusantara University.
Amwaluna, (2019). “Perlindungan Hukum Tertanggung dalam Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa” , Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, Vol. 3, No. 1.
Amwaluna, (2019).Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 3,No. 1 Januari, Online ISSN : 2540-8402 | Print ISSN : 2540-83991033.
Bani Affan, (2017).“Analisis yuridis atas hak dan kewajiban para pihak dalam perjanjian antara driver/ pemilik kendaraan dengan perusahaan penyedia jasa aplikasi transportasi online”, Jurnal Hukum.
Bayu Hendra W , “Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Utmost Good Faith dalam Asuransi Kerugian (Studi Terhadap Putusan MA No.29/PDT.G/2012)”, Fakultas Hukum Universitas Mataram.
Bronto Hartono,(2005).“Prinsip Utmost Good Faith dalam Pelaksanaan Perjanjian Asuransi Jiwa PT.Asuransi Jiwasraya (PERSERO) di Regional Office Semarang”, Program Magister Kenotariatan, Vol.3, No.64, Program Pascasarjana Magister Kenotariatan Universitas Diponegoro Semarang.
Deny Guntara,(2016). "Asuransi dan ketentuan-ketentuan hukum yang mengaturnya”, Jurnal Justisi Ilmu Hukum, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Vol 1, No 1.
Dhimas Mahendra Widagdo, “Analisis Yuridis Pasal 251 Kitab Undang Undang Hukum Dagang Mengenai Asas Utmost Good Faith Dalam Perjanjian Asuransi”, Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.
Dina Afriana, “Kewajiban Penanggung dalam Asuransi Tanggung Gugat Umum dalam Menyelesaikan Klaim Tertanggung pada Polis Asuransi”, Fakultas Hukum, Universitas Sumatera Utara.
Esther Masri, (2018). “Pelanggaran Prinsip Itikad Baik dalam Perjanjian Asuransi pada PT. Asuransi Jiwasraya Cabang Padang” , Jurnal Krtha Bhayangkara, Vol.12, No.1.
Esther Masri, “Pelanggaran Prinsip Itikad Baik dalam Perjanjian Asuransi pada P.T. Asuransi Jiwasraya Cabang Padang”, Jurnal Hukum, Universitas Diponegoro, Vol.12, No.1, Juni 2018.
Eti Andriani, “Pelaksanaan Kewajiban Pemberitahuan Tentang Objek oleh Tertanggung kepada Penanggung pada Asuransi Kendaraan Bermotor (Suatu Penelitian Pada PT. Asuransi Ramayana Tbk Cabang Banda Aceh )”, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Vol. 2, No.4 November 2018.
Eti Purwiyantiningsih, (2008). “Prinsip Itikad Baik Berdasarkan Pasal 251 KUHD dalam Asuransi Kerugian”, Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jurnal Dinamika Hukum, Vol. 8 No. 3.
Ferdy Novril, “Penentuan Besar Cadangan Pada Asuransi Jiwa Bersama Dwiguna Dengan Metode Illinois”, Jurnal Matematika, Universitas Andalas, Vol 5, No 3, 2016 .
Helena Primadianti Sulistyaningrum, “Prinsip Itikad Baik (Pasal 251 KUHD) dalam Hal Terjadinya Penolakan Klaim Asuransi Kepada Tertanggung sebagai Konsumen (Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen)”, Pengajar di Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya.
Hilda Yunita Sabrie, (2011). “Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa Akibat Tertanggung Bunuh Diri” Jurnal Hukum,Universitas Negeri Semarang, Vol 26, No 1,
I Wayan Agus Satriya Wedhana Putra dan Ida Ayu Sukihana, (2020). “Kedudukan Agen Asuransi di Era Digital dalam Menawarkan Produk Asuransi”, Program Kekhususan Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Udayana, Jurnal Kertha Semaya, Vol. 8 No.3.
I Wayan Wahyu Pratama,(2019).“ Pengaruh Telenursing Terhadap Perawatan Diri Pasien Dengan Penyakit Kronis”, Vol.7, No.2, Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana.
Neo Yessi Pandansari (2009). “Pelaksanaan Hak dan Kewajiban Para Pihak dalam Perjanjian Asuransi Kecelakaan Diri di PT. Asuransi Jasa”, Program Studi Magister Kenotariatan Pascasarjana Universitas Diponegoro Semarang.
R. Hari Purwanto, (2015).“Aspek Hukum Asuransi Antara Pihak Tertanggung dengan Pihak Penanggung Berdasarkan Prinsip Utmost Good Faith Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian”, Jurnal Pro Hukum, Vol. 4, No. 1.
Ratna Syamsiar, (2013). “Manfaat Dan Mekanisme Penyelesaian Klaim Asuransi Prudential” Jurnal Hukum, Universitas Lampung, Vol 7, No 1.
Rhiti, Hyronimus. (2005). Filsafat Hukum Edisi Lengkap (Dari Klasik ke Postmodernisme), Ctk.Kelima, Yogyakarta : Universitas Atma Jaya.
Selvi Harvia Santri,, “Prinsip Utmost Good Faith dalam Perjanjian Asuransi Kerugian”, Vol.01, No.01, April 2017.
Sri Handayani, (2000). “Pengaruh Penyelesaian Klaim Asuransi terhadap Pencapaian Target Penjualan Produk Asuransi AJB Bumiputera 1912 Cabang Bengkulu”, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Dehasen Bengkulu.
Sri Handayani, Pengaruh Penyelesaian Klaim Asuransi Terhadap Pencapaian Target Penjualan Produk Asuransi AJB Bumiputera 1912 Cabang Bengkulu, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Dehasen Bengkulu.
Swady Halim, (2000). “Permasalahan Umum Nasabah Asuransi Seminar dan Lokakarya Perkembangan Jurnalisme Ekonomi II”, Lembaga Studi Pers dan Informasi, Semarang.
Zainul Akhyar, (2015). Harpani Matnuh, Hardianto , “Peranan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Banjarmasin”, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Vol.5, No.10, Program Studi PPKn FKIP Universitas Lambung Mangkurat.
INTERNET
AJB Bumi Putera dalam www.ajb.bumiputera.com, Klaim, diakses pada tahun 2021.
https://www.pfimegalife.co.id/, Proteksi, Manfaat Asuransi yang Wajib diketahui, di akses pada tanggal 5 Des 2018.
Jenis-Jenis Klausula Atau Perjanjian Asuransi , diakses oleh www.caraklaim.com, pada tanggal 17 September 2017.
LA Pusat Asuransi.com, Prinsip Asuransi – Proximate Cause dalam www.pusatasuransi.com diakses pada tahun 2020.
L.Putri, “Tinjauan Umum Tentang Asuransi Jiwa”, diakses oleh http://repository.unmuha.ac.id pada tahun 2019.
Klaim Asuransi Cacat Total dan Permanen diakses oleh www.greateasternlife.com Klaim Asuransi Meninggal Dunia diakses oleh www.greateasternlife.com
Linda Riana, Cari tahu mengajukan klaim diakses oleh www.sequis.co.id pada tanggal 19 Oktober 2017.
Pengajuan Klaim Meninggal Dunia (Jika Tertanggung Meninggal Dunia) diakses oleh www.sequis.co.id.
Rosa Agustina T Pangaribuan, 2000, "Asas kebebasan Berkontrak dan Batas·Batasannya dalam Hukum Perjanjian dalam www .theceli.com, di akses pada tanggal 12 Januari 2011.
Sequislife You Better Tomorrow, Dictionary of Insurance, diakses dalam www.
sequislife.co.id pada tanggal 15 November 2017
Shanti Rachmadsyah., Hukum Perjanjian, diakses dari www. hukumonline.com pada tanggal Agustus 2010.
Syarat-syarat Umum Polis Asuransi Jiwa 5000 diakses dalam www.jiwasraya.co.id.
PERUNDANG-UNDANGAN
Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Undang-Undang No.2 Tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian.
Undang-Undang No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Undang-Undang No. 40 Tahun 2014 Tentang Perasuransian.
Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian.
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor : 23/POJK.05/2015 Tentang Produk Asuransi dan Pemasaran Produk Asuransi.
Surat Pembatalan Permohonan Klaim No.78,79&80 / k / MC-SQ/I/2016.