• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.2. Saran

1. Diperlukan pengaturan berat badan dan meningkatkan aktivitas fisik untuk menurunkan risiko seseorang mengalami Obstructive Sleep Apnea.

2. Penelitian selanjutnya diharapkan mendapatkan jumlah sampel yang lebih besar untuk meneliti risiko OSA pada suatu populasi agar didapatkan sebaran data yang lebih luas pada variabel gejala dan karakteristik demografi.

DAFTAR PUSTAKA

1. Arter, J. L., Chi, D. S., Girish, M., Fitzgerald, S. M., Guha, B. &

Krishnaswamy, G. 2004, Obstructive Sleep Apnea, Inflammation, and Cardiopulmonary Disease, Frontiers in Bioscience, vol. 9(9), pp. 2892-2900.

2. Astutha, A. R. & Sesarini, P. M. 2017, ‘Efektivitas Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) pada Obstructive Sleep Apnea (OSA)’, Publikasi Ilmiah Program Studi THT-KL FK Udayana, vol. 1.

3. Awwalia, F. S. 2019, ‘Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada Sopir Taksi di Kota Padang, Doctoral dissertation, Universitas Andalas.

4. Budiarsa, I. G. N. 2016, ‘Obstructive Sleep Apnea pada Lansia’, Neurology in Elderly, pp. 40.

5. Cahaya, G. 2018, ‘Hubungan Obesitas dengan Risiko Obstructive Sleep Apnea pada Pegawai Negeri Sipil Laki-Laki di Lingkungan Universitas Lampung Tahun 2017’, Digital Repository UNILA.

6. George, C. F. 2007, ‘Sleep Apnea, Alertness, and Motor Vehicle Crashes’, Am J Respir Crit Care Med, vol. 176(10), pp. 954.

7. Herawati, S. J. 2015, Diagnosis Obstrutive Sleep Apnea Syndrome, Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher, Surabaya, pp. 136-149.

8. Kahathuduwa, C. 2016, ‘Non Respiratory Functions of the Respiratory

System’, Owlcation, accessed 12 June 2020, Available at:

https://owlcation.com/stem/Non-respiratory-Functions-of-the-Respiratory- System

9. Kline, L. R., Collop, N. & Eichler, A. F. 2017, ‘Clinical Presentation and Diagnosis of Obstructive Sleep Apnea in Adults’, In: Chervin RD, Hoppin AG, eds. UpToDate. Nederland: Wolters Kluwer NV, Epub.

10. Latief, A. W. L. 2017, ‘Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pegawai PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat’, Digilib Unhas.

11. Lim, J. U., Lee, J. H., Kim, J. S., Hwang, Y. I., Kim, T. H., Lim, S. Y. &

Rhee, C. K. (eds) 2017, ‘Comparison of World Health Organization and Asia- Pacific Body Mass Index Classifications in COPD Patients’, International Journal of Chronic Obstructive Pulmonary Disease, vol. 12, pp. 2465.

12. Luman, A. 2016, ‘Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada DM Tipe 2’, Cermin Dunia Kedokteran, vol. 43(2), pp. 96-100.

13. Mathur, R. and Douglas, N.J. 1995, ‘Family Studies in Patients with The Sleep Apnea-Hypopnea Syndrome’, Annals of Internal Medicine, 122(3), pp.174-178.

14. Maulidza, C. P. 2013, ‘Hubungan Obesitas terhadap Risiko Obstructive Sleep Apnea (OSA) di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh’, Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

15. Monica, F., Suryawati, H., & Pudjonarko, D. 2016, ‘Hubungan Obstructive Sleep Apnea dengan Derajat Berat Klinis pada Pasien Stroke Iskemik Akut’, Neurona (Majalah Kedokteran Neuro Sains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia), vol 34(1).

16. Mukhlis, M. & Bakhtiar, A. 2019, ‘Obstructive Sleep Apneu (OSA), Obesitas Hypoventilation Syndrome (OHS) dan Gagal Napas’, Jurnal Respirasi, vol.

1(3), pp. 94-102.

17. Natalia, C. 2010, ‘Analisis Prevalensi dan Faktor Risiko Terjadinya Obstructive Sleep Apnea dengan Kuesioner Berlin pada Sekelompok Karyawan di Jakarta’, Doctoral dissertation, Universitas Kristen Maranatha.

18. Netter, F. H. 2013, ‘Atlas of Human Anatomy: Lateral View of Pharyngeal Muscle’, Netterimages, accessed 12 June 2020, Available at: mg/kgBB’, Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara.

20. Patil, S. P., Schneider, H., Schwartz, A. R. & Smith, P. L. 2007, ‘Adult Obstructive Sleep Apnea : Pathophysiology and Diagnosis’, Chest, vol.

132(1), pp. 325-337.

21. Prakoso, D. I., Setyaningsih, Y. & Kurniawan, B. 2018, ‘Hubungan Karakteristik Individu, Beban Kerja, dan Kualitas Tidur dengan Kelelahan Kerja pada Tenaga Kependidikan di Institusi Kependidikan X’, Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), vol. 6(2), pp. 88-93.

22. Punjabi, N. M. 2008, ‘The Epidemiology of Adult Obstructive Sleep Apnea’, Proceedings of The American Thoracic Society, vol. 5, no. 2, pp. 136-143.

23. Rasjid, M. & Yogiarto, M. 2015, ‘Obstructive Sleep Apnea (OSA)’, Jurnal Ilmiah Kedokteran, vol. 2, no. 3.

24. Rosdiana, R. 2019, ‘Hubungan Stres Kerja, Jam Kerja, dan Kelelahan Kerja dengan Tingkat Konsentrasi pada Pekerja Pengguna Komputer di PT.

Telekomunikasi Witel Medan’, Jurnal Kesehatan Global, vol. 2, no. 3, pp.

131-141.

25. Sakamoto, Y. S., Porto-Sousa, F., & Salles, C. 2018, ‘Prevalence of obstructive sleep apnea in shift workers: a systematic review’, Ciencia &

saude coletiva, 23(10), 3381–3392. https://doi.org/10.1590/1413- 812320182310.21362018.

26. Sasongko, P., Yunika, K. & Andhitara, Y. 2016, ‘Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSA) pada Pasien Stroke Iskemik’, Diponegoro Medical Journal (Jurnal Kedokteran Diponegoro), vol. 5(4), pp. 1461-1471.

27. Senaratna, C. V., Perret, J. L., Matheson, M. C., Lodge, C. J., Lowe, A. J., Cassim, R., Russell, M. A., Burgess, J. A., Hamilton, G. S., & Dharmage, S.

C. 2017, ‘Validity of The Berlin Questionnaire in Detecting Obstructive Sleep Apnea: A Systematic Review and Meta-analysis’, Sleep medicine reviews, 36, 116–124. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2017.04.001

28. Setyaningrum, S. D., Yunika, K. & Andhitara, Y. 2017, ‘Hubungan Antara Fungsi Kognitif dengan Riwayat Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) pada Pasien Pasca Stroke Iskemik di RSUP dr. Kariadi’, Doctoral dissertation, Faculty of Medicine.

29. Sharma, S. K., Vasudev, C., Sinha, S., Banga, A., Pandey, R. M. & Handa, K.

K. 2006, ‘Validation of The Modified Berlin Questionnaire to Identify Patients at Risk for The Obstructive Sleep Apnoea Syndrome’, Indian J Med Res, vol. 124(3), pp. 281-90.

30. Siyoto, S. & Sodik, M. A. 2015, Dasar Metodologi Penelitian, Literasi Media Publishing, Yogyakarta.

31. Sumantri, H. 2015, Metodologi Penelitian Kesehatan, Prenada Media, Jakarta.

32. Suryawan, P., & Tirtayasa, K. 2016, ‘Hubungan Antara Obesitas dengan Risiko Menderita Gangguan Tidur Obstructive Sleep Apnea (OSA) pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana’, E-Jurnal Medika Udayana, vol. 5, no. 3.

33. Susanto, A. D., Yunus, F., Antariksa, B., Fitriani, F., Luthfi, A. & Harlivasari, A. D. 2016, ‘Prevalensi Obstructive Sleep Apnea Berdasarkan Kuesioner Berlin pada Polisi Lalu Lintas di Jakarta Timur’, J Respir Indo, vol. 36, pp.

67-72.

34. Sutikno, B., Amatpoera, H. & Juniati, S. H. 2009, ‘Validitas Epworth Sleepiness Scale, Modified Berlin Questionnaire dan Stop Questionnaire dalam Memprediksi Diagnosis Obstructive Sleep Apnea’, Jurnal THT-KL, vol. 2, no. 3.

35. Thurtell, M. J., Bruce, B. B., Rye, D. B., Newman, N. J., & Biousse, V. 2011,

‘The Berlin Questionnaire Screens for Obstructive Sleep Apnea in Idiopathic Intracranial Hypertension’, Journal of Neuro-ophthalmology, 31(4), 316-319.

36. Triatmoko, I. C., Buadiarsa, I. G. N., Utami, D. K., & Widyadharma, P. E.

2015, ‘Proportion of Obstructive Sleep Apneu (OSA) Risk in Stroke Patients in General Hospital Sanglah Denpasar, people, 34, 1.

37. Tubagus, N. E. N. 2013, ‘Prevalensi Excessive Daytime Sleepiness (EDS) pada Mahasiswa PPDS FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Menggunakan Epworth Sleepiness Scale (ESS) serta Faktor Risiko yang Mempengaruhinya ada Tahun 2013’.

38. Wiadnyana, I. P. G. P., Susanto, A. D., Amri, Z., & Antariksa, B. 2010,

‘Prevalensi Kemungkinan Obstructive Sleep Apnea dan Faktor-Faktor yang Berhubungan pada Pengemudi Taksi X di Jakarta’, J. Respirologi Indonesia, vol. 30, pp. 59-64.

39. Wickramasinghe, H. & Rowley, J. A. 2019, ‘Obstructive Sleep Apnea (OSA)’, Medscape.

40. Pahlesia R, Yunus F, Antariksa B, Widodo D. 2016, ‘Prevalensi Obstructive Sleep Apnea ( OSA ) pada Pasien PPOK Stabil Derajat Ringan Sampai Berat berdasarkan Kuesioner Berlin dan Polisomnografi’, Indones J Respirol, vol.

36(3), pp. 182–91.

Lampiran A. Biodata Penulis

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Siti Shea Gustari

NIM 170100121

Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 1 Agustus 1999

Agama : Islam

Nama Ayah : Matzen

Nama Ibu : Sri Arnita

Alamat : Jl. Setia Baru No.70, Kec. Medan Barat, Kota Medan Riwayat Pendidikan :

1. TK Mina Rantauprapat (2003 – 2005)

2. SD Negeri 112139 Rantauprapat (2005 – 2011) 3. SMP Negeri 1 Rantau Utara (2011 – 2014) 4. SMA Negeri 3 Rantau Utara (2014 – 2017) 5. Fakultas Kedokteran USU (2017 – sekarang)

Riwayat Pelatihan :

1. Peserta PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) FK USU 2017

2. Peserta MMB (Manajemen Mahasiswa Baru) FK USU 2017

3. Peserta LKMM (Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa) FK USU 2017

4. Peserta seminar dan workshop Basic Surgical Skill TBM PEMA FK USU 2017

5. Peserta Pelatihan Balut Bidai TBM PEMA FK USU 2017

Riwayat Organisasi :

1. Anggota divisi MAI FOSKAMI PEMA FK USU 2018 – 2019

Riwayat Kepanitiaan :

1. Anggota seksi Administrasi dan Kesekretariatan MMB FK USU 2018 2. Anggota seksi Administrasi dan Kesekretariatan PMO FK USU 2018 3. Koordinator seksi Administrasi dan Kesekretariatan ILC FOSKAMI PEMA

FK USU 2018

4. Koordinator seksi Administrasi dan Kesekretariatan MEDIS FOSKAMI PEMA FK USU 2019

5. Anggota seksi Konsumsi PM SCORA PEMA FK USU 2019

6. Anggota seksi Administrasi dan Kesekretariatan PM AKBAR PEMA FK USU 2019

7. Anggota seksi Peralatan dan Tempat SRF SCORE PEMA FK USU 2020

Lampiran B. Lembar Penjelasan Penelitian Nama Peneliti : Siti Shea Gustari

NIM 170100121

Alamat : Jl. Setia Baru No.70, Kec. Medan Barat, Kota Medan

Cp 082160925006

Judul Penelitian : Gambaran Risiko Obstructive Sleep Apnea pada Pegawai Kantor PT. Telkom Witel Medan

Peneliti adalah mahasiswi Program S1 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Saudara/i dimohon ikut berpartisipasi dalam penelitian ini.

Responden dalam penelitian ini adalah saudara/i yang berpartisipasi secara sukarela. Saudara/i berhak menolak untuk berpartisipasi.

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisi kuesioner yang bertujuan untuk mengetahui risiko kejadian Obstructive Sleep Apnea berdasarkan tanda dan gejala yang dimiliki oleh saudara/i.

Segala informasi yang saudara/i berikan akan digunakan sepenuhnya hanya untuk keperluan penelitian ini. Peneliti sepenuhnya akan menjaga kerahasiaan indentitas dan tidak dipublikasikan dalam bentuk apapun. Jika ada yang belum jelas, saudara/i boleh bertanya pada peneliti. Jika saudara/i sudah memahami penjelasan ini dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini, saudara dipersilakan untuk menandatangani lembar persetujuan yang akan dilampirkan.

Peneliti

Siti Shea Gustari

Lampiran C. Lembar Persetujuan Responden (informed consent) Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama :

Umur :

Alamat :

Menyatakan bersedia menjadi responden pada penelitian yang dilakukan oleh : Nama : Siti Shea Gustari

NIM 170100121

Alamat : Jl. Setia Baru No.70, Kec. Medan Barat, Kota Medan Judul Penelitian : Gambaran Risiko Obstructive Sleep Apnea pada

Pegawai Kantor PT. Telkom Witel Medan

Saya bersedia untuk mengisi kuesioner dengan jujur demi kepentingan penelitian. Dengan ketentuan, data yang diberikan akan dirahasiakan dan hanya semata-mata untuk kepentingan ilmu pengetahuan.

Demikian surat pernyataan ini saya sampaikan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Medan, Oktober 2020 Responden

(……….)

Lampiran D. Kuesioner Karakteristik Demografi dan Berlin KUESIONER KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN

KUESIONER BERLIN A. IDENTITAS RESPONDEN

Nama : Alamat :

Sedang mengonsumsi obat

yang menyebabkan mengantuk : Ya / Tidak* (coret salah satu) Mengonsumsi minuman beralkohol : Ya / Tidak* (coret salah satu) B. KUESIONER KARAKTERISTIK DEMOGRAFI

1. Umur :

2. Jenis Kelamin :

Berilah tanda checklist ( √ ) dalam kotak yang menjadi pilihan jawaban saudara 3. Apakah saudara memiliki kebiasaan merokok ?

Ya Tidak

4. Apakah terdapat riwayat mendengkur/mengorok pada keluarga saudara ?

Ya Tidak C. KUESIONER BERLIN

 Kategori 1

1. Lengkapi data di bawah ini - Tinggi badan = cm - Berat badan = kg 2. Apakah saudara mendengkur ?

Ya Tidak Tidak tahu Jika saudara mendengkur :

3. Bagaimana suara dengkuran saudara ?

Sedikit lebih keras daripada suara bernapas Sama keras dengan saat berbicara

Lebih keras daripada berbicara

Sangat keras, dapat terdengar hingga ke ruang sebelahnya

4. Seberapa sering saudara mendengkur ? Hampir setiap hari

3 – 4 kali perminggu

1 – 2 kali perminggu

1 – 2 kali perbulan

Tidak pernah atau hampir tidak pernah

5. Apakah dengkuran saudara pernah mengganggu orang lain ? Ya

Tidak

6. Adakah yang memperhatikan bahwa saudara berhenti bernapas selama saudara tidur ?

Hampir setiap hari

3 – 4 kali perminggu

1 – 2 kali perminggu

1 – 2 kali perbulan

Tidak pernah atau hampir tidak pernah

 Kategori 2

7. Seberapa sering saudara merasa lelah saat bangun tidur ? Hampir setiap hari

3 – 4 kali perminggu

1 – 2 kali perminggu

1 – 2 kali perbulan

Tidak pernah atau hampir tidak pernah

8. Selama terbangun, apakah saudara merasa kelelahan atau merasa tidak seperti biasanya ?

Hampir setiap hari

3 – 4 kali perminggu

1 – 2 kali perminggu

1 – 2 kali perbulan

Tidak pernah atau hampir tidak pernah

9. Apakah saudara pernah tertidur saat sedang berkendara ? Ya

Tidak

Jika “Ya”, seberapa sering hal itu terjadi ? Hampir setiap hari

3 – 4 kali perminggu

1 – 2 kali perminggu

1 – 2 kali perbulan

Tidak pernah atau hampir tidak pernah

 Kategori 3

10. Apakah saudara memiliki tekanan darah tinggi ? Ya

Tidak

Tidak tahu IMT :

Lampiran E. Data Induk

Lampiran F. Hasil Analisis Statisik

Henti napas saat tidur * Risiko OSA

45 100.0% 0 0.0% 45 100.0%

Kelelahan saat bangun tidur * Risiko OSA

45 100.0% 0 0.0% 45 100.0%

Kelelahan di siang hari * Risiko OSA

Chi-Square Tests

Continuity Correctionb 13.781 1 .000

Likelihood Ratio 17.450 1 .000

a. 0 cells (,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6,67.

b. Computed only for a 2x2 table

Henti napas saat tidur * Risiko OSA Crosstab

Chi-Square Tests

Continuity Correctionb 1.681 1 .195

Likelihood Ratio 3.216 1 .073

a. 2 cells (50,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1,33.

b. Computed only for a 2x2 table

Kelelahan saat bangun tidur * Risiko OSA Crosstab

Chi-Square Tests

Continuity Correctionb 3.403 1 .065

Likelihood Ratio 5.229 1 .022

a. 2 cells (50,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1,67.

b. Computed only for a 2x2 table

Kelelahan di siang hari * Risiko OSA Crosstab

Chi-Square Tests

Continuity Correctionb 5.796 1 .016

Likelihood Ratio 9.599 1 .002

a. 2 cells (50,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1,33.

b. Computed only for a 2x2 table

Tertidur saat berkendara * Risiko OSA Crosstab

Chi-Square Tests

Continuity Correctionb 1.681 1 .195

Likelihood Ratio 3.216 1 .073

a. 2 cells (50,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1,33.

b. Computed only for a 2x2 table

Hasil Kuesioner Berlin

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Risiko tinggi OSA 15 33.3 33.3 33.3

Risiko rendah OSA 30 66.7 66.7 100.0

Total 45 100.0 100.0

Jenis kelamin * Hasil Kuesioner Berlin Crosstab

Chi-Square Tests

Continuity Correctionb 1.681 1 .195

Likelihood Ratio 3.216 1 .073

a. 2 cells (50.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.33.

b. Computed only for a 2x2 table

Umur * Hasil Kuesioner Berlin

Crosstab

Continuity Correctionb .000 1 1.000

Likelihood Ratio .047 1 .828

a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 5.67.

b. Computed only for a 2x2 table

Kebiasaan merokok * Hasil Kuesioner Berlin Crosstab

Hasil Kuesioner Berlin

Total Risiko tinggi OSA Risiko rendah OSA

Kebiasaan

Continuity Correctionb .000 1 1.000

Likelihood Ratio .052 1 .820

a. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 4.67.

b. Computed only for a 2x2 table

Riwayat keluarga mendengkur * Hasil Kuesioner Berlin Crosstab

Hasil Kuesioner Berlin

Total Risiko tinggi OSA Risiko rendah OSA

Riwayat

Continuity Correctionb 10.811 1 .001

Likelihood Ratio 15.049 1 .000

a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6.67.

b. Computed only for a 2x2 table

IMT * Hasil Kuesioner Berlin

Crosstab

Hasil Kuesioner Berlin

Total Risiko tinggi OSA Risiko rendah OSA

IMT < 25 Count 0 20 20

Continuity Correctionb 15.401 1 .000

Likelihood Ratio 23.636 1 .000

a. 0 cells (0.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6.67.

b. Computed only for a 2x2 table

Lampiran G. Surat Persetujuan Komite Etik

Lampiran H. Surat Izin Penelitian

Lembar I. Lembar Pernyataan Orisinalitas

Dokumen terkait