• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen Oleh: Triva Ariva NIM (Halaman 77-108)

BAB V PENUTUP

B. Saran

Dari simpulan yang peneliti paparkan, peneliti memberikan saran-saran sebagai berikut:

1. Diharapkan kepada seluruh masyarakat khususnya masyarakat Desa Batang Malas agar tidak melakukan perceraiannya di luar pengadilan. hal ini

64

dilakukan untuk menghindari madharat yang akan timbul setelah bercerai di luar pengadilan.

2. Diharapkan pemerintah dapat menambahkan aturan dalan undang-undang perkawinan tentang sanksi terhadap pelaku cerai di luar Pengadilan Agama.

3. Diharapkan bagi seluruh masyarakat Indonesia khusunya masyarakat Desa Batang Malas memahami peraturan-peraturan yang termuat dalam KHI karena KHI lahir di Indonesia dan merupakan hasil konsensus dari para ulama Indonesia yang ahli dalam hukum Islam bersama-sama dengan pemerintah, serta disesuiaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia secara umum.

4. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk menyempurnakan hal-hal yang kurang dari penelitian ini.

65

DAFTAR PUSTAKA Buku.

Abidin. Selamet dan Aminudin. Fiqh Munakahat I. Bandung: Pustaka Setia. 1999.

Abror. Khoirul. Hukum Perkawinan Dan Perceraian. Yogyakarta: Ladang Kata. 2020.

Ahmadi. Fahmi Muhammad dan Jaenal Aripin. Metode Penelitian Hukum. Jakarta:

Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2010.

Al-Jazairi. ‘Abdu ar-Rahman. Kitabu al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah. Juz 4 & 5.

Beirut: Dar al-Qalam. 2011.

Al-Qazwini. Abu Abdullah Muhammad Bin Yazid. Sunan Ibnu Majah. Beirut: Dar al-Fikr. tt.

Ali. Hatta. Peradilan Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan Menuju Keadilan Restoratif.

Bandung: Alumni. 2012.

Ali. Achmad. Menguak Teori Hukum (Legal Theory) Dan Teori Peradilan (Judicialprudence) Termasuk Interpretasi Undang-Undang (Legisprudence).

Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2009.

Amiruddin dan Zaenal Asikin. Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: PT raja Grafindo Persada. 2004.

Ansari. Hukum Keluarga Islam Di Indonesia. Yogyakarta: Deepublish. 2020.

Anwar. M. Fiqh Islam Muamalah, Munakahat, Fara’id, Dan Jinayah. Hukum Perdata Dan Pidana Islam Beserta Kaidah-Kaidah Hukumnya. Bandung: Al-Ma’arif Percetakan Offset. 1988.

Apeldoorn. L.J. Van. Pengantar Ilmu Hukum. Jakarta: Prandnya Paramita. 1996.

Aristoteles. Nicomachean Ethics: Sebuah Kitab Suci Etika. Jakarta: Teraju. 2004.

Asyhadie, Zaeini. Dkk. Hukum Keperdataan Dalam Perspektif Hukum Nasional KUH Perdata (BW), dan Hukum Adat. Cet II. Depok: PT Rajagrafindo Persada. 2019.

Az-Zuhaili. Wahbah. Fiqh Islam Wa Adillatuhu. Jilid 9. Penerjemah Abdul Hayyi al-Kattani. Jakarta: Gema Insani. 2011.

Bachtiar. Metode Penelitian Hukum. Tangerang Selatan: Unpam Press. 2018.

Dahlan. R. M. Fikih Munakahat. Yogyakarta: Deepublish. 2015.

66

Dahwadin. Dkk. Perceraian Dalam Sistem Hukum Di Indonesia. Jawa Tengah:

Penerbit Mangku Bumi. 2018.

Erwin. Muhammad. Filsafat Hukum: Refleksi Kritis Terhadap Hukum dan Hukum Indonesia (Dalam Dimensi Ide dan Aplikasi). Jakarta: Rajawali Press. 2016.

Ghozali. Abdul Rahman. Fiqh Munakahat. Jakarta: Kencana. 2008.

Jamaluddin dan Nanda Amalia. Buku Ajar Hukum Perkawinan. Lhokseumawe: Unimal Press. 2016.

Kamarusdiana. Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Hukum Keluarga. tt.

Kharlie. Ahmad Tholabi. Hukum Keluarga Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika. 2013.

Kelsen. Hans. Pure Theory of Law. Penerjemah Munir Fuady. Teori-Teori Besar Grand Theory Dalam Hukum. Jakarta: Kencana. 2013.

Latief. Djamal. Aneka Hukum Perceraian Di Indonesia. jakarta: Ghalia Indah. 1985.

Mardani. Hukum Keluarga Islam Di Indonesia. Jakarta: Prenada Media Group. 2016.

Muzammil. Iffah. Fiqh Munakahat Hukum Pernikahan Dalam Islam. Tangerang: Tira Smart. 2019.

Millah. Saiful dan Asep Saepudin Jahar. Dualisme Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia. Jakarta: Amzah. 2019.

Nugrahani. Farida. Metode Penelitian Kualitatif Dalam Penelitian Pendidikan Bahasa.

Surakarta: Cakra Books. 2014.

Nurhayati dan Ali Imran Sinaga. Fiqh Dan Ushul Fiqh. Jakarta: Prenada Media Group.

2018.

Nur. Djaman. Fiqh Munakahat. Semarang: Dina Utama. 1993.

Raco. J.R. Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karateristik, dan Keunggulannya.

Jakarta: Pt. Grasindo. 2010.

Ria. Wati Rahmi. Hukum Perdata Islam, Suatu Pengantar. Bandar Lampung:

Anugerah Utama Raharja (AURA). 2018.

Sabiq. Sayyid. Fiqh Sunnah. Beirut: Dar al-Kitab al-Arabi. 1973.

Saleh. K. Wantik. Hukum Perkawinan Indonesia, Jakarta: Ghalia Indah. 1987.

Syahrani. Riduan. Seluk Beluk dan Asas-Asas Hukum Perdata. P.T. Alumni. 2013.

Syarifuddin. Amir. Hukum Perkawinan Islam Di Indonesia. Jakarta: Prenada Media.

2007.

Syarifuddin. Muhammad. Hukum Perceraian. Jakarta: Sinar Grafika. 2014.

Suma. Muhammad Amin. Hukum Keluarga Islam Di Dunia Islam. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. 2004.

Sudirman. Pisah demi Sakinah Kajian Kasus Mediasi Perceraian Di Pengadilan Agama. Jember: Buku Pustaka Radja. 2018.

Sudarto. Fiqh Munakahat. Yogyakarta: Deepublish. 2021

Sudarto. Ilmu Fikih Refleksi Tentang: Ibadah, Muamalah, Munakahat, dan Mawaris.

Yogyakarta: Deepublish. 2018

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

2013.

Soebekti. Pokok-Pokok Hukum Perdata. Jakarta: Inter Massa. 2005.

Soekanto. Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI-Press. 1986.

Sopyan. Yayan. Pengantar Metode Penelitian. Ciputat: 2010.

Sopyan. Yayan. Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Buku Ajar. 2010.

Soekanto. Soerjono. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI-Press. 1986.

Tutik. Titik Triwulan. Hukum Perdata Dalam Sistem Hukum Nasional. Jakarta:

Kencana. 2008.

Wafa. Moh Ali. Hukum Perkawinan Di Indonesia Sebuah Kajian dalam Hukum Islam dan Hukum Materil. Tangerang Selatan: Yasmi. 2018.

Yusuf. Muri. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif Dan Gabungan. Jakarta:

Kencana. 2014.

Jurnal

Bakri. Nurdin dan Antoni. Talak Di Luar Pengadilan Menurut Fatwa MPU Aceh Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Talak. Vol 1. Nomor 1. 2017.

Hayati. Vivi. Dampak Yuridis Perceraian Di Luar Pengadilan (Penelitian Di Kota Langsa). Vol 10. Nomor 2. 2015.

68

Kamarusdiana. Qanun Jinayat Aceh Dalam Perspektif Negara Hukum Indonesia. Vol 16. No. 2. 2016.

Kamarusdiana dan Daniel Alfaruqi. Konsep Hukum Penyelesaian Sengketa Harta Bersama Di Indonesia ( Analisis Perkara No. 195/Pdt.2013/PA.Mtr, Putusan No. 04/Pdt.G/2014/PTA. Mtr, dan Putusan No. 629 K/Ag/2014). Vol 6. No. 2.

2016.

Mesraini. Konsep Harta Bersama Dan Implementasinya Di Pengadilan Agama. Vol 12. No. 1. 2012.

Munir. Abdulloh. Konsep Perceraian Di Depan Sidang Pengadilan Perspektif Maqashid al-Syariah Ibnu Asyur. Vol 3. Nomor 2. 2019.

Somantri. Muhammad Dani. Dkk. Hakikat Perceraian Berdasarkan Ketentuan Hukum Islam Di Indonesia. Vol 11. Nomor 1. 2020.

Yuliatin. Implementasi Kompilasi Hukum Islam dalam Hitungan Talak Terhadap Cerai Khulu’. Vol 12. Nomor 1. 2012.

Undang-undang

Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1999 Tentang Kompilasi Hukum Islam.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 Tentang Pelaksanaan Undang-undang

Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Wawancara

Wawancara Ibu Rumana Warga Desa Batang Malas 04 Januari 2021 14:11 WIB Wawancara Ibu Siti Warga Desa Batang Malas 04 Januari 2021 15:00 WIB

Wawancara Dengan Ibu Siti Walijah. Pelaku Cerai Di Luar Pengadilan Di Desa Batang Malas 01 April 2021 16:09 WIB

Wawancara Dengan Ibu Wiwin. Pelaku Cerai Di Luar Pengadilan Di Desa Batang Malas 01 April 2021 13:45 WIB

Wawancara Dengan Ibu Rini. Pelaku Cerai Di Luar Pengadilan Di Desa Batang Malas 01 April 2021 14:00 WIB

Wawancara Dengan Ibu Nurhidayah. Pelaku Cerai Di Luar Pengadilan Di Desa Batang Malas 01 April 2021 16:20 WIB

Wawancara Dengan Ibu Siti Zaemah. Pelaku Cerai Di Luar Pengadilan Di Desa Batang Malas 01 April 2021 15:24 WIB

Wawancara Dengan Ibu Zaimah. Pelaku Cerai Di Luar Pengadilan Di Desa Batang Malas 01 April 2021 15:48 WIB

Wawancara Dengan Ibu Sufiatin. Pelaku Cerai Di Luar Pengadilan Di Desa Batang Malas 01 April 2021 15:00 WIB

Wawancara Dengan Ibu Siti Sarofah. Pelaku Cerai Di Luar Pengadilan Di Desa Batang Malas 01 April 2021 14:20 WIB

Wawancara Dengan Bapak Nahrowi. Pelaku Cerai Di Luar Pengadilan Di Desa Batang Malas 01 April 2021 17:05 WIB

Wawancara Dengan Petugas Pengadilan Agama Selat Panjang. 27 April 2021. 12:07 WIB

Wawancara Dengan Petugas KUA Tebing Tinggi Barat, 30 April 2021, 10:05 WIB Wawancara Dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Bapak Amat Mukhlas. 30

September 2021. 10:05 WIB

70

Lampiran-lampiran

HASIL WAWANCARA Nama : Siti Walijah

Hari/Tanggal : Kamis/ 01 April 2021 Tempat : Rumah Ibu Siti Walijah

1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: Resmi ning KUA

2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 25 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: 25 tahun 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: petani karet

5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: MAN

6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2020

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: suami sing minta disek 8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: alasane dee wes seneng wedoan lio 9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: ning umah

10. Bagaimana proses perceraian anda?

Jawab: nang umah disaksi ke karo imam mesjid alm Pak Hamdan karo Pak Rt mbah suyi.

11. Apakah anda tau bahwa seharusnya perceraian itu harus dilakukan di Pengadilan Agama?

Jawab: reti

12. Mengapa anda memilih bercerai di luar Pengadilan Agama?

Jawab: la wong dee sing njaluk tapi malah ga ngurus nang pengadilan, koyo aku yo males repot-repot ngurus nang pengadilan.

13. Apakah anda mempunyai anak?

Jawab: enek 3

14. Setelah bercerai, anak ikut dengan siapa?

Jawab: melu aku kabeh

15. Apakah anda menerima nafkah iddah dan nafkah mut’ah setelah bercerai?

Jawab: ra enek

16. Apakah anak-anak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak setelah bercerai?

Jawab: enek mbak, tapi pas royo idul fitri tok 17. Apakah saat ini anda sudah menikah lagi?

Jawab: urung

Ibu Siti Walijah

72

HASIL WAWANCARA Nama : Nurhidayah

Hari/Tanggal : Kamis/ 01 April 2021 Tempat : Rumah Ibu Nurhidayah

1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: iyo resmi tercatat nang KUA 2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 18 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: 30 tahun 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: petani karet

5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: smp mbak

6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2019

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: bojo ku mbak 8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: bojo ku lungo kerjo malah slingkuh nang buri ku 9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: nang umah iki

10. Bagaimana proses perceraian anda?

Jawab: secara kekeluargaan ae, disaksike mak bapak karo dulur-dulur

11. Apakah anda tau bahwa seharusnya perceraian itu harus dilakukan di Pengadilan Agama?

Jawab: iyo reti

12. Mengapa anda memilih bercerai di luar Pengadilan Agama?

Jawab: ra due duet mbak arep ngurus nang pengadilan

13. Apakah anda mempunyai anak?

Jawab: ndue mbak 2

14. Setelah bercerai, anak ikut dengan siapa?

Jawab: melu aku kabeh mbak

15. Apakah anda menerima nafkah iddah dan nafkah mut’ah setelah bercerai?

Jawab: ora enek dikei

16. Apakah anak-anak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak setelah bercerai?

Jawab: ora enek juga mbak

17. Apakah saat ini anda sudah menikah lagi?

Jawab: wes mbak

18. Bagaimana proses pernikahan anda?

Jawab: nang umah mbak, ora pake KUA

Ibu Nurhidayah

74

HASIL WAWANCARA Nama : Wiwin

Hari/Tanggal : Kamis/ 01 April 2021 Tempat : Rumah Ibu Wiwin

1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: resmi lewat KUA

2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 27 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: satu bulan 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: jualan online mbak 5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: S1 mbak

6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2020

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: aku disek sing njaluk 8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: dee ga ono tanggung jawab e mbak karo keluarga 9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: nang umah

10. Bagaimana proses perceraian anda?

Jawab: secara kekeluargaan, disaksike karo keluarga dulur

11. Apakah anda tau bahwa seharusnya perceraian itu harus dilakukan di Pengadilan Agama?

Jawab: reti

12. Mengapa anda memilih bercerai di luar Pengadilan Agama?

Jawab: lebih cepet prosese, pun duite ra enek juga nak kudu nang pengadilan. anak jek cilik keperluane akeh juga.

13. Apakah anda mempunyai anak?

Jawab: ada 1

14. Setelah bercerai, anak ikut dengan siapa?

Jawab: melu aku mbak

15. Apakah anda menerima nafkah iddah dan nafkah mut’ah setelah bercerai?

Jawab: ngga nerimo opo-opo mbak

16. Apakah anak-anak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak setelah bercerai?

Jawab: ora mbak

17. Apakah saat ini anda sudah menikah lagi?

Jawab: urung mbak

Ibu Wiwin

76

HASIL WAWANCARA Nama : Zaemah

Hari/Tanggal : Kamis/ 01 April 2021 Tempat : Rumah Ibu Zaemah

1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: resmi

2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 25 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: 2,5 tahun 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: petani karet

5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: SMA

6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2021

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: aku

8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: nikahku dipaksa, jadi ga enek cintane mbak trus dee kerjo-kerjo tok ga enek tanggung jawab e karo aku mbak

9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: umah e mak ku

10. Bagaimana proses perceraian anda?

Jawab: dee ngomong talak nang ngarep mak karo dulur-dulur lanang ku.

11. Apakah anda tau bahwa seharusnya perceraian itu harus dilakukan di Pengadilan Agama?

Jawab: he’eh reti aku

12. Mengapa anda memilih bercerai di luar Pengadilan Agama?

Jawab: aku wes slak ra betah urep karo wong sing ra cinta karo aku mbak, ditambah duite juga dak enek.

13. Apakah anda mempunyai anak?

Jawab: ga enek

14. Apakah anda menerima nafkah iddah dan nafkah mut’ah setelah bercerai?

Jawab: ngga entok mbak

15. Apakah saat ini anda sudah menikah lagi?

Jawab: wes

16. Bagaimana proses pernikahan anda yang kedua ini?

Jawab: secara agama ae mbak

Ibu Zaemah

78

HASIL WAWANCARA Nama : Sufiatin

Hari/Tanggal : Kamis/ 01 April 2021 Tempat : Rumah Ibu Sufiatin

1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: iye resmi

2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 28 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: 9 tahun 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: petani karet

5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: SD pun tak tamat mbak 6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2019

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: laki aku dulu 8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: die dah ade awek lain

9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: umah

10. Bagaimana proses perceraian anda?

Jawab:duduk besame-same, dah tu suami cakap talak jer depan aku, saksinye mak dengan sedare ipar aku

11. Apakah anda tau bahwa seharusnya perceraian itu harus dilakukan di Pengadilan Agama?

Jawab: tak tau

12. Mengapa anda memilih bercerai di luar Pengadilan Agama?

Jawab: sebab aku tak tau harus ke pengadilan kalau nak bercerai 13. Apakah anda mempunyai anak?

Jawab: ade

14. Setelah bercerai, anak ikut dengan siapa?

Jawab: dengan aku

15. Apakah anda menerima nafkah iddah dan nafkah mut’ah setelah bercerai?

Jawab: tak ade

16. Apakah anak-anak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak setelah bercerai?

Jawab: ade lah setiap bulan tapi tak banyak de 17. Apakah saat ini anda sudah menikah lagi?

Jawab: belum lagi

Ibu Sufiatin

80

HASIL WAWANCARA Nama : Zaimah

Hari/Tanggal : Kamis/ 01 April 2021 Tempat : Rumah Ibu Zaimah

1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: resmi nang KUA

2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 26 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: 1,5 tahun 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: petani karet karo dadi Rt 5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: MA

6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2021

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: mantan bojo ku 8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: selingkuh dee ki ndue wedoan lione 9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: ngumah mak ku

10. Bagaimana proses perceraian anda?

Jawab: dee ngomong talak terus bapak ku bapak e dee dadi saksi ne karo dulur-dulur juga

11. Apakah anda tau bahwa seharusnya perceraian itu harus dilakukan di Pengadilan Agama?

Jawab: reti

12. Mengapa anda memilih bercerai di luar Pengadilan Agama?

Jawab: aku wes males ketemu neh karo dee, tempramen, sitik2 ngamuk ra genah.

La nak ngurus nang pengadilan jek ketemu dee, gah aku duite juga ra enek.

13. Apakah anda mempunyai anak?

Jawab: enek 1

14. Setelah bercerai, anak ikut dengan siapa?

Jawab: aku

15. Apakah anda menerima nafkah iddah dan nafkah mut’ah setelah bercerai?

Jawab: nggak enek

16. Apakah anak-anak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak setelah bercerai?

Jawab: engga juga

17. Apakah saat ini anda sudah menikah lagi?

Jawab: wes

18. Bagaimana proses pernikahan anda yang kedua ini?

Jawab: siri mbak

Ibu Zaimah

82

HASIL WAWANCARA Nama : Siti Sarofah

Hari/Tanggal : Kamis/ 01 April 2021 Tempat : Rumah Ibu Siti Sarofah

1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: resmi di KUA

2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 15 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: 38 tahun 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: petani karet

5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: PGA (pendidikan guru agama) 6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2020

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: dee

8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: selingkuh

9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: nang kebon

10. Bagaimana proses perceraian anda?

Jawab: dee teko marani aku nang kebon gek kerjo terus ngomong talak

11. Apakah anda tau bahwa seharusnya perceraian itu harus dilakukan di Pengadilan Agama?

Jawab: reti

12. Mengapa anda memilih bercerai di luar Pengadilan Agama?

Jawab: syarat pegat seko pengadilan akeh

13. Apakah anda mempunyai anak?

Jawab:ndue

14. Setelah bercerai, anak ikut dengan siapa?

Jawab: aku

15. Apakah anda menerima nafkah iddah dan nafkah mut’ah setelah bercerai?

Jawab: nggak

16. Apakah anak-anak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak setelah bercerai?

Jawab: enek lah perbulan tapi sitik ra okeh 17. Apakah saat ini anda sudah menikah lagi?

Jawab: wes

18. Bagaimana proses pernikahan anda yang kedua ini?

Jawab: siri mbak

Ibu Siti Sarofah

84

HASIL WAWANCARA Nama : Rini

Hari/Tanggal : Kmais/ 01 April 2021 Tempat : Rumah Ibu Rini

1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: resmi kat KUA

2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 21 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: 3 tahun 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: karyawati di kafe 5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: SMA

6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2021

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: aku

8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: die selingkuh, main serong dengan awek lain 9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: di penjara

10. Bagaimana proses perceraian anda?

Jawab: hari tu akak datang ke lapas, akak minta die ceraikan akak dah tu die setuju, cakap talak. Saksinye kawan satu sel die.

11. Apakah anda tau bahwa seharusnya perceraian itu harus dilakukan di Pengadilan Agama?

Jawab: tau

12. Mengapa anda memilih bercerai di luar Pengadilan Agama?

Jawab: kami ni tak beduet lah nak mengurus ke pengadilan 13. Apakah anda mempunyai anak?

Jawab: ade

14. Setelah bercerai, anak ikut dengan siapa?

Jawab: dengan aku

15. Apakah anda menerima nafkah iddah dan nafkah mut’ah setelah bercerai?

Jawab: tak ade

16. Apakah anak-anak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak setelah bercerai?

Jawab: tak ade trime ape-ape, mak je yang bantu-bantu nafkah kad anak-anak.

17. Apakah saat ini anda sudah menikah lagi?

Jawab: belum

Ibu Rini

86

HASIL WAWANCARA Nama : Agus Riyanto

Hari/Tanggal : Kamis/ 01 April 2021

Tempat : Di tempat kerja Bapak Agus Riyanto 1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: resmi lah

2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 32 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: 4 tahun 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: jualan es campur 5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: sltp

6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2021

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: aku sek, tapi jane yo podo-podo njaluk pegat 8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: dak cocok meneh, aku pun ga sanggup meneh ekonomi koyo ngene gaya urep bojoku sing semakin duwur

9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: ning gone mertuo ku 10. Bagaimana proses perceraian anda?

Jawab: ngomong aku mbalekne kue neh nang awakmu mergo aku wes ga sanggup urep mbek kue. Dee ngangguk iyo, disaksine mertuo karo dulur ku

11. Apakah anda tau bahwa seharusnya perceraian itu harus dilakukan di Pengadilan Agama?

Jawab: iyo reti

12. Mengapa anda memilih bercerai di luar Pengadilan Agama?

Jawab: ekonomi ne pas-pasan la kok kon nang pengadilan 13. Apakah anda mempunyai anak?

Jawab: enek

14. Setelah bercerai, anak ikut dengan siapa?

Jawab: istri

15. Apakah anda memberikan nafkah iddah dan nafkah mut’ah kepada istri anda setelah bercerai?

Jawab: dak enek

16. Apakah anak-anak mendapatkan hak-haknya sebagai seorang anak setelah bercerai?

Jawab: enek aku rutin setiap bulan nak ngei nafkah nggo anakku 17. Apakah saat ini anda sudah menikah lagi?

Jawab: urung

Bapak Agus Riyanto

88

HASIL WAWANCARA Nama : Nahrowi

Hari/Tanggal : Kamus/ 01 April 2021 Tempat : Rumah Bapak Nahrowi

1. Apakah pernikahan anda resmi dan tercatat di KUA?

Jawab: resmi

2. Pada usia berapa anda menikah?

Jawab: 22 tahun

3. Berapa lama usia pernikahan anda?

Jawab: 32 tahun 4. Apa pekerjaan anda?

Jawab: Guru ngaji tilawah 5. Apa pendidikan terakhir anda?

Jawab: MA

6. Pada tahun berapa anda bercerai?

Jawab: 2020

7. Siapa yang meminta bercerai?

Jawab: aku sek

8. Apa alasan anda bercerai?

Jawab: aku arep nikah neh, dee moh dimadu yowes tak pegat 9. Dimana anda melakukan perceraian saat itu?

Jawab: nang umah

Jawab: nang umah

Dalam dokumen Oleh: Triva Ariva NIM (Halaman 77-108)

Dokumen terkait