• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Desa Batang Malas

Dalam dokumen Oleh: Triva Ariva NIM (Halaman 48-53)

BAB III PERCERAIAN DI LUAR PENGADILAN AGAMA DI DESA

A. Sejarah Desa Batang Malas

Wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat terdiri dari 14 desa, salah satunya adalah Desa Batang Malas. Merupakan salah satu desa yang terbilang cukup lama keberadaannya bahkan sebelum adanya pemekaran dengan luas wilayah Desa 38.000 km2/ha. 101 Kabupaten Kepulauan Meranti sendiri merupakan pemekaran dari Kebupaten Bengkalis pada tanggal 19 Desember 2008. Dasar hukum berdirinya Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu Undang-undang Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kepulauan Meranti di Provinsi Riau. Secara geografis Kepulauan Meranti berada pada koordinat antara 042’30”-128’0” LU dan 10212’0”-10310’0” BT, terletak pada bagian pesisir timur pulau Sumatera dengan pesisir pantai yang berbatasan dengan sejumlah negara tetangga serta masuk dalam daerah Segitiga Pertumbuhan Ekonomi (Growth Triagle) yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura.102

Desa Batang Malas dulunya merupakan sebuah hutan lebat, pohon-pohon yang tumbuh sangat besar dimana Desa ini pertama kali di huni oleh H.

Lamsah, H. Abdul Fatah, H. Hamid, H. Umar dan Hj. Amenah pada tahun 1939 sebelum kemerdekaan Indonesia. Nama Desa Batang Malas sendiri berasal dari sebuah pohon “ponak” yang sangat besar yang kemudian sudah coba ditebang berkali-kali oleh penghuni desa namun tak runtuh juga. Sejak saat itulah mereka memberi nama desa ini “Batang Malas”.103 Desa Batang Malas terbilang desa yang kecil sebagian tanahnya terdiri dari hutan pohon karet, dan pohon sagu yang mengelilingi desa dan merupakan pokok mata pencarian masyarakat Desa

101 Profil Desa Batang Malas Tahun 2020.

102 RPIJM – Profil Kabupaten Kepulauan Meranti, h., 1.

103 Profil Desa Batang Malas Tahun 2020.

Batang Malas. Saat ini Desa tersebut dipimpin oleh kepala desa yang bernama Abdul Aziz dengan dibantu perangkat desa.

1. Letak Geografis

Desa Batang Malas merupakan salah satu desa yang ada di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti dengan luas wilayah 38,000 ha, terdapat 1 dusun, 3 Rukun Warga (RW), dan 6 Rukun Tetangga (RT). Desa Batang Malas sendiri berbatasan dengan beberapa desa lainnya diantaranya:104

No Letak Batas Nama Desa

1 Sebelah Utara Desa Mekong, Kecamatan

Tebing Tinggi Barat.

2 Sebelah Selatan Desa Tenan, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

3 Sebelah Barat Desa Kundur, Kecamatan

Tebing Tinggi Barat.

4 Sebelah Timur Desa Alai, Kecamatan Tebing Tinggi Barat.

Desa Batang Malas adalah salah satu desa yang keberadaannya tidak jauh dengan pusat kota dengan jarak tempuh 22 Km atau sekitar 15-30 menit menggunakan kendaraan beroda dua. Namun Desa Batang Malas yang terdiri diatas permukaan laut mempunyai jarak yang lumayan jauh dengan Provinsi Riau. Jika menggunakan kendaraan laut seperti kapal Fery maka akan memakan waktu kurang lebih satu malam perjalanan menuju Provinsi Riau.

Desa Batang Malas mempunyai jumlah keseluruhan 965 jiwa dengan jumlah KK sebanyak 269 buah, jika diklasifikasikan maka:105

104 Profil Desa Batang Malas Tahun 2020.

105 Profil Desa Batang Malas Tahun 2020.

36

No Jenis Kelamin Jumlah

1 Laki-laki 499 jiwa

2 Perempuan 464 jiwa

Apabila jenis kelamin di atas diurutkan berdasarkan usia maka sebagai berikut:

No Rentang Usia Jumlah

1 Usia 55 Tahun – Keatas 84 jiwa 2 Usia 21 – 55 Tahun 501 jiwa 3 Usia 15 – 21 Tahun 95 jiwa 4 Usian 12 – 15 Tahun 69 jiwa

5 Usia 7 – 12 Tahun 65 Jiwa

6 Usia 5 – 7 Tahun 24 jiwa

7 Usia 3 – 5 Tahun 33 jiwa

8 Usia 0 – 3 Tahun 37 jiwa

2. Kondisi Sosiologis a. Pendidikan

Pengetahuan akan ilmu adalah hal yang penting untuk anak-anak sebagai tunas bangsa. Suatu wilayah dapat dikatakan maju ketika seluruh lapisan masyarakatnya mendapatkan akses pendidikan dan pengetahuan.

Hal tersebut dapat dijadikan sebagai pondasi bangunan terhadap suatu daerah agar bisa lebih maju. Pendidikan anak-anak dimulai dengan memasuki PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), TK (Taman Kanak-kanak) yang merupakan jenjang pendidikan yang ditempuh anak-anak sebelum memasuki sekolah dasar, selanjutnya anak-anak akan memasuki SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas), hingga ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Perguruan

Tinggi baik di dalam maupun keluar negeri. Berdirinya sarana-sarana tempat menuntut ilmu seperti sekolah diharapkan agar anak tidak buta huruf serta dapat meningkatkan kesejahteraan hidup agar lebih terbuka lebar serta bermanfaat bagi pembangunan suatu daerah. Kondisi pendidikan di Desa Batang Malas pada saat ini terbilang cukup baik. Hal ini dapat dilihat pada sebagian masyarakatnya yang menyandang gelar sarjana, beberapa pascasarjana, dan beberapa lainnya alumni Pondok Pesantren. Didapati dalam data, mayoritas pendidikan orang tua di Desa Batang Malas mengenyam bangku dasar saja. 106 Hal ini tentunya mempengaruhi pengetahuan akan pentingnya suatu pendidikan. Berbeda dengan anak-anak dan remaja Desa Batang Malas, mereka tampak antusias terkait pendidikan hingga berlomba-lomba untuk melanjutkan pendidkannya hingga tingkat sarjana.107 Berdasarkan data yang diperoleh maka pendidkan masyarakat di Desa Batang Malas dapat diklasifikasikan sebagai berikut:108

No Tingkat Pendidikan Jumlah

1 Sekolah Dasar 300 orang

2 SMP/Mts 130 orang

3 SMA/MA 76 orang

4 Akademi/D1-D3 90 orang

5 Sarjana 160 orang

6 Pascasarjana 2 orang

7 S3 1 orang

8 Pondok Pesantren 111 orang

106 Profil Desa Batang Malas Tahun 2020.

107 Wawancara Ibu Rumanah, Warga Desa Batang Malas, 04 Januari 2021, 14:11 WIB.

108 Profil Desa Batang Malas Tahun 2020.

38

b. Agama

Jumlah masyarakat Desa Batang Malas adalah 965 jiwa, dan semuanya beragama Islam. Hal ini dapat dibuktikan dengan masih banyaknya kegiatan-kegiatan dengan nuansa islami seperti yasinan pada malam Jumat yang dilakukan kaum laki-laki secara bergilir, pengajian Jumat kliwon, serta peringatan hari-hari besar Islam lainnya. Kegiatan keagamaan masyarakat Desa Batang Malas didukung dengan sarana dan prasarana yang ada seperti berdirinya Masjid dan Musholla.109

c. Ekonomi

Adapun mata pencarian utama masyarakat Desa Batang Malas yaitu sebagai petani karet dan sagu, beberapa diantaranya ada yang berdagang, sebagian masyarakat Desa Batang Malas tergolong berkecukupan dari segi sandang, pangan, dan papan. Berdasarkan data yang di peroleh dapat diklasifikasikan sebagai berikut:110

No Pekerjaan Jumlah

1 Pegawai Negeri Sipil 9 orang 2 Wiraswasta/Pedagang 15 orang

3 Jasa 8 orang

4 Peternak 30 orang

5 Buruh Tani 10 orang

6 Tukang 15 orang

7 Petani Karet 530 orang

8 Petani Sagu 21 orag

9 Pengusaha Sagu 2 orang

109 Profil Desa Batang Malas Tahun 2020.

110 Profil Desa Batang Malas Tahun 2020.

Bagi mereka yang bertani karet, profesi ini sudah berlangsung lama sejak tahun 1963. Masyarakat berkerja setiap hari bilamana tidak turun hujan pada malam hari maupun pagi hari. Namun apabila curah hujan tinggi, maka hal ini berimbas terhadap perkonomian penduduk ditambah lagi jika harga karet yang menurun, beberapa penduduk baik laki-laki maupun perempuan memilih berpergian ke luar daerah seperti Batam, Pekanbaru bahkan sampai ke luar negeri seperti Malaysia untuk memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga.111

d. Rutinitas Masyarakat Desa Batang Malas

Untuk berkomunikasi yang satu dengan yang lainnya, masyarakat Desa Batang Malas menggunakan bahasa jawa sebagai kesehariannya, namun bahasa jawa di desa ini sudah bercampur dengan bahasa melayu Riau yang berorientasi sedikit kasar. Kerukunan dan asas kekeluargaan juga masih bisa dilihat di desa ini dengan adanya berbagai rutinitas diantaranya: gotong royong sesama masyarakat Desa Batang Malas setiap hari Minggu siang, pengajian rutin Ibu-ibu setengah bulan sekali setiap hari Rabu siang, wirid yasin bergilir setiap malam Jumat bagi bapak-bapak dan kaula muda, pengajian pada setiap Jumat kliwon, serta Mujahadah pada setiap Sabtu kliwon. Selain kegiatan yang bernuasa pengajian, masyarakat Desa Batang Malas khususnya remaja/remaji mengadakan Berzanji setiap hari Jumat, untuk ibu-ibu bermain rebana pada setiap hari selasa, serta hadrah pada setiap Kamis malas khusus untuk anak-anak.112

B. Fenomena Perceraian di Luar Pengadilan Agama di Desa Batang Malas

Dalam dokumen Oleh: Triva Ariva NIM (Halaman 48-53)

Dokumen terkait