• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM & PERILAKU

A. SARANA KESEHATAN

Bab ini menguraikan tentang sumber daya pembangunan kesehatan tahun 2014 mencakup tentang keadaan tenaga, sarana kesehatan, dan pembiayaan kesehatan

Sumber daya kesehatan merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan bidang kesehatan. Sumber daya kesehatan berperanan penting dalam pemerataan dan penyediaan pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, yang diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pada bab ini, sumber daya kesehatan akan menyajikan beberapa indikator yaitu sarana kesehatan, tenaga kesehatan, dan pembiayaan kesehatan.

A. SARANA KESEHATAN

Pada bagian ini sarana kesehatan yang akan diuraikan meliputi: 1) Puskesmas, 2) Rumah Sakit, 3) sarana Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat, 4) sarana produksi dan distribusi farmasi dan alat kesehatan, serta 5) institusi pendidikan tenaga kesehatan.

1. Puskesmas

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) berdasarkan Kepmenkes RI Nomor 128 Tahun 2004 tentang Kebijakan Dasar

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan upaya kesehatan terintegrasi dengan peran dan fungsi sebagai pusat pembangunan berwawasan kesehatan, pusat penggerakan peran serta masyarakat, dan pusat pelayanan kesehatan dasar.

Tabel 5.1

Distribusi Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar dan Jaringannya Provinsi Maluku Utara Tahun 2014

Sumber: Seksi Pelayanan kesehatan Dasar Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara Tahun 2014

Jumlah puskesmas di Maluku Utara sampai akhir tahun 2014 sebanyak 131 unit, dengan rincian jumlah puskesmas perawatan sebanyak 98 unit dan puskesmas non perawatan sebanyak 33 unit. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2013 sebanyak 125 unit. N O KABUPATEN/KOTA JUMLAH PUSKESMAS PUSTU TOTAL NON PERAWAT AN PERAWATA N POLIN DES 1 Halmahera Barat 12 10 3 25 42 2 Halmahera Tengah 11 6 5 34 3 3 Kepulauan Sula 11 10 1 17 12 4 Halmahera Selatan 32 26 6 24 120 5 Halmahera Utara 17 13 4 40 40 6 Halmahera Timur 16 14 2 24 15 7 Pulau Morotai 6 4 2 24 15 8 Kota Ternate 10 5 5 14 16 9 Kota Tidore Kepulauan 10 6 4 28 23 10 Pulau Taliabu 6 5 1 16 2 JUMLAH PROVINSI 131 98 33 238 277

penduduk terhadap puskesmas adalah rasio puskesmas per 100.000 penduduk. Akan tetapi sebagai daerah dengan kondisi geografis kepulauan maka rasio jumlah penduduk dan jumlah puskesmas tidak dapat menjadi acuan, keterjangkauan dan akses terhadap pelayanan kesehatan menjadi prioritas utama dalam pengembangan pelayanan puskesmas. Saat ini dengan jumlah penduduk sebanyak 1.138.667 jiwa dan jumlah puskesmas sebanyak 131 unit maka rata-rata setiap puskesmas dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada 8692 jiwa.

Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas, maka puskesmas non perawatan dapat ditingkatkan menjadi puskesmas perawatan. Selain itu pemerintah melalui dana alokasi khusus (DAK) kepada Dinas Kabupaten/Kota telah menyediakan dana untuk pembangunan puskesmas, termasuk pula penyediaan peralatan kesehatan dan rumah dinas bagi tenaga medis, bidan dan perawat. Perkembangan jumlah puskesmas dan puskesmas perawatan tahun 2009 hingga tahun 2012 dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 5.1

Jumlah Puskesmas dan Puskesmas Perawatan Provinsi Maluku Utara Tahun 2014

2. Rumah Sakit

Ruang lingkup pembangunan kesehatan selain upaya promotif dan preventif, di dalamnya juga terdapat pembangunan kesehatan bersifat kuratif dan rehabilitatif. Rumah sakit merupakan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang bergerak dalam kegiatan kuratif dan rehabilitatif. Rumah sakit juga berfungsi sebagai sarana pelayanan kesehatan rujukan.

Pada tahun 2014, jumlah rumah sakit di Provinsi Maluku Utara sebanyak 19 unit. Rumah Sakit tersebut terdiri atas Rumah Sakit Umum dikelola oleh Pemerintah Provinsi sebanyak 1 unit, Rumah Sakit Umum Daerah tipe C dan D yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sebanyak 9 unit, Rumah Sakit TNI/POLRI sebanyak 3 unit, dan Rumah Sakit Swasta 4 unit.

3. Sarana Produksi dan Distribusi Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan

Sarana produksi dan distribusi sediaan farmasi dan alat kesehatan dapat digunakan untuk melihat kemampuan ketersediaan obat dan alat kesehatan bagi masyarakat. Sarana produksi dan distribusi sediaan farmasi dan alat kesehatan meliputi: apotek, toko obat, Gudang Farmasi, Penyalur Besar Farmasi (PBF), Sub Penyalur Alat Kesehatan (SUBPAK), industri obat tradisonal, dan industri kecil obat tradisional. Pada tahun 2014 jumlah sarana produksi dan distribusi kefarmasian dan alat kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara yaitu Apotek98 buah, Instalasi Farmasi10 unit yang 9

oleh pemerintah provinsi, terdapat 8 buah PBF dengan rincian 8 PBF dikelola oleh swasta dan 1 buah PBF dikelola oleh BUMN, 21 buah toko obat, dan 33 buah SUBPAK.

4. Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat

Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat dilakukan dengan menerapkan berbagai pendekatan termasuk didalamnya dengan melibatkan potensi masyarakat. Hal ini sejalan dengan konsep pemberdayaan masyarakatyang tercermin dalam pengembangan sarana Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM). UKBM diantaranya terdiri dari Pos Pelayanan terpadu (Posyandu), Pondok Bersalin Desa (Polindes) dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di Desa Siaga, dan Pos Obat Desa (POD).

Salah satu jenis UKBM yang telah sejak lama dikembangkan dan mengakar di masyarakat adalah posyandu karena itu posyandu seyogyanya dilaksanakan oleh, dari dan bersama masyarakat, untuk memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama ibu, bayi dan anak. Dalam menjalankan fungsinya posyandu diharapkan dapat melaksanakan 5 program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak, pelayanan keluarga berencana, perbaikan gizi, pelayanan imunisasi, dan penanggulangan diare. Pada tahun 2014 tercatat posyandu sebanyak 1526 buah dan 553 (36,24%) diantaranya merupakan posyandu aktif, dengan demikian rasio posyandu terhadap desa/kelurahan sebesar 1,10 posyandu per des/kelurahan.

Desa siaga aktif merupakan desa/kelurahan yang penduduknya dapat mengakses pelayanan kesehatan dasar dan mengembangkan UKBM yang dapat melaksanakan surveilans berbasis masyarakat (pemantauan penyakit, kesehatan ibu dan anak, gizi, lingkungan dan perilaku), kedaruratan kesehatan dan penanggulangan bencana, serta penyehatan lingkungan sehingga masyarakatnya dapat melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pada tahun 2014 telah terbentuk adalah 916 desa siaga 77,5% dari jumlah seluruh desa/kelurahan. Selain posyandu dan desa siaga, UKBM lainnya yang ada di Maluku Utara adalah Poskesdes. Pada tahun 2014 telah terbentuk sebanyak 380 buah poskesdes yang tersebar pada 1.360 desa/kelurahan yang ada di Maluku Utara. Rincian mengenai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat dapat dilihat pada lampiran tabel 70 dan 71.

5. Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan

Pembangunan kesehatan berkelanjutan membutuhkan tenaga kesehatan yang memadai baik dari segi jumlah maupun kualitas. Untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas tentu saja dibutuhkan proses pendidikan yang berkualitas pula. Departemen kesehatan merupakan institusi dari sektor pemerintah yang berperan di dalam penyediaan tenaga kesehatan yang berkualitas tersebut. Institusi yang mengelola Pendidikan Tenaga Kesehatan (Diknakes) di lingkungan Departemen Kesehatan adalah institusi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dan institusi Diknakes Non Poltekkes. Di Maluku Utara hanya terdapat 1 buah institusi pendidikan tenaga kesehatan milik

Kementrian Kesehatan yaitu Politeknik Kesehatan Ternate. Poltekkes Ternate sejak didirikan telah membuka beberapa buah program studi yaitu Keperawatan, Kebidanan, dan Gizi. Saat ini sedang dipersiapkan pembukaan jurusan analis kesehatan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan tenaga analis yang saat ini masih kurang di Maluku Utara. Selain institusi pendidikan milik pemerintah juga terdapat beberapa perguruan tinggi milik swasta yaitu Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) yang telah membuka program studi kesehatan masyarakat yang terdiri atas beberapa peminatan antara lain AKK, Promosi Kesehatan, dan Gizi, Universitas Bumi Hijrah yang membuka program studi Kesehatan Masyarakat, Akademi Kebidanan di Kab. Halmahera Utara, dan akademi kebidanan Gatra Buana di Kota Tidore Kepulauan. Pada tingkat sekolah menengah, di Kota Ternate juga telah tersedia satu Sekolah Menengah Kejuruan yang membuka jurusan keperawatan.

Dokumen terkait