4.1 Tujuan Dan Sasaran Pembangunan
Tahun 2019 merupakan tahun ketiga dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Perubahan Kota Semarang Tahun 2016-2021, sehingga penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan program strategis nasional yang ditetapkan serta program kebijakan prioritas Rencana Pembangunan Tahunan Provinsi tahun bersangkutan.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dokumen RPJMD merupakan penjabaran visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan pembangunan Daerah. Sehingga untuk mencapai kesinambungan prioritas pembangunan Kota Semarang maka penyusunan RKPD Kota Semarang Tahun 2019 harus selaras dan sinergi dengan RPJMD Perubahan Kota Semarang Periode Tahun 2016-2021 tahun ketiga.
Dalam konteks penyusunan perencanaan pembangunan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, terdapat 5 (lima) prinsip pendekatan dalam penyusunan dokumen pembangunan yaitu (1) pendekatan perencanaan teknokratik, (2) pendekatan perencanaan politik, (3) pendekatan perencanaan partisipatif, (4) pendekatan perencanaan dari bawah (bottom up) dan (5) pendekatan perencanaan dari atas (top down).
Penyusunan prioritas pembangunan RKPD Kota Semarang dilaksanakan dengan prinsip-prinsip pendekatan yang didasarkan pada kriteria-kriteria antara lain(1) Kesesuaian dengan dokumen perencanaan; (2)Urgensitas penanganan isu;dan (3)kemanfaatan pada hajat hidup masyarakat. Selain kriteria tersebut penyusunan prioritas dirumuskan dengan memperhatikan (1) Visi dan Misi Pembangunan Kota Semarang sebagaimana RPJMD Perubahan Kota Semarang Tahun 2016-2021, (2) Isu Strategis, dan (3) Prioritas program-program pembangunan baik di tingkat Provinsi Jawa Tengah maupun Tingkat Nasional.
Visi pembangunan daerah sebagaimana RPJMD Kota Semarang Tahun 2016 -2021 yaitu “Semarang Kota Perdagangan dan Jasa Yang Hebat Menuju Masyarakat Semakin Sejahtera”. Perwujudan visi tersebut mengandung makna Kota Semarang sebagai Kota metropolitan berwawasan lingkungan akan menjadi kota yang handal dan maju dalam perdagangan dan jasa, dengan dukungan infrastruktur yang memadai serta tetap menjadi daerah yang kondusif untuk meningkatkan kesejahteraan warganya dengan dukungan pengembangan bidang politik, keamanan, sosial, ekonomi dan budaya.
Hebat, mengandung arti bahwa Visi tersebut ingin mewujudkan kondisi masyarakat yang semakin sejahtera dalam rangka mencapai keunggulan dan kemuliaan, serta kondisi perkotaan yang kondusif dan modern dengan tetap memperhatikan lingkungan berkelanjutan demi kemajuan perdagangan dan jasa.
Sejahtera, mengandung arti bahwa dalam lima tahun ke depan masyarakat Kota Semarang akan semakin meningkat kesejahteraanya dengan pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, pelayanan dasar maupun sarana prasarana penunjang. Peningkatan kesejahteraan tersebut antara lain ditunjukkan melalui peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) serta penurunan angka kemiskinan, dan tingkat pengangguran.
Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Semarang Tahun 2019
Dalam mewujudkan Visi tersebut ditempuh melalui 4 (empat) misi pembangunan daerah yaitu:
Misi 1 Mewujudkan kehidupan masyarakat yang berbudaya dan berkualitas Misi 2 Mewujudkan Pemerintahan yang semakin handal untuk meningkatkan
pelayanan publik
Misi 3 Mewujudkan kota metropolitan yang dinamis dan berwawasan lingkungan Misi 4 Memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis keunggulan lokal dan
membangun iklim usaha yang kondusif
Pesan mendasar misi tersebut utamanya adalah untuk membuat masyarakat semakin sejahtera, secara singkat dimaknai sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan publik, pengembangan kehidupan berdemokrasi, pemerataan dan keadilan di daerah. Dalam kerangka mewujudkan Visi dan Misi tersebut agar lebih mudah dioperasionalkan, maka dilakukan dengan mengembangkan semangat kegotongroyongan dengan slogan:
“Bergerak Bersama Membangun Semarang” Makna slogan tersebut adalah:
Bergerak Bersama Membangun Semarang (BBM Semarang) diartikan satu sikap yang terwujud dalam bentuk inisiatif dan penuh semangat untuk menyumbangsihkan tenaganya dalam rangka membangun kotanya. Sikap ini diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran dan kecintaan aparatur dan masyarakat akan kotanya. Melalui pernyataan ini akan timbul sikap kepeloporan, sinergi dan kolaborasi untuk menjaga kotanya dan melakukan inovasi dan kreativitas dalam membangun kota dengan tidak meninggalkan budaya dan karakter lokal.
Dalam upaya pencapaian misi pembangunan, tujuan dan Sasaran Pembangunan sebagaimana RPJMD Perubahan Kota Semarang Tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut:
4.2 Prioritas Pembangunan Daerah
Prioritas pembangunan pada RKPD Kota Semarang Tahun 2019 merupakan implementasi pelaksanaan kebijakan umum dan prioritas program pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Perubahan Kota Semarang Tahun 2016-2021 pada tahun ke-3 yang mengambil tema Penguatan Struktur Ekonomi yang Didukung oleh Peningkatan Sektor Perdagangan dan Jasa.
Arah Kebijakan Pembangunan Nasional Jangka Menengah Tahun 2015-2019 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2019
Berdasarkan RPJMN Tahun 2015-2019, kebijakan pembangunan nasional diarahkan pada upaya pencapaian visi dan misi pembangunan nasional tahun 2015-2019. Visi “Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong royong”, yang dilakukan melalui 7 misi pembangunan yaitu:
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulat wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan;
2. Mewujudkan masyarakat maju, keseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum;
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim;
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera;
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing;
6. Mewujudkan Indonesia yang menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional;
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan nasional jangka menengah tersebut, ditetapkan sembilan agenda prioritas yang disebut “Nawa Cita”, antara lain :
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara;
2. Membuat Pemerintah selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintah yang bersih, efektif, demokratis, dan terpecaya;
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan;
4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpecaya;
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia;
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya;
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik;
8. Melalukan revolusi karakterbangsa;
9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Implementasi kesembilan agenda prioritas pembangunan nasional tersebut dijabarkan dalam strategi pembangunan nasional dalam 3 (tiga) dimensi pembangunan yaitu:
Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Semarang Tahun 2019
1. Dimensi pembangunan manusia meliputi pendidikan, kesehatan, perumahan, mental/karakter
2. Dimensi pembangunan sektor unggulan meliputi kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan ketenagalistrikan, kemaritiman dan kelautan, pariwisata dan industri;
3. Dimensi pemerataan dan kewilayahan yaitu antar kelompok pendapatan dan antar wilayah meliputi desa, pinggiran, luar Jawa dan kawasan timur.
Ketiga dimensi tersebut perlu didukung oleh kondisi kepastian dan penegakan hukum, keamanan dan ketertiban, politik dan demokrasi, serta tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.
Pembangunan nasional jangka menengah dilaksanakan untuk mencapai sasaran utama pembangunan nasional di tahun 2019, antara lain meliputi:
1. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 – 5,8%; 2. Laju inflasi sebesar 3,5%;
3. PDB per kapita sebesar Rp. 72.217 ribu; 4. Tingkat kemiskinan sebesar 7,0 – 8,0%;
5. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 71,98; 6. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,0 – 5,0%.
Perencanaan pembangunan nasional tahun 2019 dalam rangka mendukung pencapaian sasaran utama pembangunan nasional tersebut dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2019. Tema RKP Tahun 2019 adalah “Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas”. Pendekatan yang digunakan dalam proses perencanaan pembangunan nasional tahun 2019 adalah Tematik, Holistik, Integratif, dan Spasial melalui penguatan kebijakan Money Follow Program. Rencana pembangunan nasional tahun 2019 diprioritaskan pada :
1. Pembangunan Manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar;
2. Pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman;
3. Peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industri, dan jasa produktif;
4. Pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air; 5. Stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu.
Prioritas Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2019
Pembangunan daerah Jawa Tengah tahun 2019 diarahkan pada upaya pencapaian sasaran dan target akhir tahap III pembangunan jangka panjang tahun 2015-2019. Dengan memperhatikan hasil kinerja pembangunan tahun sebelumnya, berbagai permasalahan dan isu strategis serta kebijakan pembangunan nasional, maka kebijakan pembangunan daerah tahun 2019 ditujukan untuk “Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Pemerataan Pembangunan Dan Pemanfaatan Iptek”. Guna percepatan pencapaian tujuan pembangunan daerah tahun 2019 tersebut, ditetapkan prioritas pembangunan daerah tahun 2019, meliputi:
1. Penanggulangan kemiskinan
2. Penguatan daya saing ekonomi daerah 3. Kualitas hidup dan daya saing SDM
4. Pengelolaan sumberdaya alam lingkungan hidup 5. Ketahanan pangan dan energi
6. Kesenjangan wilayah 7. Tata kelola pemerintah
Prioritas pembangunan daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 tersebut dijabarkan lebih rinci dalam fokus pembangunan, antara lain :
1. Penanggulangan kemiskinan dengan fokus :
a) Penyediaan basic life access untuk penduduk miskin perkotaan dan perdesaan : akses rumah layak, layanan akses dasar menyeluruh air bersih, sanitasi, listrik; penanganan kawasan permukiman kumuh; akses pendidikan, kesehatan, dan pangan; perlindungan sosial bagi masyarakat; dan fasilitasi kepemilikan sertifikat lahan.
b) Penguatan sustainable livelihood melalui : fasilitasi akses terhadap aset, modal, manajemen dan pasar; peningkatan start up wirausaha baru; peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja; serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
c) Perkuatan basis data, basis spasial, berbasis komunitas dan pendampingan yang kontinyu, serta pelibatan swasta dan pihak lainnya dalam mengatasi kemiskinan.
2. Penguatan daya saing ekonomi daerah, fokus pada :
a) Peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan melalui peningkatan kemampuan petani dalam budidaya pertanian; asuransi petani; peningkatan prasarana sarana pertanian termasuk jaringan irigasi; pengembangan teknologi tepat guna di bidang pertanian dan perkebunan; revitalisasi peran balai pertanian.
b) Meningkatkan kualitas produk pertanian yang berdaya saing melalui: peningkatan kemampuan petani dalam pengolahan produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah; serta didukung dengan pengembangan jejaring pemasaran berbasis kelompok (corporate farming),
c) Meningkatkan produksi dan kualitas hasil perikanan melalui: peningkatan keterampilan nelayan; peningkatan prasarana dan sarana perikanan tangkap (alat tangkap ramah lingkungan, kapal, TPI); perbaikan kualitas benih dan pakan ikan mandiri; peningkatan kualitas dan kapasitas unit pengolah ikan untuk ekspor;
d) Optimalisasi potensi sumber daya hutan melalui : peningkatan kualitas tata kelola kehutanan; penerapan SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) dan SILK (Sistem Informasi Legalitas Kayu); peningkatan keterlibatan masyarakat sebagai mitra usaha kehutanan (hutan tanaman rakyat, hutan adat, hutan rakyat); penyediaan bibit tanaman hutan; peningkatan keterampilan masyarakat dalam pengolahan hasil hutan; serta pemanfaatan sumber daya hutan non kayu.
e) Meningkatkan produksi dan produktivitas industri kecil, mikro, dan menengah melalui: peningkatan nilai tambah diversifikasi produk; mengembangkan inovasi teknologi; memfasilitasi akses modal dari perbankan dan lembaga keuangan non perbankan; peningkatan akses pasar dengan mengembangkan digital ekonomi; pengembangan industri besar dengan pengembangan kawasan industri, serta kemitraan UMKM dan industri besar; peningkatan infrastruktur jaringan distribusi perdagangan antar daerah provinsi di Indonesia serta fasilitasi standarisasi dan sertifikasi produk UMKM, serta peningkatan infrastruktur jaringan produksi, distribusi, promosi perdagangan antar daerah provinsi di Indonesia.
Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Semarang Tahun 2019