BAB IV. USULAN PROGRAM KATEKESE KRISMA BAGI REMAJA
B. Contoh Persiapan Pembekalan Bagi
1. Satuan pertemuan I
1) Judul Pertemuan : Spiritualitas Pendamping Krisma
2) Tujuan Pertemuan : Peserta semakin mengetahui dan menyadari spriritualitasnya sebagai seorang pendamping Krisma, sehingga terdorong untuk melaksanakan tugas pelayanan sesuai dengan teladan Yesus Kristus, sebagai gembala yang baik.
3) Waktu : 2 X 45 Menit
b. Pemikiran Dasar
Kata “Spiritualitas” yang mempunyai arti berhubungan dengan Roh, atau suatu daya kekuatan yang menghidupkan atau menggerakkan seseorang untuk mempertahankan, memperkembangkan dan
mewujudkan kehidupan. Spiritualitas tidak hanya bersifat rohani saja, karena spiritualitas adalah kesadaran/sikap hidup seseorang untuk dapat bertahan dalam mewujudkan tujuan dan harapannya.
Seorang pendamping krisma perlu menyadari diri, bahwa tugas yang diembannya dilaksanakan karena adanya dorongan dari Allah sendiri yang menyemangati, menggerakkan dan memampukannya untuk melaksanakan tugasnya dalam mendampingi orang-orang yang dipercayakan Allah kepada para pendamping Krisma untuk didampingi dan dipersiapkan sehingga layak dan pantas untuk menerima Sakramen Krisma, dengan demikian bisa mengatasi rasa bosan, malas, tidak mampu, terbebani, atau membuat pendamping menjadi sombong. Bila spiritualitas ini dihayati dan dimiliki, maka tugas tersebut akan dihayati sebagai suatu tanggung jawab dan panggilan yang perlu dipertanggung jawabkan dihadapan Allah melalui pelayanan terhadap para calon penerima Krisma di paroki tempat mereka tinggal. Dengan penghayatan spiritualitas tersebut para pendamping Krisma diharapkan menjadi pelayan yang selalu siap sedia dan dengan rendah hati memberikan diri, rela berkorban dan mempunyai keutamaan – keutamaan hidup sebagai seorang Kristiani.
Dalam pendampingan Krisma yang akan dilakukan nanti seorang pendamping Krisma perlu mengambil sikap seperti seorang Gembala yang baik, seperti yang terungkap dalam Yoh 10:11-15, yang rela berkorban demi domba-dombanya, dengan cara dapat melindungi, mengenal, dan
dapat mengerti. Seorang pendamping yang bijaksana tentunya juga akan memperhatikan buah yang dihasilkan dari pendampingan yang dilaksanakannya, maka dalam hal ini seorang pendamping juga dituntut mempunyai sikap kerendahan hati.
c. Materi
Penghayatan spritualitas seorang pendamping Krisma
d. Sumber Bahan Yohanes 10:11-15 e. Sarana Kitab Suci • Metode. 1) Sharing 2) Informasi 3) Diskusi 4) Tanya jawab
1) Doa Pembukaan 2) Pengantar
Pada pertemuan ini kita bersama – sama akan membahas dan mendalami mengenai spiritualitas yang menggerakkan, mendorong dan menyemangati kita dalam melakukan tugas dan pelayanan pendampingan yang sudah kita lakukan ataupun yang pertama kali akan kita lakukan. Oleh karena itu marilah kita menyadari dan membiarkan Roh Allah sendiri yang berkarya di dalam diri kita.
H. Penggalian Pengalaman Peserta
( Pada bagian ini peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil untuk menggali pengalaman mereka dalam melayani kegiatan pendampingan Krisma dan menuliskan hasil diskusi dalam kertas yang telah dipersiapkan, setelah diskusi dalam kelompok selesai kemudian hasil yang ada diplenokan dan dirangkum oleh pendamping acara )
1) Apa yang mendorong Bapak/Ibu/Saudara untuk terlibat dalam pendampingan calon penerima Krisma ?
2) Apa yang menjadi cita-cita/harapan anda agar terwujud dalam diri orang-orang yang anda dampingi ?
3) Sikap-sikap yang bagaimanakah yang anda hayati dalam melakukan pendampingan itu? Sikap utama bagaimanakah yang seharusnya harus dimiliki oleh seorang pendamping ?
Rangkuman :
Ada berbagai macam dorongan dalam diri kita untuk terlibat dalam kegiatan pendampingan iman calon penerima Krisma, misal : sudah pensiun sehingga merasa sudah banyak waktu untuk lebih terlibat dalam kegiatan Gereja, merasa mempunyai cukup kemampuan dan kemauan untuk terlibat dalam kegiatan pendampingan, tergerak karena pendamping yang ada selama ini masih kurang, dll.
Dalam keterlibatan kita untuk mendampingi calon penerima Krisma, tentunya ada cita-cita ataupun harapan yang ingin diwujudkan dalam diri mereka, misalnya: agar mereka mempunyai iman yang kuat dan mendalam sebagai warga Gereja, sehingga sanggup untuk memikul tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang saksi Kristus yang wafat dan bangkit.
Dalam melakukan pendampingan tentunya kita dituntut untuk mempunyai sikap-sikap dan keutamaan-keutamaan tertentu, misalnya: kerendahan hati, mencintai orang-orang yang kita dampingi, mau untuk berbagi, mau untuk direpotkan, dan tentunya juga bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang kita dampingi.
I. Penggalian Inspirasi berdasarkan Kitab Suci
( seorang peserta diminta untuk membaca perikop Kitab Suci dari Injil
Yoh 10:11-15 “Gembala yang baik”)
“Gembala yang baik” (Yoh 10:11-15) 11
Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; 12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. 13
Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. 14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-domba-Ku mengenal Aku, 15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
Diskusi Kelompok
(Peserta kembali masuk kedalam kelompok, kemudian diajak menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan dalam kelompok dengan pertanyaan panduan sebagai berikut. )
1) Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (apa orientasi utama serta konsekwensi yang ada? )
2) Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaku mengenal Aku, 3) Sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa,
4) Seorang upahan yamg bukan gembala, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari,
5) Sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
6) Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
Rangkuman dan peneguhan:
(Setelah peserta melaporkan hasil pembicaraannya, pendamping memberikan rangkuman dan peneguhan dengan menekankan beberapa butir berikut.)
Sikap utama yang harus dimiliki oleh seorang pendamping adalah :
• Rela berkorban / mau direpotkan oleh mereka yang didampinginya. Mengusahakan dirinya bermanfaat bagi orang-orang yang didampinginya.
merasa aman dalam dampingannya.
• Dekat dengan orang-orang yang didampinginya karena bisa menyesuaikan diri dengan mereka, sehingga dicintai dan dipercaya oleh mereka.
• Dekat dengan Allah/ Bapa karena senantiasa berhubungan dengan Allah, sehingga tindakan-tindakannyapun sesuai dengan kehendak Allah. Selain itu karena ia dekat dan merasa dikenal Allah, maka ia amat berani karena merasa selalu disertai Allah dalam tindakan-tindakan melayani rakyat/umat/ anak-buah yang dipercayakan kepadanya.
Sikap yang harus dihindari oleh seorang pendamping :
• Sikap yang tidak mau tahu, masa bodoh terhadap orang-orang yang mereka dampingi.
• Sikap yang menunggu perintah dan tidak mau proaktif.
• Hanya bekerja dengan baik bila ada balas jasa dan imbalan.
• Bekerja dengan baik demi keuntungan diri (misal : popularitas diri)
• Hanya menunggu “godot”.
• Bekerja dengan baik hanya bila diperhatikan.
Doa Penutup
(Sebagai doa penutup peserta dan pendamping , mendoakan Mazmur 23) TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
2. Satuan Pertemuan II