• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian 1.Tempat dan Waktu Penelitian 1.Tempat dan Waktu Penelitian

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian 1.Tempat dan Waktu Penelitian 1.Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan terhadap akuntan publik (auditor) yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berada di wilayah DKI Jakarta. Auditor yang berpartisipasi dalam penelitian ini meliputi partner, manajer, supervisor, auditor senior, maupun auditor junior yang melaksanakan pekerjaan di bidang auditing.

Pengumpulan data dilaksanakan melalui penyebaran kuesioner penelitian secara langsung seperti dengan cara mendatangi responden dan secara tidak langsung melalui perantara kepada responden yang bekerja pada KAP di wilayah DKI Jakarta dan terdaftar dalam Directory Kantor Akuntan Publik 2015 yang diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Penyebaran serta pengembalian kuesioner dilaksanakan mulai tanggal 02 Desember 2015 hingga 22 Januari 2016.

Peneliti mengambil sampel sebanyak 17 KAP dari keseluruhan KAP yang berada di wilayah DKI Jakarta. Kuesioner yang disebarkan berjumlah 115 buah dan jumlah kuesioner yang kembali adalah sebanyak 107 kuesioner atau 93,04%. Kuesioner yang tidak kembali sebanyak 8 buah atau 6,96%. Kuesioner yang dapat diolah berjumlah 63 buah atau 54,78%, sedangkan kuesioner yang tidak dapat diolah karena tidak memenuhi

68 kriteria sebagai sampel dan tidak diisi secara lengkap oleh responden sebanyak 44 buah atau 38,26%. Gambaran mengenai data sampel disajikan pada tabel 4.1.

Tabel 4.1

Data Sampel Penelitian

No. Keterangan Jumlah Persentase

1. Jumlah kuesioner yang disebar 115 100% 2. Jumlah kuesioner yang tidak kembali 8 6,96% 3. Jumlah kuesioner yang tidak dapat diolah 44 38,26% 4. Jumlah kuesioner yang dapat diolah 63 54,78% Sumber: Data primer yang diolah

2. Karakteristik Profil Responden

Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada KAP di Jakarta sesuai dengan Directory Kantor Akuntan Publik 2015 yang diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Berikut ini adalah deskripsi mengenai identitas responden penelitian yang terdiri dari jenis kelamin, usia, posisi terakhir, pendidikan terakhir, dan pengalaman kerja responden.

a. Deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin

Tabel 4.2 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden berdasarkan jenis kelamin

Tabel 4.2

Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Sumber: Data primer yang diolah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Laki-Laki 34 54,0 54,0 54,0 Perempuan 29 46,0 46,0 100,0 Total 63 100,0 100,0

69 Tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa sekitar 34 orang atau 54% responden didominasi oleh jens kelamin laki-laki, dan sisanya sebesar 29 orang atau 46% responden berjenis kelamin perempuan.

b. Deskripsi responden berdasarkan usia

Tabel 4.3 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden berdasarkan usia

Tabel 4.3

Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Usia

S u

Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa responden yang bekerja pada kantor akuntan publik sebanyak 3 responden atau 4,8% berusia 40-44 tahun. Responden yang berusia 45-49 tahun sebanyak 4 responden atau 6,3%, yang berusia 30-34 tahun sebanyak 5 responden atau 7,9%, yang berusia 35-39 tahun sebanyak 6 responden atau 9,5%, yang berusia 20-24 tahun sebanyak 18 responden atau 28,6%. Mayoritas responden yang bekerja di kantor akuntan publik berusia 25-29 tahun yaitu sebanyak 27 responden atau 42,9%. Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 20-24 18 28,6 28,6 28,6 25-29 27 42,9 42,9 71,4 30-34 5 7,9 7,9 79,4 35-39 6 9,5 9,5 88,9 40-44 3 4,8 4,8 93,7 45-49 4 6,3 6,3 100,0 Total 63 100,0 100,0

70 c. Deskripsi responden berdasarkan posisi terakhir

Tabel 4.4 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden berdasarkan posisi terakhir

Tabel 4.4

Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Posisi Terakhir

S S u b S

Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 31 orang atau sebesar 49,2% menduduki posisi sebagai auditor junior. Responden yang menduduki jabatan sebagai auditor senior sebanyak 28 orang atau 44,4%, sedangkan sisanya yaitu supervisor sebanyak 2 orang atau 3,2%, manajer dan partner masing-masing sebanyak 1 orang atau 1,6%. Hal tersebut mungkin dikarenakan semakin tinggi jabatan auditor di kantor akuntan publik, semakin tinggi pula tingkat kesibukannya, sehingga responden dalam penelitian ini didominasi oleh auditor junior. d. Deskripsi responden berdasarkan pendidikan terakhir

Berdasarkan tabel 4.5 berikut ini, dapat diketahui bahwa sebagian besar responden berpendidikan terakhir Strata Satu (S1) dengan jumlah 55 responden atau 87,3%. Sisanya sebesar 7,9% atau sebanyak 5 orang

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Partner 1 1,6 1,6 1,6 Manajer 1 1,6 1,6 3,2 Supervisor 2 3,2 3,2 6,3 Auditor Senior 28 44,4 44,4 50,8 Auditor Junior 31 49,2 49,2 100,0 Total 63 100,0 100,0

71 berpendidikan terakhir Diploma III (D3) dan sebesar 4,8% atau sebanyak 3 orang berpendidikan terakhir Strata Dua (S2).

Tabel 4.5

Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

S u h

Sumber: Data primer yang diolah

e. Deskripsi responden berdasarkan pengalaman kerja

Tabel 4.6 berikut ini menyajikan hasil uji deskripsi responden berdasarkan pengalaman kerja

Tabel 4.6

Hasil Uji Deskripsi Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden (sebanyak 41,3%) atau sekitar 26 auditor memiliki pengalaman bekerja diatas 3 tahun, sedangkan sisanya sebanyak 38,1% atau sekitar 24 auditor memiliki pengalaman 1 sampai 3 tahun dan 20,6% atau sekitar 13 auditor memiliki pengalaman bekerja kurang dari 1 tahun. Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid D3 5 7,9 7,9 7,9 S1 55 87,3 87,3 95,2 S2 3 4,8 4,8 100,0 Total 63 100,0 100,0 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid < 1 tahun 13 20,6 20,6 20,6 1-3 tahun 24 38,1 38,1 58,7 > 3 tahun 26 41,3 41,3 100,0 Total 63 100,0 100,0

72 B. Hasil Uji Instrumen Penelitian

1. Hasil Uji Statistik Deskriptif

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang meliputi keahlian audit, audit judgment, pengalaman dan ketepatan pemberian opini oleh akuntan publik akan diuji secara statistik deskriptif seperti yang terlihat dalam tabel 4.7

Tabel 4.7

Hasil Uji Statistik Deskriptif

Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.7 menjelaskan bahwa pada variabel keahlian audit jawaban minimum responden sebesar 21 dan maksimum sebesar 35, dengan rata-rata total jawaban 29,24 dan standar deviasi sebesar 2,804. Variabel audit judgment jawaban minimum responden sebesar 43 dan maksimum sebesar 65, dengan rata-rata total jawaban 50,95 dan standar deviasi sebesar 6,039. Pada pengalaman minimum jawaban responden sebesar 22 dan maksimum sebesar 35, dengan rata-rata total jawaban 28,62 dan standar deviasi sebesar 2,970. Sedangkan pada variabel ketepatan pemberian opini oleh akuntan publik jawaban minimum responden sebesar 30 dan maksimum sebesar 45, dengan rata-rata total jawaban 37,06 dan standar deviasi sebesar 3,491.

N Minimum Maximum Mean

Std. Deviation TKA 63 21 35 29,24 2,804 TAJ 63 43 65 50,95 6,039 TP 63 22 35 28,62 2,970 TKPO 63 30 45 37,06 3,491 Valid N (listwise) 63

73 2. Hasil Uji Kualitas Data

a. Hasil Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan menggunakan Pearson Corelation, pedoman suatu model dikatakan valid jika tingkat signifikansinya dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid. Tabel berikut menunjukkan hasil uji validitas dari empat variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu keahlian audit (TKA), audit judgment (TAJ), pengalaman (TP), dan ketepatan pemberian opini oleh akuntan publik (TKPO), dengan 63 sampel responden.

Tabel 4.8

Hasil Uji Validitas Keahlian Audit Nomor Butir

Pertanyaan

Pearson

Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan

1 (KA1) 0,698** 0,000 Valid 2 (KA2) 0,812** 0,000 Valid 3 (KA3) 0,766** 0,000 Valid 4 (KA4) 0,869** 0,000 Valid 5 (KA5) 0,801** 0,000 Valid 6 (KA6) 0,773** 0,000 Valid 7 (KA7) 0,766** 0,000 Valid

Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.8 menunjukkan variabel keahlian audit mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05.

Tabel 4.9

Hasil Uji Validitas Audit Judgment Nomor Butir

Pertanyaan

Pearson

Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan

8 (AJ1) 0,630** 0,000 Valid

9 (AJ2) 0,723** 0,000 Valid

74 Tabel 4.9 (Lanjutan)

Nomor Butir Pertanyaan

Pearson

Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan

10 (AJ3) 0,741** 0,000 Valid 11 (AJ4) 0,274** 0,030 Valid 12 (AJ5) 0,661** 0,000 Valid 13 (AJ6) 0,760** 0,000 Valid 14 (AJ7) 0,654** 0,000 Valid 15 (AJ8) 0,752** 0,000 Valid 16 (AJ9) 0,765** 0,000 Valid 17 (AJ10) 0,786** 0,000 Valid 18 (AJ11) 0,618** 0,000 Valid 19 (AJ12) 0,410** 0,001 Valid 20 (AJ13) 0,641** 0,000 Valid

Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.9 menunjukkan variabel audit judgment mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.

Tabel 4.10

Hasil Uji Validitas Pengalaman Nomor Butir

Pertanyaan

Pearson

Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan

21 (P1) 0,687** 0,000 Valid 22 (P2) 0,857** 0,000 Valid 23 (P3) 0,825** 0,000 Valid 24 (P4) 0,838** 0,000 Valid 25 (P5) 0,668** 0,000 Valid 26 (P6) 0,890** 0,000 Valid 27 (P7) 0,897** 0,000 Valid

Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.10 menunjukkan variabel pengalaman mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.

75 Tabel 4.11

Hasil Uji Validitas Ketepatan Pemberian Opini oleh Akuntan Publik

Nomor Butir Pertanyaan

Pearson

Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan

28 (KPO1) 0,857** 0,000 Valid 29 (KPO2) 0,819** 0,000 Valid 30 (KPO3) 0,819** 0,000 Valid 31 (KPO4) 0,775** 0,000 Valid 32 (KPO5) 0,900** 0,000 Valid 33 (KPO6) 0,908** 0,000 Valid 34 (KPO7) 0,840** 0,000 Valid 35 (KPO8) 0,883** 0,000 Valid 36 (KPO9) 0,818** 0,000 Valid

Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.11 menunjukkan variabel ketepatan pemberian opini oleh akuntan publik mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.

b. Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk menilai konsistensi dari instrumen penelitian. Suatu instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha berada diatas 0,7. Tabel 4.12 menunjukkan hasil uji reliabilitas untuk empat variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.

Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s

Alpha Keterangan

Keahlian Audit 0,891 Reliabel

Audit Judgment 0,839 Reliabel

Pengalaman 0,907 Reliabel

Ketepatan Pemberian Opini

oleh Akuntan Publik 0,947 Reliabel

76 Tabel 4.12 menunjukkan nilai cronbach’s alpha atas variabel keahlian audit sebesar 0,891, audit judgment sebesar 0,839, pengalaman sebesar 0,907, dan ketepatan pemberian opini oleh akuntan publik sebesar 0,947. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,7. Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.

3. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Multikolonieritas

Deteksi ada atau tidaknya problem multiko dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen.

Tabel 4.13

Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleran ce VIF 1 (Constant) 1,393 1,241 1,122 ,266 TKA ,871 ,056 ,699 15,590 ,000 ,553 1,808 TAJ ,200 ,026 ,347 7,732 ,000 ,553 1,808

a. Dependent Variable: TKPO Sumber: Data primer yang diolah

77 Berdasarkan tabel 4.13 diatas terlihat bahwa nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai variance inflation factor (VIF) kurang dari 10 untuk setiap variabel, yang ditunjukkan dengan nilai tolerance untuk keahlian audit dan audit judgment sebesar 0,553 serta VIF sebesar 1,808. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model persamaan regresi tidak terdapat problem multiko dan dapat digunakan dalam penelitian ini.

b. Hasil Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal.

Sumber: Data primer yang diolah Gambar 4.1

78 Hasil uji normalitas berdasarkan output histogram disajikan pada gambar berikut ini

Sumber: Data primer yang diolah Gambar 4.2

Hasil Uji Normalitas Menggunakan Grafik Histogram Gambar 4.1 dan 4.2 memperlihatkan penyebaran data yang berada disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, ini menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas.

Selain dengan melihat grafik, dalam penelitian ini normalitas data juga dilihat dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov pada alpha sebesar 5%. Jika nilai signifikansi dari pengujian Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05 berarti data normal.

79 Tabel 4.14

Hasil Uji Normalitas Menggunakan Kolmogorov-Smirnov

Tabel 4.14 menunjukkan bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,070; dengan nilai signifikansi di atas 0,05 berarti bahwa nilai residual terdistribusi secara normal.

c. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas.

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual N 63 Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation ,90207101 Most Extreme Differences Absolute ,107 Positive ,107 Negative -,093 Test Statistic ,107

Asymp. Sig. (2-tailed) ,070c

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data primer yang diolah

80 Sumber: Data primer yang diolah

Gambar 4.3 Grafik Scatterplot

Berdasarkan gambar 4.3, grafik scatterplot menunjukkan bahwa data tersebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y dan tidak terdapat suatu pola yang jelas pada penyebaran data tersebut. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model persamaan regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi ketepatan pemberian opini oleh akuntan publik berdasarkan variabel yang mempengaruhinya, yaitu keahlian audit dan audit judgment. Analisis grafik plots memiliki kelemahan yang cukup signifikan oleh karena jumlah pengamatan mempengaruhi hasil ploting. Semakin sedikit jumlah pengamatan semakin sulit menginterpretasikan grafik plot. Oleh sebab itu, diperlukan uji statistik yang dapat menjamin keakuratan hasil, salah satunya menggunakan uji glejser.

81 Tabel 4.15

Hasil Uji Glejser Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1(Constant) 2,000 ,747 2,676 ,010 TKA ,000 ,034 ,002 ,013 ,989 TAJ -,026 ,016 -,276 -1,654 ,103

a. Dependent Variable: ABS_RES Sumber: Data primer yang diolah

Tabel 4.15 menunjukkan bahwa nilai signifikansi t sebesar 0,989 dan 0,103. Tingkat probabilitas diatas 5% tersebut berarti tidak ada indikasi heteroskedastisitas dalam model regresi.

4. Hasil Uji Hipotesis

a. Pengujian Hipotesis Regresi Berganda 1) Uji Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Tabel 4.16 menyajikan hasil uji statistik F variabel Y, X1 dan X2

Tabel 4.16

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Variabel Y, X1 dan X2 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,966a ,933 ,931 ,917

a. Predictors: (Constant), TAJ, TKA b. Dependent Variable: TKPO Sumber: Data primer yang diolah

82 Tabel 4.16 menunjukkan nilai adjusted R2 sebesar 0,931. Hal ini menandakan bahwa variasi variabel Keahlian Audit dan Audit Judgment dapat menjelaskan 93,1% variasi variabel Ketepatan Pemberian Opini oleh Akuntan Publik. Sedangkan sisanya, yaitu 6,9% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini, misalnya variabel lingkup audit, etika profesi dan lowballing.

2) Hasil Uji Statistik t

Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.17, jika nilai

probability t lebih kecil dari 0,005 maka Ha diterima dan menolak H0, sedangkan jika nilai probability t lebih besar dari 0,005 maka H0 diterima dan menolak Ha (Ghazali, 2013:99). Tabel 4.17 berikut ini menyajikan hasil uji statistik t untuk variabel keahlian audit dan audit judgment

Tabel 4.17

Hasil Uji Statitik t Variabel Y, X1 dan X2

Berdasarkan tabel 4.17, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,393 1,241 1,122 ,266 TKA ,871 ,056 ,699 15,590 ,000 TAJ ,200 ,026 ,347 7,732 ,000

a. Dependent Variable: TKPO Sumber: Data primer yang diolah

83 Dimana:

Y = Ketepatan Pemberian Opini oleh Akuntan Publik X1 = Variabel Keahlian Audit

X2 = Variabel Audit Judgment

e = Error

Hipotesis 1: Pengaruh Keahlian Audit terhadap Ketepatan