Selektivitas suatu alat penangkapan ikan didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu alat penangkap ikan untuk menangkap ikan dengan suatu ukuran tertentu atau spesies tertentu dalam suatu populasi (Hamley, 1975; Fridman, 1986). Sedangkan menurut South Asian Fisheries Development Center (1999) mendefinisikan suatu selektivitas alat tangkap sebagai : Gear selectivity is a property of fishing gear that reduces/excludes the capture of unwanted sizes of fish and incidental catch.
Selektivitas alat penangkapan ikan tergantung dari ikan yang diseleksi oleh suatu alat tangkap. Proses seleksi oleh suatu alat penangkapan ikan dapat
menyebabkan hasil tangkapan dari suatu alat tangkap mempunyai perbedaan komposisi dari ikan dalam suatu populasi dimana alat tersebut dioperasikan (Wileman et al. 1996). Pendekatan mengenai selektivitas alat penangkapan ikan mencakup keduanya untuk selektivitas ukuran (size selectivity) dan selektivitas spesies (species selectivity).
Regier dan Robson (1966) menjelaskan bahwa selektivitas spesies adalah peluang dari suatu ikan dengan spesies tertentu dan ukuran yang ditangkap memasuki suatu alat tangkap. Sementara itu selektivitas ukuran dari suatu alat tangkap adalah proporsi dari suatu total populasi ikan dari ukuran selang kelas tertentu dimana ikan tertangkap dan tertahan oleh suatu alat tangkap (Lagler, 1968). Pada pengggunaan BRD kurva selektivitas dijelaskan sebagai peluang ikan untuk tertahan, tidak lolos melewati kisi-kisi (Tokai et al. 1996). Peluang ikan melalui kisi (grid) dapat dikelompokkan dalam tiga kemungkinan yaitu (1) ikan lolos masuk kedalam kantong (codend), (2) tertahan oleh kisi atau (3) meloloskan diri melalui lubang keluar (exit hole). Nilai 0% selektivitas kisi menunjukkan bahwa, seluruh ikan dapat lolos melewati kisi-kisi, dan 100% terjadi saat ikan tertahan oleh kisi dan atau lolos melalui lubang keluar (Tokaiet al., 1996).
2.6.1 Pengaturan selektivitas alat penangkapan ikan
Penelitian mengenai jenis teknologi penangkapan yang dipilih difokuskan pada penggunaan teknologi penangkapan yang sesuai dengan prinsip yang ramah lingkungan. Perbaikan teknologi trawl sehingga memenuhi kriteria ramah lingkungan dapat dilakukan melaui peningkatan selektivitas di bagian kantong (cod-end) dari trawl. Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan selektivitas trawl seperti penggunaan BED (Evans dan Wahju, 1996). Pemasangan TED super shooter(Mahiswaraet al. 2004), penggunaan composite square mesh panels (Eayrs, 2005) atau pemasangan BRD pada jaring arad (mini trawl) (Purbayanto and Chalimi, 2005). Juvenil and Trash Excluder Device
(JTEDs) telah dikembangkan di beberapa negara di Asia Tenggara seperti di Thailand, Brunei, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia (Chokesanguan, 2004). JTEDs yang dikembangkan memiliki dua jenis yaitusoft dan rigid shorting grid, dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwarigid shorting grid memiliki kemampuan lebih untuk meloloskan ikan-ikan kecil dibanding dengan jenis
lainnya. Jenis JTEDs Rigid yang dikembangkan oleh SEAFDEC adalah jenis
rectangular shape windowsdansemi-curveJTEDs (Chokesanguan, 2004).
Penentuan teknologi yang digunakan memiliki kelebihan maupun kekurangannya, sehingga perlu diteliti secara cermat untuk menemukan suatu metode dan teknologi yang paling sesuai dengan kondisi sumberdaya dan lingkungan serta kebiasaan nelayan. Berdasarkan pertimbangan di atas, perbaikan selektivitas dapat diimplementasikan secara efektif pada alat tangkap trawl. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari penerapan BED pada pukat udang di perairan Indonesia timur yang tidak efektif sehingga nelayan tidak mau untuk menggunakannya (Evans dan Wahju, 1996).
Bycatch reduction device merupakan alat yang dipasang pada bagian antara badan jaring dengan bagian kantong pukat udang. Alat ini biasa disebut juga dengan namaby-catchexcluder device(BED) yang awalnya ditujukan untuk meloloskan penyu yang tertangkaptrawl, sehingga disebut turtle excluder devices
(TED). Alat ini dikembangkan oleh NMFS-NOAA-USA sekitar tahun 1980-an. Sejak ditemukannya, alat ini telah mengalami perubahan konstruksi secara terus menerus, hingga saat ini yang direkomendasikan adalah BED tipe super shooter
yang mempunyai konstruksi lebih simpel dan mempunyai keragaan lebih baik didalam mereduksi by-catch dibanding yang diperkenalkan sebelumnya (NOAA, 1996).
Beberapa penelitian penggunaan BRD menunjukkan adanya pengurangan dalam jumlah bycatch. Pengurangan ini ternyata juga diikuti pula berkurangnya hasil tangkapan udang. Maka untuk lebih mengoptimalkan penggunaan perangkat BRD dalam menurunkan kuantitas bycatch, mempertahankan tangkapan udang dan menjaga keberlanjutan sumberdaya dan lingkungan sebaiknya dilakukan pengaturan jarak antar kisi dengan tetap mempertimbangkan ukuran udang sebagai target spesies (Purbayanto et al. 2003). Semakin besar kisi-kisi yang dipasang semakin besar pula ukuran ikan yang diloloskan. Selain itu beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam pengembanganbycatch reduction device
1. Peraturan perikanan yang berlaku serta interaksi antara sektor perikanan dengan sektor yang lainnya (Karlsen dan Larsen, 1989; Isaksenet al. 1992); 2. Ukuran dari jaring trawl dan cara penanganannya (Broadhusrt dan Kennelly,
1996);
3. Lokasi dari daerah penangkapan ikan serta kondisi dari daerah penangkapan ikan (Robin dan McGilvray, 1999);
4. Spesies ikan yang akan dikeluarkan dan ukurannya (Averill, 1989; Matsuoka dan Kan, 1991, Robin dan McGilvray, 1999);
5. Pengetahuan mengenai tingkah laku ikan yang menjadi target dan hasil tangkapan sampingan (Broadhurst dan Kennelly, 1996; Watson, 1989).
2.6.2 Selektivitas alat penangkapan ikan berdasarkan panjang dan girth ikan
Selektivitas suatu alat tangkap ikan hubungannya dengan ukuran panjang dan maksimumbody girth pada alat tangkap trawl banyak dilakukan (lihat Walsh
et al.1989; Willeman et al. 1996; Matsushitaet al. 1997; Fonteyne dan M’Rabet, 1992). Sampai saat ini penelitian tersebut banyak ditujukan pada hubungan antara panjang ikan dengan maksimum body girth dari ikan pada bagian kantong dari trawl.
Wileman et al. (1996) menyebutkan bahwa proses pelolosan ikan dari
codend sangat dipengaruhi oleh ukuran girth ikan walaupun pada panjang ikan dan maksimumbody girth mempunyai hubungan yang linear akan tetapi hal ini sangat dipengaruhi oleh musim dan kondisi dari daerah penangkapan ikan. Matsushita et al. (1997) menjelaskan bahwa perbedaan dari ukuran maksimum
body girth pada panjang ikan yang sama menunjukkan adanya perbedaan rasio ikan yang tertangkap padacodenddengan mengamati rasio maksimum body girth
danmesh perimeterpadacodend.
2.6.3 Seleksi ikan oleh BRD berdasarkan tingkah laku ikan
Mekanisme dari bycatch reduction device ini dilakukan berdasarkan prinsip bahwa ikan mempunyai kemampuan renang (swimming ability), yang lebih baik dibandingkan dengan invertebrates yang bergerak lambat dan mempunyai respon karakteristik khusus terhadap suatu alat tangkap trawl. Ikan-
ikan biasanya dapat mendeteksi suatu alat tangkap dengan menggunakan kombinasi dari visual dan tactile stimuli yang disebabkan oleh adanya suatu pergerakan dari alat tangkap. Orientasi dari ikan-ikan ini akan sangat tergantung dari kemampuan renang ikan dan physicological response baik dalam menghindari secara bersama-sama atau pada saat ikan-ikan tersebut kembali kebelakang kearah mulut jaring (Wardle, 1983). Watson (1989) mengamati bahwa dimana ikan-ikan akan digiring bersama-sama masuk kebagian belakang dari jaring kemudian ikan tersebut akan kehilangan arah, yang diakibatkan adanya penambahan kecepatan renang dan berusaha untuk melarikan diri kearah samping dari jaring. Kondisi ini menjadi posisi yang strategis untuk pelolosan (escapement) ikan-ikan hasil tangkapan sampingan.
Dengan melakukan pendekatan perbedaan tersebut maka BRD yang sesuai yaitu dengan cara memasang suatu funnel, baik horizontal maupun vertikal panel atauescape window (Watson, 1996; Breweret al. 1998) ataupanels square mesh
pada bagian kantong (Averill, 1989; Thorsteinsson, 1992; Broadhurst dan Kennelly, 1994). Karena jenis invertebrata seperti udang tidak mempunyai kemampuan untuk menjaga kecepatan renangnya terhadap jaring sehingga aliran air yang diakibatkan pergerakan jaring akan mendorong udang tersebut masuk ke arah jaring lalu masuk kedalam kantong (codend).
2.6.4 Seleksi ikan oleh BRD berdasarkan ukuran ikan
Mekanisme pelolosan ikan melalui BRD yang berdasarkan pemisahan spesies dan ukuran ikan dilakukan dengan cara memasang suatugrid (kisi) yang biasanya ditempatkan diantara bagian depan codend (Kendall, 1990; Andrewet al. 1993; Isaksenet al. 1992). Hampir semua BRD kategori ini didesain terutama untuk menyekat/memisahkan hasil tangkapan, berdasarkan ukuran dan untuk mengeluarkan individual yang lebih besar dari dalamseparating panel.
Watson dan Taylor (1990) mengembangkan beberapa bycatch reduction device yang dilengkapi dengan guiding funnel dan panel dengan mata jaring berukuran kecil dipasang tepat dibagian depan/muka dari dari kantong (codend). Fungsi dari panel ini untuk mengarahkan aliran air dan udang dengan gerakan yang lambat masuk kedalam kantong (codend) dan membiarkan ikan untuk
berenang kearah muka dan keluar melalui pintu keluar (escape exit) yang telah disediakan.
2.6.5 Tingkah laku ikan di dalam kantong (codend)
O’Neill et al. (2003) menjelaskan mengenai tingkah laku ikan dalam pergerakan dinamika dari codend. Ikan-ikan yang masuk melalui trawl akan masuk melalui mulut trawl dan akan tetap berusaha berenang sejajar terhadap alat tangkap dan didepan dari foot rope. Setelah beberapa saat ikan –ikan tersebut akan lelah dan langsung masuk kedalam kantong. Di dalam kantong ikan-ikan masih tetap berenang searah penarikan jaring dan sekali-sekali membuat burst swimming ke depan. Rose (1995) menyatakan beberapa ikan dengan aktif mencoba keluar dari mata jaring pada bagiancodend, pelolosan ini berhubungan dengan kemampuan visual stimuli dari ikan. Berdasarkan pengamatan ikan-ikan yang berada di dalamcodend paling dominan meloloskan diri melalui terbukanya mata jaring dibagian muka dari hasil tangkapan (O’Neill dan Kynoch, 1996).
O’Neill et al. (2003) menyatakan bahwa pergerakan ikan ini disebabkan oleh pergerakan dari codend itu sendiri, dan bukan karena terjadinya turbulensi selain itu bentuk dari tangkapan yang padat sehingga akan membentuk bull- shaped dibagian codend. Beberapa ikan bereaksi terhadap mata jaring yang terbuka dan jika bagian kepala ikan tersebut dapat melewati satu mata jaring, maka ikan tersebut akan meloloskan diri melalui mata jaring yang terbuka.
2.7 Penelitian yang Telah Dilakukan MengenaiBycatch Reduction Device