DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2009 and 2008 (Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
13. ASET TETAP (lanjutan) 13. FIXED ASSETS (continued)
Beban penyusutan dan deplesi aset tetap dan property investasi dialokasikan sebagai berikut:
Depreciation and depletion expense of fixed assets and investment property was allocated as follows:
2009 2008
Beban pabrikasi 386.293.968 433.726.992 Manufacturing cost
Beban usaha 38.646.745 40.364.279 Operating expenses
424.940.713 474.091.271
Hak atas tanah Perseroan dan anak perusahaan berupa Sertifikat Hak Milik (“SHM”) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (“SHGB”). SHGB memiliki masa berlaku antara tahun 2012 hingga 2032. Manajemen berpendapat bahwa SHGB dapat diperpanjang.
The Company and its subsidiaries’ land represents freehold land (“SHM”) and land-use rights (“SHGB”). The SHGB will expire between 2012 and 2032. Management believes that the SHGB are readily extendable.
Tingkat penyelesaian pada tanggal 31 Desember 2009 atas aset dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:
The completion stage of construction in progress as of December 31, 2009 is as follows: Persentase penyelesaian/ Completion percentage Estimasi tahun penyelesaian/ Estimated completion year
Bangunan, jalan, jembatan Buildings, roads, bridges, and
dan pelabuhan 59% - 90% 2010 harbors
Mesin-mesin 5% - 90% 2010 - 2011 Machinery
Pabrik semen 14% - 18% 2011 - 2012 Cement plants
Pembangkit tenaga listrik 4% 2011 Power plants
Biaya perolehan pembangunan pabrik semen dan pembangkit listrik termasuk biaya pinjaman yang
dikapitalisasi sebesar Rp67.163.881 (2008:
RpNihil) seperti upfront fees, arrangement fees,
dan underwriting fees.
The acquisition cost of construction of cement and power plants includes capitalized borrowing costs of Rp67,163,881 (2008: RpNil) such as upfront fees, arrangement fees, and underwriting fees.
Aset tetap tertentu yang dimiliki anak perusahaan
(ST) digunakan sebagai jaminan atas fasilitas non-
cash loan dan fasilitas kredit investasi yang
diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan sindikasi Bank (Catatan 17).
Certain fixed assets owned by a subsidiary (ST) are used as collateral for non-cash loan facilities and credit investment facilities obtained from PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and a Syndication of Banks (Note 17).
Aset tetap tertentu yang dimiliki anak perusahaan
(UTSG) dengan nilai perolehan sebesar
Rp128.044 digunakan sebagai jaminan atas hutang bank jangka panjang (Catatan 17).
Certain fixed assets owned by a subsidiary (UTSG) with acquisition costs of Rp128,044 are used as collateral for long-term bank loans (Note 17).
Termasuk aset tetap yang tidak digunakan terdiri dari tanah, bangunan dan mesin dengan jumlah biaya perolehan dan akumulasi penyusutan pada tanggal 31 Desember 2009 adalah masing-masing sebesar Rp166.878.535 dan Rp164.854.584 (2008: Rp166.878.535 dan Rp164.598.608).
Fixed assets not used in operations consist of land, buildings and machinery with total acquisition costs and accumulated depreciation as of December 31, 2009 of Rp166,878,535 and Rp164,854,584,
respectively (2008: Rp166,878,535 and
292
PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tahun yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk AND ITS SUBSIDIARIES NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Years Ended December 31, 2009 and 2008 (Expressed in thousands of Rupiah, unless otherwise stated)
13. ASET TETAP (lanjutan) 13. FIXED ASSETS (continued)
Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasindo, PT Wahana Tata,
PT Asuransi Ramayana Tbk, PT Asuransi
Binagriya Upakara, PT Tugu Pratama Indonesia, PT Asuransi Astra Buana, PT Staco Jasapratama, PT Berdikari Insurance, PT Allianz Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk dan PT Asuransi
Panji Rama Otomotif dengan jumlah
pertanggungan sebesar Rp16.831.803.636 (tidak termasuk ST) pada tanggal 31 Desember 2009. ST mengasuransikan persediaan dan aset tetapnya dengan nilai pertanggungan sebesar USD229.700 dan Rp2.244.508.910 pada tanggal 31 Desember 2009.
Fixed assets, excluding land, were insured by PT Asuransi Jasindo, PT Wahana Tata, PT Asuransi Ramayana Tbk, PT Asuransi Binagriya Upakara, PT Tugu Pratama Indonesia, PT Asuransi Astra Buana, PT Staco Jasapratama, PT Berdikari Insurance, PT Allianz Indonesia, PT Asuransi Dayin Mitra Tbk and PT Asuransi Panji Rama Otomotif for a total coverage of Rp16,831,803,636 (excluding ST) as of December 31, 2009. ST insured its inventories and fixed assets for a total coverage of
USD229,700 and Rp2,244,508,910 as of
December 31, 2009.
Manajemen Perseroan dan anak perusahaan
berpendapat bahwa jumlah pertanggungan
asuransi adalah cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas risiko kebakaran, bencana alam dan risiko lainnya.
Management of the Company and its subsidiaries believe that the insurance coverage is adequate to cover possible losses from fire, disaster and other risks.
14. BEBAN TANGGUHAN 14. DEFERRED CHARGES
2009 2008
Implementasi perangkat lunak 15.302.976 12.058.929 Software implementation
Pengurusan hak atas tanah 8.785.065 10.092.960 Land rights processing
Instalasi listrik dan telepon 8.072.122 8.303.597 Telephone and electrical installation
Sewa jangka panjang 6.065.777 2.930.835 Long-term prepaid rent
Lain-lain 3.267.197 4.362.019 Others
41.493.137 37.748.340
Akumulasi amortisasi (17.352.114) (15.288.730) Accumulated amortization
24.141.023 22.459.610
Implementasi perangkat lunak merupakan
implementasi sistem informasi akuntansi dan manajemen Perseroan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama lima tahun.
The cost of software implementation represents the implementation of the Company’s accounting and management information system which cost has been deferred and is being amortized over five years.
Pada tanggal 30 September 2009 telah terjadi
gempa bumi di Sumatera Barat yang
mengakibatkan kerusakan pada sebagian
bangunan dan mesin pabrik milik SP. SP sudah melakukan perbaikan dengan nilai sebesar Rp837.988 yang telah diakui sebagai beban pada laporan laba rugi konsolidasian tahun berjalan.
SP telah mengajukan klaim atas estimasi kerusakan yang timbul karena gempa bumi tanggal 30 September 2009 tersebut kepada PT Asuransi Jasindo pada tanggal 16 Oktober 2009. Sampai tanggal diselesaikannya laporan keuangan konsolidasian ini, klaim masih dalam proses review oleh loss adjuster.
On September 30, 2009, there was an earthquake in West Sumatera which caused damage to certain of the SP’s buildings and machinery. SP has repaired a portion of the damage and the related cost of Rp837,988 has been charged to expense in the current year’s consolidated statement of income.
On October 16, 2009, SP submitted a claim for the estimated loss attributable to the September 30, 2009 earthquake to PT Asuransi Jasindo. As of the completion date of these consolidated financial statements, the claim is still under review by the loss adjuster.