• Tidak ada hasil yang ditemukan

Serikat Buruh Internasional

Dalam dokumen GERAKAN BURUH DI AMERIKA SERIKAT (Halaman 82-95)

SERIKAT BURUH RADIKAL

4.1. Serikat Buruh Internasional

Timbulnya Revolusi Industri di Inggris sejak pertengahan abad XVIII, sebagai perubahan yang mendasar tentang cara-cara menghasilkan barang-barang produksi yang pada mulanya dikerjakan secara manual dengan menggunakan tenaga tangan yang dikerjakan di dalam rumah-rumah maupun bengkel kerja (Home Industry), kemudian diganti dengan tenaga mesin di dalam pabrik-pabrik (Industri modern). Revolusi Industri juga berpengaruh terhadap perubahan mendasar di bidang industri, perdagangan, politik, dan kehidupan sosial pada masyarakat Eropa.161 Munculnya Revolusi Industri ditandai dengan perkembangan secara pesat perdagangan melalui laut, penemuan-penemuan baru yang berkaitan dengan industri, pemusatan industri di dalam sistem pabrik, meningkatnya kaum buruh di kota dan bertambah banyak produksi industri.162

Keadaan kaum buruh gilda di Eropa pada Abad Pertengahan (abad V-XV Masehi) belum menyedihkan, karena selain mereka mendapat perlindungan dari pemerintah yang melarang setiap orang untuk mempraktekkan suatu pekerjaan tertentu apabila bukan anggota gilda, kaum buruh gilda (journeyman) bekerja melayani seorang master di dalam suatu gilda yang berdasarkan pada hubungan kerja secara kekeluargaan. Para journeyman bekerja untuk melayani seorang master hanya dalam waktu sementara saja yaitu dalam waktu 1 atau 2 tahun saja mereka dapat juga diangkat menjadi seorang master. Setelah menjadi master maka mereka mempunyai kekuasaan untuk mendirikan gilda dan mengangkat journeyman yang melayani mereka. Para journeyman bekerja berdasarkan atas pesanan, dan pekerjaan mereka diatur menurut persamaan standar, hal ini untuk menjaga terjadinya persaingan maupun mutu rendah.163

Setelah mulai digunakan tenaga mesin di dalam sistem pabrik, maka keadaan kaum buruh (journeyman), lama-kelamaan menjadi semakin menyedihkan. Penggunaan tenaga mesin di dalam sistem pabrik tidak membutuhkan tenaga yang kuat, maka kaum pengusaha lebih cenderung memperkerjakan tenaga kerja wanita dan anak-anak yang dapat diperoleh dengan ongkos murah. Kaum pengusaha berusaha memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, sehingga mereka berusaha mengeksploitasi kaum buruh yang

161 Henry W. Littlefield, History of Europe 1500-1848 (New York: Barney & Noble Inc., tanpa tahun terbit), hlm. 123.

162 R.W. Harris, A Short History of Eighteenth-Century England (New York: Published The New American Library, tanpa tahun terbit), hlm. 26.

163 Gilda merupakan suatu kelompok pengrajin pada masyarakat Eropa pada Abad Pertengahan, mereka telah menggabungkan secara bersama-sama untuk Baling melindungi dan mengontrol pasar setempat. Di dalam gilda dipimpin oleh seorang master yang dibantu beberapa journeyman untuk memproduksi suatu jenis produksi tertentu, sehingga di Eropa Abad Pertengahan telah terdspat berbagai jenis gilda, misalnya gil da yang memproduksi sepatu, slat-slat rumah tangga, dan sebagainya. Lebih jelasnya lihat: Stewart C. Easton, The

dapat berupa jam kerja panjang, upah rendah, kondisi pekerjaan tidak sehat dan membahayakan, mempekerjakan buruh anak-anak maupun perempuan dengan upah rendah maupun bekerja di lokasi kerja yang tidak sehat dan membahayakan. Kondisi yang demikian ini benar-benar merusak suasana keluarga, disamping itu kaum laki-laki banyak yang menganggur, dan kebutuhan hidup tidak dapat ter-jamin, sehingga kejahatan semakin merajalela.

Revolusi Industri yang muncul di Inggris selain dapat mengantarkan Inggris menjadi suatu negara industri yang kaya, tetapi juga menyebabkan keadaan masyarakat Inggris menjadi sangat menyedihkan. Keadaan demikian ini akhirnya menjadi pusat perhatian seorang tokoh sosialis Inggris bernama Robert Owen. Robert Owen lahir pada 14 Mei 1771 di Newtown, Montgomery, Wales Utara. Ia berasal dari keluarga miskin, dan pekerjaan orang tuanya sebagai seorang pembuat pelana dan tukang besi. Kondiai sosialnya yang demikian ini membuat Robert Owen sejak masa kanak-kanak tidak dapat mengenyam pendidikan, dan menerjunkan dirinya dalam lapangan kerja, sehingga ia tidak dapat mengenyam masa kanak-kanak dengan sewajarnya. Pada usia 9 tahun ia telah mulai bekerja sebagai pembantu toko di tempat kediamannya. Ia ketika berumur 10 tahun (1781) telah meninggalkan rumahnya menuju kota Stanford, dan tidak lama kemudian berhasil mendapatkan pekerjaan pada perusahaan tekstil. Pada tempat kediamannya yang baru, dalam waktu senggang Robert Owen mulai membaca buku-buku, karena kebetulan di tempat pekerjaannya terdapat sebuah perpustakaan, sehingga dapat banyak belajar tentang seluk-beluk perusahaan.164

Gambar 7. Robert Owen165

Pada waktu sedang mengadakan perjalanan untuk kepentingan perusahaannya, Robert Owen berjumpa dengan seorang wanita cantik bernama Dale. Keduanya saling berkenalan, dan kemudian Robert Owen dianjurkan Dale untuk mengunjungi perusahaan katun milik ayahnya yang terdapat di New Lanark, Skotlandia. Ia kemudian menerima anjuran ini, bahkan juga bermaksud untuk mengawini nona Dale yang cantik. Robert Owen akhirnya bersama kawan-kawannya berhasil membeli perusahaan itu, dan sejak permulaan tahun 1800 ia bersama kawan- kawannya pindah ke tempat pekerjaannya yang baru. Di tempat inilah ia mu lai memainkan peranannya sebagai seorang philantropia (seorang dermawan) maupun sebagai seorang sosialis166.

164

Alexander Gray, The Socialist Tradition Moses to Lenin (London: Longmans, Green and Co, 1948), hlm, 198.

165

http://www.google.co.id/RobertOwens.html

166 Frederic Austin, OGG, Economic Development of Modern Europe (New York: The Macmillan Company, 1979), h1m. 477.

Pada perusahaan yang baru saja dibeli bersama kawan-kawannya, Robert Owen menempati jabatan sebagai pengawas umum. Pada waktu ia memulai pekerjaannya, di New Lanark terdapat antara 1300-1400 keluarga yang sebagian besar dari mereka itu adalah miskin, dan bertempat tinggal pada rumah-rumah yang bobrok serta tidak sehat. Kaum wanita dan anak-anak bekerja dengan jam kerja panjang, upah rendah, kondisi pekerjaan tidak sehat dan membahayakan serta kaum laki-laki banyak yang menganggur. Kondisi demikian ini berarti merusak suasana keluarga, anak-anak tidak sempat mengenyam pendidikan sekolah, semakin meluasnya kejahatan-kejahatan maupun kebiasaan-kebiasaan tidak baik seperti: mencuri, berjudi, pelacuran, minum-minuman keras.

Kondisi yang demikian ini mengakibatkan hati Robert Owen tergerak untuk memperbaiki kondisi masyarakat di New Lanark dengan mendasarkan pada ajaran sosialismenya. Ajaran sosialisme Robert Owen dengan menekankan pada pembentukan karakter manusia yang merupakan titik tolak untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial di dalam masyarakat. Ia mengkritik suatu pandangan yang ada di tengah-tengah masyarakat bahwa watak kepribadian manusia hanya dibentuk oleh faktor pembawaan keturunan dan kemauan saja, melainkan masih ada faktor lain yang membentuk watak kepribadian manusia yaitu keadaan lingkungan sosial sebagai faktor dominan di dalam proses pembentukan watak kepribadian manusia. Di dalam usaha pembentukan watak kepribadian manusia, langkah pertama yang harus ditempuh adalah memperbaiki lebih dahulu keadaan lingkungan sosial manusia. Robert Owen kemudian berusaha menciptakan suatu lingkungan sosial yang baik bagi kaum buruhnya dengan berdasarkan pada anggapan bahwa kaum buruh itu akan berwatak baik dan mampu bekerja keras apabila lingkungan sosialnya baik, sebaliknya kaum buruh akan berwatak buruk dan bekerja buruk apabila lingkungan sosialnya dalam keadaan buruk.167

Berbagai langkah yang ditempuh Robert Owen dalam upaya menciptakan lingkungan sosial yang baik bagi kaum buruhnya di New Lanark yaitu dengan menutup tempat-tempat pemabukan, perjudian, pelacuran dan menutup tempat-tempat lain bersifat demoral di sekitar perusahaannya. Ia menekankan peraturan-peraturan kesehatan kepada kaum buruh, mendirikan rumah-rumah sehat bagi para buruhnya, menghentikan pengambilan pekerja anak-anak dari rumah-panti asuhan,,anak-anak miskin untuk dikerjakan pada perusahaan, dan melarang kerja bagi anakanak berumur kurang dari 12 tahun.168 Ia juga membangun gedung di sekitar perusahaan untuk keperluan pendidikan sekolah, khususnya untuk keperluan

167 G.D.H. Gole, A History of Socialist Thought; Socialist Thought The Foreruners 1789-187 Volume I, (New York: St. Martin Press, 1959), hlm. 3-4.

168 Menurut Robert Owen, hendaknya anak-anak yang belum berumur 12 tahun jangan dikerjakan lebih dahulu di dalam pabrik-pabrik, sebab anak-anak harus diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan sekolah lebih dahulu guna membentuk karakter anak yang baik. Alexander Gray, op., cit., hlm. 206.

anak-anak kaum buruhnya, menyediakan tempat-tempat rekreasi bagi kaum buruh, dan mendirikan koperasi konsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bagi kaum buruh dengan harga yang lebih murah.

Ajaran-ajaran Robert Owen ini apabila dilaksanakan dengan semestinya, maka akan tercapailah tujuan akhir dari masyarakat, yaitu kebahagiaan pada seluruh anggotanya. Ia berusaha mewujudkan ajaran-ajaran tersebut dengan membuka sebuah organisasi yang bernama Institution for the Formation of Character yang terbentuk pada 1 Januari 1816.169 Organisasi ini merupakan pusat kehidupan komunal yang terdiri dari "desa-desa koperasi”.

Pembentukan desa-desa koperasi itu ditentukan berdasarkan pada lahan tanah berbentuk bujur sangkar atau persegi panjang seluas antara 1000 sampai 1500 acre yang dihuni sekitar 500 sampai 2000 orang, dan harus hidup bersama secara kekeluargaan serta diikat oleh pekerjaan bersama yang terdiri dari pekerjaan pertanian dan industri. Mereka itu tinggal pada gedung-gedung besar yang terletak di tengah--tengah desa dengan dilengkapi kamar tidur, kamar makan, ruangan sekolah, perpustakaan, tempat bermain bagi anak-anak, kebun-kebun yang indah, tempat 6lencuci, dan pabrikpabrik maupun bangunan-bangunan untuk keperluan pertanian yang didirikan di luar halaman kebun. Tiap-tiap keluarga menempati kamar sendiri-sendiri, sedangkan anak-anak tinggal bersama orang tua hanya sampai usia 3 tahun, sesudah itu anak-anak dipisahkan dengan orang tuanya untuk mendapatkan pendidikan sekolah bersama-sama dengan anak-anak yang lain. Semua orang dewasa harus bekerja, dan mengenai pengawasan pada tiap-tiap desa diserahkan kepada ahli teknik agar segala pekerjaan yang dikerjakan para penghuni desa itu dapat teratur secara baik.

Gagasan ini hendak dipraktekkan di New Lanark, kemudian diharapkan dapat ditiru di berbagai tempat di seluruh dunia. Jika hal ini dapat dilaksanakan maka di dunia ini tidak ada kemiskinan maupun berbagai bentuk eksploitasi, sehingga tercapailah tujuan masyarakat yaitu kebahagiaan seluruh anagotanya. Usaha yang dilakukan untuk mencukupi biaya percobaan ini, maka Robert Owen pada tahun 1819 pergi ke London untuk menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Address to the Working Classes".170

Buku tersebut membahas tentang emansipasi kaum buruh, ia menekankan bahwa untuk mencapai emansipasi kaum buruh maka harus menjauhkan diri dari kekerasan dan rasa benci dengan golongan atasan. Ia berpendapat bahwa golongan ka- ya, miskin, pegawai pemerintah maupun orang-orang kebanyakan, pada hakekatnya sama saja. Persamaan tersebut adalah mereka menghendaki kebahagiaan, jika semua golongan telah menyadarinya, maka setiap golongan itu akan menganggap sama terhadap golongan lain, demikian pula sebaliknya.

169Ibid., hlm. 200.

Robert Owen merasa cukup untuk memperoleh modalnya, maka pada tahun 1820 ia mulai mempraktekkan eksperimennya di New Lanark. Pelaksanaan percobaan di New Lanark ternyata membawa hasil baik, karena dapat menciptakan masyarakat New Lanark menjadi masyarakat terpelajar, teratur, bersih, dapat meningkatkan kehidupan para buruhnya.171 Keberhasilan Robert Owen dalam eksperimen di New Lanark, menyebabkan banyak orang tertarik untuk melihat New Lanark, misal pada tahun 1824 ia mendapat kunjungan seorang tuan tanah dari Amerika Serikat bernama Richard Flower yang merasa tertarik atas usaha ini. Richard Flower kemudian menawarkan sebidang tanah seluas 30.000 acre di Harmony, Indiana kepada Robert Owen, dan dapat dibelinya dengan harga 30.000 pounstarling. Pembelian tanah ini dimaksudkan untuk dijadikan tempat eksperimen lebih lanjut di benua Amerika, kemudian eksperimen ini diharapkan dapat ditiru di seluruh dunia.

Robert Owen di tempat yang baru hanyalah untuk irelaksanakan percobaan lagi, yaitu dengan mempraktekkan masyarakat desa koperasi seperti yang pernah dilaksanakan di New Lanark. Ia kemudian menamakan tempat eksperimen yang baru itu New Harmony, dan ia sendiri pada waktu datang di tempat yang baru telah mengatakan:

"I am come to this country, to introduce an intire new state of society; to change it from an ignorant, selfish sistem to an enligtened social sistem which shall gradually unite all interest into one, and remove all causes for contest between individuals."172

Pada mulanya eksperimen di New Harmony berjalan baik, dan membawa penuh kepercayaan baginya untuk mengembangkan ajaran sosialisme secara meluas pada masyarakat Amerika Serikat. Robert Owen hendak maju selangkah lagi dalam eksperimennya dengan menginginkan terciptanya suatu masyarakat berdasarkan pada persamaan dalam segala hak milik perseorangan.173 Hal ini menyebabkan pemerintah Amerika Serikat mencurigainya, dan menuduh Robert Owen ikut melepaskan ajaran komunisme di Amerika Serikat, maka gagallah sudah upaya Robert Owen untuk mengembangkan

171

Robert Owen merasa optimis terhadap eksperimennya yang berdasarkan pada prinsip bahwa kerja manusialah yang harus dijadikan standar nilai. Setiap pekerja yang telah melakukan pekerjaan, maka berhak atas nilai kerja itu yang dapat•ditukar dengan barang-barang kebutuhan hidup seharga dengan nilai kerjanya. Ia kemudian menandaskan pada seluruh anggota masyarakat desa-desa koperasi yang membutuhkan barang-barang kebutuhan hidup maka harus bekerja. Hal inilah yang mendorong keberhasilan eksperimennya di New Lanark.

172 Harry W. Laidler, Social-Economic Movement, dikutip oleh Roeslan Abdulgani dalam Sosialisme Indonesia (Djakarta: Prapanca, Djanuari, 1964), hlm. 143.

173

Robert Owen berpendapat bahwa hak milik perseorangan itu sebagai segala tindakan manusia yang menyeleweng dari tats susila, menyebabkan adanya sumber kejahatan. Hak milik perseorangan menyebabkan seseorang memandang kepada sesame sebagai musuhnya, dan selalu merasa curiga terhadap teman-temannya.

ajaran sosialismenya di Amerika Serikat.

Pada permulaan abad XIX organisasi buruh yang bersifat internasional belum terbentuk. Serikat-serikat buruh di berbagai negara seperti di Inggris, Belgia, Prancis, Amerika Serikat sering kali mengeluarkan uang dan modal untuk memperjuangkan perbaikan nasib kaum buruhnya, dan belum adanya persatuan gerakan diantara negara-negara itu. Kondisi gerakan serikat buruh yang demikian ini menyebabkan gerakan serikat buruh mudah untuk dihancurkan oleh kekuatan manajemen.

Kedudukan kaum buruh di dalam dunia industrialiaasi sangat terancam, karena satu-satunya jalan bagi mereka untuk mendapatkan mata pencaharian hanyalah dengan menjual tenaganya kepada kaum pengusaha, itupun masih dengan syarat yaitu apabila tenaga tersebut harus dapat memberikan keuntungan bagi kaum pengusaha. Hal ini menyebabkan kaum buruh sadar terhadap kelasnya yang tertindas, sehingga mereka berusaha mengadakan perjuangan untuk memperbaiki nasibnya secara reformistis maupun prinsipil.174 Langkah yang ditempuh kaum buruh untuk merealiaasi usaha ini, maka diperlukan suatu wadah yang dapat menyatukan kaum buruh yang tidak terbatas pada suatu bangsa maupun negara tertentu, melainkan meliputi seluruh dunia.

Berbagai usaha yang ditempuh kaum buruh untuk membentuk suatu wadah yang dapat menyatukan kaum buruh di seluruh dunia, hal ini telah dirintis sejak tahun 1834 oleh Serikat Buruh Nantes yang menulis surat kepada Serikat Buruh London yang berisi sebagai berikut:

"Brothers and Friend! Do not let our Union be stopped by the seas or rivers that mark the boundaries of States. Let us put into communication ... all the great centers of industry in the world.175

Pada tahun 1838, Sekretaris Serikat Buruh London bernama William Lovett menanggapi surat tersebut dengan menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Address to the Work Classes of Europe". Di dalam buku itu ia menekankan kepada kaum buruh di seluruh dunia untuk bersatu ke dalam sebuah wadah yaitu organisasi buruh internasional, karena William Lovett percaya bahwa:

"Seeing that our oppressors are united ... why should not we unite in holy zeal to

174

Perjuangan kaum buruh untuk memperbaiki nasibnya bersifat reformistis, hanya mencakup pada perjuangan per-baikan nasib buruh dalam kehidupan sehari-hari, seperti: tuntutan upah layak, jam kerja singkat, kondisi pekerjaan sehat. Perjuangan bersifat prinsipil atau radikal maksudnya perjuangan yang bertujuan merobah susunan masyarakat sampai keakar-akarnya yaitu dari masyarakat kapitalis diganti dengan masyarakat sosialis dengan ditandai usaha perampasan segala alat-alat produksi dari kelas kapitalis untuk dijadikan milik bersama. Lihat S.K. Trimurti,

Perdjuangan Buruh (Djakarta: Widjaja, 1951),.hlm. 7-11.

show the injustice of war, the cruelty of despotism, and the misery it entails upon our species?”176

Gambar 8, William Lovett177

Gagasan-gagasan tentang pembentukan suatu wadah yang dapat menyatukan kaum buruh di seluruh dunia ini juga nampak pada sebuah buku yang ditulis oleh seorang sosialis Prancis bernama Flora Tristan dengan bukunya yang berjudul "L'Union Ouvriere" yang terbit pada tahun 1843. Ia di dalam buku itu menegaskan arti pentingnya persatuan seluruh kaum buruh di dunia untuk mendapatkan suatu keadilan di bidang politik maupun kekuatan-kekuatnn di bidang ekonomi. Buku itu terus terbit sampai edisi ke-3, dan telah beredar lebih dari 20.000 copies.178

Gambar 9, Flora Tristan179

Negara Inggris sebagai tempat kelahiran Revolusi Industri, sehingga negeri ini sering dikenal sebagai anak sulung industrialiaasi di Eropa. Keberhasilan Revolusi Industri di Inggris menyebabkan negara ini menjadi kaya, sehingga pada tahun 1860-an telah menjadi pusat perdagangan dunia, serta sebagai tempat yang subur bagi pertumbuhan liberaliame. Kondisi yang demikian ini mampu menciptakan kemantapan dalam pertumbuhan pergerakan serikat buruh di Inggris.180 Kemantapan telah dimiliki pergerakan serikat buruh di Inggris sejak tahun 1860-an, sehingga tampil ke muka Dewan Buruh London yang terbentuk pada tahun 1860 dengan mendapat dukungan dari para pelarian politik di London yang berhasil memprakarsai terbentuknya Serikat Buruh Internasional (Internasional I) pada 28 September 1864 di kota London.

176 Lewis L. Lorrain, The International Labor Movement (New York: Harper & Brothers Publiahers, 1953, hlm. 4.

177

http://www.google.co.id/WilliamLovett.html

178 Ibid., hlm. 5.

179

http://www.google.co.id/FloraTristan.html

180 Tahun 1832 kaum buruh bekerja sama dengan Partai Whig, kaum industrialis, kaum intelektual berhasil menuntut Raja William IV untuk mengesahkan Reform-Bill. Tahun 1833 kaum buruh berhasil menuntut pemerintah untuk mengesahkan Undang-Undang Buruh Anak-anak. Tahun 1834, kaum buruh berhasil menuntut pemerintah untuk mengesahkan Undang-undang Kemiskinan. Pergerakan serikat buruh di negara-negara Eropa lainnya sampai tahun 1860-an belum mantap, karena gerakannya ditekan oleh pemerintah setempat, dan pemerintah setempat sedang sibuk dalam urusan persatuan negaranya.

Internasional I sebagai wadah kaum buruh untuk membina persatuan kaum buruh di seluruh dunia, dan memelihara para anggotanya dengan memberikan informasi mengenai: penetapan jam kerja buruh, jumlah upah yang layak. Internasional I juga berusaha mengadakan penyelidikan kondiai sosial ekonomi kaum buruh di berbagai negara, serta memberikan pemecahan masalah dalam perselisihan bagi para anggotanya, membantu mencarikan pekerjaan bagi anggotanya, meningkatkan konsolidasi nasional kaum buruh pada tiap-tiap negara. Internasional I bermarkas besar di kota London, organisasi ini dalam melaksanakan tugas diserahkan kepada Majelis Umum yang anggotanya berasal dari tiap-tiap negara yang telah berafliasi ke dalam Internasional I.181

Keanggotaan yang terdapat di dalam Internasional I terdiri dari berbagai macam faham dengan pendirian yang berbeda-beda, dan semuanya ini menganggap dirinya sebagai sosialis. Serikat buruh di Italia di bawah pimpinan. Mazzini memandang bahwa gerakan Internasional I merupakan benih-benih masyarakat baru untuk mengembangkan republikanisme di Eropa.

Gambar 10, Mazzini182

Serikat buruh di Inggris di bawah pimpinan Odger menghendaki ger akan Int ernasi onal I i t u sebagai suat u gerakan yang ber dasar ka n pada per l uasan l i beral i a me di Eropa, da n me -nyandarkan gerakannya pada penerimaan industrial iaasi sebagai d a s a r s o s i a l , i n i b e r a r t i m e r e k a b e r s e d i a b e ke r j a s a m a d e n g a n kaum kapitalis.183 Odger j uga menekankan agar Internasional I menj auhi gerakan yang bersifat revolusi oner maupun ber bagai a k s i k e k e r a s a n d i d a l a m i n d u s t r i a l i s a s i s e p e r t i : a k s i p e m o gokan, pemboikotan, dan sebagainya, ka rena hanya akan merugikan dan menambah ke miskinan kaum buruh serta masyarakat pada umumnya.

S e r i k a t b u r u h d i J e r m a n y a n g t e l a h b e r a f i l i l n s i k e d a lam Internasional I menamakan dirinya sebagai kaum Marxis. Mereka menganggap gerakan Internasional I sebagai langkah per t a ma me n u j u p e r s at u a n S e r i ka t b u r u h d i s e l u ru h d u n i a yang berni-aksud untuk mencintakan pembaharuan masyarakat. Kaum Marxis beranggapan bahwa gerakan Internasional I sebagai organisasi politik yang gerakannya berdasarkan pada revolusioner p r o l e t a r i a t

181 G.D.H. Cole, A Short Hiatory of The British Working-Class Movement 1789-1947 (London: George Allen & Unwin LTD, 1963), hlm. 194.

182

http://www.google.co.id/Mazzini.html

d e n g a n d i t a n d a i r u n t u h n y a s i s t e m k a p i t a l i s m e , ke mu d i a n d i ga n t i ka n d e n ga n s i s t e m p e me r i n t a h a n d i kt a t o r kelas buruh, yang berdasarkan pada penghapusan pemilikan pribadi atas sarana produksi, dan digantikan dengan pemilikan bersama terhadap sarana produksi.184

Serikat buruh di Prancis di bawah pimpinan Louis Blanq menghendaki gerakan Internasional I sebagai usaha untuk mengembangkan kerja sama diantara kaum buruh di seluruh dunia yang berdasarkan pada emansipasi kaum buruh, sehingga akan tercipta suatu keadilan sosial di dalam masyarakat. Ia beranggapan bahwa penyebab utama segala kemiskinan dan penderitaan kaum buruh yaitu persaingan bebas yang terdapat di dalam masyarakat kapitalis. Persaingan yang dilakukan kaum pe-ngusaha yang satu dengan yang lainnya secara bebas hanya akan menimbulkan penurunan upah pada tingkat rendah, karena di dalam persaingan itu seorang pengusaha berusaha memperoleh produksi secara besar dengan beaya produksi serendah-rendahnya. Penurunan upah yang demikian ini akan menyengsarakan kehidupan kaum buruh. Louis Blanq menganjurkan perbaikan nasib kaum buruh

Dalam dokumen GERAKAN BURUH DI AMERIKA SERIKAT (Halaman 82-95)