• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi dan Taktik Federasi Buruh Amerika

Dalam dokumen GERAKAN BURUH DI AMERIKA SERIKAT (Halaman 56-72)

PERANAN FEDERASI BURUH AMERIKA DALAM GERAKAN BURUH

3.2 Strategi dan Taktik Federasi Buruh Amerika

Istilah strategi, apabila ditinjau secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu stratus berarti pasukan, dan agein berarti memimpin. Strategi berarti suatu hal memimpin pasukan, sedangkan yang dimaksud ilmu strategi yaitu ilmu tentang memimpin pasukan, ilmu peperangan, ilmunya para jendral. Dalam perkembangannya, pengertian dan ruang lingkup istilah strategi telah berkembang sesuai dengan kebutuhannya. Strategi berarti hal-hal yang berkenaan dengan cara, dan usaha untuk menguasai serta mendayagunakan segala sumber daya masyarakat untuk mencapai suatu tujuan.105

Istilah politik, strategi dan taktik, merupakan suatu konsep yang mempunyai., arti sendiri-sendiri dan mempunyai relasi yang sangat erat sekali. Relasi tersebut dapat diterangkan sebagai berikut: politik adalah serangkaian asas, prinsip, keadaan, cara dan alat yang digunakan oleh suatu kelompok atau individu untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan strategi merupakan suatu perhitungan mengenai rangkaian kebijaksanaan dan langkah-langkah dalam pelaksanaan untuk mencapai suatu tujuan. Pemilihan' secara prioritas dari langkah-langkah yang telah disusun dan dipersiapkan, disebut taktik.106

Federasi Buruh Amerika merupakan suatu organisasi buruh yang berbentuk Federasi, dan merupakan wadah kaum buruh sebagai tempat mengadu serta merupakan perwakilan kaum buruh untuk memperjuangkan hidupnya, sehingga organisasi ini dibebani tugas dan tanggung jawab untuk memperju-angkan perbaikan nasib para anggotanya. Perjuangan ini agar supaya dapat memperoleh hasil yang diharapkan, maka perlu menyusun strategi dan taktik yang tepat untuk menghadapi kaum pengusaha maupun pihak pemerintah. Keberhasilan pergerakan serikat buruh di Amerika Serikat di bawah pimpinan Federasi Buruh Amerika merupakan hasil dari sumbangan pemikiran Samuel Gompers dan beberapa tokoh Federasi Buruh Amerika lainnya, seperti: Adolph Strasser, P.J. Mc. Guire dalam penyusunan strategi dan taktik yang tepat untuk menghadapi kaum pengusaha maupun pemerintah.

Dalam membahas strategi Federasi Buruh Amerika, maka yang perlu mendapat perhatian lebih dahulu yaitu mencari informasi secara lengkap tentang identitas Samuel Gompers dan bagaimana pandangan hidupnya terhadap pergerakan serikat buruh di Amerika Serikat, karena ia seba gai peletak dasar strategi Federasi Buruh Amerika. Samuel Gompers lahir di kota London pada tanggal 27 Januari tahun 1850. Ia masih keturunan bangsa Yahudi dan berasal dari keluarga miskin. Ayahnya bernama Solomon Gompers berasal dari Jerman dan bekerja sebagai buruh pembuat cerutu. Kondisi sosial ekonomi orang tua yang miskin, membuat ia berhenti dari sekolah, sebab tidak ada biaya. Selama di London, ia pernah bekerja sebagai buruh tukang sepatu, dan karena tidak puas dengan pekerjaan itu, selanjutnya bekerja sebagai buruh tukang kayu. Pada tahun 1863 tepat ia berumur 13 tahun bersama keluarganya

105

Ali Moertopo, Strategi Kebudayaan (Jakarta: Centre for Strategic and International Studies, 1978), hlm. 7.

berimigrasi ke Amerika Serikat pada negara bagian New York, adapun tujuannya adalah untuk mengambil bagian dalam mencari kekayaan di dunia baru107.

Pekerjaan awal di daerah baru itu adalah buruh pembuat cerutu. Pada tahun 1864 Samuel Gompers mulai bergabung dalam keanggotaan serikat buruh pembuat cerutu lokal di kota New York. Bakatnya sebagai seorang pemimpin dengan ditopang kecerdasan berpikir dan keahlian berpidato, serta ketekunannya untuk memperjuangkan perbaikan nasib kaum buruh di Amerika Serikat, membuat prestasinya sangat baik dalam berbagai aktifitas organisasi buruh di Amerika Serikat. Samuel Gompers pada tahun 1876-1881 dipercaya menjabat sebagai presiden lokal No. 144 Serikat Buruh Pembuat Cerutu di kota New York yang berafiliasi ke dalam Serikat Buruh Pembuat Cerutu Internasional Amerika.

Sewaktu menjabat sebagai presiden lokal No. 144 Serikat Buruh Pembuat Cerutu, Samuel Gompers berkenalan dengan tokoh-tokoh sosialisme dari Serikat Buruh Pembuat Cerutu Internasional Amerika, seperti: Adolph Strasser, Edward Grosse, P.J. Mc. Guire, dan pernah belajar sosialisme ke Jerman.108 Pada tahun 1881-1886 Samuel Gompers duduk dalam komisi legialatif dari Federasi Serikat Buruh Industri dan Kerajinan Amerika Serikat dan Canada, kemudian pada tahun 1886-1894 terpilih sebagai presiden Federasi Buruh Amerika, namun pada tahun 1896-1924 ia terpilih kembali sebagai presiden Federasi Buruh Amerika. Pada tanggal 12 Desember tahun 1924 ia meninggal dunia, dan di makamkan di San Antonio, Texas.109

Pergerakan serikat buruh radikal di Amerika Serikat bertekat memberikan keyakinan kepada kelas buruh Amerika Serikat agar mampu menghancurkan kelas kapitalis dengan cara melakukan kampanye propaganda melalui perkataan maupun aksi kekerasan, misalnya dengan aksi-aksi pemogokan yang mengarah pada kegaduhan-kegaduhan, sehingga mengakibatkan banyak korban dari pihak buruh maupun polisi.110 Hal demikian ini mengakibatkan sebagian besar kaum buruh merasa berkecil hati dan membenci terhadap gerakan serikat buruh radikal, kemudian banyak kaum buruh keluar dari keanggotaan serikat buruh. Pergerakan serikat buruh radikal yang mempercayai perjuangan kelas tidak cocok dengan lapisan kelas buruh Amerika Serikat yang tidak mempunyai kesadaran kelas buruh, dan lebih mengutamakan kesadaran pekerjaan seperti: perbaikan upah, pengurangan jam kerja, perbaikan kondisi pekerjaan, karena kelas buruh di Amerika Serikat terpecah-pecah di antara kelompok ras, agama, bahasa, budaya. Kegagalan-kegagalan pergerakan serikat buruh radikal di Amerika Serikat, misalnya kegagalan aksi pemogokan pada Perusahaan Mesin Pengetam di Chicago maupun pada kerusuhan di Haymarket tahun

107

Concise Dictionary of Americana Biograpy (New York:Sribners Sons, tanpa tahun terbit), hlm. 350.

108 Aleine Austin, The Labor Story (New York: Conard, Mc.Cann, Inc, 1973), hlm. 110.

109 Philip Taft, op . cit., hlm. 116.

1886, ini semuanya dijadikan dasar pemikiran para pemimpin Federasi Buruh Amerika untuk menentukan strategi Federasi Buruh Amerika.

Para pemimpin Federasi Buruh Amerika mempunyai beban tugas dan tanggung jawab untuk memperjuangkan perbaikan nasib para anggotanya, sehingga mereka telah bersepakat untuk menentukan strategi Federasi Buruh Amerika yaitu menentang sosialisme atau gerakan serikat buruh radikal masuk ke dalam tubuh Federasi Buruh Amerika. Para pemimpin Federasi Buruh Amerika menolak sosialisme masuk kedalam organisasi tersebut dengan alasan bahwa sosialisme merupakan jenis ideologi impor dari luar negeri dan tidak cocok apabila dipraktekkan di Amerika Serikat, karena dipengaruhi oleh kondisinya yang berbeda, bahkan jenis ideologi sosialisme akan merintangi dan menodai pergerakan serikat buruh di Amerika.111

Federasi Buruh Amerika setelah menolak sosialisme, maka organisasi ini memilih kebijaksanaan yang lain yaitu menerima kelas kapitalis Amerika Serikat untuk dijadikan sebagai strategi perjuangan. Penerimaan kelas kapitalis ini, diharapkan untuk dapat diajak bekerja sama dalam membicara-kan masalah perjanjian kerja. Federasi Buruh Amerika memohon kepada kelas kapitalis agar wajib memberikan jaminan hak-hak buruh yang diwujudkan dalam perjanjian kerja, sehingga kaum buruh di Amerika Serikat dapat diperlakukan sebagai warga negara penuh dalam masyarakat kapitalis.

Federasi Buruh Amerika dalam usahanya menghadapi kaum pengusaha untuk memperjuangkan perbaikan kondisi sosial ekonomi para anggotanya, berdasarkan pada pandangan konservatif yang menolak pergerakan serikat buruh bersifat radikal, karena para pemimpin organisasi tersebut beranggapan bahwa radikalisme telah mengkonsentrasikan seluruh tenaga masyarakat untuk melawan pergerakan serikat buruh, sehingga akan melenyapkan pergerakan serikat buruh itu sendiri.112 Samuel Gompers dalam memperjuangkan perbaikan nasib para anggotanya yang berafiliasi ke dalam Federasi Buruh Amerika lebih cenderung untuk bekerja sama secara timbal balik dengan kaum kapitalis maupun pihak pemerintah Amerika Serikat melalui sistem upah yang didasarkan atas keyakinan Samuel Gompers seperti yang dikatakan dalam kutipan berikut ini:

We are living under the wage system, and so long as that lasts, it is our purpose to secure a continually larger share for labor .... It is our duty to live our lives as workers in the society in which we live, and not to work for the downfall or the destruction or the overthrow of that society, but for its fuller development and evolution.113

111

Aleine Austin, op. cit., hlm. 111.

112 Harvey Wasserman's, History of The United States, (Erennial Library & Rew, Publisher, 1972), hlm. 122.

113 Ibid.

Strategi lainnya dari Federasi Buruh Amerika yaitu dengan memberikan otonomi penuh kepada setiap serikat buruh di daerah-daerah yang telah berafiliasi ke dalamnya. Kebijaksanaan ini disesuaikan dengan lapisan kelas buruh di Amerika Serikat yang lebih menonjolkan sikap individualisme dalam bidang ekonomi, sehingga tujuan pokok organisasi ini adalah pada lapangan sosial ekonomis. Sedangkan kegiatan Federasi Buruh Amerika dalam lapangan politik hanya pada batas-batas konstitusi Amerika Serikat. Ia menggunakan aksi politik hanya untuk menghindarkan adanya campur tangan dari badan-badan pengadilan dalam perjuangan ekonomi, misal: masalah pembuatan undang-undang anti perburuhan.

Dasar strategi Federasi Buruh Amerika untuk menghadapi kaum pengusaha maupun pemerintah, meliputi: (1) dalam bidang ekonomi dengan slogan "dapatkan lebih banyak", maksudnya Federasi Buruh Amerika untuk menghadapi kaum pengusaha dalam mengadakan perjanjian kerja, kaum buruh diharapkan dapat memperoleh bagian yang lebih banyak dalam hal kenaikan upah, perbaikan jam kerja, perbaikan kondisi pekerjaan dan berbagai jaminan sosial lainnya, (2) dalam bidang politik dengan slogan "beri imbalan sahabatmu dan hukum musuhmu", maksudnya untuk merintangi pemerintah apabila tidak bersikap bersahabat kepada kaum buruh, dan dalam waktu tertentu kaum buruh bersedia bekerja sama atau mendukung pemerintah apabila pemerintah bersahabat kepada kaum buruh114.

Taktik yang digunakan Federasi Buruh Amerika untuk menghadapi kaum pengusaha yaitu dalam bentuk gerakan pengorganisasian. Cara yang demikian ini dianggab sebagai taktik serikat buruh, karena: (1) ancaman penggunaannya saja sudah cukup untuk membuat manajemen menyerah, (2) suatu gerakan berhasil, juga dapat membuat manajemen menyerah, (3) suatu gerakan pengorganisasian dapat merupakan bagian dari suatu kampanye yang besar untuk menentang kebijaksanaan manajemen yang dianggap merugikan kaum buruh.115 Federasi Buruh Amerika menggunakan taktik gerakan pengorganisasian, dimaksudkan untuk mengajak kepada seluruh kaum buruh yang belum terorganisasi maupun sudah terorganisasi untuk berafiliasi ke dalam Federasi Buruh Amerika.

Walaupun gerakan serikat buruh secara keseluruhan tidak meluas, namun gerakan pengorganisasian tetap merupakan salah satu bagian penting dari persenjataan serikat buruh. Gerakan pengorganisasian telah dilakukan dengan berhasil di kalangan buruh kantoran, pada industri-industri baru, di pabrik-pabrik tekstil di Amerika Serikat bagian Selatan dan di kalangan buruh pendatang. Memang salah satu ketegangan yang dihadapi konfederasi buruh timbul dari perasaan dalam kelompok-kelompok buruh tertentu bahwa konfederasi itu tidak melakukan cukup pengorganisasian. Akan tetapi, perluasan

114 David A. Shannon, Twentieth Century America; The United States since The 1890's (Chicago: Ran, M. Nally & Company, 1968), hlm-77-77.

besar-besaran terakhir serikat buruh terjadi memang pada tahun 1930-an dan 1940-an.

Sejarah organisasi suatu pabrik atau industri selalu unik. Sebagian pabrik diorganisasi dengan tindakan spontan para buruhnya sebagian dengan “serangan” sebuah serikat buruh perusahaan lain dan sebagian lagi hanya dengan usaha orang tenar. Namun bisa dikatakan tahap pertama dalam setiap gerakan pengorganisasian yang berhasil selalu sama yakni mencari sekumpulan buruh yang merasa frustasi, marah, terbuang dan terasing.116

Organisator di dalam serikat buruh berperan penting dalam banyak gerakan pengorganisasian, tetapi ia bekerja hanya berdasarkan adanya rasa tidak puas buruh yang selalu ada sampai tingkat tertentu. Organisator itu biasanya seorang anggota staf serikat buruh nasional. Akan tetapi konfederasi di beberapa negara bagian, bahkan juga beberapa serikat buruh lokal mempunyai organisator. Organisator itu biasanya orang berpengalaman luas di bidang itu. Ia adalah orang yang pekerja keras, banyak akal dan seorang pembicara yang baik; ia cukup paham tentang psikologi buruh Amerika Serikat. Sering kali organisator dipilih untuk mengorganisasi industry atau distrik tertentu karena pengetahuannya tentang idang-bidang khusus atau karena latar belakang ras, suku atau agamanya. Kemampuan si organisator berbahasa asing, atau mengacu kepada keturunan dan agama bersama, sangat penting bagi keberhasilan gerakan pengorganisasian. Jika organisator itu dipanggil setelah terjadi suatu pemogokan yang spontan atau setelah terbentuk suatu organisasi, maka pekerjaannya hanyalah membantu serikat buruh lokal yang baru itu untuk mendapatkan anggaran dasar, menjelaskan kepada para buruh itu tentang dasar-dasar prosedur serikat buruh dan mengusahakan supaya serikat buruh lokal itu mendapatkan pengakuan manajemen. Dalam banyak kasus, organisator itu datang sebelum terjadi suatu pemogokan, atau bahkan sebelum terbentuk suatu organisasi yang spontan. Dalam hal ini, organisator itu akan mulai dengan mempelajari kotanya dan memperkirakan sejauh mana pengaruh manajemen dalam komunitas itu. Ia akan berusaha menemukan para simpatisan dalam komunitas itu. Setelah pekerjaan pendahuluan itu selesai, organisator itu kemudian berupaya menemukan para buruh yang tidak puas di dalam pabrik yang hendak diorganisir untuk aksi pemogokan. Ia berusaha memperkirakan pengaruh orang-orang yang tidak sepakat tersebut di dalam pabrik dan berusaha memperkirakan jumlah dan kekuatan buruh yang loyal dengan manajemen. Jika ada peluang untuk melakukan aksi pemogokan, maka ia segera mengadakan rapat secara rahasia dengan orang-orang yang tidak puas. Suatu kampanye propaganda umum dimulai untuk menggerakkan lebih banyak lagi buruh, untuk mengatasi rasa takut dan mengisolasikan serta mendiskreditkan buruh-buruh yang berorientasi kepada manajemen.117

Pelaksanaan taktik dalam bentuk gerakan pengorganisasian melalui kampanye propaganda dalam bentuk peyebaran-penyebaran pamplet, penyelenggaraan berbagai rapat maupun dengan mengadakan

116 Ibid.

pidato-pidato. Pesan kampanye propaganda ini ditujukan kepada beberapa sikap atau keyakinan yang bia-sanya dijumpai pada kalangan buruh. Yang pertama adalah masalah ekonomis yang menyangkut janji-janji berbentuk penerimaan upah lebih besar, jam kerja lebih singkat, perbaikan kondisi pekerjaan. Yang kedua pesan kampanye propaganda ini juga ditujukan untuk memberi penjelasan-penjelasan kepada kaum buruh tentang kondisi sosial ekonomi kaum buruh yang buruk sebagai akibat eksploitasi kaum pengusaha. Yang ketiga, kampanye itu bertujuan untuk membina keyakinan para buruh; kampanye itu meminimalkan resiko dan menekankan pentingnya kekuasaan buruh. Cerita tentang pertempuran-pertempuran buruh yang berhasil disebarluaskan; pertempuran-pertempuran buruh dihubungkan dengan gerakan-gerakan bersejarah, misalnya pertempuran demi demokrasi atau perjuangan melawan totalitarianisme. Yang ke-empat, para buruh diusahakan dirangkul berdasarkan loyalitasnya kepada rekan-rekannya sesama buruh. Imbauan khusus dapat ditujukan kepada para pemimpin kelompok informal yang dimungkinkan bisa mempengaruhi seluruh kelompoknya. Akhirnya propagandis serikat buruh akan berusaha yang biasanya melalui pidato untuk member wadah kepada segala rasa permusuhan dan agresi terhadap manajemen. Organisator itu misalnya berusaha membangkitkan kemarahan buruh terhadap disiplin pabrik, terhadap tiadanya kekuasaan buruh, atau terhadap rendahnya status buruh. Kondisi kehidupan pabrik modern memberikan banyak kesematan kepada buruh untuk menjadi bosan, frustasi, benci dan bersikap bermusuhan. Organisator tersebut berusaha untuk menyalurkan kebencian ini terhadap citra “boss yang serakah dan sewenang-wenang,” terhadap “perusahaan yang tidak berperasaan.”118 Dalam hal tertentu serikat buruh akan berusaha untuk melakukan “penerobosan” yakni mempercepat arus massa untuk bergabung dengan serikat buruh. Saat yang menentukan dapat dicapai selama rapat serikat buruh yang diikuti suasana emosional. Kadang-kadang peristiwa yang mempercepat itu adalah tindakan manajemen seperti pemecatan terhadap seorang buruh, undang-undang yang telah diabaikan pada masa-masa “normal”. Begitu arus massa telah dimulai, makia serikat buruh itu mengorganisir mayoritas buruh dalam suatu pabrik dalam waktu yang sangat singkat (mungkin dalam beberapa hari saja).119 Begitu suatu mayoritas telah dirangkul atau hampir dirangkul, organisator bersama pengurus serikat buruh mendatangi manajemen dengan tuntutan agar mengakui tuntutannya. Menurut Undang-undang Taft-Hartley maupun Undang-undang Wagner, pemilihan harus diadakan untuk menentukan hak serikat buruh untuk mewakili para buruh dalam pabrik. Tetapi jika manajemen menggugat validitas serikat buruh bahwa ia telah merangkul mayoritas buruh, maka suatu perjuangan yang lama dan sengit mungkin diperlukan sebelum pengakuan itu dicapai. Menurut Undang-undang Taft-Hartley, manajemen berhak diadakan pemilihan. Jadi manajemen dapat menyelenggarakan pemilihan sewaktu-waktu apabila ia merasa bisa menang,

118

Ibid., hlm. 335.

barang kali sebelum gerakan buruh mendapatkan momentum.120 Gerakan pengorganisasian merupakan senjata serikat buruh yang kuat. Imbauan tentang kepentingan ekonomi, solideritas kelas, sentimen-sentimen yang berakar dalam yang berlangsung lama setelah gerakan organisasi itu sendiri berakhir dan serikat buruh itu menjadi bagian yang rutin dari kehidupan pabrik.

Taktik gerakan pengorganisasian tersebut ternyata berhasil dilaksanakan secara baik oleh Federasi Buruh Amerika, sehingga taktik ini dapat meruntuhkan kekuatan Para Ksatria Buruh yang merupakan saingan utama Federasi Buruh Amerika. Hal ini terbukti pada tahun 1886 merupakan puncak pertumbuhan Para Ksatria Buruh yang beranggotakan 700.000 orang, kemudian tahun 1894 anggotanya tinggal 75.000 orang, dan tahun 1917 Para Ksatria Buruh telah lenyap. Tahun 1886 merupakan masa kelahiran Federasi Buruh Amerika yang beranggotakan 138.006 orang, tahun 1890 anggotanya bertambah menjadi 225.000 jiwa, dan pada tahun 1894 anggotanya bertambah menjadi 275.000.

Federasi Buruh Amerika dalam menghadapi kaum pengusaha untuk memperjuangkan perbaikan sosial ekonomi anggotanya dengan menggunakan taktik boikot. Ada tiga jenis aksi boikot. Yang pertama dikenal sebagai aksi boikot utama. Taktik boikot jenis ini merupakan suatu kesepakatan bersama kaum buruh pada salah satu perusahaan atau meliputi berbagai perusahaan, dan bahkan meliputi masyarakat umum dalam mengadakan aksi dengan tidak membeli barang-barang yang mereka produksi. Tentu saja aksi ini cukup efektif apabila para buruh atau bahkan masyarakat umum telah mengkonsumsikan barang-barang tersebut dalam jumlah yang cukup besar.121 Taktik aksi boikot yang kedua dikenal sebagai aksi boikot umum. Aksi jenis boikot umum bukan saja meliputi para buruh suatu perusahaan, tetapi juga buruh perusahaan lain, serikat buruh lain atau bahkan masyarakat umum. Kebijakan “ label serikat buruh” dari Federasi Buruh Amerika (kebijakan untuk mendesak para anggota serikat buruh atau bahkan masyarakat umum untuk membeli barang-barang yang hanya diberi label serikat buruh) adalah bentuk boikot jenis yang kedua. Jenis boikot yang ketiga adalah para buruh tidak mau mengerjakan barang-barang yang dibuat dalam bengkel yang “tidak wajar” atau apabila di situ ada pemogokan. Bentuk boikot ini dalam beberapa segi mirip dengan aksi pemogokan.122 Aksi boikot muncul karena kaum buruh merasa tidak puas dengan kondisi sosial ekonominya sebagai akibat eksploitasi kaum pengusaha dalam bentuk: upah rendah, jam kerja panjang, kondisi pekerjaan tidak sehat. Bentuk taktik semacam ini diharapkan dapat memaksa kaum pengusaha untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi kaum buruh. Pada tahun-tahun awal (1880-an) Federasi Buruh Amerika menghimnbau para anggotanya untuk menggunakan senjata boikot. Namun sejak tahun 1900 organisasi ini mulai tidak menggunakan aksi bokot untuk melawan kaum pengusaha. Berkurangnya intensitas penggunaan aksi boikot disebagian

120

Ibid., hlm. 336.

121Ibid., hlm. 336.

disebabkan oleh sulitnya mempersatukan tindakan konsumen dalam jumlah yang besar yang sama sekali bukan anggota serikat buruh atau yang bersimpati kepada serikat buruh, oleh banyaknya undang-undang negara bagian yang melarangnya daan ketetapan-ketetapan negara bagian dan pengadilan federal yang tidak mendukung. Menurut Undang-undang Taft-Hartley, surat keputusan tentang melarang boikot bisa diberikan. Akan tetapi, para anggota serikat buruh dan orang yang bersimpati dengan gerakan buruh bisa mengadakan aksi boikot informal terhadap perusahaan yang mempunyai kebijakan anti-buruh.123

Taktik sabotase juga digunakan senjata kaum buruh untuk menghadapi kekuatan manajemen. Sabotase meliputi penghancuran mesin-mesin atau barang-barang. Sabotase juga dapat dilakukan kaum buruh melalui cara mengerjakan tugas secara sembarangan, membuat barang-barang yang tidak cocok dengan modenya. Suatu contoh sabotase dari jenis ini adalah membuat lubang kancing baju yang tidak sesuai besarnya. Sulit memperkirakan sejauh mana sekarang ini dilakukan sabotase; dalam kenyataannya sulit menentukan apakah kerusakan mesin-mesin atau barang-barang sebagai akibat tindakan sabotase. Sabotase yang digunakan di masa lalu kadang kala sebagai ungkapan rasa tidak puas kelompok orang-orang tertentu, kadang kala digunakan sebagai kampanye bersama. Sabotase sering menyertai aksi pemogokan dan digunakan sebagai senjata tambahan. Kadang-kadang para anggota serikat buruh mengambil-alih pekerjaan sebagai pengganti para pemogok dengan maksud untuk melakukan sabotase. Namun demikian, sabotase mempunyai beberapa kelemahan sebagai taktik. Ia jarang bisa digunakan secara kolektif yang dalam analisa terakhir memenangkan perselisihan manajemen buruh. Pihak manajemen merusak naluri kecakapan kerja para buruh. Masyarakat umum mencela sabotase, khususnya apabila membahayakan keselamatan umum.124

Kaum buruh Amerika Serikat menggunakan slowdown (Menghambat Kerja) sebagai senjata untuk melawan kekuatan manajemen . Dalam slowdown pekerjaan tetap berjalan tetapi seperti kecepatan siput. Efek taktik ini sama saja dengan efek pemogokan duduk. Memperkirakan keefektifan slowdown juga sulit. Taktik seperti ini tidak bisa dimasukkan ke dalam statistik. Para buruh yang tidak diorganisirpun dapat melakukan slowdown kecil-kecilan melalui kelompok informal, ada dugaan bahwa slowdown banyak dilakukan. Suatu yang menarik dari taktik semacam ini walaupun termasuk yang jarang digunakan di

Dalam dokumen GERAKAN BURUH DI AMERIKA SERIKAT (Halaman 56-72)