• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASARN TEORI

A. Landasan Teori

5. Sertifikasi

a. Pengertian Sertifikasi Pembimbing manasik haji Sertifikasi Pembimbing haji adalah proses penilaian dan pengakuan pemerintah atas Kemampuan dan keterampilan sesorang untuk melakukan bimbingan haji secara profesiioonal.16

Sesuai dengan surat keputusan Direktur Jendral Penyelenggaraan Haji & Umroh Nomor D/127/2016, dalam bab 1 pasal 1 poin 5 yang menyebutkan bahwa bahwa sertifikasi adalah proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama

16Kementerian Agama RI, Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah, ―Pedoman Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji { Jakarta:Direktorat Bina Haji Ditjen PHU, 2017}. HAL.13.

bekerjasama dengan fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang memiliki prodi Manajemen Haji dan Umrah17

pemberian sertifikat pembimbing manasik haji dengan melalui proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam yang ditunjuk oleh kementerian agama . Sehingga melalui proses kegiatan ini, pembimbing manasik diakui kredibilitasnya dalam bidang bimbingan manasik18 haji & umroh.

b. Pembimbing Manasik Haji

Pembimbing manasik haji terdiri dari tiga kata yakni: pembimbing, manasik dan haji. Istilah pembimbing menurut kamus bahas Indonesia berasal dari kata bimbing dengan imbuhan kata depan pe- yang artinya orang atau pelaku pembimbing. 19 Artinya seseorang yang melakukanbimbingan terhadap orang lain dalam suatu proses kegiatan atau pembelajaran. Karena menurut Nana Syaodah dalam landasan psikologi proses pendidikan, bimbingan merupakan suatu usaha untuk membantu

17 Kementerian Agama RI, Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umrah, ―Pedoman Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji { Jakarta:Direktorat Bina Haji Ditjen PHU, 2017}. HAL.13.

18 Abdul Choliq, Pedoman Sertifikasi Penyuluhan dan Pembimbing Manasik Haji Provinsi Banten Tahun 2015, (Serang: 2015).

19Poerwodarminto. Kamus Bahasa Indonesia. (Jakarta : Balai Pustaka, 2015). hal. 152

perkembangan individu secara optimal yang diberikan dalam situasiyang bersifat demokratis bukan situasi otoriter.20 Artinya peserta juga ikut andil dan berperan dalam proses pembelajaran dan berhak untuk berargumen.

Oleh karena itu, peran pembimbing dalam kegiatan belajar sangat penting, khususnya dalam pembelajaran orang dewasa. Hal ini dikarenakan selain pembimbing menjadi seorang pamong belajar tapi juga berusaha bertindak sebagai warga kelompok belajar. Agar proses belajar berjalan dengan efektif sehingga mampu menciptakan suasana belajar yang memberikan peserta didik kesempatan mengembangkan diri dan pemikirannya.

Kemudian kata manasik berasal dari bentuk jamak yang artinya tata cara ibadah.secara istilah menurut Hrahap Sumuran menernagkan bahwa manasik adalah tata cara pelaksanaan ibadah haji atau hal-hal peribadatan yang berkaitan dengan ibadah haji : melaksanakan ihram dan miqat yang telah ditentukan, thawaf, sa‘I, wukuf di arafah, manit dimuzdalifah, melempar jumrah dan lain sebagainya.21

Sementara haji secara etimologi berasal dari bahasa arab yang artinya menyengaja, menuju dan mengunjungi.

Sementara secara istilah haji adalah mengunjungi Mekkah

20Abdul Choliq. Tugas, Fungsi dan Metodologi Pembimbing Manasik Haji. (Jakarta : PT. Elex Media Komputindo, 2015). hal.9

21Harahap Sumuran. Kamus Istilah Haji dan Umrah. (Jakarta : Mitra Abadi Press, 2017). hal. 62

untuk mengerjakan ibadah tawaf, sa‘I, wukuf di Arafah, dan ibadah-ibadah lain untuk memenuhi perintah Allah dan mengharapkan keridhoannya.22 Jadi manasik haji adalah tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan buku paket bimbingan manasik dan perjalanan haji yang dikeluarkan oleh Kementrian Agama.23

Dengan demikian bahwa pembimbing manasik haji adalah warga Negara Indonesia yang beragama Islam, memiliki kemampuan pengetahuan dan teknis di bidang bimbingan manasik haji.24 Sehingga pembimbing mampu menjadi pembimbing manasik haji yang profesional.

Dimana permasalahan-permasalahan yang mungkin saja terjadi bisa diatasi dengan sebaik mungkin. Apabila dengan persoalan-persoalan yang semakin dinamis, disini pembimbing harus terus dapat mengupdate serta mengkaji keilmuan yang lebih mendalam untuk mengatasi persoalan dan permasalhan yang ada.

Pembimbing manasik haji mempunyai tugas pokok untuk melakukan bimbingan serta mengenalkan keseluruhan manasik haji kepada seluruh calon jemaah haji. Pembimbing haji selain menjadi calon jemaah yang mandiri, artinya calon jemaah haji tidak banyak menggantungkan diri dengan pembimbing dan berusaha

22Muhammad Najmuddin. Masalah Haji (Solo : Tiga Serangkai, 2015).

hal. 54

23Abdul Choliq. Tugas, Fungsi dan Metodologi Pembimbing…. hal. 3

24Abdul Choliq. Tugas, Fungsi dan Metodologi Pembimbing…. hal. 3

untuk menggantungkan diri pada diri sendiri dalam banyak hal. Oleh karena itu, seorang pembimbing harus memenuhi syarat-syarat berikut :

a. Menguasai fikih menasik secara benar serta dapat mempraktikannya, artinya selain mahir dalam keilmuan fiqih secara teoritis tapi juga mampu meragakan dengan jelas teori dan materi tersebut.

b. Menguasai ilmu mendidik, artinya seorang pembimbing juga harus mempunyai strategi pembelajaran terhadap orang dewasa khususnya, bagaimana cara agar pesan dalam proses bimbingan tersebut sampai kepada jemaah.

c. Menguasai ilmu kepemimpinan, artinya seorang pembimbing harus mampu berperan sebagai pemimpin dalam pelaksanaan ibadah haji untuk mengarahkan dan mengayomi jemaah.

d. Menguasai bahasa yang dibutuhkan, artinya pembimbing harus bisa berkomunikasi dengan bahasa yang digunakan pada daerah tersebut agar mudah dalam segala halnya.

e. Menguasai psikologi atau perkembangan jiwa peserta calon jemaah haji25

Jadi, pelatihan sertifikasi kepada pembimbing manasik haji merupakan proses pembelajaran jangka pendek untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia

25Abdul Choliq. Tugas, Fungsi dan Metodologi Pembimbing…. hal. 11

dengan memberikan sertifikasi profesional kepada pembimbing manasik haji. Karena sebuah pelatihan belum tentu disertakan dengan pemberian sertifikasi profesional, tapi sertifikasi profesional itu sudah pasti disertai dengan proses pelatihannya. Dengan demikian profesi pembimbing manasik mempunyai legalitas dalam melakukan bimbingan manasik kepada calon jemaah haji.

c. Pengertian Haji & Umrah

Kata haji yang bearti datang atau berkunjung. Dalam Islam maknanya ―melakukan ibadah haji‖, yaitu daang ke Baitullah dan melakukan ibadah-ibadah tertentu di sana, dimulai dari berpakaian ihram, lalu berdiam (wuquf) di Arafah, dilanjutkan dengan melontar jumrah di Mita, taraf, kemudian sa‟i dan di akhiri dengan mencukur rambut (tahallul).26

Ibadah haji memiliki beberapa keunikan. Pertama, ibadah ini hanya bisa dilaksanakan di tempat dan pada masa yang telah ditentukan. Kedua, jika syahadat merupakan ibadah lisan, puasa merupakan ibadah fisik, zakat merupakan ibadah harta, dan salat merubapakan ibadah gerakan fisik dan lisan, tetapi ibadah haji merupakan gabungan dari berbagai ibadah tersebut, yaitu mencakup ibadah harta, gerakan fisik dan lisan.

Ketiga, ibadah haji banyak mengandung simbol-simbol yang setiap jama‘ah haji sebaiknya mampu menangkap

26Abdul Choliq. Tugas, Fungsi dan Metodologi Pembimbing…. hal. 25

simbol tersebut sehingga ia mampu menangkap esensi pelaksanaan ibadah haji. Keempat, ibadah ini banyak mengandung unsur-unsur pendidikan yang akan membawa seorang muslim ke arah kesempurnaan iman dalam menumbuhkan rasa kecintaan kepada Rasullah saw, dan para sahabat beliau, karena temat-tempat yang dikunjungi dalam pelaksanaan ibadah haji adalah tempat-tempat yang menjadi awal pertumbuhan Islam.

Sedangkan Umrah Dilihat dari segi bahasa, umrah memiliki arti ―ziyarah dan meramaikan‖, meramaikan tempat tertentu. Dalam bahasa Indonesia, terdapat istilah ―makmur‖

dan ―takmir‖ (masjid). Makmur dalam arti negara yang ramai oleh berbagai sumber daya dan bisa mensejahterahkan rakyatnya. Takmir masjid berarti usaha panitia untuk membuat masjid ramai oleh kegiatan-kegiatan yang positif dan banyak mendapat kunjungan jamaahnya.27

Sedangkan menurut Undang-undang Nomor 8 Tahun 2019 Pasal 1 Ayat 2 Ibadah Umrah adalah berkunjung ke Baitullah di luar musim haji dengan niat melaksanakan umrah yang dilanjutkan dengan melakukan tawaf, sai, dan tahalul.

Pelaksanaan ibadah umrah di zaman Ibnuz Zubair melakukan umrah beberapa tahun, setiap tahun dua kali umrah. Sedangkan Aisyah isteri Rasulullah menurut Al Qasim

27Harahap Sumuran. Kamus Istilah Haji dan Umrah……….. hal. 65

berumrah dalam setahun tiga kali, dan tidak seorang pun mencelanya.

Umrah adalah mengunjungi ka‘bah dengan serangkaian ibadah khusus di sekitarnya. Pelaksanaan umrah tidak terikat dengan miqat zamani dengan arti ia dapat dilakukan kapan saja, termasuk pada musim jahi. Perbedaannya dengan haji ialah bahwa padanya tidak ada wuquf di Arafah, berhenti di Muzdalifah, melempar jumrah dan menginap di Mina. Dengan demikian, umrah merupakan haji dalam bentuknya yang lebih sederhana, sehingga sering umrah itu disebut dengan haji kecil.

Nabi Muhammad SAW sendiri menuru riwayat Ibnu Abbas melakukan umrah empat kali yaitu Umrah Hudaibiyah, Umrah Qadha, Umrah dari Ji‟ronah dan yang keempat umrah beliau yang bersama ibadah hajinya. Demikian riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah.28

d. Pengertian Sertifikasi Pembimbing Haji

Pengertian sertifikasi pembimbing haji merupaka29n kegiatan upaya menemukan dan menentukan pembimbing haji yang kompeten dan profesional dengan memiliki keunggulan kompetitif dibanding kandidat tanpa sertifikat, memiliki potensi keilmuan, pengetahuan serta wawasan

28Zakiah Darajat. Ilmu Fiqih. (Yogyakarta : PT. Dhana Bhakti Wakaf, 2015).

hal. 380

29 Soedijarto. Ilmu & Aplikasi Kehidupan. PT Imtima, 2007. Hlm 463

sehingga mampu memastikan kompetensi kemampuan seseorang yang telah didapatkan melalui pelatihan sertifikasi. Dengan adanya Pelatihan kegiatan untuk pembentukan profesionalitas individu yang memerlukan pengalaman khusus dengan unsur – unsur komponen dalam pelatihan mengenai pengetahuan, lingkungan, sarana, proses pembelajaran serta tujuannya.

e. Unsur – unsur Sertifikasi Pembimbing Haji Pelatihan Sertifikasi pembimbing Haji memeiliki ketentuan unsur – unsur ranah kompetensi30 nya ialah:

1) Kompetensi Kognitif ialah pemahaman terhadap manasik haji dan segala rangkaiannya 2) Kompetensi Leadership yakni kompetensi kepemimpinan menjadi sangat penting dengan kompetensi manajerial, mengelola administrasi dan taktis praktis.

3) Kompetensi Sosial yakni mencakup konsepsi team work yang solid dengan mampu membangun solidaritas, membangun empati sosial anatar individu dan kelompok,

30 Departemen Agama Kantor wilayah kementerian agama provinsi nusa tenggara barat. Apa itu sertifikasi pembimbing manasik haji.

https://ntb.kemenag.go.id/baca/1577191680/apa-itu-sertifikasi-pembimbing-manasik-haji#. Diakses Pada tanggal 24 Desember 2019 pukul 19 : 48.

membangun sinergi dengan pihak – pihak terkait.

4) Kompetensi Komunikatif yakni bahasa percakapan selama di tanah suci dengan materi

percakapan bahasa arab

(popoler/pasaran),percakapan bahasa inggris dan bahasa indonesia yang baik sederhana, dan benar untuk pengucapan serta kalimat yang sangat diperlukan karena setiap saat komunikatif dengan bahasa percakapan selama di tanah suci.

Dokumen terkait