• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pengendalian Internal

Dalam dokumen AR Mandiri Indonesia 2015 (Halaman 183-186)

Seiring dengan perkembangan usaha yang terus tumbuh, AXA Mandiri memandang perlu meningkatkan pengendalian internal secara menyeluruh dan terintegrasi melalui pengembangan sistem dan prosedur yang aplikatif dan mencegah terjadinya fraud.

Fungsi pelaksanaan pengendalian internal dilakukan oleh Direksi melalui Unit Internal Audit. Sedangkan

Satuan Kerja Kepatuhan bertanggung jawab untuk memberikan saran kepada perusahaan dalam pelaksanaan proses dan prosedur yang dirancang untuk memastikan kepatuhan terhadap:

(i) Undang-undang dan peraturan yang berlaku didalam menjalankan kegiatan usaha;

(ii) Peraturan, praktek usaha dan standar perilaku yang baik yang ditetapkan oleh regulator jasa keuangan dan organisasi profesi; dan

(iii) Ketentuan internal perusahaan.

fungsi pengawasan dan penasihatan telah dilakukan oleh Dewan Komisaris terkait dengan proses kecukupan dan kewajaran dalam penyusunan laporan keuangan, pengelolaan risiko dengan memperhatikan prinsip-prinsip kehati-hatian yang dibantu oleh Komite Audit serta Komite Pemantau Risiko.

disampaikan secara tertulis, memuat identitas pelapor, memuat informasi yang memberikan petunjuk mengenai jenis pelanggaran sebagaimana yang telah

ditentukan dan Informasi pengaduan harus didukung dengan bukti-bukti yang cukup dan dapat diandalkan sebagai data awal untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penerapan Fungsi Audit Internal

Internal Audit AXA Mandiri membantu manajemen melindungi aset, reputasi dan keberlangsungan perusahaan dengan memberikan keyakinan yang objektif dan independen, yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan operasional perusahaan. Internal Audit AXA Mandiri membantu perusahaan mencapai tujuannya melalui pendekatan yang sistematis dan teratur untuk mengevalusi efektivitas manajemen risiko, pengendalian risiko dan proses tata kelola perusahaan.

Dalam pelaksanaan tugas, internal audit AXA Mandiri telah memiliki Internal Audit Charter yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan diratiikasi oleh Direksi yang menjadi dasar dan panduan pelaksanaan kegiatan Audit Internal. Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika Perusahaan, Internal Audit Charter direview secara berkala.

Penerapan Manajemen Risiko

Kompleksnya risiko kegiatan usaha asuransi baik dari segi transaksi dan perkembangan regulasi serta teknologi menuntut setiap perusahaan asuransi untuk meningkatkan penerapan manajemen risiko yang handal sebagai bagian dari sistem pengendalian intern untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

AXA Mandiri sebagai perusahaan joint venture mengadopsi dan mengembangkan pengelolaan risiko yang dimiliki oleh AXA Group dan Bank Mandiri dengan menerapkan konsep pengelolaan risiko yang dikenal dengan istilah ‘Three lines of defense’. Konsep tersebut mengkonsolidasi tiga lapis pertahanan dalam fungsi organisasi di AXA Mandiri, yang meliputi:

1. Garis pertahanan pertama, yakni pihak Manajemen dan Karyawan yang bertanggung dalam mengelola risiko usaha dalam kegiatan sehari-hari;

2. Garis pertahanan kedua, yakni Unit Manajemen Risiko dan Kepatuhan yang bertanggung jawab atas pengelolaan semua risiko di tingkat Perusahaan, memastikan penerapan kerangka kerja kepatuhan, serta pemantauan terhadap proses-proses kerja; dan

3. Garis pertahanan ketiga, yakni Audit Internal yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa disain dan implementasi manajemen risiko perusahaan sudah sesuai dengan arahan dan kebijakan AXA Group.

Pengelolaan risiko AXA Mandiri mengacu pada suatu kebijakan dan pedoman Manajemen Risiko

yang disusun dengan tujuan untuk memastikan risiko-risiko yang timbul dalam kegiatan usaha agar dapat diidentifikasi, diukur, dikelola dan dievaluasi, sehingga pada akhirnya dapat memberi manfaat berupa peningkatan kepercayaan para pengambil keputusan, pelaksana operasional maupun pemangku kepentingan Perusahaan. Kebijakan dan pedoman Manajemen Risiko telah ditetapkan berdasarkan keputusan Komite Risiko.

Fokus Manajemen Risiko Tahun 2015

Pada tahun 2015, AXA mandiri melanjutkan program tahun sebelumnya dengan lebih meningkatkan efektiitas penerapan manajemen risiko di semua unit kerja, meningkatkan intensitas risk awareness dan penerapan pedoman manajemen risiko yang telah disusun pada tahun sebelumnya. Adapun program manajemen risiko tahun 2015 lebih difokuskan pada : 1. Kebijakan pengelolaan risiko

2. Kebijakan investasi

3. Kebijakan penerimaan pertanggungan baru 4. Kebijakan penyelesaian klaim

Proil Risiko Perusahaan

Pada tahun 2015, AXA Mandiri melakukan evaluasi kebijakan-kebijakan strategis yang telah ditetapkan pada tahun sebelumnya untuk lebih mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin terjadi dan dapat memberikan dampak bagi Perusahaan. Tujuan dibentuknya proil risiko adalah:

Adapun isi dari Internal Audit Charter mencakup misi, independensi dan lini pelaporan, model tata kelola korporasi, ruang lingkup pekerjaan, akuntabilitas, tanggung jawab, kewenangan dan standar praktik audit.

Selama tahun 2015, pengelolaan pelaporan pengaduan yang dikelola oleh Internal Audit adalah sebanyak 2 (dua) laporan. Pelanggaran yang dilakukan selama tahun 2015 masih dalam batas kewajaran atau bukan dalam kategori fraud yang tidak berdampak secara signiikan terhadap kinerja Perusahaan secara keseluruhan.

- Sebagai risk identiication terhadap hal-hal yang berpotensi menyebabkan tercapai/tidak tercapainya target yang direncanakan

- Sebagai prediksi probabilitas terjadinya risiko tersebut dan prediksi inancial impact terhadap RKAP 2015 jika benar-benar terjadi

- Sebagai bahan penyusunan mitigasi risiko untuk mencegah agar tidak terjadi dan atau mengurangi dampak dari risiko apabila risiko benar-benar terjadi.

Profil Risiko di AXA Mandiri terdiri dari 4 (empat) risiko utama yaitu Risiko Finansial, Risiko Asuransi, Risiko Operasional dan Risiko Lainnya(termasuk risiko strategis & reputasi)

Pelaporan Proil Risiko Perusahaan

AXA Mandiri sebagai anak perusahaan Bank Mandiri diharuskan menyusun Laporan Profil Risiko untuk dikonsolidasikan dalam Laporan Profil Risiko terintegrasi Bank Mandiri sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan yang mewajibkan pelaporan profil risiko secara terintegrasi bagi bank umum yang memiliki perusahaan anak.

Setiap triwulan, AXA Mandiri menyampaikan Laporan Profil Risiko kepada Bank Mandiri untuk dikonsolidasikan dan disinkronisasikan. Selain penyampaian laporan dimaksud setiap triwulanan juga dilaksanakan Forum Integreted Risk Commiittee (FIRC) sebagai sarana pembahasan dan menindaklanjuti

rencana kerja yang disepakati sebelumnya. Dalam pelaksanaannya FIRC juga sebagai sarana untuk memberikan kesempatan bagi Bank Mandiri dan perusahaan anak untuk menjelaskan Laporan Proil Risiko yang telah disampaikan.

Evaluasi Atas Efektivitas Sistem Manajemen Risiko

Evaluasi atas penerapan sistem manajemen risiko di AXA Mandiri dilakukan secara berkala melalui Forum Integreted Risk Commiittee (FIRC) yang memberikan kesempatan bagi Bank Mandiri dan perusahaan anak untuk menyampaikan penjelasan atas Laporan Proil Risiko, sarana tukar pikiran, dan menindaklanjuti rencana kerja yang disepakati sebelumnya.

No. Identiikasi Risiko Penjelasan

Risiko Finansial Risiko Asuransi Risiko Operasional Risiko Lainnya 1 2 3 4

Risiko Finansial termasuk;

Risiko Pasar Risiko Kredit Risiko Likuiditas

Risiko ini mencakup risiko life insurance dan risiko P&C Insurance. Mengenai risiko P&C insurance, dibagi menjadi 3 kategori:

Premium Risk Reserve Risk Catastrophe Risk

Risiko Operasional merupakan risiko yang muncul dari ketidakcukupan atau kegagalan proses internal, sumber daya manusia atau system atau dari peristiwa eksternal.

Risiko lainnya mencakup risiko strategis dan risiko terhadap peraturan, termasuk risiko reputasi. Penjelasan Proil Risiko dijelaskan dalam tabel berikut:

Dalam dokumen AR Mandiri Indonesia 2015 (Halaman 183-186)

Dokumen terkait