STANDAR PENELITIAN
3.4. Standar Penelitian
3.4.4. Standar Pelaksana Penelitian
Pernyataan Standar Strategi Pencapaian Standar Indikator Kinerja Utama Indikator Kinerja Tambahan 1. Dosen dan Mahasiswa
sebagai pelaksana penelitian wajib memiliki kemampuan tingkat penguasaan metodologi penelitian yang sesuai dengan bidang keilmuan, objek penelitian, serta tingkat kerumitan dan tingkat kedalaman penelitian.
2. Kemampuan Dosen sebagai peneliti yang
akan melakukan
penelitian harus ditentukan berdasarkan:
a. kualifikasi akademik;
dan
1. LP2M melakukan
pengkajian terhadap topik/tema penelitian yang dilakukan oleh Dosen yang harus disesuaikan dengan bidang Ilmu Dosen.
2. LP2M menyediakan skema hibah penelitian sesuai dengan kualifikasi akademik dan track record penelitian Dosen.
3. Dosen pembimbing skripsi/tugas akhir melaksanakan
pembimbingan metodologi penelitian kepada mahasiswa bimbingannya untuk meningkatkan
1. Seluruh topik/tema penelitian yang dilakukan oleh Dosen memiliki kesesuaian dengan bidang ilmu Dosen.
2. Seluruh penelitian terakomodasi dalam skema penelitian yang disediakan oleh LP2M.
3. Penelitian yang dilaksanakan mahasiswa telah sesuai dengan metodologi penelitian pada bidang keilmuannya sehingga kualifikasi akademik mahasiswa meningkat.
1. Pelaksana penelitian/
peneliti dosen
melaksanakan penelitian sesuai dengan bidang kajian peneliti
2. Pelaksana penelitian/
peneliti mahasiswa telah menguasai metodologi penelitian pada bidang keilmuannya
b. track record hasil penelitian.
3. Kemampuan Mahasiswa sebagai pelaksana penelitian yang akanmelakukan
penelitian untuk Skripsi harus ditentukan berdasarkan kualifikasi akademik.
4. Kemampuan penelitian Dosen dan Mahasiswa dapat digunakan untuk menentukan kewenangan melaksanakan penelitian.
kualifikasi akademik mahasiswa bimbingannya.
i. Standar Sarana dan Prasarana Penelitian
Pernyataan Standar Strategi Pencapaian Standar Indikator Kinerja Utama Indikator Kinerja Tambahan 1. Universitas, Fakultas,
LP2M, dan/atau Program Studi harus menyediakan sarana danprasarana yang dapat digunakan untuk melaksanakan proses penelitian paling sedikit yang terkait dengan bidang ilmu program studi.
2. Sarana dan prasarana penelitian sebagai fasilitas universitas
harus dapat
dimanfaatkan juga
untuk proses
pembelajaran dan
1. Pimpinan Universitas menyelenggarakan tersedianya sarana dan prasarana pendukung kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang memenuhi standar mutu.
2. Peningkatan jumlah dan kualitas sarana dan prasaran penunjang penelitian
3. Pencarian dana hibah untuk peningkatan sarana dan prasaran penunjang penelitian.
1. Seluruh Program Studi memiliki prasarana dan sarana penelitian.
2. Seluruh sarana dan prasarana penelitian program studi memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan peneliti, masyarakat, dan lingkungan.
1. Sarana dan prasaran penelitian mudah diakses oleh peneliti serta memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan peneliti, masyarakat, dan lingkungan.
2. Upaya peningkatan Sarana dan Prasarana Penelitian tertuang dalam rencana strategis, rencana operasional, dan rencana kegiatan anggaran tahunan universitas.
3. Kecukupan dan Aksesibilitas Sarana Penelitian. Kecukupan sarana terlihat dari
ketersediaan, kemutakhiran,
kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
3. Sarana dan prasarana penelitian harus memenuhi standar mutu, keselamatan kerja, kesehatan, kenyamanan, dan keamanan peneliti, masyarakat, dan lingkungan.
kesiapgunaan fasilitas dan peralatan untuk penelitian.
Sarana pembelajaran yang digunakan oleh program studi yang dilengkapi dengan informasi mengenai kecukupan dan
aksesibilitasnya bagi dosen dan mahasiswa.
4. Kecukupan dan Aksesibilitas Sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang dimanfaatkan oleh UPPS.
Kecukupan sarana dan prasarana terlihat dari ketersediaan, kemutakhiran, dan kesiapgunaan fasilitas dan peralatan teknologi informasi dan komunikasi.
i. Standar Pengelolaan Penelitian
Pernyataan Standar Strategi Pencapaian Standar Indikator Kinerja Utama Indikator Kinerja Tambahan Universitas wajib memiliki
rencana strategis penelitian yang merupakan perpaduan dari rencana strategis penelitian fakultas dan atau program studi.
1. Fakultas dan/atau Program Studi wajib menyusun dan mengusulkan rencana program strategis penelitian kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).
2. LP2M wajib menerima dan menuangkan usulan rencana program strategis penelitian dari fakultas dan/atau program studi ke dalam rencana program
1 Universitas membuat peraturan tentang tata kelola beraturan yang dapat memaksimalkan potensi institusi untuk meningkatnya kualitas penelitian.
2 LP2M menyusun
panduan pelaksanaan penelitian,
pengadministrasian, dan pengelolaan kegiatan penelitian.
3 LP2M
menyelenggarakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penelitian.
4 Peneliti diharuskan membuat laporan akhir
1. Adanya kesesuaian kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Dosen dengan Rencana Induk Pengembangan
Penelitian, Rencana Strategis Penelitian, dan road map penelitian.
2. Adanya panduan pelaksanaan penelitian, pengadministrasian, dan pengelolaan kegiatan penelitian.
3. Adanya panduan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penelitian 4. Adanya laporan
pertanggungjawaban pelaksanaan penelitian.
1. Program Studi memiliki peta jalan (roadmap) penelitian yang memayungi penelitian dosen dan mahasiswa dan
dilaksanakan sesuai dengan agenda dalam peta jalan penelitian
2. Penelitian dosen dan mahasiswa dievaluasi kesesuaiannya dengan peta jalan yang dimiliki, serta menggunakan hasil evaluasi tersebut untuk perbaikan relevansi penelitian dan pengembangan kelimuan program studi
strategis penelitian universitas.
3. LP2M wajib melaksanakan rencana strategis pengelolaan penelitian tingkat Universitas mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, pemantauan dan evaluasi, serta pelaporan kegiatan penelitian.
4. Universitas melalui LP2M wajib:
a. menyusun dan mengembangkan peraturan, panduan, dan sistem penjaminan mutu internal
penelitian;
b. memfasilitasi
pelaksanaan penelitian;
penelitian sebagai laporan
pertanggungjawaban pelaksanaan penelitian.
5 LP2M
menyelenggarakan pelatihan penulisan publikasi nasional dan internasional.
6 Peneliti didorong untuk mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil-hasil penelitian.
5. Adanya sistem penjaminan mutu penelitian.
6. Adanya pelatihan peningkatan kemampuan
peneliti untuk
melaksanakan penelitian,
publikasi, dan
kepemilikan hak kekayaan intelektual.
7. Adanya diseminasi hasil-hasil penelitian.
8. Persentase jumlah Dosen yang mengikuti pelatihan, lokakarya, dan seminar hasil penelitian minimal 50%.
b. memfasilitasi
pelaksanaan diseminasi dan publikasi hasil penelitian;
c. memfasilitasi peningkatan
kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian, penulisan artikel ilmiah, dan perolehan hak kekayaan intelektual (HKI);
d. menjaga dan
meningkatkan mutu pengelolaan fungsi penelitian dalam menjalankan program penelitian secara berkelanjutan;
e. melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap
lembaga atau fungsi penelitian dalam melaksanakan program penelitian;
f. menyusun kriteria dan prosedur penilaian penelitian paling sedikit menyangkut aspek peningkatan jumlah publikasi ilmiah, penemuan baru di
bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi, dan jumlah dan mutu bahan ajar;
g. memiliki panduan tentang kriteria peneliti dengan mengacu pada standar hasil, standar isi, dan standar proses penelitian;
h. mendayagunakan
sarana dan prasarana penelitian pada lembaga lain melalui program kerja sama penelitian;
i. melakukan analisis kebutuhan yang menyangkut jumlah, jenis, dan spesifikasi j. sarana dan prasarana
penelitian;
k. memberikan
penghargaan kepada
peneliti yang
berprestasi;
l. menyampaikan
laporan kinerja lembaga atau fungsi penelitian dalam menyelenggarakan
program penelitian paling sedikit melalui pangkalan data pendidikan tinggi (PDPT); dan
m. menyampaikan laporan kinerja atau fungsi Program Studi dalam bidang penelitian melalui pangkalan data pendidikan tinggi (PDPT).
ii. Standar Pembiayaan Penelitian
Pernyataan Standar Strategi Pencapaian Standar Indikator Kinerja Utama Indikator Kinerja Tambahan 1. Universitas melalui LP2M
wajib menyediakan dana penelitian internal.
2. Universitas, LP2M, Fakultas, dan/atau Program Studi wajib mengusahakan sumber pendanaan penelitian dari pemerintah, kerja sama dengan lembaga lain baik di dalam maupun di luar negeri, atau dana dari masyarakat.
3. Pendanaan penelitian harus meliputi pendanaan bagi Dosen yang akan melakukan penelitian dan pendanaan pengelolaan penelitian pada LP2M.
1. Universitas menyediakan dana penelitian minimal 10% dari total anggaran universitas.
2. Membuat standar komponen
rincian biaya
penyelenggaraan penelitian.
3. Mensosialisasikan standar komponen rincian biaya penyelenggaraan penelitian ke dosen/ peneliti.
4. Dosen/peneliti didorong untuk mendapatkan dana penelitian sumber eksternal.
1. Persentase jumlah Dosen yang dapat mengakses dana penelitian dari sumber dana internal universitas maksimal 75%.
2. Jumlah dana penelitian dari anggaran internal universitas minimal Rp.
10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah) per Dosen per tahun.
3. Pengelolaan dana penelitian oleh LP2M dialokasikan untuk mendanai pengelolaan penelitian di LP2M dan mendanai pelaksanaan penelitian oleh peneliti.
1. Dana penelitian dosen tetap program studi yang ditetapkan universitas minimal Rp
10.000.000 pertahun
2. Universitas menetapkan dana penelitian dalam rencana kegiatan anggaran tahunan 3. Realisasi investasi (SDM,
sarana dan prasarana)
memenuhi seluruh kebutuhan akan penyelenggaraan
program Pendidikan, penelitian dan PkM serta memenuhi standar perguruan tinggi terkait penelitian.
4. Dana dapat menjamin
keberlangsungan operasional tri dharma pengembangan 3 tahun terakhir serta memiliki
4. Pendanaan penelitian bagi Dosen harus digunakan untuk membiayai:
a. perencanaan penelitian;
b. pelaksanaan penelitian;
c. pengendalian penelitian;
d. pemantauan dan evaluasi hasil penelitian;
e. pelaporan hasil penelitian; dan f. diseminasi hasil
penelitian.
5. Pendanaan untuk pengelolaan penelitian pada LP2M, Fakultas, dan/atau Program Studi harus
digunakan untuk
membiayai:
a. manajemen penelitian yang terdiri atas seleksi proposal,
4. Pendanaan pengelolaan penelitian di LP2M
digunakan untuk
membiayai seleksi proposal, pemantauan dan evaluasi, kompilasi pelaporan seluruh penelitian, diseminasi hasil penelitian, peningkatan kapasitas peneliti, dan insentif publikasi ilmiah atau insentif kekayaan intelektual (HAKI).
5. Pendanaan pelaksanaan penelitian oleh peneliti dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan penelitian, pengendalian penelitian, pelaporan hasil penelitian, diserninasi dan publikasi hasil penelitian.
kecukupan dana untuk rencana pengembangan 3 tahun kedepan yang didukung sumber yang realistis
pemantauan dan evaluasi, pelaporan, dan diseminasi hasilpengabdian kepada masyarakat;
b. peningkatan kapasitas
pelaksana penelitian.
6. Pengelola Penelitian dan Peneliti harus mematuhi mekanisme pendanaan dan pembiayaan penelitian.
6. Persentase jumlah Dosen yang dapat mengakses dana penelitian dari sumber dana eksternal minimal 50 % per tahun.