B. Standar Tambahan
2.4.3 Standar Proses Pembelajaran
Isi Standar Strategi Pencapaian Standar Indikator Kinerja Utama Indikator Kinerja Tambahan Standar Karakteristik Proses
Pembelajaran
1. Setiap program studi harus menjalankan proses pembelajaran pada setiap semester dalam tahun
1. Masing-masing program studi melengkapi seluruh mata kuliah dilengkapi dengan RPS yang mencakup materi kuliah, metode pembelajaran, penggunaan teknologi pembelajaran dan cara-cara evaluasinya.
- Persentase jumlah mata kuliah yang dilengkapi dengan Buku Ajar minimal 75%.
- Persentase jumlah mata kuliah praktikum yang dilengkapi dengan
- Karakteristik pembelajaran memiliki sifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa (Student Centered Learning),
akademik dengan ketentuan bahwa:
a. semester merupakan satuan waktu proses pembelajaran efektif selama paling sedikit 16 (enam belas) minggu, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester, b. satu tahun akademik terdiri atas 2 (dua) semester.
2. Program Studi harus menjalankan proses pembelajaran dengan karakteristik sebagai berikut:
a. Interaktif adalah bahwa capaian pembelajaran
lulusan harus diraih dengan
mengutamakan proses interaksi dua arah antara
2. Dosen mata kuliah melaksanakan peinjauan dan penyesuaian RPS mata kuliah dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkala.
3. Program studi menyelenggarakan rapat koordinasi semester pada setiap awal semester.
4. Dosen menyampaikan RPS pada rapat koordinasi semester.
5. Dosen melaksanakan kontrak pembelajaran yang berisi RPS pada pertemuan pertama proses pembelajaran.
6. Dosen didorong untuk menggunakan referensi berasal dari buku dan hasil-hasil penelitian yang mutakhir.
7. Program studi menerapkan mekanisme monitoring kehadiran mahasiswa, kehadiran Dosen, dan kesesuaian materi kuliah yang diajarkan dengan silabus setiap semester.
8. Program studi menerapkan mekanisme penjaminan mutu soal ujian dan kesesuaiannya dengan isi silabus sehingga menghasilkan soal ujian yang bermutu baik dan dapat
Modul/Penuntun Praktikum 100%.
- Seluruh mata kuliah memiliki buku referensi yang mutahir dan bahan ajar (handout). Bahan ajar dapat berasal dari hasil penelitian dan pengabdian dosen pengampu mata kuliah.
- Jumlah mahasiswa per kelas maksimal 40 orang.
- Persentase jumlah Dosen mata kuliah yang menerapkan sistem pembelajaran dengan SCL (Student Centered Learning) minimal 50%.
- Persentase jumlah mata
kuliah yang
diselenggarakan dengan sistem e-learning (blended system) minimal 50%.
- Proses pembelajaran yang mengacu pada hasil penelitian dan PkM harus mengacu pada SN Dikti
yaitu memenuhi
- Mata kuliah yang bersifat adaptif terhadap softskill wajib menerapkan metode problem based learning (PBL) dan project based learning (PJBL)
- Kurikulum mencantumkan peta kurikulum
- Seluruh mata kuliah (kuliah dan praktikum) harus dilengkapi dengan RPS matakuliah
- Monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses pembelajaran mencakup karakteristik, perencanaan, pelaksanaan, proses pembelajaran dan beban belajar mahasiswa untuk memperoleh capaian pembelajaran lulusan.
- Metode pembelajaran harus sesuai dengan capaian pembelajaran dimana menggunakan metode RBE dan IBE pada 75-100% mata kuliah.
mahasiswa dan Dosen.
b. Holistik adalah bahwa proses pembelajaran harus dapat mendorong terbentuknya pola
pikir yang
komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional.
c. Integratif adalah bahwa capaian pembelajaran
lulusan harus diraih melalui proses pembelajaran yang terintegrasi untuk memenuhi capaian pembelajaran
lulusan secara keseluruhan dalam satu kesatuan program melalui pendekatan
mengukur kompetensi yang dirumuskan.
9. Program studi menyiapkan peralatan dan bahan untuk terlaksananya praktikum agar dapat berjalan dengan optimal.
10. Program studi menyusun mata kuliah yang dapat ditempuh oleh mahasiswa berbasis MBKM yang juga mengacu pada mitra untuk melaksnaakan Kerjasama berupa adanya MoU dan MoA dalam hal pembelajaran.
11. Program yang dapat ditempuh oleh mahasiswa dalam kaitannya dengan
MBKM yaitu
kewirausahaan/penelitian/pertukaran pelajar/KKN
tematik/magang/asistensi mengajar 12. Program studi harus memiliki
program dan kegiatan luar kegiatan pembelajaran terstruktur untuk meningkatkan suasana akademik yang dilaksanakan setiap bulan
pengembangan IPTEKS, meningkatkan
kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa; isi penelitian dan PkM harus memenuhi kedalaman dan keluasan materi sesuai capaian pembelajaran;
proses penelitian dan PkM
harus mencakup
perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan; penilaian penelitian dan PkM harus memenuhi unsur edukatif, objektif, akuntabel, dan transparan.
- Jumlah beban belajar seorang mahasiswa paling sedikit 144 sks.
- Seluruh Dosen
melaksanakan kegiatan perkuliahan dan/atau praktikum minimal 14 kali pertemuan dengan jumlah waktu sesuai dengan beban kredit mata kuliah.
- Seluruh Mahasiswa melaksanakan kegiatan
- Proses pembelajaran yang mencakup bentuk interaksi antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar, pemantauan kesesuaian proses terhadap rencana pembelajaran, metoda pembelajaran yang secara efektif diterapkan untuk mendukung capaian pembelajaran, serta keterkaitan kegiatan penelitian dan PkM dalam proses pembelajaran
- Mahasiswa diberikan
kebebasan untuk
menentukan kegiatan MBKM apa yang akan ditempuh yang telah disesuaikan dengan kurikulum yang ada di program studi.
- Mahasiswa yang mengambil program MBKM dibimbing oleh satu dosen pembimbing.
antardisiplin dan multidisiplin.
d. Saintifik adalah bahwa capaian pembelajaran
lulusan harus diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pendekatan ilmiah sehingga tercipta lingkungan
akademik yang berdasarkan sistem nilai, norma, dan kaidah ilmu pengetahuan serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kebangsaan.
e. Kontekstual adalah bahwa capaian pembelajaran
lulusan harus diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kemampuan
perkuliahan dan/atau praktikum minimal 80%
dari seluruh kegiatan perkuliahan dan/atau
praktikum yang
dilaksanakan oleh Dosen.
- Mahasiswa melaksanakan praktikum dengan menggunakan fasilitas laboratorium yang dimiliki oleh program studi atau yang dapat diakses oleh program studi.
menyelesaikan masalah dalam ranah keahliannya.
f. Tematik adalah bahwa capaian pembelajaran
lulusan harus diraih melalui proses pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik
keilmuan program studi dan dikaitkan dengan
permasalahan nyata melalui pendekatan transdisiplin.
g. Efektif adalah bahwa capaian
pembelajaran
lulusan harus diraih secara berhasil guna dengan
mementingkan internalisasi materi secara baik dan benar dalam kurun
waktu yang optimum.
h. Kolaboratif adalah bahwa capaian pembelajaran
lulusan harus diraih melalui proses pembelajaran
bersama yang melibatkan interaksi antar individu pembelajar untuk menghasilkan
kapitalisasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
i. Berpusat pada mahasiswa adalah bahwa capaian pembelajaran
lulusan harus diraih melalui proses pembelajaran yang mengutamakan pengembangan kreativitas, kapasitas,
kepribadian, dan
kebutuhan
mahasiswa, serta mengembangkan kemandirian dalam mencari dan menemukan
pengetahuan.
3. Sistem Pengelolaan Pembelajaran (Learning Management System/
LMS) merupakan sebuah sistem yang digunakan untuk melakukan proses pembelajaran dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan merupakan hasil integrasi secara sistematis atas komponen-komponen pembelajaran dengan memperhatikan mutu, sumber belajar, dan berciri khas adanya interaksi pembelajaran
(engagement) lintas waktu dan ruang.
4. Tujuan penting dari LMS tersebut adalah
memberikan akses dan fasilitas kepada peserta didik untuk membangun pengetahuannya secara mandiri dan terarah, serta memberikan peran penting dosen sebagai perancang, pemantik, fasilitator, dan motivator pembelajaran.
Standar Perencanaan Proses Pembelajaran
1. Program Studi wajib menyusun dan memiliki perencanaan pembelajaran setiap mata kuliah yang disajikan dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sebelum proses pembelajaran pada program studi dimulai selambat-lambatnya 3 minggu sebelum perkuliahan dimulai.
2. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) suatu mata kuliah adalah rencana proses pembelajaran yang disusun
untuk kegiatan
pembelajaran selama satu semester guna memenuhi capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah. Rencana pembelajaran semester atau istilah lain, ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam program studi.
3. Dosen mata kuliah paling lambat tiga minggu sebelum pembelajaran semester dimulai harus menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berisi:
a. Nama Program Studi b. Nama mata kuliah,
nama dan kode mata kuliah, semester, SKS,
nama Dosen
pengampu;
c. Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada mata kuliah;
d. Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap tahap pembelajaran untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan;
e. Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai;
f. Metode pembelajaran;
g. Waktu yang
disediakan untuk mencapai kemampuan pada tiap tahap pembelajaran;
h. Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa selama satu semester;
i. Kriteria, indikator, dan bobot penilaian; dan
j. Daftar referensi yang digunakan
4. Dosen mata kuliah harus meninjau dan menyesuaikan RPS dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi minimal setahun sekali dan disesuaikan dengan hasil-hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh dosen sebagai sumber kajian.
5. Program studi harus
mengadakan Rapat
Koordinasi Semesteran (RKS) dengan mengundang seluruh Dosen Mata Kuliah Program Studi paling lambat satu minggu sebelum perkuliahan dimulai.
6. Dosen mata kuliah harus mempresentasikan RPS pada Rapat Koordinasi Semesteran (RKS).
Standar Pelaksanaan Proses Pembelajaran
1. Dosen mata kuliah harus melaksanakan proses pembelajaran sebanyak
minimal 14 kali tatap muka dalam satu semester dalam bentuk interaksi antara Dosen , mahasiswa, dan sumber belajar dalam lingkungan belajar tertentu, sesuai dengan RPS, dan bersifat interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, serta berpusat kepada mahasiswaselama satu semester atau 16 minggu efektif.
2. Mahasiswa harus melaksanakan proses pembelajaran sebanyak minimal 75% dari seluruh proses pembelajaran yang dilakukan oleh Dosen mata kuliah dalam satu semester.
3. Fakultas/Program Studi harus menyediakan Buku Ajar mata kuliah.
4. Fakultas/Program Studi harus menyediakan
Modul/Penuntun Praktikum
untuk setiap mata kuliah praktikum.
5. Dosen harus menyediakan bahan ajar (hand out) untuk setiap mata kuliah yang diajarkannya.
6. Mahasiswa yang mengikuti proses pembelajaran yang terkait dengan penelitian dalam bentuk skripsi/tugas akhir, atau karya desain/seni/bentuk lain yang setaraharus sesuai
7. dengan standar penelitian SPMI Universitas dan mendapat bimbingan dari 2 (dua) orang Dosen pembimbing.
8. Mahasiswa yang mengikuti proses pembelajaran yang terkait dengan pengabdian kepada masyarakat harus sesuai dengan standar pengabdian kepada masyarakat SPMI Universitas dan mendapat bimbingan dari seorang Dosen
pembimbing lapangan (DPL).
9. Program studi dalam menjalankan proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib dilakukan secara sistematis dan terstruktur melalui berbagai mata kuliah dan dengan beban belajar yang terukur.
10. Dosen mata kuliah yang menjalankan proses pembelajaran melalui kegiatan kurikuler wajib menggunakan metode pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata kuliah seperti diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran
berbasis proyek,
pembelajaran berbasis masalah, atau gabungan dari
beberapa metode
pembelajaran yang dapat
secara efektif memfasilitasi pencapaian kemampuan tertentu yang ditetapkan dalam matakuliah dalam rangkaian pemenuhan capaian pembelajaran lulusan selama satu semester.
11. Dosen mata kuliah dalam menjalankan proses pembelajarannya dapat berupa: kuliah, responsi, tutorial, seminar atau yang setara, praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian/riset, membangun masyarakat/KKN tematik, pertukaran mahasiswa, magang/praktek kerja, asistensi mengajar, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, dan/atau bentuk pembelajaran lain yang setara. Sedangkan metode pembelajaran berupa: diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran
kolaboratif, pembelajaran kooperatif, pembelajaran
berbasis proyek,
pembelajaran berbasis masalah, atau metode pembelajaran lain, yang dapat secara efektif memfasilitasi pemenuhan capaian pembelajaran lulusan.
12. Mahasiswa yang
menjalankan proses pembelajaran dalam bentuk pembelajaran penelitian, perancangan, pengembangan, atau pengabdian kepada masyarakat harus dibimbing oleh Dosen Pembimbing dalam rangka pengembangan sikap, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman otentik
mahasiswa, guna
mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan kesejahteran masyarakat dan daya saing bangsa.
Standar Beban Belajar Mahasiswa
1. Program studi harus merancang beban belajar mahasiswa yang dinyatakan dalam besaran Satuan Kredit Semester (SKS) dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Semester adalah satuan
waktu proses
pembelajaran efektif selama paling sedikit 16 (enam belas) kali, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.
b. 1 (satu) SKS pada bentuk pembelajaran kuliah, responsi, dan tutorial adalah setara dengan 170 menit kegiatan belajar per minggu per semester mencakup kegiatan untuk tatap muka
sebanyak 50
menit/minggu/semester, tugas terstruktur
sebanyak 60
menit/minggu/semester,
dan belajar mandiri
sebanyak 60
menit/minggu/semester.
c. 1 (satu) SKS pada bentuk pembelajaran seminar atau bentuk pembelajaran lain yang sejenis adalah setara dengan kegiatan tatap muka sebanyak 100 menit/minggu/semseter dan kegiatan mandiri sebanyak 70 (tujuh puluh)
menit/minggu/semester.
d. 1 (satu) SKS pada bentuk pembelajaran praktikum, praktik studio, praktik bengkel, praktik lapangan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan atau proses pembelajaran lain yang sejenis adalah setara dengan 170 (seratus tujuh puluh) menit/minggu/semester.
2. Mahasiswa harus menyelesaikan beban belajar sebanyak minimal 144 SKS yang terdiri atas Mata Kuliah Wajib Umum paling sedikit 12 (dua belas) SKS, Mata Kuliah Wajib Program Studi dan Mata Kuliah Pilihan paling sedikit 126 (seratus dua puluh enam) SKS, serta Mata Kuliah Tugas Akhir yang terdiri atas Kuliah Kerja Nyata, Kerja Praktik/Praktik Pengenaan Lapangan, Seminar Proposal Penelitian Skripsi, Seminar Hasil Penelitian Skripsi, Ujian Skripsi, dan Pendadaran paling sedikit 6 (enam) SKS dalam masa studi minimal 7 (tujuh) semester dan maksimal 14 (empat belas) semester.
3. Program studi dapat menjalankan semester antara yang pelaksanaannya dilakukan antara semester
genap ke semester ganjil tahun akademik berikutnya.
4. Program studi yang menyelenggarakan
pembelajaran pada Semester Antara harus sesuai dengan beban belajar mahasiswa agar dapat memenuhi capaian pembelajaran yang telah ditetapkan, dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Pelaksanaan proses pembelajaran
dilaksanakan selama delapan minggu.
b. Beban belajar mahasiswa paling banyak sembilan SKS.
c. Jumlah tatap muka paling sedikit 16 kali termasuk Ujian Tengah Semester Antara dan Ujian Akhir Semester Antara.