• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar Penilaian Pembelajaran

B. Standar Tambahan

2.4.4. Standar Penilaian Pembelajaran

Isi Standar Strategi Pencapaian Standar Indikator Kinerja Utama Indikator Kinerja Tambahan 1. Program studi harus

melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa pada saat dan/atau akhir proses pembelajaran.

2. Program studi dapat menugaskan penilaan proses dan hasil belajar mahasiswa kepada:

a. Dosen pengampu b. Tim Dosen pengampu;

c. Dosen pengampu atau tim Dosen pengampu dengan mengikutsertakan mahasiswa;

dan/atau

d. Dosen pengampu atau tim Dosen pengampu dengan mengikutsertakan

stakeholders yang relevan.

3. Dosen /Tim Dosen Pengampu mata kuliah dalam melakukan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa harus memperhatikan prinsip penilaian, teknik dan instrumen penilaian, mekanisme dan prosedur

1. Program studi

menyelenggarakan proses penilaian mengikuti prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi.

2. Program Studi/Dosen Mata Kuliah melaksanakan penilaian pembelajaran dengan menggunakan salah satu atau lebih teknik penilaian seperti observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, dan angket.

3. Dosen memberikan umpan balik dan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempertanyakan hasil penilaian.

4. Dosen dan Program Studi mendokumentasikan

penilaian proses dan hasil

1. Bobot nilai yang tercantum dalam RPS diterapkan oleh dosen dalam penilaian pembelajaran.

2. Dosen menginput penilaian kedalam sistem tepat waktu sehingga Kartu Hasil Studi (KHS) dapat diakses mahasiswa tepat waktu.

3. Memiliki kontrak rencana penilaian

4. Melaksanakan penilaian sesuai kontrak atau kesepakatan

5. Terdapat umpan balik

- Terselenggaranya proses penilaian dengan prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi di minimal 70%

mata kuliah

- Telah terselenggara penilaian pembelajaran dengan teknik dan prosedur penilaian dengan tepat (menggunakan salah satu atau lebih teknik penilaian seperti observasi, partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, dan angket) sebanyak 75-100% dari jumlah mata kuliah.

penilaian, pelaksanaan penilaian, pelaporan penilaian, dan kelulusan mahasiswa dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Prinsip penilaian harus mencakup prinsip edukatif, otentik, objektif, akuntabel, dan transparan yang dilakukan secara terintegrasi.

- Prinsip edukatif merupakan penilaian yang memotivasi mahasiswa agar mampu:

a) memperbaiki

perencanaan dan cara belajar; dan

b) meraih capaian pembelajaran lulusan.

- Prinsip otentik merupakan penilaian yang berorientasi pada proses belajar yang berkesinambungan dan hasil belajar yang mencerminkan

kemampuan mahasiswa

belajar mahasiswa secara akuntabel dan transparan.

5. Dosen melakukan prosedur penilaian mencakup tahap perencanaan, kegiatan pemberian tugas atau soal, observasi kinerja, pengembalian hasil observasi, dan pemberian nilai akhir.

6. Program studi yang dalam hal ini diwakili oleh dosen pembimbing dalam kegiatan MBKM dapat melakukan penilaian berdasarkan kinerja mahasiswa pada program yang ditempuhnya.

7. Dosen

menyerahkan/mengupload

hasil penilaian

pembelajaran paling lambat 2 (dua) minggu setelah pelaksanaan penilaian.

8. Program studi

memasukkan hasil penilaian seluruh mata kuliah semester berjalan

pada saat proses pembelajaran

berlangsung.

- Prinsip objektif merupakan penilaian yang didasarkan pada standar yang disepakati antara Dosen dan mahasiswa serta bebas

dari pengaruh

subjektivitas penilai dan yang dinilai.

- Prinsip akuntabel merupakan penilaian yang dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas, disepakati pada awal kuliah, dan dipahami oleh mahasiswa.

- Prinsip transparan merupakan penilaian yang prosedur dan hasil penilaiannya dapat diakses oleh semua stakeholders.

b. Teknik penilaian terdiri atas observasi,

pada Kartu Hasil Studi (KHS) seluruh mahasiswa paling lambat 3 (tiga) minggu setelah pelaksanaan ujian.

9. Metode penilaian dikomunikasi ke mahasiswa ketika perkuliahan dimulai dalam bentuk kontrak perkuliahan

partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, dan angket.

- Teknik penilaian observasi dapat digunakan untuk melakukan penilaian sikap.

- Teknik penilaian partisipasi, unjuk kerja, tes tertulis, tes lisan, dan angket atau kombinasi dari berbagai teknik penilaian tersebut dapat digunakan untuk menilai penguasaan

pengetahuan,

keterampilan umum, dan keterampilan khusus.

c. Instrumen penilaian terdiri atas instrumen penilaian proses dan instrumen penilaian hasil pembelajaran

- Instrumen untuk penilaian proses dapat menggunakan rubrik

- Instrumen penilaian

hasil dapat

menggunakan

portofolio atau karya desain.

d. Hasil akhir penilaian yang dilakukan oleh Dosen/Tim Dosen Pengampu mata kuliah harus merupakan integrasi antara berbagai teknik dan instrumen penilaian yang digunakan.

e. Mekanisme Penilaian yang dilakukan oleh Dosen/Tim Dosen Pengampu mata kuliah harus terdiri atas:

- menyusun, menyampaikan, menyepakati tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian

antara penilai dan yang dinilai sesuai dengan rencana pembelajaran;

- melaksanakan proses penilaian sesuai dengan tahap, teknik, instrumen, kriteria, indikator, dan bobot penilaian yang memuat prinsip penilaian

sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 20;

- memberikan umpan

balik dan

kesempatan untuk mempertanyakan hasil penilaian kepada mahasiswa;

dan

- mendokumentasikan penilaian proses dan hasil belajar mahasiswa secara

akuntabel dan transparan.

f. Prosedur penilaian yang dilakukan oleh Dosen /Tim Dosen Pengampu mata kuliah harus mencakup tahap perencanaan, kegiatan pemberian tugas atau soal, observasi kinerja, pengembalian hasil observasi, dan pemberian nilai akhir.

g. Prosedur penilaian pada tahap perencanaan dapat dilakukan melalui penilaian bertahap dan/atau penilaian ulang.

h. Pelaksanaan penilaian harus dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran.

i. Pelaporan penilaian harus berupa kualifikasi keberhasilan mahasiswa dalam menempuh suatu mata kuliah yang

dinyatakan dalam kisaran:

- huruf A setara dengan angka 4 (empat) berkategori sangat baik;

- huruf B setara dengan angka 3 (tiga) berkategori baik;

- huruf C setara dengan angka 2 (dua) berkategori cukup;

- huruf D setara dengan angka 1 (satu) berkategori kurang; atau - huruf E setara

dengan angka 0 (nol) berkategori sangat kurang.

4. Universitas dapat menggunakan huruf antara dan angka antara untuk nilai pada kisaran 0 (nol) sampai 4 (empat).

5. Program studi harus mengumumkan hasil penilaian

kepada mahasiswa setelah satu tahap pembelajaran selesai sesuai dengan rencana pembelajaran.

6. Program studi harus merumuskan hasil penilaian capaian pembelajaran lulusan di tiap semester ke dalam indeks prestasi semester (IPS).

7. Program studi harus merumuskan hasil penilaian capaian pembelajaran lulusan pada akhir program studi ke dalam indeks prestasi kumulatif (IPK).

8. Program Studi harus menetapkan prestasi Mahasiswa dalam Indeks Prestasi Semester (IPS) yang dinyatakan dalam besaran yang dihitung dengan cara menjumlahkan perkalian antara bobot nilai huruf setiap mata kuliah yang ditempuh dengan SKS mata kuliah bersangkutan dibagi dengan jumlah SKS mata kuliah yang diambil dalam satu semester.

9. Program Studi harus menetapkan prestasi mahasiswa dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang

dinyatakan dalam besaran yang dihitung dengan cara menjumlahkan perkalian antara bobot nilai huruf setiap mata kuliah yang ditempuh dengan SKS mata kuliah bersangkutan dibagi dengan jumlah SKS mata kuliah yang diambil yang telah ditempuh.

10. Program studi harus menyatakan kelulusan bagi mahasiswa apabila mahasiswa telah menempuh seluruh beban belajar yang ditetapkan dan memiliki capaian pembelajaran lulusan yang ditargetkan oleh program studi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih besar atau sama dengan 2,00 (dua koma nol nol), tidak memiliki nilai E, dan apabila memiliki nilai D maka maksimal nilai D adalah 3 (tiga) mata kuliah.

11. Program studi harus menentukan predikat kelulusan mahasiswa dengan kriteria sebagai berikut:

a. Memuaskan, apabila Mahasiswa mencapai indeks

prestasi kumulatif (IPK) 2,76 (dua koma tujuh enam) sampai dengan 3,00 (tiga koma nol nol);

b. Sangat Memuaskan, apabila Mahasiswa mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,01 (tiga koma nol satu) sampai dengan 3,50 (tiga koma lima nol); atau

c. Pujian, apabila Mahasiswa mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih dari 3,50 (tiga koma lima nol).

12. Universitas harus memberikan ijazah, gelar, dan surat keterangan pendamping ijazah kepada Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus.

Dokumen terkait