BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Studi Pendahuluan
Dalam penelitian pengembangan tahap pelaksanaannya dimulai studi pendahuluan yang merupakan proses awal dari penelitian yang memiliki sifat berbasis masalah. Menurut Arikunto (2009: 26) “Studi pendahuluan adalah kegiatan yang dilakukan oleh calon peneliti untuk mengadakan pengumpulan data sementara demi pastinya langkah yang akan dilalui.” Studi pendahuluan merupakan identifikasi awal terhadap masalah yang ingin diungkap dan dibahas dalam penelitian. Masalah penelitian yang akan diangkat dalam penelitian akan dijabarkan dan dijadikan ruang lingkup untuk membatasi masalah dalam penelitian. Dari ruang lingkup yang telah disusun tersebut akan dirumuskan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam proses penelitian yang berlandaskan teori yang telah ada. Pada tahap ini akan dilakukan dua kegiatan yaitu studi pustaka dan Analisis data hasil studi pendahuluan, yang akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Analisis kebutuhan (Studi pustaka)
Studi pustaka dilakukan untuk mempelajari lebih lanjut tentang masalah penelitian yang yang akan diangkat serta pemahaman terhadap metodologi penelitian yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan langkah-langkah pelaksanaan penelitian serta menyusun pola pikir yang lebih terstruktur dan efisien. Analisis kebutuhan merupakan cara untuk mengetahui tentang segala materi yang dibutuhkan dalam penelitian. Studi pustaka juga dimaksudkan untuk mempersiapkan pengumpulan data lapangan sebagai awal penentuan masalah penelitian. Studi pustaka juga mempunyai tujuan untuk mempelajari teori-teori
commit to user
serta konsep-konsep yang berkaitan dengan masalah penelitian. Penentuan masalah penelitian oleh peneliti didahului dengan tahap analisis kebutuhan.
Dalam analisis kebutuhan ada beberapa tahap yang dilakukan sehingga dapat menjelaskan dan menemukan suatu masalah yang pada akhirnya akan diangkat ke dalam penelitian. Analisis kebutuhan dimulai dari peneliti mulai menentukan masalah yang akan diteliti. Penentuan masalah ini dimulai dari menentukan materi yang akan dijadikan bahan penelitian yang dalam hal ini adalah olahraga futsal. Dalam olahraga futsal terdiri dari berbagai komponen yang diantaranya terdiri dari komponen fisik, komponen teknik, komponen taktik dan strategi. Dari empat komponen tersebut peneliti menentukan salah satu untuk dijadikan fokus utama penelitian. Peneliti memilih materi strategi dan sebagai fokus utama yang akan di angkat sebagai masalah penelitian adalah strategi serangan dalam permainan futsal. Peneliti kemudian mengarah lebih lanjut kepada penentuan subyek penelitian, berdasarkan masalah penelitian yang akan diangkat maka peneliti memilih serta menyesuaikan karakteristik subyek yang akan diteliti. Peneliti memilih pemain futsal tingkat intermediate sebagai subyek penelitian dengan asumsi bahwa strategi serangan merupakan hal yang sangat penting terutama pada pemain yang sudah benar-benar menguasi teknik futsal dasar dan juga akan berpengaruh terhadap performa pemain di lapangan terutama pada serangan futsal yang semestinya sudah dipahami oleh pemain yang berada pada tingkat intermediate.
Dalam olahaga futsal banyak aspek yang mempengaruhi di dalamnya. Ditinjau dari karakteristik olahraga futsal maka tidak akan terlepas dari aspek
fisik, teknik, taktik, strategi, dan mental ketika pada saat situasi petandingan. Aspek tersebut merupakan bagian terpenting dalam suatu olahraga termasuk olahraga futsal. keseluruhan dari aspek tersebut merupakan satu kesatuan yang apabila salah satu dari aspek tersebut tidak terkuasai dengan baik maka tidak akan terlaksana dengan baik pula. Keseluruhan aspek tersebut merupakan hal utuama dalam suatu cabang olahraga pada umumnya dan olahraga futsal khususnya.
Salah satu yang menjadi aspek terpenting dalam olahraga adalah strategi pertandingan. Pemahaman strategi olahahraga tidak akan pernah terlepaskan dari suatu pertandingan secara langsung apalagi di setiap permainan dalam satu tim pastilah membutuhkan kemenangan, dalam olahraga futsal salah satunya strategi serangan yang digunakan cukup bervariatif. Oleh karena itu variasi serangan dalam futsal perlu pemahaman yang sangat baik untuk tercapainya tujuan pada saat pertandingan.
Dalam studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Tim Futsal di Kota Pontianak terkait dengan kemampuan strategi serangan dalam permainan futsal ditemukan beberapa masalah dimana pemain cenderung lebih suka bermain individu dan strategi serangan tim tidak bervariatif. Penelitian dititik beratkan pada pemain futsal tingkat intermediate yang merupakan tingkatan dimana pembinaan kemampuan maupun strategi serangan difokuskan secara penuh. Studi pendahuluan dilakukan dengan cara melakukan wawancara bebas dengan para pelatih di Tim Futsal Kota Pontianak yang membina pemain futsal tingkat intermediate.
commit to user
Menindak lanjuti dari hasil temuan masalah awal maka peneliti menentukan tempat yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan penelitian. Peneliti memilih Kota pontianak sebagai tempat pelaksanaan penelitian dimana di Kota Pontianak ada 2 perguruan tinggi tim Futsal yang membina pemain tingkat intermediate. Tim yang dipilih adalah tim yang pada masa penelitian akan memasuki masa off season atau masa bukan mendekati pertandingan. Tim futsal yang akan dijadikan subyek penelitian adalah Tim Futsal STKIP-PGRI Pontianak dan Penjaskes Universitas Tanjungpura. Peneliti melakukan wawancara bebas dengan para pelatih dari kedua tim untuk memperoleh data yang diinginkan. Peneliti melakukan wawancara untuk mencari informasi mengenai kebutuahan yang diharapkan oleh tim tersebut.
2. Analisis data hasil studi pendahuluan
Peneliti melakukan wawancara bebas dengan para pelatih dari kedua tim sebelum melakukan penelitian lebih lanjut. Dari hasil wawancara awal dengan pelatih tim futsal di Kota Pontianak, belum adanya pemberian model-model latihan strategi serangan futsal secara terstruktur dan dimasukkan dalam satu pengaturan program latihan khususnya untuk tim futsal putra.
Peneliti mengambil subyek pemain futsal putra dikarenakan untuk pembinaan pemain tingkat intermediate di Kota Pontianak lebih terstruktur dan terprogram dengan baik dibandingkan dengan pemain futsal putri yang hanya pada saat mendekati adanya kejuaraan baru dilakukan pembinaan. Hanya satu tim futsal saja yang membina pemain futsal putri dengan terstruktur dan terprogram dengan baik sehingga tidak cukup representatif untuk dilakukan penelitian
pengembangan karena pada nantinya tidak ada kelompok pembanding sebagai tolak ukur.
Beberapa pelatih ada yang belum memberikan model-model latihan strategi serangan secara variatif pada pemain karena cenderung lebih mengutamakan pemberian latihan pertahanan sebagai salah satu bentuk latihan yang digunakan untuk mempertahan gawang dari serangan tim lawan. Para pelatih futsal di Kota Pontianak yang membina pemain putra tingkat intermediate lebih menitik beratkan pada latihan pola serangan 2-2 dan 4-0. Hal ini dikarenakan para pelatih melihat bahwa serangan pola 2-2 dan 4-0 adalah pola serangan yang paling efektif dalam suatu pertandingan. Pada kenyataannya pada saat situasi pertandingan, terlihat kebutuhan terhadap variasi serangan sangatlah penting. Dengan adanya serangan yang bervariatif maka tim lawan tidak akan mudah untuk membaca strategi permainan yang digunakan oleh penyerang dari sebuah tim.
C. PENGEMBANGAN PRODUK