• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.3 Deskripsi Hasil Penelitian

4.3.2 Sumber Daya

Variabel atau faktor kedua yang mempengaruhi keberhasilan implementasi suatu kebijakan adalah sumberdaya. Indikator sumber-sumberdaya terdiri dari beberapa elemen, yaitu:

a. Staf; sumberdaya utama dalam implementasi kebijakan adalah staf. Kegagalan yang sering terjadi dalam implementasi kebijakan salah satunya disebagiankan oleh karena staf yang tidak mencukupi, memadai, ataupun tidak kompeten dibidangnya. Penambahan jumlah staf dan implementor saja tidak mencukupi, tetapi diperlukan pula kecukupan staf dengan keahlian dan kemampuan yang diperlukan (kompeten dan kapabel) dalam meng-implementasikan kebijakan atau melaksanakan tugas yang diinginkan oleh kebijakan itu sendiri.

b. Informasi; dalam implementasi kebijakan, informasi mempunyai dua bentuk, yaitu pertama informasi yang berhubungan dengan cara melaksanakan kebijakan. Implementor harus mengetahui apa yang harus mereka lakukan disaat mereka diberi perintah untuk melakukan tindakan. Kedua informasi mengenai data kepatuhan dari para pelaksana terhadap peraturan dan regulasi pemerintah yang telah ditetapkan. Implementor harus mengetahui apakah orang lain yang terlibat di dalam pelaksanaan kebijakan tersebut patuh terhadap hukum.

c. Wewenang; pada umumnya kewenangan harus bersifat formal agar perintah dapat dilaksanakan. Kewenangan merupakan otoritas atau legitimasi bagi para pelaksana dalam melaksanakan kebijakan yang ditetapkan secara politik. Ketika wewenang itu nihil, maka kekuatan para implementor dimata publik tidak terlegitimasi, sehingga dapat menggagalkan proses implementasi kebijakan. Tetapi, dalam konteks yang lain, ketika wewenang formal tersebut ada, maka sering terjadi kesalahan dalam melihat efektivitas kewenangan. Di satu pihak, efektivitas kewenangan diperlukan dalam pelaksanaan implementasi kebijakan tetapi di sisi lain, efektivitas akan menyurut manakala wewenang diselewengkan oleh para pelaksana demi kepentingannya sendiri atau demi kepentingan ke-lompoknya.

d. Fasilitas; fasilitas fisik juga merupakan faktor penting dalam implementasi kebijakan. Implementor mungkin memiliki staf yang mencukupi, mengerti apa yang harus dilakukannya, dan memiliki wewenang untuk melaksanakan tugasnya, tetapi tanpa adanya fasilitas pendukung (sarana dan prasarana) maka implementasi kebijakan tersebut tidak akan berhasil.

Sumber Daya sendiri untuk melaksanakan Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung Pasir meliputi Sumber daya Financial, Sumber Daya Manusia, dan Sarana dan Prasarana. Sumber daya financial yang ada sudah mencukupi untuk pelaksanaan program itu sendiri, lalu sumber daya manusia pun mendorong

untuk melaksanakan program serta sarana dan prasarana yang lebih baik dengan adanya program.

Sumber daya yang ada untuk melaksanakan Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung Pasir sendiri sudah cukup memadai, hal ini seperti yang disampaikan oleh Bapak Hairul Latief selaku Kepala Bidang Kelembagaan Perikanan Dinas Kabupaten Tangerang, berikut pemaparannya:

“sumber daya keuangan datang langsung dari Pemerintah Pusat lalu ditransfer langsung ke rekening KMP, nah jadi dana tidak ke Dinas tapi langsung ke KMP, untuk nominal sih saya lupa ya jadinya kalau financial dirasa sudah cukup. Kalau sumber daya manusianya sih dirasa sudah cukup, baik dari jumlah maupun kualitasnya, walaupun tidak ada Perda yang mengatur program tapi kami mengacu pada juklak juknis dari Kementerian Kelautan. Untuk sarana dan prasarana sendiri justru dengan adanya program ini sarana dan prasarana jadi lebih baik lagi.” (wawancara dengan Bapak Hairul Latief pada 18 april 2017, pukul 11:34 WIB di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tangerang).

Dari wawancara tersebut, bahwa sumber daya untuk melaksanakan Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung Pasir Sendiri sudah cukup memadai. Seperti halnya sumber daya financial yang turun langsung dari Pemerintah Pusat yang langsung dikirim ke rekening Kelompok Masyarakat Pesisir yang berada di wilayah Tanjung Pasir, jadi sumber daya financial tidak berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tangerang dan tidak pula diberikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tangerang walau dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tangerang tidak menyebutkan berapa jumlah pasti dari nominal seluruh anggaran yang ada. Sumber daya manusia pun cukup mendukung untuk pelaksanaan Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung pasir, selain jumlahnya yang cukup, kualitas dari

sumber daya manusia disana cukup baik pula sehingga program dapat berjalan dengan lancar. Kemudian dari sarana dan prasarana sendiri sebelum ada Program Desa Pesisir tangguh di Desa Tanjung Pasir belum cukup memadai sehingga munculnya Program Desa Pesisir Tangguh untuk membenahi sarana dan prasarana yang belum cukup memadai untuk menunjang kehidupan masyarakat Desa Tanjung Pasir.

Hal tersebut dilanjutkan oleh Syahril Ruhyat selaku Staff Kepala Seksi Pembangunan Desa Tanjung Pasir:

“kalau untuk awal program 2012 sudah memadai untuk biaya dan untuk nominalnya kami lupa, financial sudah memadai sesuai dengan kebutuhan. Sumber manusia kalau dilihat secara lapangan memang sudah cukup memadai, walaupun secara kualitas ada saja yang masih bermalas-malasan tapi kami maklum sebagai manusiawi. Untuk sarana dan prasarana sendiri awalnya belum cukup memadai tetapi dengan adanya PDPT jadi lebih baik lah seperti contoh MCK karena memang kebutuhan yang sangat genting di wilayah Pesisir Tanjung Pasir sendiri.” (wawancara dengan Bapak Syahril Ruhyat selaku Staff Kepala Seksi Pembangunan Desa Tanjung Pasir pada 06 april 2017 pukul 11:30 WIB di Kantor Desa Tanjung Pasir).

Berdasarkan wawancara tersebut, maka sumber daya financial untuk pelaksanaan Program Desa Pesisir Tangguh di wilayah Desa Tanjung Pasir sudah cukup memadai walaupun tidak tersebutkan berapa jumlah nominal angka dana yang ada. Untuk sumber daya manusianya sendiri untuk pelaksanaan program dirasa sudah cukup memadai pula baik itu jumlah dan terkadang ada saja beberapa dari pelaksana yang tidak mematuhi peraturan yang telah diperintahkan. Kemudian dari sarana dan prasana setelah munculnya Program Desa Pesisir Tangguh dapat dikatakan sudah cukup memadai seperti halnya MCK.

Hal senada pun diutarakan oleh Ketua Kelompok Masyarakat Pesisir bidang usaha krupuk Ibu Elia dan Ketua Kelompok Masyarakat Pesisir bidang MCK/pengadaan air bersih Ibu Sahada, berikut pemaparan dari Ketua Kelompok Masyarakat Pesisir bidang usaha krupuk Ibu Elia:

“iya ada sih mas dari Dinas Kelautan untuk dana mah, kaya MCK aja langsung dari SBY yang datang kesini, kalau saya kan usaha krupuk sama SPAL yah jadi anggarannya itu 25 juta dan SPAL 40 juta, itu juga gak sekaligus sih dikasihnya kayanya kalau gak salah per 4 bulan sekali, jadi dengan dana segitu ya dirasa cukup lah. Untuk sumber daya manusianya sih alhamdulillah sudah mematuhi segala aturan mas dari Pemerintah, jadi uang turun ya langsung kita kerjain. Terus sarana dan prasarana mah sebelum bikin proposal juga kita menanyakan terlebih dahulu apa saja yang dibutuhkan, jadinya ya sudah cukup menunjang lah.” (wawancara dengan Ibu Elia selaku Ketua Kelompok Masyarakat Pesisir Tanjung Pasir (kelompok usaha krupuk) pada 06 april 2017, pukul 12:10 WIB di kediaman Ibu Elia)

Berikut pemaparan dari Ketua Kelompok Masyarakat Pesisir bidang MCK/pengadaan air bersih Ibu Sahada:

“setiap periode itu dana cair mas di penghujung tahun, tapi setiap dana yang keluar kalau tidak salah per 4 bulan sekali dan kalau di total itu 40 juta, jadi untuk financial sendiri dirasa sudah cukup walaupun harus banyak yang harus diperhatikan juga. Untuk sumber daya manusia sendiri sih sudah sesuai aturan yang ada, misalnya dana turun ya langsung kita kerjakan. Kalau sarana dan prasarana sih semuanya sudah tertuang dalam bentuk uang, jadi sudah menunjang. Palingan nanti untuk biaya perawatan dan untuk token perbulan saya tarikin uang Rp. 1000 dari warga.” (wawancara dengan Ibu Sahada selaku Ketua Kelompok Masyarakat Pesisir bidang MCK/pengadaan air bersih pada 06 april 2017, pukul 14:25 WIB di kediaman Ibu Sahada)

Berdasarkan wawancara tersebut, bahwa sumber daya untuk menunjang pelaksanaan Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung Pasir sudah cukup baik dan memadai. Dari hal financial sendiri untuk pelaksanaan program usaha krupuk didanai sebesar Rp. 25.000.000 yang kemudian dikelola oleh masyarakat

untuk dibelanjakan alat serta bahan untuk pembuatan krupuk yang dibuat oleh masyarakat sekitar yang nantinya produk tersebut dijual di pasar kemudian hasil dari penjualan tersebut dibagi kepada masyarakat yang telah mengikuti proses pembuatan krupuk dan pemasaran krupuk. Kemudian untuk pembuatan MCK/pengadaan air bersih sendiri didanai sebesar Rp. 40.000.000 untuk keperluan pengeboran, dan pembuatan tandon air yang nantinya dialirkan air tersebut ke rumah-rumah warga sekitar. Secara keseluruhan sumber daya financial sudah cukup memadai. Untuk sumber daya manusia yang ada sudah cukup memadai dari mulai jumlah yang memadai untuk pengerjaan Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung Pasir, sampai proses pengerjaan langsung ketika dana sudah mulai turun. Kemudian untuk sarana dan prasarana sudah cukup baik dengan adanya Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung Pasir karena balik lagi ke dana yang memadai sehingga proses pembuatan sarana dan prasarana pun menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Berdasarkan pengamatan peneliti sendiri sumber dana yang ada dirasa belum cukup untuk mendanai MCK/pengadaan air bersih karena tidak semua warga yang merasakan air tersebut karena hanya berjumlah 3 buah saja yang berada di daerah tersebut, disamping itu juga warga harus membayar Rp. 1000 ke Ketua Kelompok Masyarakat untuk keperluan perawatan alat dan juga membayar token listrik pada setiap bulannya, sehingga sebagian warga memasang air dari Perusahaan Air Minum (PAM) yang biayanya cukup tinggi.

Berdasarkan hasil wawancara serta pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa sumber daya financial untuk pelaksanaan Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung Pasir sudah menunjang dan sudah memadai meski dari pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tangerang dan dari Pihak Desa Tanjung Pasir tidak memberikan keterangan

mengenai jumlah nominal anggaran yang ada, kemudian dari sumber daya manusia untuk pelaksanaan Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjunng Pasir sudah cukup untuk jumlah implementor serta juga sudah mematuhi peraturan yang ada, dan dari sumber daya sarana dan prasarana sendiri dimana dengan adanya Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung Pasir menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Dari hasil semuanya maka Program Desa Pesisir Tangguh di Desa Tanjung Pasir dapat dikatakan belum berjalan dengan baik dan semestinya. Sebagian dari masyarakat belum merasakan MCK/pengadaan air bersih yang ada pada Program desa Pesisir Tangguh. MCK/pengadaan air bersih pun hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat sekitar terutama Kelompok Masyarakat Pesisir selaku yang mengerjakan Program Desa Pesisir Tangguh.

Dokumen terkait