• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 MUSEUM NEGERI PROVINSI LAMPUNG

4.1 Karakteristik Teori Pendidikan di Museum Negeri Provinsi Lampung

4.1.4 Susunan Subjek Program Edukasi

Program edukasi Museum Negeri Provinsi Lampung ada yang diselenggarakan sebagai pelayanan rutin pada pengunjung atau yang didasarkan pada permintaan yang diajukan oleh pengunjung. Program edukasi seperti ini antara lain adalah: panduan keliling kepada pengunjung, bimbingan karya tulis dan kegiatan paket kebudayaan. Sementara kegiatan edukasi lainnya diselenggarakan dalam jumlah terbatas. Ceramah permuseuman hanya akan diselenggarakan satu kali dalam setahun dengan audiens guru-guru IPS dan sejarah dari berbagai jenjang pendidikan. Kegiatan pemutaran slide dan film juga dilaksanakan sekali dalam satu tahun dengan audiens siswa sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Museum Masuk Sekolah akan diselenggarakan paling banyak empat kali dalam setahun di lokasi sekolah yang letaknya jauh dari museum. Lomba permuseuman akan dilaksanakan paling banyak dua kali dalam setahun untuk jenjang pendidikan tertentu. Semua program yang tidak rutin dilakukan itu keberadaanyan sangat tergantung pada anggaran yang dimiliki museum. Ada kalanya kegiatan edukasi tersebut terpaksa tidak dilaksanakan karena anggaran tidak mencukupi. Untuk itu, pembahasan untuk program edukasi hanya akan difokuskan pada program rutin.

Panduan keliling pada pengunjung, sebagaimana telah diuraikan pada bab sebelumnya merupakan kegiatan pemanduan yang diberikan kepada pengunjung yang datang ke museum. Kegiatan ini paling banyak diberikan kepada pangunjung rombongan yang umumnya dari kelompok siswa. Kelompok pengunjung ini pada umumnya meminta dipandu keliling pada pameran tetap. Ada kalanya sekolah tidak meminta atau tidak ingin siswanya dipandu keliling museum karena mereka hanya berkunjung dalam waktu singkat, antara 15 sampai 30 menit. Oleh karena itu, hanya sekolah yang memberikan cukup waktu kepada siswanya untuk menerima panduan dari tenaga edukasi museum yang mau mendapat pelayanan panduan keliling. Agar pelayanan ini efektif, maka dibutuhkan kerja sama, antara guru pembimbing dengan staf edukasi mengenai penyajian yang perlu mendapat perhatian khusus agar target pengetahuan dan pengalaman yang diharapkan dapat tercapai. Akan tetapi banyak

guru yang tidak memiliki persiapan mengenai target kunjungan di museum. Siswa hanya diperintahkan mencatat semua label koleksi yang ada di museum. Ini artinya guru sendiri belum berupaya memanfaatkan museum untuk menunjang mata pelajaran yang telah diberikan kepada siswa.

Staf edukasi museum yang diberi kebebasan oleh guru akan tidak memberikan perhatian khusus pada penyajian tertentu yang akan dijadikan bahan pembelajaran pada siswa. Bimbingan keliling jadi tidak terlalu fokus. Staf edukasi museum akan menjelaskan satu persatu penyajian dengan menekankan pada subjek kajian dengan menggunakan koleksi sebagai contoh. Informasi yang disampaikan akan menjelaskan berbagai hal yang dapat dikaitkan dengan pelajaran sekolah. Perlu digaris bawahi di sini meskipun masing-masing edukator mempunyai gaya dan cara penyampaian yang berbeda namun informasi yang disampaikan eduaktor relatif sama disesuaikan pada jenjang pendidikan siswa yang berkunjung ke museum. Pada tabel 4.3 ditampilkan beberapa contoh infomasi yang berkaitan dengan pelajaran sekolah khususnya dari mata pelajaran IPS tingkat SMP sesuai dengan pembahasan tesis ini.

Tabel 4.3

Informasi Staf Edukasi yang Sesuai Dengan Pelajaran Sekolah

No. Penyajian Informasi Materi Mata Pelajaran IPS 1. Flora dan fauna Menjelaskan flora dan

fauna khas Sumatera dan menjelaskan persebarannya di Sumatera

Materi Kelas VIII Semerter 1:

Menyajikan informasi persebaran flora dan fauna tipe

Asia, tipe Australia serta kaitannya dengan pembagian wilayah.

2. Penggambaran kondisi Gunung Krakatau

Gunung Krakatau adalah salah satu gunung api yang pernah meletus dahsyat pada tahun 1883. Gempa vulkanik yang terjadi mengakibatkan desa-desa disekitar Lampung Selatan dan wilayah Banten terkena sunami. Terjadi kerusakan hebat dan memakan korban puluhan

Materi Kelas VII Semester I: 1. Mendeskripsikan gejala

diastropisme dan vulkanisme serta sebaran

tipe gunung api.

2. Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya gempa bumi dan akibat yang ditimbulkannya. 3. Mendeskripsikan dampak

No. Penyajian Informasi Materi Mata Pelajaran IPS ribu jiwa. terhadap kehidupan.

3. Bahan mineral dan batuan geologi

Lampung

1. Lampung mempunyai kekayaan alam berupa batu gamping, marmer, dan lain sebagainya. 2. Setiap mineral dan

batuan dapat diukur kekerasannya dengan menggunakan skala Mohs

Materi Kelas VII Semester I: Mengindentifikasi jenis batuan berdasarkan proses pembentukannya.

4. Evolusi manusia

Fosil manusia menunjukkan terjadinya

proses evolusi manusia mulai dari Homo Erectus hingga Homo Sapiens

Materi Kelas VII Semester I: Mengidentifikasi jenis-jenis manusia Indonesia yang hidup pada masa praaksara

5. Kebudayaan paleolitik

Manusia sejak jaman prasejarah telah berupaya bertahan hidup dengan menggunakan alat batu.

Materi Kelas VII Semester I: a. Mendeskripsikan

perkembangan kehidupan pada masa pra-aksara dan peralatan kehidupan yang dipergunakan.

b. Mendeskripsikan

perkembangan kehidupan pada masa pra-aksara dan peralatan kehidupan yang dipergunakan.

6. Kebudayan megalitik

Tinggalan era megalitik di Lampung dapat dilihat pada situs Pugung Raharjo. Terdapat punden berundak dan arca Polenisia sebagai

bukti keberadaan keudayaan tersebut..

Materi Kelas VII Semester I: Mengidentiifikasi

peninggalan–peninggalan kebudayaan pada masa pra-aksara

7. Kebudayaan neolitik

Tinggalan era neolitik di Lampung berupa nekara dan bejana.

Materi Kelas VII Semester I: Mengidentiifikasi

peninggalan–peninggalan kebudayaan pada masa pra-aksara.

8. Bukti persebaran

Agama Hindu

Menjelaskan dengan berbagai bukti yang ada

Lampung pernah

Materi Kelas VII Semester 2: a. Melacak masuk dan

No. Penyajian Informasi Materi Mata Pelajaran IPS dan Budha di

Lampung

mengalami masa Hindu dan Buddha

Hindu Buddha ke Indonesia dari India dan Cina.

b. Memberikan contoh peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Hindu Buddha di berbagai daerah dalam bentuk arca.

9. Taman Prasasti Menjelaskan aksara dan bahasa yang digunakan, dan usia masing-masing prasasti serta menjelaskan isi berdasarkan data transliterasi.

Materi Kelas VII Semester 2: Memberi contoh peninggalan peninggalan sejarah bercorak Hindu-Buddha di berbagai daerah dalam bentuk prasasti. 10. Bukti penyebaran agama islam di Lampung Menjelaskan penemuan bukti-bukti penyebaran dan perkembangan Islam di Lampung

Materi Kelas VII Semester 2: 1. Melacak masuk dan

berkembangnya agama Islam ke Indonesia 2. Mendeskripsikan saluran-saluran Islamisasi di Indonesia 11. Sejarah perlawanan terhadap penjajah 1. Menjelaskan awal tertariknya Belanda terhadap perdagangan lada antara Lampung dan Banten

2. Upaya untuk menguasai Lampung, sehingga kemudian mendapat reaksi dari Radin Imba, orang tua Radin Inten II. Setelah Radin Imba di asingkan, perjuangan dilanjutkan oleh Radin Inten II sampai akhir khayatnya.

Materi Kelas VIII Semester I:

1. Mengidentifikasi bangsa-bangsa Barat yang pernah menjajah Indonesia. 2. Menjelaskan secara kronologis masa penjajahan Belanda di Indonesia s/d bubarnya VOC. 3. Mengidentifikasi pengaruh yang ditimbulkan oleh kebijakan–kebijakan pemerintah kolonial di berbagai daerah. 12. Unsur sistem mata percaharian dan perlengkapan hidup Menjelaskan mata pencaharian masyarakat Lampung di tepi pantai dan dataran tinggi.

Materi Kelas VII Semester I: Mengidentifikasi mata pencaharian penduduk (pertanian, non pertanian).

No. Penyajian Informasi Materi Mata Pelajaran IPS 13. Unsur sistem

kemasyarakatan

Menjelaskan upacara Cakak Papadun untuk mendapatkan gelar dan status sosial.

Pengertian pranata sosial. Fungsi pranata sosial. Jenis-jenis pranata sosial.

Berdasarkan Tabel 4.3 tampak bahwa kegiatan eduaksi bimbingan keliling museum memberi informasi yang mempunyai kaitan dengan materi pelajaran sekolah. Ini artinya kurikulum tradisional sekolah menjadi salah satu dasar untuk menjelaskan subjek yang disajikan di museum. Program edukasi yang menggunakan kurikulum sekolah tradisional merupakan museum yang menggunakan teori pendidikan didaktik espositori.

Program edukasi lainnya yang jelas memperlihatkan kurikulum sekolah tradisional sebagai dasar subjeknya adalah program paket kebudayaan. Paket kebudayaan yang menonjol digunakan oleh sekolah adalah paket prasejarah. Paket ini sengaja dirancang untuk mendukung pembelajaran IPS untuk materi prasejarah yang dipelajari di SMP. Jadi jelas, bahwa Museum Negeri Provinsi Lampung menerapkan teori pendidikan didaktik ekspositori sebagai dasar menjalankan program edukasinya.

Program edukasi bimbingan karya tulis memiliki perbedaan dengan program edukatif liannya, karena program ini tergantung pada tema yang dibawa oleh siswa. Pada umumnya tema tersebut adalah yang diperintahkan oleh guru, sehingga isinya jelas berkaitan dengan pelajaran sekolah seperti misalnya yang berkaitan dengan pelajaran IPS. Materi seperti prasejarah, penyebaran agama Hindu Buddha di Indonesia dan materi-materi pelajaran lainnya menjadi tema pilihan yang harus ditulis siswa untuk karya tulisnya. Siswa diperintahkan untuk berkunjung ke museum untuk mendapatkan data-data yang dijadikan bahan untuk karya tulisnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa program edukatif ini susunan program menggunakan pendekatan teori pendidikan didaktik ekspositori.