• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 2.2 Perimbangan Pendapatan dan Bantuan

Jenis Perimbangan

Jenis Perimbangan LokalLokal CentralCentral

Perimbangan Sumber Perimbangan Sumber Pendapatan Pendapatan 34%34% 66%66% Perimbangan Dana Perimbangan Dana Bantuan Bantuan 25%25% 75%75%

Dari uraian tersebut, dapat dikatakan Pemerintah Pusat masih terlalu kuat dalam proses penentuan pendistribusian pendapatan, keadaan ini menunjukan bahwa Pemerintah Daerah masih terlalu lemah. Hal ini dimaklumi karena kedudukan Pemerintah Daerah di Inggris sebagai subordinat dari Pemerintah Pusat.

Di Inggris dikenal ada dua jenis transfer dari Pemerintah Pusat yaitu transfer tujuan umum dan khusus. Transfer tujuan umum (1927) namanya berubah menjadi Rate Support Grant (RSG) pada tahun 1967 kemudian tahun 1990 diubah lagi menjadi Revenue Support Grant (RSG). Sampai dengan saat ini. RSG digunakan untuk mengatasi ketimpangan antar Daerah. Semakin tinggi rasio kebutuhan terhadap sumber daya yang dimiliki oleh daerah, semakin besar transfer yang diterima. Transfer dengan tujuan khusus digunakan untuk mengatasi rembesan/ limpahan (spill-over effect) dari proyek- proyek tertentu seperti jalan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.

RSG terdiri dari tiga komponen yaitu : 1. Standar analisis pengeluaran (Standard

Spending Assessment /SSA yang mengukur kebutuhan pengeluaran daerah.

Local Tax Income) yang mengukur kapasitas pajak daerah.

3. Pendapatan dari Non Domestic Rates

(NDR) yang sesungguhnya juga transfer dari pusat, sehingga RSG = SSA – Standard Local Tax Income – Pendapatan dari NDR. SSA merupakan penilaian yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat terhadap jumlah pengeluaran tertentu yang cocok untuk mencapai tingkat standar pelayanan tertentu. Hal ini diaplikasikan kepada semua Pemerintah Daerah dengan mempertimbangkan karakteristik demografi , geografi s dan sosial masing-masing.

2.2.2 Desentralisasi Fiskal di

Belanda

Susunan pemerintahan daerah dalam negara kesatuan Belanda terdiri dari dua tingkatan yaitu pemerintah propinsi dan gemeente. Selain dua pemerintahan tersebut, Provinsiale Staten dan Gemeenteraad dapat membentuk komisi-komisi yang bersifat teritorial yang diserahi wewenang tertentu. Meskipun komisi-komisi teritorial ini mempunyai wewenang mandiri, bukan merupakan susunan di luar propinsi/gemeente, komisi berada dalam lingkungan pemerintahan propinsi atau gemeente yang diserahkan kepada mereka.

Dalam menyelenggarakan pemerintahan, propinsi dan gemeente mengandalkan kepada 3 (tiga) sumber pendapatan yaitu: (1) Pungutan dan pajak daerah sendiri, (2) Bantuan umum, (3) Bantuan khusus.

Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan Propinsi dan Gemeente,

sumber pendapatan yang dapat digunakan yaitu retribusi dan pajak daerah sendiri yang kemudian dapat diklasifi kasikan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah di Belanda, PAD merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi oleh Propinsi dan Gemeente. Besarnya PAD sangat kecil dibandingkan dengan keseluruhan sumber pendapatan lain yaitu bantuan dari pusat baik umum maupun khusus. Rata-rata Propinsi dan Gemeente menerima bantuan dari pusat sebesar 90 %. Pendapatan sendiri mencapai kira-kira 15 % dari pendapatan total. PAD merupakan hak gemeente memungut dalam batas-batas yang ditetapkan oleh badan pembentuk undang-undang, artinya daerah memiliki kebebasan baik untuk penetapan luas/jumlah serta tujuan pemakaian. Oleh karena itu, pungutan maksimal diperbolehkan sejauh untuk menutup biaya.

Bantuan Umum

Dana bantuan umum yang berasal dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah

Gemeente dan Propinsi yang berasal dari pajak kerajaan saat ini mencapai 32,7 % dari pendapatan. Dana ini sama seperti PAD, pada dasarnya dapat digunakan secara bebas oleh Gemeente dan Propinsi.

Dalam pelaksanaannya dana umum untuk

Gemeente dan/atau Propinsi berbeda dengan dana khusus, diperuntukkan pembangunan daerah yang menurut undang-undang keuangan tahun 1984, besarnya bagian ditentukan oleh hal-hal sebagai berikut : a. Banyaknya pegawai pemerintah b. Luas lahan dan perairan di daratan c. Luas perairan di luar

d. Luas tanah dan bangunan e. Jumlah penduduk

f. Jumlah kesatuan tempat tinggal g. Intensitas pembangunan

Menurut pasal 12 undang-undang hubungan keuangan, Gemeente yang mengalami kesulitan keuangan dapat mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat untuk memperoleh dana ekstra. Hal ini dapat mengakibatkan dana gemeente lainnya dikurangi jumlahnya.

Dalam memanfaatkan dana umum yang diperoleh, Gemeente di dalam batas-batas yang ditetapkan secara hukum, bebas menentukan arah. Berbeda dengan dana khusus Pemerintah Pusat, tidak mengajukan persyaratan untuk penggunaannya dan tidak ada kewajiban untuk mempertanggungjawabkannya kepada Pemerintah Pusat.

Kriteria dana bantuan umum didasarkan pada:

a. Jumlahnya tetap b. Jumlah penduduk

c. Luas tanah dan perairan darat

d. Panjang jalan pelayanan propinsi yang dipertimbangkan dengan faktor tertentu dan perairan luar.

Bantuan Khusus

Penerimaan dari pembayaran khusus pusat lebih dari 50 % membentuk bagian besar dari pendapatan pemerintahan yang lebih rendah. Pembayaran ini tidak dapat digunakan dengan bebas tetapi terikat kepada ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah kerajaan.

Tujuan penggunaan dana khusus bagi pemerintah daerah sudah ditentukan sebelumnya oleh Pemerintah Pusat. Besarnya dana khusus sangat tergantung pada tingkat kelengkapan penyelenggaraan pemerintahan

yang dibuat oleh Pemerintah Daerah. Beberapa contoh perlengkapan yang dibiayai dengan cara ini yaitu angkutan umum dan pendidikan. Pemerintah Pusat melakukan pengawasan atas cara dan penggunaan dana khusus ini.

Dana bantuan khusus dalam perjalanannya menimbulkan keberatan-keberatan, hal ini terjadi karena:

1. Kebebasan penggunaannya dibatasi 2. Kemungkinan mempertimbangkan

keperluan lain (selain yang telah ditentukan) juga dibatasi.

3. Akibat ketentuan-ketentuan Pusat yang rinci dan mengikat, kebebasan daerah untuk menentukan kebijaksanaan dibatasi menjadi tidak perlu.

4. Kebijaksanaan keuangan daerah menjadi tidak fl eksibel.

5. Mengakibatkan tingginya biaya tidak langsung misalnya biaya pengawasan dari instansi yang memberikan bantuan. Persoalan lain dalam dana khusus yaitu peraturan yang digunakan beraneka ragam, ada yang dalam bentuk sirkuler, peraturan intern, ketetapan, peraturan menteri bahkan sampai dalam bentuk peraturan pemerintah. Sejak tahun delapan puluhan, berkembang pendapat yang ingin menghapuskan dana khusus.

Tingkat ketergantungan Gemeente maupun Propinsi terhadap penyediaan dana dari Pemerintah Pusat sangat tinggi. Hal ini, yang dalam perspektif hubungan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, dapat berimplikasi terhadap kadar kemandirian daerah yang bersangkutan. Perbandingan antara PAD yang berhasil dikumpulkan dengan alokasi dana yang berasal dari dana umum maupun dana

khusus yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat dapat dilihat pada tabel 2.3 berikut: Dari hal tersebut nampak, selain peningkatan PAD, yang lebih penting adalah mengurangi atau mengeliminasi kemungkinan munculnya pengaruh dari bantuan tersebut terhadap kemandirian atau kebebasan Propinsi dan

Gemeente sebagai daerah otonom. Sebagai upaya mempertahankan kemandirian atau kebebasan kepada Propinsi maupun

Gemeente untuk menentukan kebijaksanaan dan pengelolaan keuangan, undang- undang Propinsi tahun 1962 dan undang- undang hubungan keuangan tahun 1984 menentukan bahwa bantuan keuangan dari pusat lebih diarahkan pada dana umum

melalui Provinciefonds dan Gemeentefonds. Dana yang tersedia pada Provinciefonds, kira-kira 1% dari seluruh penerimaan pajak nasional, sedangkan Gemeentefonds kira- kira 13% dari penerimaan pajak nasional.

2.2.3 Desentralisasi Fiskal di

Kanada

Dalam hubungan ini pertama-tama akan dikemukakan mengenai pengeluaran pemerintah Kanada tahun 2005. Pengeluaran pemerintah federal dan propinsi di Kanada masing-masing sebesar 13% dan 16% dari Gross Domestic Product (GDP) sebesar