Kata tradisi berasal dari bahasa Latin yaitu traditio yang memiliki beberapa arti yaitu, memberi, menawarkan, menyampaikan dan memperlihatkan kemurahan hati. Dalam pengertian teologi, tradisi dipahami sebagai semua bentuk ajaran atau praktek yang ditransimisikan ke generasi berikutnya baik melalui lisan maupun tulisan dalam bingkai agama. Sementara, dari aspek sosiologis, tradisi dipandang sebagai sebutah sistem dalam struktur masyarakat yang dilaksanakan oleh komunitasnya, lalu diwariskan ke generasi berikutnya, kebanyakan, melalui lisan.293
Tradisi dapat dipahami sebagai revealed tradition yang kebenaran dan prinsipnya bersumber dari divine order. Tradisi memiliki karakter yang unik dan tidak bisa direduksi, karenanya mudah untuk diidentifikasi dengan baik. Tradisi merupakan hasil dari manifestasi atas berbagai bentuk doktrin suci dan sakral. sejatinya tradisi berfungsi sebagai penjaga bagi keberlangsungan kehidupan.294
Tradisi merupakan perwujudan dunia yang direpresentasikan salah satunya dalam bentuk ritual. Selain itu, tradisi juga merupakan alat komunikasi sebagai suatu sistem tanda yang berhubungan dengan teori semiotik.295 Maka kebudayaan dapat dipahami sebagai sistem semiotik yang terdiri atas struktur signifikansi yang berfungsi untuk mengontrol kehidupan sosial manusia, itu
291Mohammad Ali Rabbani, ‚Mediasi India Dalam Perpindahan Dan Penyebaran Kultur Dan Peradaban Persia: Islamisasi di Asia Tenggara.‛ MediaSyariah, Vol. XV, No. 1, (Januari-Juni 2013): 79-80.
292Rizqi Handayani, ‚Dinamika Kultural Tabot Bengkulu.‛ Al-Turāṡ, Vol. XIX, No. 2,
(Juli 2013): 248.
293Yusno Abdullah Otta, ‚Dinamisasi Tradisi Islam di Era Globalisasi: Studi atas Tradisi Keagamaan Kampung Jawa Tondano.‛ Jurnal Sosiologi Reflektif, Vol. 10, No. 1, (Oktober 2015): 100.
294Yusno Abdullah Otta, ‚Dinamisasi Tradisi Islam di Era Globalisasi: Studi atas Tradisi Keagamaan Kampung Jawa Tondano.‛ Jurnal Sosiologi Reflektif, Vol. 10, No. 1, (Oktober 2015): 101-103.
295Indah Arvianti, "Metafora Tuwuhan dalam Budaya Pernikahan Adat Jawa.‛ Majalah Ilmiah Informatika, Vol. 1, No. 3, (September 2010): 70.
58
mengapa menurut Geertz, manusia membutuhkan simbol untuk memahami realitas kehidupan.296
Ritual merupakan a set or series of act, usually involving religion or magic. Jadi ritual ialah seperangkat tindakan yang selalu melibatkan agama atau magis, yang dimantapkan melalui tradisi. Ritual adalah kategori upacara simbolis yang lebih kompleks karena menyangkut urusan sosial dan psikologis yang lebih dalam. Ritual bagi masyarakat identik dengan kepercayaan (trust). Dimensi percaya (trust) yang merupakan potensi dasar manusia.297
Ritual merupakan tindakan simbolis kompleks yang memengaruhi, baik pengalaman individu maupun komunitas sosial. Ritual merupakan transisi dari alam profan ke alam sakral.298 Ritual dan agama merupakan tindakan paling umum yang dapat mengakomodasi kebutuhan manusia agar mampu bersosialisasi dengan lingkungannya.299
Tradisi yang mendapatkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat biasanya akan lebih mudah untuk dipertahankan daripada tradisi yang hanya didukung oleh sekeluarga besar kecil dari seluruh lapisan masyarakat.300 Ritual juga dipahami sebagai sistem konstruksi kultural atas komunikasi simbolik yang dipraktikan secara verbal maupun non verbal yang tindakannya diekspresikan dalam berbagai media.301 Salah satunya adalah ritual Tabut.
Secara harfiah kata Tabut memiliki arti kotak kayu atau peti yang didalamnya terdapat kitab Taurat Bani Israil, yang dipercaya jika muncul akan mendapatkan kebaikan, namun jika hilang akan mendapatkan malapetaka.302 Kata Tabut berasal dari bahasa Arab توب yang berarti peti untuk menyimpan barang atau ات kotak yang terbuat dari batu atau kayu yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan jenazah.303 Kata Tabut juga berasal dari kata Yahudi-Palestina yaitu
296Bradd Shore, Culture in Mind Cognition Culture and the Problem of Meaning (New York: Oxford University Press, 1996), 32.
297Susminingsih,‛ Konsumsi antara Agama Ritual dan Transformasi Budaya.‛ Jurnal I-Economic, Vol. 3, No. 1, (Juni 2017): 118-121.
298Jan, Koster, ‚Ritual performance and the politics of identity: On the functions and uses of ritual.‛ Journal of historical pragmatics, Vol. 4, No. 2, (2003): 3.
299Jan, Koster, ‚Ritual performance and the politics of identity: On the functions and uses of ritual.‛ Journal of historical pragmatics, Vol. 4, No. 2, (2003): 6.
300Agus Setiyanto, Orang-Orang Besar Bengkulu Riwayatmu Dulu (Yogyakarta: Penerbit Ombak), 2015, 75
301Yermia Djefri Manafe, "Komunikasi Ritual pada Budaya Bertani Atoni Pah." Jurnal
Komunikasi, Vol. 1, No. 2, (Juli 2011): 29.
302Endang Rochmiatun, ‚Tradisi Tabot pada Bulan Muharram di Bengkulu: Paradigma Dekonstruksi.‛ Jurnal Tamaddun, No. 14, Vol. 2, (2014): 49-50.
303Rifanto bin Ridwan, ‚Tabot Festival of Bengkulu and Local Wisdom.‛ Academic Journal of Islamic Studies, No. 1, Vol. 2, (2016): 150.
59 Tebota, juga diambil dari bahasa Ibrani yaitu Tebah yang berarti kotak atau bahtera.304
Menurut Feener arti kata Tabut sendiri tidak memiliki akar yang jelas namun banyak didefinisikan sebagai kotak, wadah ataupun peti mati. kata Tabut dapat ditelusuri melalui beberapa wilayah budaya dalam dunia Muslim. Tabut setidaknya disebutkan sebanyak dua kali didalam alquran yaitu pada surat al-Baqarah, ayat 248 dan surat Thaha ayat 39.305
ِنَأ
ٱ
ق
ۡ
ِفِ ِهيِفِذ
ٱ
َف ِتوُباَّتل
ٱ
ق
ۡ
ِفِ ِهيِفِذ
ٱل
ۡ
لَف َِّيَ
ۡ
لُي
ۡ
ِهِق
ٱل
ۡ
ِب َُّيَ
ٱ
أَي ِلِحاَّسل
ۡ
ذُخ
ۡ
ّوُدَع ُه
ۡ
ِّلِّ
ّوُدَعَو
ۡ
ُهَّلۚۥ
لَأَو
ۡ
يَق
ۡ
َع ُت
يَل
ۡ
ةَّبََمَ َك
ۡ
صُتِلَو ِّنِِّّم
ۡ
ىَلَع َعَن
يَع
ۡ
ِن
ۡ
٩٣
‚Letakkanlah ia (Musa) di dalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya.‛ Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku.‛
Tabut dengan arti peti merupakan pengertian umum. Namun, kata Tabut memiliki kontekstertentu yang berkaitandengan Nabi Musa, ritual keagamaan Islam Syi’ah, dan Tabut di Sumatra. Dalam alquran surat al-Baqarah ayat 248 disebutkanyang artinya:
‚. . . sesungguhnya tanda kerajaannya ialah datangnya tabut kepadamu, yang di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa peninggalan keluarga
Musa dan keluarga Harun, yang dibawa oleh malaikat . . . .‛
Sementara itu, Tabut juga ditemukan dalam tradisi Kristiani yang berisi kitab Taurat yangmemuat, ‘Sepuluh Perintah Tuhan’ (Ten Commandements). Tabut ini juga dikenal dengan Tabut Perjanjian atau Ark of Covenant,yaitu perjanjian antara Tuhan dengan Bani Israil.306 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tabut didefinisikan sebagai peti yang terbuat dari anyaman bambu atau burung-burungan burak yang terbuat dari kayu yang diarak pada peringatan terbunuhnya Hasan-Husen pada tanggal 10 Muharam.307 Menurut Kartomi, Tabut merupakan ritual yang berada di Irak, Persia dan India Selatan yang dikenal dengan nama Takziah. Takziah adalah tampilan tradisional bangsa Iran sebagai ungkapan
304Paul H Mason, ‚Fight-dancing and the festival: Tabuik in Pariaman, Indonesia and Iemanjá in Salvador da Bahia, Brazil.‛ Martial Arts Studies 2, (2016): 73.
305Michael Feener, ‚Tabut: Muharram Observances in the History of Bengkulu.‛ Jurnal
Studia Islamika, Vol. 6, No. 2, (1999): 93.
306Asril, ‚Perayaan Tabuik dan Tabot: Jejak Ritual Keagamaan Islam Syi'ah di Pesisir Barat Sumatra.‛ Jurnal Panggung, Vol. 13, No. 3, (September 2013): 130.
60
kesedihan untuk memuji pahlawan legendaris mereka yaitu Husen bin Abi Thalib.308
Realitas dalam penyebutan nama ritual Tabut di Bengkulu mengalami perdebatan. Masyarakat pada umumnya menyebutnya ritual Tabot, menurut Syiafril penyebutan itu salah, tidak ada data yang jelas apa yang menyebabkan masyarakat cenderung menyebut Tabot dibanding Tabut. Lebih lanjut, menurutnya kata Tabot digunakan untuk menyebutkan arca orang suci atau berhala.309
Hal yang berhubungan dengan budaya Tabut adalah, Pertama, apa yang terdapat dalam Tabut itu merupakan tanda (mu’jizat) yang besar karena Tabut mengandung ilmu dan hikmah yang ditinggalkan oleh keluarga Nabi Musa dan keluarga Nabi Harun dan disana juga terkandung ketenangan bagi kaum tersebut yang menjadikan had dan jiwa mereka tenang. Kedua, penetapan adanya malaikat-malaikat, sebagaimana ayat, ‚Tabut itu dibawaoleh malaikat,‛ hal ini juga menunjukkan bahwa Tabut tersebut besar.310
Terdapat beberapa pendapat mengenai sejarah kemunculan ritual Tabut. Catatan mengenai ritual ini didominasi oleh pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa budaya secara historis dibawa oleh orang-orang yang berasal dari Bengali-Madras,311 yang datang ke Bengkulu dalam rangka pembangunan Benteng Marlborough, mereka merupakan tentara-tentara yang dibawa oleh Inggris pada tahun 1685312 pada masa Gubernur Jenderal Raffles. Orang-orang India ini kemudian menikah dengan penduduk pesisir Bengkulu (Pantai Panjang).313
Ritual ini, menurut satu pendapat, pertama kali dilaksanakan oleh Syekh Burhanuddin atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Senggolo yang berasal dari India.314 Ritual ini juga berhubungan erat kaitannya dengan penyebaran ajaran Islam, khususnya Syi’ah di Bengkulu.315
Sejarah lain mengatakan bahwa masuknya tradisi Tabut ke Bengkulu pada abad 18 dibawa oleh tentara Inggris dengan dari etnik Shimphahi di kaki gunung
308Nelly Marhayati, ‚Dinamika Kelompok Minoritas dalam Mempertahankan Tradisi Studi pada Keluarga Kerukunan Tabot di Bengkulu,‛ 2016, 24.
309Wawancara, Achmad Syiafril Syahboeddin, Ketua KKT, 13 Juli 2017. Lihat juga, Achmad Syiafril Syahboeddin, Buku Putih the Tabubencoolen (Bekasi: PT Walaw Bengkulen, 2016), 5.
310Sirajuddin M, ‚Urf dan Budaya Tabot Bengkulu.‛ Jurnal Millah, Vol. XI, No. 2, (Februari 2012): 589-588.
311Sirajuddin M, ‚Urf dan Budaya Tabot di Bengkulu.‛ Jurnal Millah Vol. XI, No. 2, (Februari 2012): 580.
312Person Pesona Renta, ‚Tabot Upacara Tradisi Masyarakat Pesisir Bengkulu.‛ Sabda, Vol. 6, No. 1, (April 2011): 47-48.
313Nanang Rizali, ‚Ritual Islam dalam Motif Batik Basurek-Bengkulu.‛ Jurnal
Kebudayaan Islam, Vol. 13, No. 2, (Juli - Desember 2015): 270-271.
314Wawancara, Idramsyah, Ketua Kerukunan Tabut Budaya, 19 Juli 2017.
315Endang Rochmatun, ‚Tradisi Tabot pada Bulan Muharram di Bengkulu: Paradigma Dekonstruksi.‛ Jurnal Tamaddun, No. 14, Vol. 2, (2014):49.
61 Himalaya India. Kepercayaan mereka bukanlah Hindu, Budha, ataupun Muslim. Mereka adalah tentara sewaan dan budak tentara Inggris (Gurca) yang dibawa ke Indonesia. Gurca ini banyak mengenal berbagai kebudayaan di India dan Persia. Tradisi inilah yang pada akhirnya dikembangkan di Bengkulu dan Sumatra Barat.316
Mereka menentang gagasan bahwa hal itu dibawa oleh pekerja Inggris saat mereka membangun Benteng Malborough. Pendapat mereka didasarkan pada kepercayaan bahwa Bengkulu adalah daerah yang sangat mirip dengan kondisi Persia. Bengkulu memiliki banyak bukit yang dianggap sebagai representasi wilayah Karbala di Irak.317
Menurut Chiara Formichi bahwa Syech Burhannudin termasuk dari golongan tentara yang dibawa oleh English East India Company ke Bengkulu dan bahwa Tabut di Bengkulu merupakan salah satu usaha Syi'ah Indonesia untuk menunjukkan eksistensinya lewat budaya lokal, sekaligus untuk menunjukkan Iran sebagai negara yang ramah. Pendapat tersebut diperkuat dengan Pendapat di atas dibantah oleh Syiafril yang mengatakan bahwa Syech Burhannudin bukan tentara yang dibawa oleh Inggris untuk membangun Benteng Marlborough, melainkan pedagang dari Punjab yang mensyiarkan agama Islam di Bengkulu.
Hal tersebut seperti yang dijelaskan oleh pengikut Tabut, Syiafril menjelaskan bahwa tidak ada hubungan antara pembuatan Benteng Malbourough dengan eksistensi ritual Tabut. Ritual Tabut muncul jauh sebelum benteng Malbourough dibangun, ritual ini datang murni sebagai syiar agama Islam di Bengkulu.318 Mereka percaya bahwa Tabut dibawa langsung oleh Punjab India di tahun 1336 Masehi.319 Hal tersebut diperkuat oleh pendapat William Marsden, penulis yang banyak mengamati masyarakat Sumatra, serta berada di Bengkulu pada saat Bengkulu dikuasai oleh Inggris, tidak menyinggung Tabut sama sekali.320 Pendapat lain juga mengatakan bahwa perlu ditelusuri kembali tentang sejarah ritual Tabut yang diklaim berasal dari suku Sipai karena suku tersebut ini berasal dari India yang merupakan negara dengan penduduk beragama Hindu.321
Pada mulanya, ritual Tabut sebagai peringatan peristiwa gugurnya Hasan-Husain cucu nabi Muhammad s.a.w oleh kaum Syiah dari keluarga Yazid di
316Japarudin, ‚Tradisi Bulan Muharam di Indonesia.‛ Tsaqofah dan Tarikh, Vol. 2, No. 2, (Juli-Desember 2017): 175.
317Rifanto bin Ridwan, ‚Tabot Festival of Bengkulu and Local Wisdom.‛ Academic Journal of Islamic Studies, No. 1, Vol. 2, (2016): 151.
318Wawancara, Achmad Syiafril Syahboeddin, Ketua KKT, 13 Juli 2017.
319Rifanto Bin Ridwan, ‚Tabot Festival of Bengkulu and Local Wisdoms.‛ Jurnal
Academic Journal of Islamic Studies, Vol. 1 No. 2, (2016): 151.
320Rizqi Handayani, ‚Dinamika Kultural Tabot Bengkulu.‛ 245.
62
Karbela, Irak pada bulan Muharram 61 Hijriah.322 Orang-orang Syi’ah mengadakan ritual menyiksa diri untuk laki-laki dan menangis untuk perempuan sebagai bentuk duka cita mereka. Ritual tersebut dilaksanakan untuk mengenang usaha para pemimpin Syi’ah dan kaumnya ketika mengumpulkan bagian-bagian jenazah Husain, lalu mengarak dan memakamkannya di Padang Karbala.323
Namun pada perkembangannya para keturunan Tabut yang disebut kaum Sipai terlepas dari pengaruh aliran Syi’ah maka ritual ini hanya dijadikan kewajiban untuk menjalankan wasiat dari leluhur mereka.324 Selain itu, ritual Tabut juga dijadikan oleh masyarakat Bengkulu untuk menyambut dan memeriahkan tahun baru Islam.325 Sesuatu yang rasional dan manusiawi apabila setiap pemeluk suatu agama merasa yakin dan bangga dengan agama yang dipeluknya. Masing-masing pemeluk agama tentu akan mengklaim kebenaran kepada ajaran-ajaran agamanya sendiri. Meski begitu ada cara untuk mempersatukan pemahaman para pemeluk berbagai agama tersebut. Mengacu kepada klaim kebenaran di atas, W. Montgomery Watt, mengungkapkannya sebagai tradisi klasik yang tetap hidup subur dalam sejarah Islam sampai sekarang. Ia mengistilahkannya sebagai heresiography call tradition yaitu pandangan yang menganggap bid‘ah dan sesat aliran, madzhab, atau kelompok keagamaan lain dalam Islam. Konsekuensi dari pandangan ini adalah hanya aliran, madzhab atau kelompok keagamaannya sendiri yang benar dan mengikuti jalan yang lurus.326
Meski begitu perbedaan pendapat tersebut tetap memiliki satu kesamaan, yaitu bahwa upacara Tabut di Bengkulu memiliki signifikansi khusus. Penduduk wilayah ini mempelajarinya dari kaum imigran Muslim selatan India.327 Menurut Ahmad Rijaluddin, tradisi Tabut memiliki kemiripan dengan tradisi Anglo-Indian di awal abad 19.328 Menurut Feener, sejarah Tabut di Bengkulu saling terkait erat dengan Perusahaan Hindia Timur Inggris di Sumatra.329
Selain pendapat di atas, menurut Kartomi, seperti yang dikutip Harapandi Dahri, istilah Tabut di Indonesia berasal dari sebuah ritual sederhana yang ada di Irak, Persia dan India Selatan yang dikenal dengan nama Ta’ziyah. Sementara
322Adat Istiadat Daerah Bengkulu, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah 1977-1978, 105-106.
323Upacara Tradisional Daerah Bengkulu, 63.
324Endang Rochmiatun, ‚Tradisi Tabot pada Bulan Muharram di Bengkulu: Paradigma Dekonstruksi.‛ Jurnal Tamaddun, No. 14, Vol. 2, (2014): 49-50.
325Adat Kota Bengkulu, Bagian Hukum Setda Kota Bengkulu, 2005, 31.
326A Zaini Dahlan, ‚Memahami Agam a dan Budaya sebagai Solusi Mengatasi Konflik Teologis.‛ Jurnal CMES, Vol. VIII, No. 1, (Januari – Juni 2015): 33.
327Mohammad Ali Rabbani, ‚Mediasi India dalam Perpindahan dan Penyebaran Kultur dan Peradaban Persia: Islamisasi di Asia Tenggara.‛ Jurnal Media Syariah, Vol. XV, No. 1, (Januari-Juni 2013): 80.
328Michael Feener, ‚Tabut: Muharram Observances in the History of Bengkulu.‛ 94.
63 itu istilah Tabut dikenal di India Utara untuk menyebut istilah Ta’ziyah tersebut. Lebih lanjut Kartomi menyebutkan bahwa tipe Tabut di Indonesia ada dua, yaitu Asan Usen di Aceh, serta Tabut di Sibolga dan Riau yang merupakan jenis/tipe ritual yang sederhana. Serta Tabut di Bengkulu dan Tabuik di Pariaman yang merupakan jenis/tipe yang dielaborasi menjadi pertunjukkan teatrikal.330
Meskipun terjadi perdebatan terkait sejarah ritual Tabut, namun ritual tersebut memiliki akar historis yang jelas sebagai tradisi mengenang wafatnya Husain. Awal mula, Tabut dipercaya berasal dari budaya Persia pra-Islam, yaitu upacara duka cita kematian Siyavash (anak Poor Kowush Syah dan murid Rustam dalam mitos Persia kuno) yang dalam pelaksanaannya terdapat Tabut yang diarak. Selain itu, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa tradisi mengarak tabut mulai muncul pada saat terbentuknya perkumpulan orang-orang Syi’ah dalam kegiatan duka cita memperingati kematian para pemimpin Syi’ah dan saat mereka pergi berziarah ke makam Imam Ali dan Imam Husein pada 425 H. Ketika berziarah, orang-orang Syi’ah dari Karakh (Baghdad) ini membawa barang-barang yang telah dihiasi dengan hiasan-hiasan yang terbuat dari emas, yang disebut dengan manajiq. Catatan lain menjelaskan bahwa pelaksanaan arak-arakan Tabut itu dilakukan dengan cara memanggul sejumlah Tabut yang dibungkus dengan kain hitam dengan iringan bendera-bendera kebesaran. Di atas tabut diletakan senjata tajam dengan posisi menyilang ataupun mendatar. Lalu mereka berjalan sambil meratap, meniupkan terompet, dan memukul alat yang ada. Mereka menganalogikan tabut-tabut tersebut sebagai tabut dari Imam Ali. Hal tersebut menunjukkan bahwa tradisi Tabut ini merupakan pementasan teatrikal kisah di Karbala.331
Secara detail, pelaksanaan ritual ini terdiri atas 13 tahapan yang dilakukan selama 10 hari (1-10 Muharram setiap tahunnya).332 Waktu pelaksanaan selama 10 hari, mulai dari tanggal 1-10 Muharram. Rangkaian acara tersebut di mulai dari prosesi mengumpulkan tanah untuk ditempatkan pada kerangka Tabut, tanah tersebut diambil dari lokasi yang telah ditentukan, hari kedua sampai keenam pembuatan Tabut, hari ketujuh arak-arakan jari, kedelapan Tabut diarak keliling, hari kesembilan pertandingan pemukulan dol, hari malam kesepuluh belarak gedang, hari kesepuluh Tabut dibuang.333
Tabut yang berada di Bengkulu berbentuk bangunan bertingkat yang hampir serupa dengan menara Masjid dengan ukuran yang beraneka ragam.334 Terbuat dari rangka kayu dan bambu, kadang ditambahkan pula bentuk-bentuk lain,
330Harapandi Dahri, Tabot Jejak Cinta Keluarga Nabi di Bengkulu (Jakarta: Penerbit Citra, 2009), 76.
331Rizqi Handayani, ‚Dinamika Kultural Tabot Bengkulu.‛ 242-243.
332Rifanto Bin Ridwan, ‚Tabot Festival of Bengkulu and Local Wisdoms.‛ Jurnal
Academic Journal of Islamic Studies, Vol. 1 No. 2, (2016): 152-155.
333Adat Kota Bengkulu, Bagian Hukum Setda Kota Bengkulu, 2005, 31
334Endang Rochmatun, Tradisi Tabot pada Bulan Muharram di Bengkulu: Paradigma Dekonstruksi.‛ 49.
64
seperti burung berkepala manusia, ikan rumah adat, dan sebagainya. Bangunan ini dihiasi aneka warna dan hiasan lainnya.335 Saat ini, Tabut yang digunakan dalam upacara Tabut di Bengkulu berupa suatu bangunan bertingkat-tingkat seperti menara masjid, dengan ukuran yang beragam dan berhiaskan lapisan kertas warna warni. Pembuatan Tabut harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan secara bersama-sama oleh keluarga pengikut Tabut.336
Terdapat dua kelompok besar keluarga pengikut Tabut, yakni kelompok Tabut Imam dan Tabut Bansal.337 Keluarga Tabut terdiri atas 17 kelompok yaitu Tabut Syahbedan, Tabut Lempuing, Tabut Ta’a Zulkifli, Tabut Penurunan, Tabut Onggok, Tabut Panglima Kasan, Tabut Bajak, Tabut Druzanggut Bawah, Tabut Sumur Meleleh, Tabut Kebun Beler, Tabut Jegau/Anak Bansal, Tabut Malabro, Tabut Kebun Ros, Tabut Nala, Tabut Tengah Padang-Bajak.338 Jumlah kelompok pengikut Tabut pada mulanya hanya empat, yaitu Tabut Imam, Tabut Bansal, Tabut Panglima, dan Tabut Ulama atau lebih dikenal dengan nama Tabut Kampung Batu. Selanjutnya jumlah tersebut terus berkembang sampai saat ini berjumlah 17, tidak dapat ditambah lagi karena telah dibakukan. Kemunculan kelompok-kelompok tersebut bermula dari apa yang diistilahkan sebagai ‚Tabut Niat.‛ Artinya, Tabut yang pada awalnya dibuat hanya berdasarkan niat atau nadzar namun akhirnya terus berlanjut sampai saat ini.339 Sebagai satu kesatuan ritual, Tabut dibentuk oleh bagian-bagian yang terangkai dalam bentuk tahapan-tahapan prosesi,340 menurut Syiafril yang merupakan pewaris Tabut sekaligus ketua KKT, sebelum prosesi-prosesi ritual Tabut yang telah lazim diketahui oleh masyarakat, terdapat dua ritual penting yang harus mereka lakukan yaitu pertama, doa mohon izin kepada Allah swt yang dilaksanakan di Mushala Karbela pada tanggal 28 atau 29 Dzulhijjah, diawali dengan shalat magrib, membaca Yassin, tahlil, dan memohon izin untuk memulai prosesi ritual Tabut, ditutup dengan shalat Isya. Kedua, melakukan doa mohon keselamatan kepada Allah swt yang dilaksanakan pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah.341 Doa khusus yang dibacakan adalah Maqtal al-Hussain,342
berbunyi sebagai berikut:
335Harapandi Dahri, Tabot Jejak Cinta Keluarga Nabi di Bengkulu (Jakarta: Penerbit Citra, 2009), 77.
336Endang Rochmiatun, ‚Tradisi Tabot pada Bulan Muharram di Bengkulu: Paradigma Dekonstruksi.‛ 49-50.
337Endang Rochmiatun, ‚Tradisi Tabot pada Bulan Muharram di Bengkulu: Paradigma Dekonstruksi.‛ 49-50.
338Syiafril, Buku Putih Tabubencoolen.
339Wawancara, Achmad Syiafril Syahboeddin, Ketua KKT, 22 Juli 2017.
340Tahapan-tahapan dalam ritual Tabut, salah satunya dijelaskan dalam naskah Cerita dari Tabut. 1158/PN (Perpustakaan Nasional Jakarta). Ukuran naskah 21x17 cm. 8 halaman terdiri atas 16 baris huruf Arab.
341Wawancara, Achmad Syiafril Syahboeddin, Ketua KKT, 22 Juli 2017. Lihat juga, Achmad Syiafril Syahboeddin, Buku Putih the Tabubencoolen (Bekasi: PT Walaw Bengkulen, 2016), 23.
65 Bismillahir rahmanir Rahiim
Assalaamua’layka yaa Rasulillah
Assalaamua’layka yaa Fatimah Az-Zahra Assalaamua’layka yaa Al-Murthada Assalaamua’layka yaa Hasan al-Mujitaba Assalamua’layka yaa Aba Abdillah al-Hussain Salam atasmu wahai Putera Rasulullah
Salam atasmu wahai putera Amirul mukminin, putera penghulu para washi Salam atasmu wahai putera Fatimah penghulu wanita sedunia.
Salam atasmu dan semua arwah yang bergabung di halaman kediamanmu dan di Mashad Syech Burhanuddin Imam Senggolo ini. Sepanjang hidup kami, siang dan malam, kami mendoakanmu semua semoga Allah melimpahkan kedamaian kepadamu semua.
Wahai Aba’Abdillah, sungguh besar musibah yang menimpamu bagi kami seluruh kaum muslimin. Sungguh besar musibah yang menimpamu bagi langit dan seluruh penghuninya. Semoga Allah melaknat ummat yang menzhalimmimu dan menyakitmu wahai keluarga suci Nabi. Semoga Allah melaknat ummat yang menghalangimu dari kedudukan yang telah Allah tetapkan bagimu. Semoga Allah melaknat ummat yang membunuhmu. Semoga Allah melaknat ummat yan membiarkan mereka memerangimu.
Kami nyatakan kepada Allah dan kepadamu bahwa kami berlepas diri dari mereka, dari semua pengikut mereka, dan dari semua pendukung mereka yang