Tahapan analisis bertujuan untuk menganalisis hal-hal yang diperlukan dalam mengembangkan LKPD. Dalam tahapan ini dilakukan analisis berupa analisis kebutuhan dan analisis konsep. Untuk analisis kebutuhan dilakukan dengan cara wawancara baik dilakukan pada guru maupun peserta didik yang terdapat pada lampiran 4 dan 5, sementara untuk analisis konsepnya dilakukan dengan cara menganalisis KI dan KD pada materi Ekosistem dan Perubahan Lingkungan serta menganalisis isi dari materi Ekosistem dan Perubahan Lingkungan dengan cara membuat peta konsep seperti berikut:
1 Tatik Surtati dan Edi Irawan, Kiat Sukses Meraih Hibah Penelitian Pengembangan, (Yogyakarta: Deepublish, 2017), hal. 15.
Gambar 3 Peta Konsep
40 B. Tahap Design (Desain)
Tahapan desain bertujuan untuk menyusun rancangan LKPD pada materi ekosistem dan perubahan lingkungan dengan mengacu pada tahap analisis. Hasil dari tahap ini nantinya berupa prototype-I. Langkah-langkah yang dilakukan pada tahap ini meliputi:
1. Penyusunan standar tes
Standar tes mengacu pada tujuan pembelajaran dan materi yang dikembangkan pada LKPD. Tes yang disusun merupakan soal esai berupa masalah yang telah disetujui oleh dosen pembimbing yaitu dosen Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tes ini digunakan sebagai alat evaluasi pembelajaran selama pembelajaran menggunakan LKPD dilangsungkan. Untuk jumlah keseluruhan butir soal yaitu 6 soal yang mengacu pada isi wacana, terdiri dari 3 soal pada LKPD Ekosistem dan 3 soal pada LKPD Perubahan Lingkungan. Untuk pengerjaan soal tersebut, peserta didik diberikan waktu 60 menit untuk menjawab keseluruhan soal dalam setiap LKPD.
Gambar 4 isi soal esai yang dimuat dalam LKPD
41 2. Pemilihan media
Pemilihan media LKPD dalam bentuk cetak didasarkan dari analisis yang telah dilakukan sebelumnya pada tahap analisis. Pemilihan juga dilakukan dengan melihat beberapa kelebihan yang dimiliki oleh LKPD diantaranya: 1) Dapat digunakan di dalam atau luar ruangan, 2) Mudah digunakan, 3) Meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, serta 4) Mampu menyajikan materi pelajaran secara lebih menarik. Berdasarkan kelebihan-kelebihan tersebut diharapkan kemampuan memecahkan masalah dan kemampuan argumentasi peserta didik bisa menjadi lebih baik. Pembuatan dan pengembangan LKPD yang dilakukan oleh peneliti menggunakan aplikasi Canva dan Microsoft word.
3. Pemilihan format
Format pengembangan LKPD didasarkan dari karakteristik yang dimiliki LKPD. LKPD harus bisa menstimulasi peserta didik, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, menyuguhkan pengetahuan yan holistis, dan memberikan pengalaman langsung. Oleh karena itu, LKPD yang dikembangkan tidak polos karena didesain dengan cover dan figura di setiap tepi pada setiap halaman, format penulisannya menggunakan Comic Sans MS dan Times New Roman, LKPD berisikan wacana berupa masalah yang harus dipecahkan oleh peserta didik yang diharapkan dapat menstimulus kemampuan argumentasi peserta didik. Sruktur LKPD yang dikembangkan berisi:
1) Cover (Judul dan identitas Peserta Didik yang terdiri dari nama, kelas, dan sekolah)
2) Keterangan LKPD (Mata pelajaran, kelas/semester, dan Materi) 3) KD
4) Tujuan Pembelajaran
5) Masalah dalam bentuk wacana 6) Rumusan masalah
7) Hipotesis
8) Penumpulan data 9) Pembahasan 10) Kesimpulan
42 11) Referensi
Keseluruhan rancangan tersebut dapat dilihat pada lampiran 8.
4. Rancangan Awal (Initial Design)
Rancangan dibuat berdasarkan karakteristik LKPD, Penyusunan standar tes, pemilihan media, serta pemilihan format yang telah dilakukan sebelumnya. Proses pembuatan rancangan awal LKPD ini menggunakan aplikasi Canva dan Microsoft Word. Pemilihan aplikasi didasarkan pada kemudahan dalam pengoperasiannya, serta kemudahan dalam proses pencetakannya. Hasil rancangan awal LKPD yang dikembangkan dapat dilihat pada lampiran 8.
C. Tahap Development (Pengembangan)
Hasil rancangan awal yang telah dilakukan dinamakan prototype-I dari LKPD yang kemudian dinilai oleh ahli untuk melihat kevalidannya. Setelah dinyatakan valid dan telah melewati tahap revisi, maka hasilnya disebut sebagai prototype-II, yang berikutnya diujicobakan pada tahap implementasi.
Tabel 4. 1 Perbandingan LKPD Prototype-I dan II
No Prototype-I Prototype-II Keterangan
1 Perubahan pada cover,
hasil desain lebih terlihat soft.
43
No Prototype-I Prototype-II Keterangan
2 Perubahan pada bagian
tampilan sehingga tidak lagi polos, dan perubahan pada letak wacana &
rumusan masalah, yang diletakan secara bedekatan (wacana 1 dengan rumusan masalah 1), dan terdapat penambahan derajat persetujuan.
3 Perubahan tampilan dan
redaksi pengamilan data sebelumnya “Kumpulkan data dari berbagai sumber untuk mendukung pendapat sementaramu dan jangan lupa sebutkan sumber-sumber referensi yang kamu gunakan!”
berubah menjadi
“Kumpulkan data dari sumber yang telah disediakan (disajika beberapa referensi) atau bisa juga mencari sumber referensi lain untuk mendukung pendapat sementaramu. Kemudian
44
No Prototype-I Prototype-II Keterangan
rangkumlah informasi-informasi untuk mendukung hipotesismu dan jangan lupa tuliskan sumber-sumber referensi yang kamu gunakan tersebut pada bagian referensi!”. Selain itu, pada prototype I Pengumpulan Data dan Pembahasan disatukan,
sedangkan pada
prototype II dipisah.
4 Perubahan pada tampilan
dan redaksi petunjuk penggunaan LKPD kesimpulan, sebelumnya
“Berdasarkan data-data yang telah kamu kumpulkan apakah pendapatmu sekarang berubah atau sama dengan pendapat sementaramu? Tuliskan kesimpulanmu!”
menjadi “Berdasarkan data-data yang telah kamu gunakan apakah pendapatmu sekarang berubah atau sama dengan pendapat sementaramu? Paparkan kembali pendapatmu!
(1) Tunjukkan seberapa kuat kesetujuan/
ketidaksetujuanmu!
(2) Kemukakan pula alasan-alasannya
45
No Prototype-I Prototype-II Keterangan
dengan menyebutkan
sumber dukungan untuk alasanmu!”
Penilaian Ahli
Penliaian oleh ahli dilakukan untuk memvalidasi media pembelajaran yang dikembangkan. Ahli yang memvalidasi LKPD ini yaitu satu orang ahli yang merupakan guru mata pelajaran Biologi di SMA PGRI Ciambar. Penilaian dilakukan dengan memberikan LKPD kepada ahli untuk dinilai sesuai dengan lembar validasi yang disediakan. Ada tiga unsur yang dinilai dari LKPD oleh ahli yaitu berupa isi materi, penyajian LKPD, dan langkah pembelajaran PBL.
Tabel 4. 2 Persentase Penilaian Ahli
No Kriteria Presentase (%) Kategori
1 Kelayakan Isi Materi 100 Sangat baik
2 Kelayakan Penyajian 98 Sangat baik
3 PBL 100 Sangat baik
Rata-rata 99,3 Sangat baik
Berdasarkan tabel 4.2 di atas, LKPD menunjukkan kriteria sangat baik dengan persentase sebesar 99,3%. Nilai tertinggi terdapat pada kriteria kelayakan isi materi dan model pembelajaran PBL yang digunakan dalam membuat LKPD dengan persentase sebesar 100%. Sedangkan untuk kelayakan penyajian materinya sebesar 98%.
46
Selain itu, dihitung juga persentase ketercapaian setiap indikator sebagai berikut:
Tabel 4. 3 Persentase Ketercapaian Setiap Indikator Penilaian Ahli
No Kriteria Indikator Persentase
(%) Kategori 1 Kelayakan Isi
Materi
Kesesuaian LKPD KI III
(Pengetahuan) 100 Sangat baik
Kesesuaian KD dengan KI III 100 Sangat baik Kesesuaian LKPD KI IV
(Kemampuan) 100 Sangat baik
Kesesuaian KD dengan KI IV 100 Sangat baik Kesesuaian dengan tujuan
pembelajaran di Sekolah 100 Sangat baik Kesesuaian dengan
pembelajaran di Kelas 100 Sangat baik
Kualitas LKPD 100 Sangat baik
Kesesuaian dengan peserta didik 100 Sangat baik 2 Kelayakan
Penyajian
Penyajian 100 Sangat baik
Desain tampilan 100 Sangat baik
Kemudahan penggunaan 100 Sangat baik
Pengunaan bahasa 80 Baik
3 PBL Orientasi pada Masalah dan
Hipotesis 100 Sangat baik
Identifikasi Masalah 100 Sangat baik Pengumpulan Informasi 100 Sangat baik
Diskusi 100 Sangat baik
Presentasi 100 Sangat baik
Kesimpulan 100 Sangat baik
47
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa tiap kriteria sudah memenuhi kategori dengan nilai baik hingga sangat baik. Nilai tertinggi sebesar 100% terdapat pada hampir di semua kriteria kecuali penggunaan bahasa sebesar 80%.
D. Tahap Implementation (Implementasi) 1. Penilaian Angket Respon Peserta Didik
Tahap penelitian ini dilakukan di SMA PGRI Ciambar kepada peserta didik X-IPA. Pelaksanaan penelitian diawali dengan kegiatan pendahuluan kepada peserta didik. Kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran mandiri. Peserta didik diminta untuk memahami isi dari 2 LKPD yang diujicobakan dengan dibantu oleh penjelasan dari peneliti pada tiap LKPDnya. Selama proses uji coba berlangsung ada kendala yang ditemui, yaitu 3 dari 23 orang peserta didik kelas X-IPA tidak bisa mengikuti uji coba karena sakit. Setelah melalui tahap pembelajaran, selanjutnya peserta didik mengisi angket respon peserta didik sebagai berikut:
Tabel 4. 4 Tabel Data Perhitungan Hasil Penilaian Angket Peserta Didik
No Kriteria Skor
Hasil
Skor Kriterium
Presentase
(%) Kategori
1 Kecocokan materi 159 200 79,5 Baik
2 Kualitas materi 968 1100 88 Sangat baik
3 Kualitas teknis 355 400 88,75 Sangat baik
4 Ketertarikan 354 400 88,5 Sangat baik
Rata-rata 86,2 Sangat baik
Data hasil perhitungan angket peserta didik, secara garis besar menunjukan hasil pada kategori sangat baik dengan angka presentase 86,2%, sedangkan keseluruhan perhitungan angket peserta didik dapat dilihat pada lampiran 12 dan 13.
48
Sementara hasil penilaian angket peserta didik tiap indikator dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4. 5 Tabel Persentase Hasil Penilaian Angket Peserta Didik Tiap Indikator
No Kriteria Indikator Persentase
(%) Kategori 1 Kecocokan
materi
LKPD ini menjelaskan konsep ekologi dan Perubahan Lingkungan menggunakan ilustrasi masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
80 Baik
LKPD ini menggunakan contoh-contoh soal yang berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari.
79 Baik
2 Kualitas materi
Penyajian materi dalam LKPD biologi berbasis PBL ini mendorong rasa ingin tahu saya untuk mempelajari materi ekologi dan perubahan lingkungan
93 Sangat
baik
Penyajian materi dalam LKPD biologi berbasis PBL ini mendorong kemampuan saya untuk bertanya
79 Baik
LKPD ini memuat pertanyaan-pertanyaan yang mendorong saya untuk menganalisis masalah
84 Sangat
baik LKPD ini memuat
pertanyaan-pertanyaan yang mendorong saya untuk membuat jawaban sementara atau hipotesis
88 Sangat
baik LKPD ini memuat
pertanyaan-pertanyaan yang mendorong saya untuk berfikir.
93 Sangat
baik LKPD ini memuat
pertanyaan-pertanyaan yang mendorong saya untuk mencari data atau informasi yang sesuai dengan masalah yang disajikan
90 Sangat
baik
49
No Kriteria Indikator Persentase
(%) Kategori Penyajian materi dalam LKPD
biologi berbasis PBL ini mendorong saya untuk menjawab pertanyaan
91 Sangat
baik Penyajian materi dalam LKPD
biologi berbasis PBL ini mendorong saya untuk menyampaikan pendapat
89 Sangat
baik Penyajian materi dalam LKPD
biologi berbasis PBL ini mendorong saya untuk mempresentasi hasil diskusi
86 Sangat
baik Penyajian materi dalam LKPD
biologi berbasis PBL ini mendorong kemampuan saya untuk menjelaskan kesimpulan hasil diskusi
89 Sangat
baik
LKPD ini memuat soal yang dapat menguji seberapa jauh pemahaman saya tentang ekologi dan perubahan lingkungan
83 Sangat
baik 3 Kualitas
teknis
Kalimat yang digunakan dalam LKPD ini jelas dan mudah dipahami.
87 Sangat
baik Bahasa yang digunakan pada LKPD
ini jelas dan mudah dipahami 87 Sangat baik Huruf yang digunakan mudah
dibaca 88 Sangat
baik Tampilan LKPD ini menarik
91 Sangat
baik 4 Ketertarikan LKPD ini membuat saya senang
mempelajari materi Ekologi dan Perubahan Lingkungan
88 Sangat
baik Dengan menggunakan LKPD
ini dapat menambah keinginan saya untuk belajar biologi.
86 Sangat
baik Dengan menggunakan LKPD ini
membuat belajar saya lebih terarah dan runtut.
90 Sangat
baik
50
No Kriteria Indikator Persentase
(%) Kategori Dengan menggunakan LKPD ini
dapat membuat belajar biologi tidak membosankan.
90 Sangat
baik
Total 91,55 Sangat
baik
Berdasarkan tabel 4.5 di atas dapat diketahui bahwa respon peserta didik terhadap penggunaan LKPD tersebut menunjukkan persentase sebesar 91,55%
yang menunjukkan kriteria sangat baik.
2. Penilaian Argumentasi
Penilaian kualitas argumentasi peserta didik LKPD 1 Ekosistem dapat dilihat pada lampiran 15. Hasil penilaian tersebut kemudian ditafsirkan dalam bentuk persentase menghasilkan rata-rata kemampuan argumentasi peserta didik pada LKPD 1 Ekosistem sebesar 75% menunjukkan kualitas argumentasi yang baik.
Selanjutnya untuk menilai kualitas argumentasi peserta didik pada LKPD 2 yaitu mengenai materi perubahan lingkungan maka dibuatlah tabel yang dapat dilihat pada lampiran 16. hasil Hasil penilaian tersebut kemudian ditafsirkan dalam bentuk persentase menghasilkan rata-rata kemampuan argumentasi peserta didik pada LKPD 2 Perubahan Lingkungan sebesar 77,3% menunjukkan kualitas argumentasi yang baik.
Kualitas agumentasi peserta didik yang baik pada LKPD 1 dan 2 sesuai dengan jumlah data peserta didik yang mampu menyelesaikan setiap soal pada LKPD dengan minimal kemampuan di level 3 dimana peserta didik tersebut dapat menjawab setiap persoalan yang disajikan pada wacana 1, 2, dan 3 pada setiap LKPD dengan menggunakan Data (D), Klaim (K), dan Warrant (W).
51
Jumlah peserta didik berdasarkan kualitas argumentasi pada LKPD 1 dan 2 dalam setiap wacana dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:
Tabel 4. 6 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Kualitas Argumentasi
LKPD Jumlah Peserta Didik
Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5 LKPD 1 Ekosistem
Wacana 1 0 0 3 13 4
Wacana 2 0 0 11 8 1
Wacana 3 0 0 8 9 3
LKPD 2 Perubahan Lingkungan
Wacana 1
0 0 6 12 2
Wacana 2 0 0 5 13 2
Wacana 3 0 0 5 12 3
Sehingga dihasilkan data persentase berdasarkan kualitas argumentasi yang digambarkan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 4. 7 Persentase Berdasarkan Kualitas Argumentasi
LKPD Level 1 Level 2 Level 3 Level 4 Level 5 LKPD 1 Ekosistem
Wacana 1 0 0 15% 65% 20%
Wacana 2 0 0 55% 40% 5%
Wacana 3 0 0 40% 45% 15%
Rata-rata 0 0 36,7% 50% 13,3%
LKPD 2 Perubahan Lingkungan
Wacana 1
0 0 30% 60% 10%
Wacana 2 0 0 25% 65% 10%
Wacana 3 0 0 25% 60% 15%
Jumlah 0 0 26,7% 61,7% 11,6%
Nilai rata-rata pada tabel di atas dihasilkan dari penjumlahan keseluruhan persentase pada masing-masing level argumentasi LKPD dibagi banyaknya wacana pada setiap LKPDnya. Dari data tersebut maka dapat diketahui bahwa kualitas argumentasi pada LKPD 1 ekosistem level 1 dan 2 bernilai 0, level 3 sebesar 36,7%,
52
level 4 sebesar 50%, dan level 5 sebesar 13,3%. Sedangkan pada LKPD 2 perubahan lingkungan level 1 dan 2 bernilai 0, level 3 sebesar 26,7%, level 4 sebesar 61,7%, dan level 5 sebesar 11,6%.
3. Penilaian Konten
Selain kualitas argumentasinya peneliti juga mengategorikan penilaian konten.
Penilaian konten ini dinilai oleh 2 orang yang berbeda yaitu peneliti sebagai penilai 1, dan teman peneliti sebagai penilai 2 untuk menilai LKPD Ekosistem. Penilaian konten diambil dari pada masing-masing peserta didik sebagaimana tertera pada lampiran 17 dan 18. Kemudian ditafsirkan dalam bentuk persentase menghasilkan persentase sebesar 68,2% dan 60,5% menunjukkan kualitas yang baik. Dari kedua penilaian tersebut maka dihasilkan persentase rata-rata sebesar 64,35%
menunjukkan bahwa LKPD Ekosistem tersebut berdasarkan kontennya memiliki kriteria baik.
Selain LKPD Ekosistem peneliti juga menilai konten pada LKPD Perubahan Lingkungan sebagaimana tertera dalam lampiran 19 dan 20. Kemudian ditafsirkan dalam bentuk persentase menghasilkan persentase sebesar 82,5% dan 75%
menunjukkan kualitas baik. Jika dirata-ratakan maka dihasilkan persentase sebesar 78,75%, menunjukkan bahwa LKPD Ekosistem tersebut berdasarkan kontennya memiliki kriteria baik.
Tabel 4. 8 Akumulasi Persentase Penilaian Konten Penilai 1 dan 2 Penilai Nilai LKPD
Ekosistem (%)
Nilai LKPD Perubahan Lingkungan (%)
Penilai 1 68,2 82,5
Penilai 2 60,5 75
Total 128,7 157,5
Rata-rata 64,35 78,75
Kualitas ketepatan menjawab soal peserta didik yang baik pada LKPD 1 dan 2 sesuai dengan jumlah data peserta didik yang mampu menyelesaikan setiap soal
53
pada LKPD dengan minimal skor 1 yang menunjukkan jawaban salah namun disertai dengan alasan sampai dengan skor 4 yang menunjukkan jawaban dan alasan benar yang disertai bukti relevan. Tidak ada seorang pun peserta didik yang mendapatkan skor 0 karena tidak menjawab soal ataupun menjawab soal tanpa disertai dengan alasan.
Jumlah peserta didik berdasarkan penilaian konten pada LKPD 1 dan 2 dalam setiap wacana dapat dilihat melalui tabel di bawah ini:
Tabel 4. 9 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Penilaian Konten Penilai 1
LKPD
Jumlah Peserta Didik Sangat
LKPD 2 Perubahan Lingkungan
Wacana 1
0 0 0 4 16
Wacana 2 0 9 0 3 8
Wacana 3 0 0 1 4 15
Sehingga dihasilkan data persentase berdasarkan penilaian konten yang digambarkan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 4. 10 Presentase Peserta Didik Berdasarkan Penilaian Konten Penilai 1
LKPD
54
LKPD 2 Perubahan Lingkungan
Tabel 4. 11 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Penilaian Konten Penilai 2
LKPD
Jumlah Peserta Didik Sangat
LKPD 2 Perubahan Lingkungan
Wacana 1
0 2 3 2 13
Wacana 2 0 9 2 2 7
Wacana 3 0 0 5 3 12
Sehingga dihasilkan data persentase berdasarkan penilaian konten yang digambarkan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 4. 12 Presentase Peserta Didik Berdasarkan Penilaian Konten Penilai 2
LKPD
55 LKPD
Sangat tidak tepat
Tidak tepat
Cukup
tepat Tepat Sangat tepat
0 1 2 3 4
LKPD 2 Perubahan Lingkungan
Wacana 1
0 10% 15% 10% 65%
Wacana 2 0 45% 10% 10% 35%
Wacana 3 0 0 25% 15% 60%
Rata-rata 0 18,3% 16,7% 11,7% 53,3%
Nilai rata-rata pada tabel di atas dihasilkan dari penjumlahan keseluruhan persentase pada masing-masing Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dibagi banyaknya wacana pada setiap LKPDnya. Dari data tersebut maka dapat diketahui bahwa kualitas penilaian konten pada LKPD 1 ekosistem sangat tidak tepat sebesar 0, tidak tepat sebesar 30%, cukup tepat sebesar 6,7%, tepat sebesar 13,3%, dan sangat tepat sebesar 50%. Sedangkan kualitas penilaian konten pada LKPD 2 sangat tidak tepat sebesar 0, tidak tepat 15%, cukup tepat 1,7%, tepat 18,3%, dan sangat tepat 65%.
4. Penilaian Kualitas Backing
Selain kualitas argumentasi dan penilaian kontennya peneliti juga mengategorikan penilaian kualitas backing pada masing-masing peserta didik sebagaimana tertera pada lampiran 21. Hasil penilaian kemudian dipersentasekan sehingga menghasilkan persentase sebesar 41,7% menunjukkan kualitas yang cukup baik pada LKPD Ekositem. Kualitas backing peserta didik yang cukup baik pada LKPD 1 sesuai dengan sumber backing yang peserta didik gunakan dalam menyelesaikan setiap soal pada LKPD yang begitu beragam, dari mulai tidak menggunakan sumber bernilai 0 sampai dengan yang menggunakan sumber berupa artikel penelitian bernilai 4. Namun mayoritas peserta didik tidak mencantumkan sumber yang mereka gunakan sehingga mengakibatkan kualitas backingnya hanya cukup baik.
Peneliti juga penilaian kualitas backing pada materi perubahan lingkungan yang terdapat pada lampiran 22. Hasil penilaian tersebut kemudian di persentasekan dan mendapatkan persentase 39,2% menunjukkan kualitas yang
56
kurang baik. Kualitas backing peserta didik yang kurang baik pada LKPD 2 sesuai dengan sumber backing yang peserta didik gunakan dalam menyelesaikan setiap soal pada LKPD hanya sampai sumber yang berasal dari media massa bernilai 2, dan masih banyak juga peserta didik yang tidak menyertakan sumber jawaban mereka. Agar lebih jelas mengenai backing yang digunakan oleh peserta didik dalam menjawab setiap pertanyaan pada LKPD bisa dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4. 13 Jumlah Peserta Didik Berdasarkan Kualitas Backing
LKPD
Tidak ada
Sumber lainnya
Media Massa
Majalah Ilmiah
Artikel
penelitian/pernyataan pakar yang kredible
0 1 2 3 4
LKPD 1 Ekosistem Wacana 1
4 0 1 15 0
Wacana 2 11 1 0 0 8
Wacana 3 10 0 10 0 0
LKPD 2 Perubahan Lingkungan Wacana 1
4 0 16 0 0
Wacana 2 5 0 15 0 0
Wacana 3 5 0 15 0 0
57
Sehingga dihasilkan data persentase berdasarkan penilaian kualitas backing pada tabel di bawah ini:
Tabel 4. 14 Presentase Peserta Didik Berdasarkan Kualitas Backing
LKPD
Tidak ada
Sumber lainnya
Media Massa
Majalah Ilmiah
Artikel
penelitian/pernyataan pakar yang kredible
0 1 2 3 4
LKPD 1 Ekosistem Wacana 1
20% 0 5% 75% 0
Wacana 2 55% 5% 0 0 40%
Wacana 3 50% 0 50% 0 0
Rata-rata 41,7% 1,7% 18,3% 25% 13,3%
LKPD 2 Perubahan Lingkungan Wacana 1
20% 0 80% 0 0
Wacana 2 25% 0 75% 0 0
Wacana 3 25% 0 75% 0 0
Rata-rata 23,3% 0 76,7% 0 0
Nilai rata-rata pada tabel di atas dihasilkan dari penjumlahan keseluruhan persentase kualitas backing pada masing-masing Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dibagi banyaknya wacana pada setiap LKPDnya. Dari data tersebut maka dapat diketahui bahwa kualitas penilaian backing pada LKPD 1 yaitu: 41,7% tidak menggunakan sumber, 1,7% menggunakan sumber lain seperti web, 18,3%
menggunakan sumber dari media massa, 25% menggunakan sumber majalah ilmiah, dan 13,3% menggunakan artikel penelitian.
58
Sedangkan kualitas penilaian backing pada pada LKPD 2 berasal dari 23,3%
tidak menggunakan sumber dan 76,7% menggunakan sumber dari media massa.
Kurangnya sumber yang relevan seperti majalah ilmiah dan artikel penelitian dalam menjawab pertanyaan pada LKPD 2 ini membuat kualitas backingnya menjadi kurang baik,
E. Tahap Evaluation (Evaluasi)
Tahap penelitian ini peneliti melakukan evaluasi dari kekurangan LKPD yang dikembangkan dilihat berdasarkan hasil pengolahan data dari pengisian LKPD oleh peserta didik baik dari segi kemampuan argumentasi, penilaian konsep, dan kualitas backing, serta angket respon peserta didik yang menunjukkan bahwa LKPD yang digunakan sudah baik. Penilaian oleh ahli mendapat hasil sangat baik dengan persentase 99,3%, kualitas LKPD berdasarkan respon peserta didik menunjukkan kualitas sangat baik dengan persentase sebesar 86,2%. penilaian kualitas argumentasi pada LKPD 1 Ekosistem menunjukkan kualitas baik dengan persentase sebesar 75%, penilaian kualitas argumentasi pada LKPD 2 Perubahan Lingkungan menunjukkan kualitas baik dengan persentase sebesar 77,3%.
Berdasarkan penilaian konten pada LKPD 1 Ekosistem yang dinilai oleh 2 orang dihasilkan persentase sebesar 68,2% dan 60,5%. Dari kedua penilaian tersebut maka dihasilkan persentase rata-rata sebesar 64,35% menunjukkan bahwa LKPD Ekosistem tersebut berdasarkan kontennya memiliki kriteria baik. Penilaian konten pada LKPD Perubahan Lingkungan menghasilkan persentase sebesar 82,5% dan 75%. Dengan rata-rata persentase sebesar 78,75%, menunjukkan bahwa LKPD Ekosistem tersebut berdasarkan kontennya memiliki kriteria baik.
Berdasarkan penilaian kualitas backing pada LKPD 1 Ekosistem menunjukkan kualitas cukup baik dengan persentase sebesar 41,7%, dan penilaian kualitas backing pada LKPD 2 Perubahan Lingkungan menunjukkan kualitas cukup baik dengan persentase sebesar 39,2%. Dari hasil pengujian tersebut secara keseluruhan dihasilkan rata-rata kualitas baik untuk LKPD 1 Ekosistem dengan persentase
59
sebesar 72,67% dan kualitas baik untuk LKPD 2 Perubahan Lingkungan dengan persentase sebesar 75,51%.
Berdasarkan hasil persentase yang didapatkan, peneliti menyimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan layak dijadikan media pembelajaran karena masuk ke dalam kategori baik. Akan tetapi, masih perlu beberapa perbaikan dalam meningkatkan kualitas LKPD tersebut. Karena fokus utama penelitian pengembangan LKPD ini terletak pada kualitas argumentasi peserta didik, maka diharapkan mayoritas kualitas argumentasi peserta didik bisa mencapai level 5.
Namun, kualitas argumentasi yang didapatkan LKPD 1 ekosistem baru berhasil mencapai level 3 sebesar 36,7%, level 4 sebesar 50%, dan level 5 sebesar 13,3%
dan pada LKPD 2 perubahan lingkungan level 3 sebesar 26,7%, level 4 sebesar 61,7%, dan level 5 sebesar 11,6%.
Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil pengembangan LKPD berbasis PBL Integrasi Argumentasi pada materi Ekosistem dan Perubahan Lingkungan yang lebih baik maka diperlukan perbaikan dari beberapa aspek berikut:
1. Kualitas backing yang digunakan atau dilampirkan harus lebih banyak memuat sumber-sumber yang lebih kredibel seperti buku, jurnal, dan pendapat ahli.
2. Penambahan ketentuan penilaian pada LKPD dalam bentuk tabel yang menunjukkan level argumentasi, keterangan agar mencapai level tersebut, beserta nilainya dapat dilihat pada lampiran 23.
60
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengembangan LKPD berbasis PBL Integrasi Argumentasi sebagai media pembelajaran Biologi di SMA/MA pada materi Ekosistem dan Perubahan Lingkungan mendapatkan hasil sebagai berikut: Penilaian oleh ahli mendapat hasil sangat baik dengan persentase 99,3%, kualitas LKPD berdasarkan respon peserta didik menunjukkan kualitas sangat baik dengan persentase sebesar 86,2%.
Pengembangan LKPD berbasis PBL Integrasi Argumentasi sebagai media pembelajaran Biologi di SMA/MA pada materi Ekosistem dan Perubahan Lingkungan mendapatkan hasil sebagai berikut: Penilaian oleh ahli mendapat hasil sangat baik dengan persentase 99,3%, kualitas LKPD berdasarkan respon peserta didik menunjukkan kualitas sangat baik dengan persentase sebesar 86,2%.