• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEORI

B. Remaja

2. Tahap Perkembangan Remaja

Santrock (2002), menjelaskan bahwa masa remaja adalah peralihan dari masa anak ke masa dewasa yang ditandai dengan berubahnya fisik maupun kognitif seseorang. Spano (2004) melihat tahap perkembangan remaja berdasarkan rentang usia dan mengkategorikan perkembangan

tersebut ke dalam lima area perkembangan yaitu pergerakan menuju kemandirian, ketertarikan masa depan/perkembangan kognitif, seksualitas, perubahan fisik, dan etika dan norma diri. Tahapan perkembangan remaja menurut Spano adalah sebagai berikut :

a. Remaja awal (10-14 tahun)

1) Pergerakan menuju kemandirian.

Konsep identitas mulai muncul pada diri remaja dan akan terus dibentuk dari waktu ke waktu. Remaja juga mulai belajar untuk mengekspresikan perasaannya melalui tindakan. Pada masa ini, perhatian terhadap orang tua mulai menurun dan digantikan dengan ketertarikan untuk bergabung dengan teman sebaya yang dekat dengan dirinya. Pergaulan ini memiliki pengaruh yang besar karena remaja mulai menyadari bahwa orang tuanya tidak sempurna sehingga remaja pada masa ini mencoba mencari sosok lain yang dapat memberikan cinta selain orang tua. Kecenderungan untuk kembali ke perilaku kekanak-kanakan masih cukup besar ketika remaja mengalami konflik. 2) Ketertarikan masa depan/perkembangan kognitif.

Secara kognitif, pada masa ini remaja mulai mengembangkan kemampuan untuk berpikir abstrak. Remaja pada masa ini lebih banyak tertarik pada apa yang ada dihadapannya saat ini. Namun, ketertarikan terhadap karir atau mimpi di masa depan mulai muncul. Pada masa ini juga kemampuan untuk bekerja atau melakukan suatu kegiatan sangat besar.

3) Seksualitas.

Dalam hal seksualitas, perempuan matang lebih cepat dibanding laki-laki. Namun, pada masa ini, baik laki-laki dan perempuan mulai memunculkan ketertarikan akan tubuh. Mulai timbul rasa malu dan ingin melakukan eksplorasi tubuh dengan privasi. Biasanya muncul perilaku masturbasi sebagai bentuk eksplorasi seksual.

4) Perubahan fisik.

Pada masa ini, secara fisik, tubuh mulai bertambah tinggi dan besar. Selain itu, mulai muncul rambut pada ketiak atau kemaluan, rambut pada wajah (khususnya pria), kumis, mulai muncul minyak di wajah atau kulit, dan suara membesar (pada pria). Testis dan penis berkembang dan pria mengalami mimpi basah. Sedangkan pada wanita, rahim berkembang, buah dada membesar serta mengalami menstruasi. 5) Etika dan norma diri.

Pada masa ini, remaja mulai memahami suatu aturan. Di sisi lain, kecenderungan untuk mencoba suatu hal di luar peraturan yang diyakini juga mulai muncul. Biasanya, perilaku yang muncul adalah mencoba rokok atau alkohol.

b. Remaja pertengahan (15-16 tahun) 1) Pergerakan menuju kemandirian.

Kesadaran terhadap diri mulai meningkat, di sisi lain remaja juga mulai menyadari perasaan cemas yang timbul karena kegagalan dan harapan yang tidak realistis. Remaja lebih bersikap mandiri dan merasa

terganggu bila ada campur tangan orang tua. Oleh karena itu, remaja pada masa ini cenderung menarik diri dari orang tua dan mengeluarkan usaha lebih besar untuk mencari teman baru. Remaja pada masa ini juga akan memberi perhatian lebih pada kelompok dimana dia bergabung. Pada masa ini, remaja mulai mencoba memahami pengalaman yang terjadi dalam dirinya dan biasanya pengalaman tersebut dituliskan dalam bentuk buku harian (diary). Selain itu, remaja pada masa ini juga sangat memperhatikan penampilan dan tubuhnya.

2) Ketertarikan masa depan/perkembangan kognitif.

Remaja pada masa ini sudah tertarik dengan hal-hal yang bersifat intelektual dan kemampuan untuk berpikir visioner semakin berkembang. Oleh karena itu, remaja mulai belajar untuk mengarahkan energi psikisnya pada kreatifitas yang dimiliki untuk menunjang ketertarikan remaja terhadap suatu bidang karir tertentu. Di sisi lain, rasa cemas terhadap kemampuan akademik di sekolah juga mulai timbul pada remaja di masa ini.

3) Seksualitas.

Selain tubuh dan penampilan, daya tarik seksual juga menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh remaja pada masa ini. Hal ini dikarenakan orientasi seksual pada remaja mulai jelas terlihat pada masa ini dan remaja mulai menumbuhkan perasaan cinta, nafsu, dan malu terhadap lawan jenis. Namun, kemampuan untuk mempertahankan hubungan belum terbentuk sehingga remaja pada masa ini cenderung tidak stabil

dalam satu hubungan. Konflik internal juga bisa saja terjadi pada remaja yang memiliki orientasi seksual homoseksual.

4) Perubahan fisik.

Pada usia ini, fisik laki-laki terus tumbuh sedangkan fisik perempuan pertumbuhannya mulai melambat. Perempuan hanya tumbuh 2,5 sampai 5 sentimeter setelah periode menstruasi yang pertama.

5) Etika dan norma diri.

Remaja juga mengembangkan kemampuan untuk memilih role model yang sesuai dengan idealisme dirinya, mulai tertarik dengan moralitas, dan kemampuan untuk menentukan tujuan hidupnya semakin meningkat.

c. Remaja akhir (17-21 tahun)

1) Pergerakan menuju kemandirian.

Remaja yang mencapai masa ini memiliki identitas diri yang lebih kokoh dan mampu untuk membuat keputusan yang mandiri. Remaja juga lebih tertarik untuk menjadi stabil. Dari segi emosional, kestabilan tersebut ditandai dengan kemampuan menunda kegembiraan atau kepuasan pribadi (delayed gratification). Selain itu, remaja pada fase ini memliki kemampuan untuk mengembangkan ide-ide. Kemampuan tersebut ditunjang dengan munculnya kemampuan untuk mengekspresikan ide tidak hanya melalui tindakan tetapi juga melalui kata-kata. Bahkan, tidak hanya berhenti pada kemampuan untuk bertindak saja tetapi remaja pada masa ini sudah memunculkan rasa

bangga terhadap hasil kerjanya. Kemudian, kepercayaan diri pada masa remaja ini semakin terbangun. Kemampuan untuk berkompromi dengan orang lain juga muncul sehingga remaja juga lebih memiliki perhatian terhadap orang lain.

2) Ketertarikan masa depan/perkembangan kognitif.

Pada masa ini, pola kerja semakin terbentuk. Selain itu, remaja juga lebih memperhatikan masa depannya dan lebih memikirkan tentang peranan diri dalam hidupnya.

3) Seksualitas.

Seksualitas remaja pada masa ini dalam hal berelasi dengan orang lain semakin matang karena lebih memperhatikan hubungan yang serius. Identitas seksualnya juga sudah jelas. Kemudian, remaja pada masa ini juga lebih memiliki kapasitas untuk mencintai dengan tulus, kehangantan, dan gairah.

4) Perubahan fisik.

Sebagian besar wanita yang memasuki fase ini, organ tubuhnya telah berkembang secara penuh dan mencapai kematangan. Namun, pada laki-laki, tubuh tetap bertambah tinggi, besar, dan masa otot juga semakin bertambah.

5) Etika dan norma diri.

Remaja mampu menggunakan wawasan yang luas (insight), lebih fokus pada gengsi dan harga diri. Selain itu, remaja pada masa ini sudah mampu untuk mengatur dirinya, menyusun tujuan-tujuan hidup, dan

mengambil tindakan untuk mencapai tujuan tersebut. Secara sosial, remaja sudah mampu menerima tradisi atau budaya yang ada di sekitarnya.

Dokumen terkait