• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Analisis Deskriptif

4.2.3 Tanggapan Responden Terhadap Social Influence

6 Saya paham bagaimana

cara menggunakan Sistem Informasi Nawalib

Sangat Setuju 18 51,4%

Setuju 17 48,6%

Kurang Setuju 0 0%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan memahami bagaimana cara menggunakan Sistem Informasi Nawalib adalah sebanyak 18 responden (51,4%) menjawab sangat setuju dan 17 responden (48,6%) menjawab setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa seluuruh (100%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa mereka paham bagaimana cara menggunakan Sistem Informasi Nawalib. Hal ini dikarenakan buku panduan yang dibuat sudah sangat menjelaskan bagaimana cara-cara menggunakan sistem, mulai dari tahap login, penginputan data pada setiap modul, hingga pembuatan laporan.

4.2.3 Tanggapan Responden Terhadap Social Influence

Social influence (faktor sosial) adalah tingkat dimana seorang individu menganggap bahwa orang lain menyakinkan dirinya bahwa dia harus menggunakan sistem baru. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap social influence pada Digital Library UNIMED dapat dilihat melalui tabel

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Pengaruh Atasan atau Rekan Kerja

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 7 Pengaruh dari atasan/rekan

kerja mendorong saya untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib

Sangat Setuju 18 51,4%

Setuju 17 48,6%

Kurang Setuju 0 0%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan adanya pengaruh atasan atau rekan kerja untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib adalah sebanyak 18 responden (51,43%) menjawab sangat setuju dan 17 responden (48,57%) menjawab setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa seluruh (100%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa adanya pengaruh dari atasan maupun rekan kerja yang mendorong mereka untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib. Hal ini dikarenakan dorongan atau dukungan dari atasan maupun rekan kerja berpengaruh terhadap motivasi mereka dalam menggunakan sistem, dengan kata lain Sistem Informasi Nawalib merupakan sistem yang sesuai dengan kebutuhan mereka serta memiliki nilai lebih dibandingkan dengan sistem sebelumnya sehingga terdapat dorongan untuk menggunakan sistem tersebut.

Tabel 4.8 Distribusi Dukungan Perpustakaan

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 8 Secara umum,

perpustakaan mendukung penggunaan Sistem Informasi Nawalib

Sangat Setuju 8 22,8%

Setuju 24 68,6%

Kurang Setuju 2 5,7%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 1 2,9%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.8 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan perpustakaan mendukung penggunaan Sistem Informasi Nawalib adalah sebanyak 8 responden (22,9%) menjawab sangat setuju, 24 responden (68,6%) menjawab setuju, 2 responden (5,8%) menjawab Kurang Setuju, dan 1 responden (2,9%) menjawab sangat tidak setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (91,4%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa perpustakaan mendukung penggunaan Sistem Informasi Nawalib dan sebagian kecil (8,5%) menyatakan perpustkaan tidak mendukung penggunaan Sistem Informasi Nawalib. Dukungan penuh dari pihak perpustakaan dalam menerapkan sistem yang baru sangat diperlukan, hal ini dikarenakan apabila pihak perpustakaan telah mendukung maka dapat diartikan bahwa perpustakaan telah setuju untuk menerapkan sistem dan mampu menanggung segala keperluan yang dibutuhkan selama sistem tersebut diterapkan, seperti dana maupun peralatan yang dibutuhkan untuk menukung penerapan sistem.

4.2.4 Tanggapan Responden Terhadap Facilitating Conditions

Facilitating conditions (kondisi yang memfasilitasi) adalah tingkat dimana seseorang percaya bahwa infrastruktur organisasi dan teknis ada untuk mendukung penggunaan sistem. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap facilitating conditions pada Digital Library UNIMED dapat dilihat melalui tabel distrubusi jawaban pernyataan angket 9 sampai 12.

Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi dan Persentase Sumber Daya yang Diperlukan

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 9 Perpustakaan

menyediakan sumber daya yang diperlukan (seperti:

komputer, internet, dan alat pendukung lainnya) untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib

Sangat Setuju 25 71,4%

Setuju 10 28,6%

Kurang Setuju 0 0%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.9 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan perpustakaan menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib adalah sebanyak 25 responden (71,4%) menjawab sangat setuju dan 10 responden (28,6%) menjawab setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa seluruh (100%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa perpustakaan menyediakan sumberdaya yang diperlukan untuk mendukung

Sistem Informasi Nawalib berjlan dengan baik, seperti komputer, internet, alat scan, dan alat pendukung lainnya.

Tabel 4.10 Distribusi Frekuensi dan Persentase Pengetahuan yang Diperlukan

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 10 Saya memiliki

pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib

Sangat Setuju 16 45,7%

Setuju 18 51,4%

Kurang Setuju 1 2,9%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.10 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan pustakawan ataupun pegawai memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib adalah sebanyak 16 responden (45,7%) menjawab sangat setuju, 18 responden (51,4%) menjawab setuju, dan 1 responden (2,9%) menjawab kurang setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (97,1%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa mereka memiliki pengetahuan untuk menggunakan sistem dan sebagian kecil (2,9%) menyatakan tidak memiliki pengetahuan untuk menggunakan sistem. Hal ini dikarenakan pengetahuan dasar dalam mengoperasikan komputer merupakan adalah kunci utama agar dapat dengan mudah memahami bagaimana cara menggunakan sebuah sistem informasi.

Apabila pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED sulit mengoperasikan

komputer maka sulit pula bagi mereka untuk dapat dengan cepat paham bagaimana cara menggunakan sistem informasi yang diterapkan.

Tabel 4.11 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kompatibel dengan Perangkat yang Digunakan

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 11 Sistem Informasi Nawalib

kompatibel dengan perangkat yang saya gunakan

Sangat Setuju 16 45,7%

Setuju 19 54,3%

Kurang Setuju 0 0%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.11 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan Sistem Informasi Nawalib kompetible dengan perangkat yang digunakan adalah sebanyak 16 responden (45,7%) menjawab sangat setuju dan 19 responden (54,3%) menjawab setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa pada seluruh (100%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa Sitem Informasi Nawalib kompatibel dengan perangkat yang mereka gunakan pada Digital Library UNIMED. Apabila perangkat yang digunakan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk menerapkan sistem maka sistem akan dengan mudah berjalan atau dioperasikan melalui perangkat yang digunakan.

Tabel 4.12 Distribusi Frekuensi dan Persentase Memperoleh Bantuan saat Mengalami Kesulitan

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 12 Rekan kerja membantu

saya apabila mengalami kesulitan dalam

mengeporasikan Sistem Informasi Nawalib

Sangat Setuju 11 31,4%

Setuju 22 62,9%

Kurang Setuju 2 5,7%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.12 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan pustakawan ataupun pegawai memperoleh bantuan apabila mengalami kesulitan dalam mengoperasikan Sistem Informasi Nawalib adalah sebanyak 11 responden (31,4%) menjawab sangat setuju, 22 responden (62,9%) menjawab setuju, dan 2 responden (5,7%) menjawab kurang setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (94,3%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa mereka menerima bantuan dari sesama rekan kerja apabila mengalami kesulitan dalam mengoperasikan Sistem Informasi Nawalib, dan sebagian kecil (5,7%) menyatakan tidak menerima bantuan dari sesama rekan kerja apabila mengalami kesulitan dalam mengoperasikan Sistem Informasi Nawalib. Saling tolong menolong terhadap sesama rekan kerja merupakan hal yang positif, selain dapat membangun komunikasi yang baik antar rekan kerja dapat menciptakan knowledge sharing sehingga pengetahuan yang dimiliki oleh pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED akan bertambah.

4.2.5 Tanggapan Responden Terhadap Hedonic Motivation

Hedonic motivation (motivasi hedonik) adalah kesenangan dan kenyamanan yang dirasakan oleh penggunaan teknologi. Hedonic motivation juga berkaitan dengan pengalaman psikologis dan emosional pengguna teknologi yang dapat dipicu oleh sifat-sifat serta aspek kognitif yang dimiliki pengguna teknologi. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap hedonic motivation pada Digital Library UNIMED dapat dilihat melalui tabel distrubusi jawaban pernyataan angket 13.

Tabel 4.13 Distribusi Frekuensi dan Persentase Rasa Nyaman saat Menggunakan

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 13 Saya merasa nyaman saat

menggunakan Sistem Informasi Nawalib

Sangat Setuju 12 34,2%

Setuju 22 62,9%

Kurang Setuju 1 2,9%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.13 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan rasa nyamansaat menggunakan Sistem Informasi Nawalib adalah sebanyak 12 responden (34,2%) menjawab sangat setuju, 22 responden (62,9%) menjawab setuju, dan 1 responden (2,9%) menjawab kurang setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (97,1%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa Sistem Informasi Nawalib nyaman digunakan dan sebagian kecil (2,9%) menyatakan bahwa Sistem Informasi Nawalib tidak nyaman

digunakan. Hal ini dikarenakan desain interface sistem terliha familiar dan langkah-langkah pengoperasian yang tidak sulit menciptakan rasa nyaman pada pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED saat menggunakan sistem tersebut.

4.2.6 Tanggapan Responden Terhadap Price Value

Price value (nilai biaya) adalah sejauh mana konsumen harus menanggung biaya yang berkaitan dengan penggunaan teknologi. Apabila manfaat yang dirasakan seseorang dalam menggunakan teknologi lebih besar daripada biaya yang harus dikeluarkan, maka akan menimbulkan dampak yang positif bagi teknologi tersebut. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap price value pada Digital Library UNIMED dapat dilihat melalui tabel distrubusi jawaban pernyataan angket 14 sampai 15.

Tabel 4.14 Distribusi Frekuensi dan Persentase Biaya yang Dikeluarkan Tidak Sia-Sia

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 14 Biaya yang dikeluarkan

oleh perpustakaan untuk menerapkan Sistem Informasi Nawalib tidak sia-sia

Sangat Setuju 15 42,9%

Setuju 20 57,1%

Kurang Setuju 0 0%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.14 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan biaya yang dikeluarkan untuk menerapkan Sistem Informasi Nawalib dirasa tidak sia-sia adalah sebanyak 15 responden (42,9%) menjawab sangat

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa seluruh (100%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh perpustakaan dalam menerapkan Sistem Infromasi Nawalib tidak sia-sia. Hal ini dikarenakan pustakawan atuapun Staf Digiital Library UNIMED merasakan manfaat nyata dari penggunaan sistem Informasi Nawalib seperti pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat maupun pengurangan tugas seperti pada layanan sirkulasi karena pengguna dapat melakukan transaksi secara mandiri. Sehingga dapat dikatakan bahwa Sistem Informasi Nawalib memiliki nilai lebih dibandingkan sistem sebelumnya.

Tabel 4.15 Distribus Frekuensi dan Persentase Biaya yang Dikeluarkan Sepadan dengan Manfaat yang Dirasakan

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 15 Biaya yang dikeluarkan

oleh perpustakaan sepadan

Berdasarkan Tabel 4.15 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib sepadan dengan manfaat yang dirasakan adalah sebanyak 15 responden (42,9%) menjawab sangat setuju, 18 responden (51,4%) menjawab setuju, dan 2 responden (5,7%) menjawab kurang setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (94,3%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED

menyatakan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh perpustakaan sepadan dengan manfaat yang mereka rasakan dan sebagian kecil (5,7%) menyatakan biaya yang dikeluarkan oleh perpustaaan tidak sepadan dengan manfaat yang dirasakan. Hal ini dikarenakan dengan adanya Sistem Infromasi Nawalib pekerjaan yang dimiliki pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED selesai dengan cepat meskipun sebagian kecil berpendapat tidak. Selain itu dengan adanya layanan mandiri yang diterapkan pada bagian sirkulasi juga dapat memangkas pekerjaan pustakawan karena pengguna dapat melakukan transaksi peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan secara mandiri, sehingga pustakwan ataupun staf yang bertugas pada layanan sirkulasi dapat melakukan tugas lainnya.

4.2.7 Tanggapan Responden Terhadap Habbit

Habbit (kebiasaan) adalah sejauh mana orang cenderung untuk melakukan perilaku secara otomatis. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap kebiasaan pada Digital Library UNIMED dapat dilihat melalui tabel distrubusi jawaban pernyataan angket 16 sampai 17.

Tabel 4.16 Distribusi Frekuensi dan Persentase Selalu Menggunakan Sistem dalam Menyelesaikan Pekerjaan

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 16 Saya selalu menggunakan

Sistem Informasi Nawalib dalam menyelesaikan perkerjaan saya sehari-hari

Sangat Setuju 16 45,7%

Setuju 17 48,6%

Kurang Setuju 2 5,7%

Tidak Setuju 0 0%

Sangat Tidak Setuju 0 0%

Total 35 100%

Berdasarkan Tabel 4.16 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan selalu menggunakan Sistem Informasi Nawalib dalam menyelesaikan pekerjaan adalah sebanyak 16 responden (45,7%) menjawab sangat setuju, 17 responden (48,6%) menjawab setuju, dan 2 responden (5,7%) menjawab kurang setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (94,3%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa selalu menggunakan Sistem Informasi Nawalib dalam menyelesaikan pekerjaan dan sebagian kecil (5,7%) menyatakan tidak menggunakan Sistem Infromasi Nawalib dalam menyelesaikan tugas. Hal ini dikarenakan setiap kegiatan yang terdapat pada tiap divisi telah terintegrasi dengan sistem sehingga seluruh pekerjaan sehari-hari berkaitan dengan penggunaan sistem. Namun ada juga pekerjaan yang tidak dilakukan dengan menggunakan sistem seperti kegiatan cetak label pada divisi pengolahan.

Kegiatan cetak label tidak dilakuan menggunakan sistem dikarenakan label yang dibuat pada sistem hasilnya tidak beraturan sehingga pustakawan atapun staf Digital Library UNIMED harus mengedit label yang dibuat.

Tabel 4.17 Distribusi Frekuensi dan Persentase Selalu Menggunkan Sistem dalam Setiap Pekerjaan

No Pernyataan Pilihan Jawaban Frek. Persentase (%) 17 Setiap pekerjaan yang

saya lakukan selalu

Berdasarkan Tabel 4.17 dapat diketahui bahwa responden yang menyatakan selalu menggunakan Sistem Informasi Nawalib pada setiap pekerjaan adalah sebanyak 12 responden (34,2%) menjawab sangat setuju, 21 responden (60%) menjawab setuju, 1 responden (2,9%) menjawab kurang setuju, dan 1 responden (2,9%) menjawab tidak setuju.

Berdasarkan persentase di atas dapat diinterpretasikan bahwa pada umumnya (94,2%) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa selalu menggunakan Sistem Informasi Nawalib pada setiap pekerjaan dan sebagian kecil (5,8%) menyatakan tidak menggunakan Sistem Infromasi Nawalib pada setiap pekerjaan. Hal ini dikarenakan seluruh kegiatan atau pekerjaan pada Digital Library UNIMED harus dilakukan dengan sistem yang diterapkan. Misalnya data yang telah dientry pada modul pengolahan terintegrasi dengan data pada modul sirkulasi dan modul keanggotaan, sehingga apabila adanya sebuah transaksi yang dilakukan maka akan tercatat siapa yang meminjam dan buku apa yang dipinjam.

4.3.7 Rangkuman Analisis Data

Penerimaan Sistem Informasi Nawalib pada Digital Library UNIMED dapat dilihat pada gambar dibawah ini. Dimana sumbu x menandakan penerimaan Sistem Informasi Nawalib pada Digital Library UNIMED yang terdiri atas tujuh indikator (performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price value, dan habbit) serta dengan

masing-Informasi Nawalib oleh pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED.

Adapun hasil yang diperoleh dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut.

Gambar 4.1 Grafik Persentase Penerimaan Sistem Informasi Nawalib Berdassarkan Indikator UTAUT 2

Grafik diatas memperlihatkan bahwa performance expectancy (ekspektasi kerja) pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED terhadap manfaat Sistem Informasi Nawalib bagi pekerjaan mereka sehari-hari, Sistem Informasi Nawalib membantu pekerjaan selesai lebih cepat dan dapat meningkatkan produktifias mereka, masing-masing memiliki nilai persentase 100%.

Dalam effort expectancy (ekspektasi usaha), grafik menujukkan bahwa 91,5% Sistem Informasi Nawalib mudah untuk dipelajari dan 94,3% Sistem Informasi Nawalib mudah digunakan, hal ini dapat dikatakan bahwa pada umumnya pustakawan ataupun staf Digital Library

100

Sub indikator 1 Sub indikator 2 Sub indikator 3 Sub indikator 4

UNIMED menyatakan bahwa Sistem Informasi Nawalib mudah untuk dipelajari dan digunakan. Selanjutnya mengenai pemahaman pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED bagaimana cara menggunakan Sistem Informasi Nawalib memiliki nilai persentase sebesar 100%.

Persentase social influence (fakor sosial) menunjukkan bahwa 100% pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED beranggapan bahwa pengaruh yang berasal dari atasan maupun sesama rekan kerja menjadi faktor pendorong mereka untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib dan 91,4% berasal dari dukungan perpustakaan untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib.

Kemudian pada facilitating conditions (kondisi yang memfasilitasi) 100% pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED beranggapan bahwa perpustakaan telah menyidiakan sumber daya yang dibutuhkan untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib. Lalu 97,2% menyatakan bahwa mereka memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan Sistem Informasi Nawalib. Selanjutnya tingkat persentase Sistem Informasi Nawalib kompetibel dengan perangkat yang mereka gunakan kembali naik yakni sebesar 100%. Dan 94,3% pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan memperoleh bantuan dari rekan kerja apabila mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem.

Pada grafik, hedonic motivation (motivasi hedonis) 97,1%

pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED menyatakan bahwa mereka merasa nyaman saat menggunakan Sistem Informasi Nawalib.

Dalam price value (nilai biaya), grafik menunjukkan nilai persentase sebesar 100% menerangkan bahwa biaya yang diekluarkan perpustakaan untuk menerapkan Sistem Informasi Nawalib tidak sia-sia.

Dan 94,3% menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan sepadan dengan manfaat yang dirasakan pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED.

Dan yang terakhir habbit (kebiasaan) menunjukkan bahwa 94,3%

pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED selalu menggunakan Sistem Informasi Nawalib dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Dan memiliki nilai persentase yang sama yakni 94,2% untuk setiap pekerjaan yang dilakukan selalu menggunakan sistem.

Untuk mengetahui nilai persentase penerimaan Sistem Informasi Nawalib pada Digital Library UNIMED dapat dilihat dari jawaban sub indikator yang diberikan pada tabel 4.18 berikut.

Tabel 4.18 Persentase Penerimaan Sistem Informasi Nawalib

Indikator Sub Indikator Persentase

(%) Performance Expectancy Bermanfaat untuk pekerjaan 100 Pekerjaan selesai lebih cepat 100 Meningkatkan produktivitas kerja 100

Effort Expectancy Mudah dipelajari 91,5

Mudah digunakan 94,3

Memahami cara menggunakan 100

Social Influence Pengaruh atasan/rekan kerja 100

Dukungan perpustakaan 91,4

Facilitating Condition Sumber daya yang diperlukan 100 Pengetahuan yang diperlukan 97,2 Kompatibel dengan perangkat yang

digunakan

100 Memperolah bantuan saat mengalami

kesulitan

94,3 Hedonic Motivations Merasa nyaman saat menggunakan 97,1 Prive Value Biaya yang dikeluarkan tidak sia-sia 100

Biaya yang dikeluarkan sepadan dengan manfaat yang dirasakan

94,3 Habbit Selalu menggunakan sistem dalam

menyelesaikan tugas

94,3 Selalu menggunakan sistem dalam

setiap pekerjaan

94,2

Rata-rata 96.9

Tabel 4.18 di atas menunjukkan data hasil penghitungan 17 (tujuh belas) sub indikator yang diberikan kepada responden untuk mengukur penerimaan sistem informasi. Selanjutnya, penerimaan Sistem Informasi Nawalib berdasarkan 7 indikator berdasarkan Model UTAUT 2 dapat dilihat pada grafik berikut.

Gambar 4.2 Grafik Persentase Penerimaan Sistem Informasi Nawalib

Berdasarkan grafik di atas menunjukkan bahwa performance expectancy (ekspektasi kinerja) memiliki nilai persentase sebesar 100%, effort expectancy (ekspektasi usaha) memiliki nilai persentase sebesar 95,3%, social influence (faktor sosial) memiliki nilai persentase sebesar 95,7%, facilitating conditions (kondisi yang memfasilitasi) memiliki nilai persentase sebesar 97,9%, hedonic motivation (motivasi hedonis) memiliki nilai persentase sebesar 97,1%, price value (nilai biaya) memiliki nilai persentase sebesar 97,2%, dan habbit (kebiasaan) memiliki nilai persentase sebesar 94,3%. Sehingga, jumlah rata-rata peneriman Sistem Informasi Nawalib pada Digital Library UNIMED yaitu 96.9%.

BAB V

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa pada umumnya (96,9%) penerimaan Sistem Informasi Nawalib pada Digital Library UNIMED oleh pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED dengan uraian sebagai berikut:

performance expectancy (ekspektasi kinerja) memperoleh persentase sebesar 100%, effort expectancy (ekspektasi usaha) memperoleh persentase sebesar 95,3%, social influence (faktor soaial) memperoleh persentase sebesar 95,7%, facilitating conditions (kondisi yang memfasilitasi) memperoleh persentase sebesar 97,9%, hedonic motivation (motivasi hedonis) memperoleh persentase sebesar 97,1%, price value (nilai biaya) memperoleh persentase sebesar 97,2%, dan habbit (kebiasaan) memperoleh persentase sebesar 94,3%. Kondisi ini menunjukkan bahwa pustakawan ataupun staf Digital Library UNIMED mampu menerima Sistem Informasi Nawalib yang diterapkan sejak tahun 2012.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran yang penulis berikan sehingga dapat dijadikan pertimbangan di masa mendatang, yaitu sebagai berikut:

1. Untuk pihak Digital Library UNIMED:

 Dari segi performance expectancy (ekspektasi kinerja) sangat bagus karena Sistem Informasi Nawalib dirasa sangat bermanfaat bagi

pustakawan ataupun staf Digital Library, untuk itu Digtal Library UNIMED perlu untuk mempertahankan performa sistem.

 Dari segi effort expectancy (ekspektasi usaha) juga dapat digunakan

sebagai strategi untuk pengembangan ataupun perbaikan sistem kedepannya.

 Dari segi social influence (faktor sosial) dapat dijadikan strategi

kegiatan knowleddge sharing sesama rekan kerja, sehingga apabila pustakawan ataupun pegawai ataupun staf Digital Library yang belum paham atau mengalami kesulitan dalam mengoperasikan Sistem Informasi Nawalib akan mendapatkan bantuan dari rekan kerjanya selain itu juga dapat menambah pengetahuan bagi pustakawan ataupun pegawai ataupun staf Digital Library

 Dari segi facilitating conditions (kondisi yang memfasilitasi)

perangkat yang dibutuuhkan untuk mendukung penggunaan sistem dapat dikatakan sudah cukup, hanya saja perlu dilakukan peningkatan jaringan internet agar kecepatan akses lebih meningkat sebab jaringan internet sering melemah pada jam-jam tertentu.

2. Perlu adanya penelitian serupa dengan menggunakan model yang sama, namun ditujukan untuk pemustaka sebagai penguna sistem informasi perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Fatema. What affects students’ acceptance and use of technology?: A test of UTAUT in the context of a higher-education institution in Qatar.

2013. Dietrich College of Humanities and Social Sciences, http://repository.cmu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1168&context=h sshonors (diakses 3 Maret 2016).

Anderson, John E., and Paul H. Schwager. 2004. SME Adoption Of Wireless LAN Technology: Applying The UTAUT Model. SAIS 2004 Proceeding, http://aisel.aisnet.org/sais2004/6/ (diakses 12 Maret 2016).

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Bendi, R. Kristoforus Jawa dan Arif Aliyanto. 2014. Analissi Pengaruh Perbedaan Gender pada Model UTAUT. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Terapan, November 2014.

Chang, Andreas. 2012. UTAUT and UTAUT 2: A Review and Agenda for Future Research. Journal The Winner vol.13, no.2 (September),

http://research-dashboard.binus.ac.id/uploads/paper/document/publication/Journal/The

%20Winners/Vol.%2013%20no.%202%20September%202012/03%20 AndreasChang_MN_UTAUT_OK.pdf. (diakses 10 Mei, 2016).

Davis, Fred D. 1989. Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan User Acceptance of Information Technology. MIS Quarterly Vol. 13, Issue 3 (September),

https://pdfs.semanticscholar.org/3969/e582e68e418a2b79c604cd35d5d 81de9b35d.pdf (diakses 12 April 2016).

Davis, F. D., Bagozzi, R. P., & Warshaw, P. R. 1992. Extrinsic and Intrinsic Motivation to Use Computers in the Workplace. Journal of Applied

Social Psychology Vol. 22, Issue 14,

https://www.researchgate.net/publication/229514608_Extrinsic_and_Int rinsic_Motivation_to_Use_Computers_in_the_Workplace1 (diakses 17 Mei 2016).

Davis, Gordon B. 1993. Kerangka Dasar: Sistem Informasi Manajemen 1.

Jakarta: pustaka Binaman Pressindo.

Fatmawati, Endang. 2015. Technology Acceptance Model (TAM) untuk Menganalisis Penerimaan Sistem Informasi Perpustakaan. Jurnal Iqra’

vol.09 n0.01 (Mei), http://oaji.net/articles/2015/1937-1430107374.pdf

vol.09 n0.01 (Mei), http://oaji.net/articles/2015/1937-1430107374.pdf