• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. PERAN WALI BAPTIS TERHADAP PERKEMBANGAN

E. GAMBARAN UMUM PAROKI KRISTUS RAJA BACIRO

2. Tata Penggembalaan Paroki Kristus Raja Baciro Yogyakarta

Panggilan dan tugas perutusan Gereja untuk mewartakan dan

menghadirkan persekutuan hidup Ilahi dalam setiap paguyuban yang ada, itu

dilaksanakan melalui karya kegiatannya yang konkrit (AG 5), baik itu di bidang

liturgi dan peribadatan, pewartaan, kemasyarakatan, maupun bidang paguyuban

dan tata organisasi. Untuk melaksanakan panggilan dan perutusannya, umat Allah

paroki menghayati Roh dan jiwa communio dalam tata penggembalaan umat

beriman. Intisari atau Roh communio adalah persekutuan Allah Tritunggal sendiri.

Jiwa communio tampak pada keterlibatan setiap orang beriman pada tingkat

apapun dan bentuk apapun dalam mewartakan dan menghadirkan communio Allah

Tritunggal itu. Konkritnya, dalam tata penggembalaannya, paroki melibatkan,

mengembangkan, dan memperdayakan seluruh umat (Tritugas Kristus).

Sedangkan dalam hubungannya dengan masyarakat, umat Allah bersikap terbuka

untuk bekerjasama dengan siapapun yang berkendak baik. Segala bentuk

kepengurusan dalam Gereja menjadi tanda dan sarana keterlibatan seluruh umat

dalam melaksanakan panggilan dan tugas perutusan umat. Keterlibatan umat

paroki dapat dilihat dari keenam bidang kerja berikut ini.

a. Bidang Liturgi dan Peribadatan

Gereja tidak pernah lepas dari liturgi dan peribadatan. Untuk mendukung

pelaksanaan Liturgi dan peribadatan, paroki Kristus Raja Baciro membentuk tiga

belas tim yakni: tim kerja koor/paduan suara dan dirigen; kerja musik liturgi; tim

kerja lektor; tim kerja pemazmur; tim kerja putra altar; tim kerja prodiakan paroki;

paramenta/peralatan misa; tim kerja kolekte; tim kerja dekorasi altar; tim kerja

tata laksana.

Terlihat bahwa paroki Baciro menyadari betapa pentingnya liturgi. Banyak

hal yang dapat ditimba dari tiap-tiap tim. Setiap tim membuat rencana program

kerja dan anggaran kegiatan tahunan; pelatihan, pendampingan, menentukan dan

menyusun lagu liturgi bahkan inovasi terhadap panduan liturgi sesuai dengan

kebutuhan dan aturan misalnya merupakan salah satu usaha untuk

mengkontekstualkan liturgi.

b. Bidang Pewartaan

Iman tanpa pewartaan merupakan kesia-sian belaka. Oleh karena itu, iman

harus diwartakan. Pewartaan itu dilaksanakan dalam pelbagai cara. Untuk paroki

Kristus Raja Baciro, pewartaan itu membutuhkan persiapan dengan membentuk

tim kerja sehingga terfokus dengan baik.

Tim bidang pewartaan terdiri dari: Tim kerja katekis; Tim kerja baptisan

bayi; Tim kerja inisiasi; Tim kerja pendampingan iman anak (PIA); Tim kerja

pendampingan iman remaja (PIR); Tim kerja pendampinan iman orang dewasa

Tim kerja kerasulan Kitab Suci; Tim kerja pemandu; Tim kerja komunikasi sosial.

Para pewarta perlu melakukan pengembangan diri dan secara bersama

melakukan kaderisasi merupakan tugas utama para katekis. Para pendamping

orang tua baptis perlu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan demi

terlaksananya baptisan bayi. Dalam konteks tim kerja inisiasi, pendampingan dan

yang akan didampingi oleh Tim Kerja Pendampingan Iman Anak berjalan dengan

baik sampai pada pendampingan Iman orang dewasa.

Agar pewartaan tetap berakar menurut semangat Injil Tuhan kita Yesus

Kristus, maka Tim Kerasulan Kitab Suci perlu melakukan suatu koordinasi mulai

dari tingkat lingkungan sampai ke keuskupan. Segala sarana perlu dipakai agar

Injil yang sering tertuang dalam ajaran Gereja terkomunikasikan dengan efektif,

efisien, dan realistis baik secara internal (umat) maupun eksternal (masyarakat).

c. Bidang Pelayanan Kemasyarakatan

Dalam bidang Pelayanan Kemasyarakatan, Paroki Kristus Raja Baciro

Yogyakarta membentuk tim: kerja kesehatan; kerja pangruktilaya; kerja PSE;

pendampingan keluarga; Aksi Puasa Pembangunan (APP) ; pendidikan; hubungan

antar agama dan kepercayaan; dan karya kerasulan kemasyarakatan.

Beberapa program umum dari bidang Pelayanan Kemasyarakatan yakni:

melaksananan pelayanan yang murah untuk membantu umat dan masyarakat,

bekerjasama dengan personal atau lembaga terkait di lingkup paroki, memberikan

bantuan dana duka kepada salah satu anggota yang meninggal, melakukan

pendampingan terhadap keluarga-keluarga pada umumnya baik dari sisi moral-

spiritual maupun intelektual, membantu umat yang terancam puutus sekolah

karena tidamk adanya biaya. Peningkatan kesejahteraan umat juga pokok

perhatian tim sehingga pemberdayaan ekonomi umat dengan melakukan

pelatihan-pelatihan untuk menggali potensi bahkan untuk menambah wawasan

d. Bidang Paguyuban dan Tata Organisasi

Pengelompokan umat beriman berdasarkan usia, harus dipandang sebagai

salah satu usaha untuk mencoba menangkap apa yang menjadi kebutuhan umat

berdasarkan usia. Tiap-tiap tim yang tergabung dalam bidang paguyuban dan tata

organisasi perlu melakukan suatu usaha untuk mewujudkan program sesuai

dengan bidang masing-masing. Mengkoordinasi umat lansia misalnya, merupakan

salah satu usaha agar umat yang lansia dapat berperan dalam berbagai segi

kehidupan umat beriman.

Selanjutnya, potensi kaum muda digali oleh tim kerja mudika lewat

pendampingan dan kaderisasi sedangkan dari tim kerja ibu-ibu Paroki juga

berusaha untuk melakukan pendampingan dan kaderisasi. Terlihat jelas bahwa

kaderisadi dan pendampingan menjadi program umum di bidang Paguyuban dan

tata organisasi.

e. Bidang Sarana dan Prasarana

Bidang sarana dan Prasarana terdiri dari tim: kerja inventarisasi harta benda;

pemeliharaan gedung; pemeliharaan taman; keamanan; rumah tangga pastoran;

rumah tangga paroki; listrik, telepon, dan air; dan sound system

Seluruh tim yang bergabung dalam sarana dan prasarana berusaha

memelihara apa yang sudah ada terutama yang berkaitan dengan fasilitas parokial.

Bidang sarana dan prasarana juga berusaha untuk menciptakan rasa nyaman di

gereja agar umat dapat memuji dan memuliakan Allah, misalnya: mengusahakan

f. Bidang Penelitian dan Pengembangan

Jika paroki sebagai lembaga tetap mengembangkan diri, maka ia harus

berusaha untuk menga-update diri sesuai dengan tuntutan zaman. Yesus yang

bertanya kepada para murid-Nya: “menurut orang siapakah anak manusia... dan

menurut kamu siapakah aku?” merupakan salah satu usaha untuk mengkaji apa yang sudah dilakukan-Nya. Demikian juga halnya dengan paroki Baciro yang

membentuk bidang Penelitian dan Pengembangan untuk melakukan pengkajian

terhadap perkembangan dan dinamika umat. Lebih spesifik tim kerja sumber daya

melakukan pendataan sumber daya manusia untuk pengembangan umat bahkan

mengolahnya untuk mencari kemungkinan-kemungkinan pengembangan umat.

Untuk mendukung satu sama lain, tim kerja Pengembangan Teritori, tim

kerja Data bahkan tim kerja sumber daya harus bahu membahu mewujudkan tiap-

tiap program antara yang satu dengan yang lain. Kerjasama antar tim akan

menjadi kekuatan dari bidang ini.

Dari seluruh programa kerja dari setiap bidang dan tim, penulis akan

mencoba untuk melihat secara spesifik point-poin yang berkaitan dengan

pembinaan iman remaja. Tujuan utamanya, untuk lebih mudah melihat hal-hal

yang menolong pendampingan. Juga yang paling utama ialah apakah poin-point