• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

B. Model Kurikulum Pendidikan SMP Muhamadiyah

9. Taufikur Rahman,S.Pd (TR)

Guru senior ini diamanahi sebagai pengampu mata pelajaran Geografi. Beliau beralamat di Ngepos RT 1 RW VII Tingkir Salatiga

10. Suparmi (S)

S sebagai guru pengampu mata pelajaran Geografi dan Sejarah, Walaupun berangkat dari latar belakang pendidikan umum, beliau sangat memahami akar pentingnya agama sebagai perahu mengarungi lautan dunia ini. Sebagai salah seorang guru senior, pengalamannya tak diragukan lagi baik itu berhubungan dengan mengajar bmaupun pengalaman-pengalaman pendidikan lainnya. Beliau beralamat di Cabean RT 04 RW 14 Mangunsari Salatiga

Berkaitan dengan pemahaman guru terhadap kerukunan beragama, dibawah ini beberapa informan yang dapat diwawancarai oleh penulis:

Adapun pemahaman tentang kerukunan beragama di salatiga menurut TR menjelaskan keadaan kota salatiga : “ ...keadaan Salatiga bisa dibilang kondusif, artinya gesekan antar agama yang mengacu kepada konflik berlatar belakang sara seperti poso, ambon tidak sampai terjadi...". Tambahnya .“ ...toleransi agama di kota salatiga bisa dikatakan sangat tinggi..”

Menurut SS menerangkan tentang toleransi: “Prinsip agama Islam sebagai pegangan dan dasar, adapun tentang toleransi hanya sebatas dalam hubungan bermu’amalah, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” hal

9. Taufikur Rahman,S.Pd (TR)

Guru senior ini diamanahi sebagai pengampu mata pelajaran Geografi. Beliau beralamat di Ngepos RT 1 RW VII Tingkir Salatiga

10. Suparmi (S)

S sebagai guru pengampu mata pelajaran Geografi dan Sejarah, Walaupun berangkat dari latar belakang pendidikan umum, beliau sangat memahami akar pentingnya agama aahacai perahu menenrungi lautan dunia ini. Sebagai salah seorang guru senior, pengalamannya tak diragukan lagi baik itu berhubungan dengan mengajar bmaupun pengalaman-pengalaman pendidikan lainnya. Beliau beralamat di Cabean RT 04 RW 14 Mangunsari Salatiga

Berkaitan dengan pemahaman guru terhadap keruKunan beragama, dibawah ini beberapa informan yang dapat diwawancarai oleh penulis:

Adapun pemahaman tentang kerukunan beragama di salatiga menurut TR menjelaskan keadaan kota salatiga : “ ...keadaan Salatiga bisa dibilang kondusif, artinya gesekan antar agama yang mengacu kepada konflik berlatar belakang sara seperti poso, ambon tidak sampai terjadi...” Tambahnya .“ ...toleransi agama di kota salatiga bisa dikatakan sangat tinggi..”

Menurut SS menerangkan tentang toleransi: “Prinsip agama Islam sebagai pegangan dan dasar, adapun tentang toleransi hanya sebatas dalam hubungan bermu’amalah, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” hal

tersebut juga dipertegas oleh pemaparan SH yang menyatakan : "..toleransi tersebut sebatas dalam hubungan muamalah kemasyarakatan,jika itu kok sudah masuk pada bidang ibadah / agama kami sangat menolak dang sangat tidak setuju.."

Pendapat diatas diakui juga oleh S selaku guru sejarah : “..yang penting sikap kita terhadap umat agama lain harus tetap baik selagi mereka tidak mengganggu dan mencampuri agama kita.”

Ungkapan yang sama terlontar dari M : “Kita sebagai umat Islam harus tetap bersikap baik selama tidak dimusuhi dan mengganggu agama kita”

MN menegaskan : “Bahwasanya kebolehan berbuat baik tersebut hanya sebatas dalam hubungan bermu’amalah. Adapun urusan Aqidah dan ibadah sangat dilarang dalam Islam.”

Senada dengan penuturan PH : “..Dalam berhubungan dengan umat agama lain kita sebagai seorang muslim harus baik. Islam mengajarkan “hablum minannas wa hablum minallah”, dalam hal hablum minannas dengan sesama manusia kita sebagai seorang muslim harus berlaku baik sekalipun itu berlainan agama.”

Pendapat SS diatas diiyakan oleh pemaparan PH : Untuk menjaga agar tidak terjebak oleh cara-cara misionaris, kita sebagai seorang muslim harus mempunyai dasar landasan/ fondasi iman yang kuat, kita harus faham betul terlebih dahulu dengan prinsip agama kita sendiri”

Pendapat M sebagai seorang guru pengampu mata pelajaran Agama Islam menuturkan ”..kami sebagai warga Muhammadiyah apa yang diteladankan oleh nabi itu lah yang kami jalankan. Adapun hubungan kita dengan satu agama Islam walaupun terdapat perbedaan khilafiah, kita juga harus tetap baik, kita tetap menghargai dengan kelompok lain, hubungan antar ormas Islam ukuwah islamiyah tetap dijaga, diatur dalam kepribadian Muhamadiyah namanya “mu’amalah duniawiyah” bagaimana manusia itu berhubungan dengan orang lain”(wawancara,M. 8/6/2010) beliau menambahkan “...yang sekarang sangat berbahaya itu apa namanya,..liberalisme dan apa itu..pluralisme, kita harus berhati hati betul. Kalau pluralisme memandang agama semua baik/benar jelas tidak setuju, kalau udah menyangkut faham dan menyangkut aqidah, Muhammadiyah/ kami tetap menolak, yang jelas aqidah kami sesuai Al Qu’ran Hadis...”

Dalam bersikap terhadap fihak yang banyak orang mendengung dengungkan menjadikan Islam bersatu M Menegaskan : ".islam hendaknya bersatu..LOra iso mas., andaikata panjenengan dewe wes, wong sekarang saja upomo dilebur menjadi satu islam tok, mesti akan muncul perbedaan, ibarat seperti juga Sunatullah mungkin y m as.hehe.. ya yang sudah legal dan diterima oleh masyarakat, pemerintah yang sudah berumur lama ada itu kita tekuni bener. Tapi kita tidak boleh menjelek-jelekan apabila ada perbedaan.”

YH Sebagai Kepala Sekolah menuturkan “Kami (guru agama SMP Muh) dilibatkan pada kegiatan kerohanian di SMP Kristen Stela Matutina

Salatiga dengan tujuan memberikan pendidikan agama Islam, hal tersebut menurut (Kepsek SMP K Stella) dilakukan mengingat banyaknya murid-murid yang beragama Islam yang berada di SMP Stella"

Beliau menambahkan pada kesempatan lain kami juga sempat mengikuti kegiatan nyata : "..beberapa kali kami melakukan keijasama pada kegiatan MGMP yang melibatkan semua lapisan guru umum se-Kota Salatiga baik yang se-agama juga yang berbeda agama."

Menanggapi beberapa bentuk keija sama tersebut M menerangkan kegiatan tersebut agaknya ada rasa was-was dari perwakilan Muhammadiyah. Hal itu ditegaskan ketika wawancara kepada salah seorang guru memaparkan tatkala perwakilan SMP Kristen Stella menemuinya :“...sebelumnya maaf, kegiatan ini njenengan lakukan semata -m ata untuk menarik masa / minat sehingga lebih simpatik dengan SMP Stella atau ada niatan baik yang lain ?”...tanyanya kepada perwakilan SMP Stella...”

Tidak ada salalmva jika perasaan tersebut tidak lantas menimbulkan ketersinggungan. Ditegaskan oleh PH : “...memang nyata bahwa misionaris itu ada dengan cara dan rayuan yang sangat lembut, bahkan pendekatannya sangat jauh lebih baik dibandingkan dengan umat Islam sendiri..”

PH menceritakan pengalamannya tatkala menjadi pengajar di salah satu sekolah milik non islam. Beliau juga menyampaikan sebuah pengalaman ketika mengajar di SMP Kristen 3 Salatiga, ketika diwawancarai tandasnya

ketika itu beliau sempat sakit hati dan menangis, selain itu beliau juga sempat marah di depan kepala sekolah waktu itu:

Ujarnya “ ..Saya disini bekeria sama untuk mencari dan menyampaikan ilmu itu nyata sekali, kepala sekolah sering sekali memanggil saya, apa kebutuhan saya selalu dicukupi, yang namanya kata-kata sopan,

ic u u c u i, u a i i u u a i i v u u i g m u i c u u ju j u UiyUi S u l i ^ a t b u g U S , k e t i k a i t u S a j u

dipanggil untuk tanda tangan perpanjang kontrak, anehnya saya juga dipertemukan dengan beberapa pastur. Saya pun sempal ditanya, “Anda bekerja disini sudah lama (api sayangnya kenapa iba tidak masuk kristen saja ” kata salah seorang perwakilan.

PH Menuturkan :"... seketika itu saya berontak, seranya marah bercampur tangis, semua saya luapkan di depan kepala sekolah dan beberapa pastur. Saya berkata “kalau masalah agama saya tidak mau diganggu g u g a t" seketika itu SK saya dicabut dan beberapa guru islam disana yang tak mau untuk dibaptis satu persatu SK Mengajar mereka dicabut.

Untuk menjaga keutuhan NKRI, Kerukunan sangat diperlukan sekali, hal tersebut ditegaskan oleh S salah seorang pengampu mata pelajaran IPS Geografi menuturkan : “Yang paling dominan timbulnya konflik perpecahan NKRI yaitu hal-hal yang berlatar belakang agama dan Etnis, kurang adanya sikap mau menghargai orang lain”

Hal tersebut diperkuat oleh pemaparan BS, menurutnya sikap ketidak sopanan kepada orang yang berbeda keyakinan dengan kita justru akan

berbalik menyerang dan berlaku tidak sopan terhadap agama kita, kepada Allah SWT