BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Teknik Analisis Data
1. Analisis Data Gaya Belajar
a. Analisis hasil penyebaran angket gaya belajar
Untuk mengetahui gaya belajar yang dimiliki siswa, maka dilakukan beberapa langkah analisis sebagai berikut
1) Skoring
Setelah angket gaya belajar disebar, maka siswa akan mengisi data dengan jawaban “YA” atau “TIDAK” dari setiap pernyataan. Angket gaya belajar berisi 24 pernyataan dengan rincian 8 pernyataan gaya belajar visual, 8 pernyataan gaya belajar auditori dan 8 pernyataan gaya belajar kinestetik. Setiap pernyataan memiliki skor 1 untuk jawaban “YA” dan skor 0 untuk jawaban “TIDAK”. Dalam proses skoring ini, peneliti mengubah data yang didapat menjadi bentuk skor dari setiap jawaban yang ada.
2) Pengelompokan skor
Dari skor yang didapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, skor kelompok gaya belajar visual, skor kelompok gaya belajar auditori dan skor kelompok gaya belajar kinestetik. Skor setiap siswa dijumlah berdasarkan skor kelompok gaya belajar.
3) Penentuan gaya belajar
Dari jumlah skor setiap kelompok gaya belajar, dapat dilihat jumlah skor kelompok gaya belajar apa yang memiliki skor tertinggi. Skor tertinggi itulah yang dipakai untuk menentukan gaya belajar yang dimiliki setiap siswa.
b. Analisis hasil wawancara gaya belajar
Sebelum dilakukan wawancara, peneliti terlebih dahulu memilih subjek yang akan diwawancara. Subjek dipilih berdasarkan jumlah skor angket gaya belajar yaitu dua skor tertinggi. Pemilihan subjek ini secara acak sehingga dapat meminimalisis tingkat subjektifitas peneliti dengan subjek. Setelah dipilih, maka dilakukan wawancara penelitian dengan hasil wawancara berupa transkrip wawancara. Analisis hasil wawancara dilakukan dengan cara mendeskripsikan transkrip wawancara untuk merujuk pada suatu kesimpulan.
2. Analisis Data Kemampuan Penalaran a. Analisis Hasil Tes Kemampuan Penalaran
1) Menentukan nilai siswa
Dalam tes kemampuan penalaran, siswa diberikan 4 soal penalaran dengan rincian skor maksimal sebagai berikut :
Tabel 3.7. Skor Tes Kemampuan Penalaran No
Soal Aspek Penalaran Matematis
Jumlah Skor
1 Siswa dapat menyelidiki panjang garis
singgung persekutuan luar lingkaran 12 2
Siswa dapat menyelesaikan soal garis singgung lingkaran dengan tepat dan lengkap
No
Soal Aspek Penalaran Matematis
Jumlah Skor
3
Siswa dapat merancang pola suatu masalah tertentu berdasarkan kondisi yang berkaitan dengan garis singgung lingkaran, kemudian dapat menunjukkan bukti kebenaran dari jawaban yang diberikan
16
4
Siswa dapat menyajikan alasan dari pernyataan tentang persekutuan dua buah lingkaran yang bersinggungan di luar.
8
Setelah hasil pekerjaan siswa diberi skor sesuai dengan skor di atas, lalu skor tersebut diubah dalam bentuk nilai dengan rumus sebagai berikut :
2) Menentukan kriteria kemampuan penalaran siswa
Sebelum menentukan tingkat kemampuan penalaran, terlebih dahulu dicari nilai rata-rata dan standar deviasi dengan rumus sebagai berikut :
a) Nilai rata-rata (mean)
Nilai rata-rata adalah jumlah dari serangkaian data dibagi dengan jumlah data. Perhitungan nilai rata-rata pada data tunggal adalah dengan cara menjumlahkan semua data yang ada kemudian dibagi dengan banyaknya data. Rumus nilai rata-rata data tunggal adalah sebagai berikut :
̅ ∑ di mana :
̅= mean = jumlah data b) Standar Deviasi
Simpangan baku (Standar Deviasi) adalah nilai yang menunjukkan tingkat variasi kelompok data atau ukuran standar penyimpangan dari nilai rata-ratanya. Pada penelitian ini yang digunakan adalah simpangan baku data tunggal dimana data dikategorikan sebagai populasi. Rumus Standar Deviasi data tunggal untuk data berkategori populasi adalah sebagai berikut :
√∑ ̅ di mana :
= Standar deviasi populasi = Data pengukuran = Jumlah data
Setelah didapat nilai rata-rata kelas, nilai rata-rata setiap kelompok gaya belajar dan standar deviasinya maka dilakukan perhitungan untuk menentukan tingkat kemampuan penalaran. Kriteria pengelompokan kemampuan penalaran matematis yang digunakan menurut Suherman dan Sukjaya (Riyanto, 2011) adalah sebagai berikut :
1. Kelompok penalaran tinggi : nilai x1.s
3. Kelompok penalaran rendah : nilai x1.s Keterangan :
x : rata-rata hasil tes kemampuan penalaran matematis
s :simpangan baku hasil tes kemampuan penalaran matematis 3) Analisis hasil tes kemampuan penalaran
Analisis ini menggunakan teknis analisis data kualitatif. Menurut Miles dan Huberman yang dikutip oleh Salim(2006:20-24), menyebutkan bahwa ada tiga langkah pengolahan data kualitatif yakni :
a) Reduksi Data
Reduksi data adalah proses peneliti melakukan pemilihan, dan pemusatan perhatian untuk penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi dari data kasar yang diperoleh. Dalam penelitian ini, reduksi data dilakukan pada hasil tes kemampuan penalaran. Setelah mendapatkan hasil kriteria kemampuan penalaran, data hasil tersebut direduksi sehingga didapatkan data yang dibutuhkan pada penelitian ini.
b) Penyajian data
Penyajian data dilakukan setelah data kasar selesai direduksi. Data yang telah direduksi tersebut diarahkan agar terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga dapat mudah dipahami. Dalam penelitian ini, ditampilkan hasil jawaban siswa sesuai data hasil reduksi. Jawaban siswa tersebut kemudian
dianalisis secara deskriptif sesuai dengan indikator-indikator kemampuan penalaran matematis yang digunakan.
c) Penarikan kesimpulan
Verifikasi data dilakukan dengan tujuan menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kesimpulan yang dilakukan pada tahap awal sudah kredibel. Dalam penelitian ini, verifikasi dilakukan dengan melihat hasil analisis wawancara kemampuan penalaran dan hasil analisis observasi kemampuan penalaran. Jika bukti yang didapat mendukung maka kesimpulan tersebut dikatakan kredibel.
b. Analisis Hasil Wawancara Kemampuan Penalaran
Wawancara kedua ini dilakukan dengan mengambil masing-masing satu siswa dengan tingkat kemampuan penalaran tinggi, sedang dan rendah sesuai gaya belajarnya. Subjek yang diwawancara sama dengan subjek yang dianalisis hasil tes kemampuan penalarannya. Wawancara ini dilakukan untuk melihat kekonsistenan siswa dan kemampuan penalaran yang dimiliki siswa. Hasil wawancara dianalisis secara deskriptif bersama dengan analisis hasil tes kemampuan penalaran yang juga secara deskriptif.
c. Analisis Hasil Observasi Kemampuan Penalaran
Observasi dilakukan pada saat bersamaan dengan tes kemampuan penalaran. Observasi kemampuan penalaran bertujuan untuk melihat proses menalar siswa ketika menyelesaikan permasalahan. Hasil observasi
dianalisis secara deskriptif sesuai dengan indikator-indikator yang digunakan.