DAFTAR SKEMA
H. Pengujian Instrumen Penelitian
I. Teknik Analisis Data
Dalam melakukan analisis data pada penelitian ini, penulis menggunakan teknik analisis sebagai berikut:
1. Analisis deskriptif
a. Analisis data deskriptif dalam penelitian ini meliputi masa kerja, tingkat pendidikan serta status pekerjaan.
b. Deskripsi variabel penelitian
Deskripsi variabel menggambarkan tanggapan responden mengenai kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan efikasi kolektif guru SMP di Kecamatan Tempel.
Untuk pengkategorian variabel pada penelitian ini menggunakan rumus :
Data hasil penelitian kemudian dikategorikan ke dalam lima kelompok kepemimpinan transformasional kepala sekolah dinilai sangat transformatif, transformatif, cukup transformatif, tidak transformatif dan sangat tidak transformatif. Sedangkan efikasi kolektif guru dinilai dengan sangat tinggi, tinggi, cukup tinggi, tidak tinggi dan sangat tidak tinggi. Hasil kategorisasi adalah sebagai berikut :
1) Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah
Dalam mengkategorikan kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan cara mencari nilai tertinggi dan terendah per dimensi. Penilaian responden atas kepemimpinan kepala sekolah yang mampu mengembangkan visi bersama bagi sekolah, membangun konsensus tentang tujuan prioritas sekolah, menciptakan ekspektasi kinerja yang tinggi, menjadi panutan atau model, memberi support atau dukungan, menyediakan stimulasi intelektual,
membangun kultur sekolah dan membangun kultur kolaboratif dapat dilihat dibawah ini:
a) Dimensi Visi Bersama
Hasil analisis deskriptif dimensi yang pertama, yaitu visi bersama dimensi visi bersama dinilai penting bagi sekolah dalam pencapaian tujuan sekolah. (1)Mencari nilai tertinggi dan terendah
Karena terdapat 5 item pertanyaan dengan Skala Likert 5 pilihan maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Nilai tertinggi = 5 item x 5 = 25 Nilai terendah = 5 x 1 = 5 (2)Mencari nilai interval kelas
= 4
Maka diperoleh nilai interval kelas dimensi visi bersama adalah 4. b) Dimensi Membangun Konsensus Sekolah
Hasil analisis deskriptif dimensi yang membangun konsensus sekolah, diperoleh dengan cara:
(1)Mencari nilai tertinggi dan terendah
Karena terdapat 3 item pertanyaan dengan Skala Likert 5 pilihan maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Nilai tertinggi = 3 item x 5 = 15 Nilai terendah = 3 x 1 = 3 (2)Mencari nilai interval kelas
= 2
Maka diperoleh nilai interval kelas dimensi membangun konsensus sekolah adalah 2.
c) Dimensi Ekspektasi Kinerja yang Tinggi
Hasil analisis deskriptif dimensi yang ketiga, yaitu ekspektasi kinerja yang tinggi diperoleh dengan cara:
(1)Mencari nilai tertinggi dan terendah
Karena terdapat 4 item pertanyaan dengan Skala Likert 5 pilihan maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Nilai tertinggi = 4 item x 5 = 20 Nilai terendah = 4 x 1 = 4
(2)Mencari nilai interval kelas
= 3
Maka diperoleh nilai interval kelas dimensi ekspektasi kinerja yang tinggi adalah 3.
d) Dimensi Menjadi Model
Hasil analisis deskriptif dimensi yang keempat, yaitu menjadi model diperoleh dengan cara:
(1)Mencari nilai tertinggi dan terendah
Karena terdapat 9 item pertanyaan dengan Skala Likert 5 pilihan maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Nilai tertinggi = 9 item x 5 = 45 Nilai terendah = 9 x 1 = 9 (2)Mencari nilai interval kelas
Maka diperoleh nilai interval kelas dimensi menjadi model adalah 7. e) Dimensi Dukungan Sosial
Hasil analisis deskriptif dimensi yang kelima, yaitu dukungan sosial diperoleh dengan cara:
(1) Mencari nilai tertinggi dan terendah
Karena terdapat 7 item pertanyaan dengan Skala Likert 5 pilihan maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Nilai tertinggi = 7 item x 5 = 35 Nilai terendah = 7 x 1 = 7 (2) Mencari nilai interval kelas
= 6
Maka diperoleh nilai interval kelas dimensi dukungan sosial adalah 6. f) Dimensi Memberi Stimulasi Intelektual
Hasil analisis deskriptif dimensi yang keenam, yaitu memberi stimulasi intelektual diperoleh dengan cara:
(1) Mencari nilai tertinggi dan terendah
Karena terdapat 7 item pertanyaan dengan Skala Likert 5 pilihan maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Nilai terendah = 7 x 1 = 7 (2) Mencari nilai interval kelas
= 6
Maka diperoleh nilai interval kelas dimensi dukungan sosial adalah 6. g) Dimensi Membangun Kultur Sekolah
Hasil analisis deskriptif dimensi yang ketujuh, yaitu membangun kultur sekolah diperoleh dengan cara:
(1)Mencari nilai tertinggi dan terendah
Karena terdapat 7 item pertanyaan dengan Skala Likert 5 pilihan maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Nilai tertinggi = 8 item x 5 = 40 Nilai terendah = 8 x 1 = 8 (2)Mencari nilai interval kelas
Maka diperoleh nilai interval kelas dimensi membangun kultur sekolah adalah 6.
h) Dimensi Menciptakan Struktur Kolaboratif
Hasil analisis deskriptif dimensi yang kedelapan, yaitu memberi menciptakan struktur kolaboratif diperoleh dengan cara:
(1)Mencari nilai tertinggi dan terendah
Karena terdapat 7 item pertanyaan dengan Skala Likert 5 pilihan maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Nilai tertinggi = 7 item x 5 = 35 Nilai terendah = 7 x 1 = 7 (2) Mencari nilai interval kelas
= 6
Maka diperoleh nilai interval kelas dimensi menciptakan struktur kolaboratif adalah 6.
2) Efikasi Kolektif Guru
Hasil analisis deskriptif pada variabel efikasi kolektif guru diperoleh dengan cara:
a) Mencari nilai tertinggi dan terendah
Terdapat 21 item pertanyaan dengan Skala Likert 5 pilihan maka diperoleh nilai tertinggi dan nilai terendah sebagai berikut:
Nilai tertinggi = 21 x 5 = 105 Nilai terendah = 21 x 1 = 21 b) Mencari nilai interval kelas
= 17
Maka diperoleh nilai interval kelas efikasi kolektif sebesar 6. 2. Teknik Pengujian Hipotesis
a. Uji Prasyarat 1) Uji Normalitas
Uji normalitas dalam penelitian merupakan langkah yang dilakukan untuk mengetahui apakah setiap variabel berdistribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitas data, maka dalam penelitian ini menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov dibandingkan dengan taraf kesalahan 5% (a= 0.05).
2) Uji Linearitas
Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai hubungan yang linear atau tidak. Pengujian menggunakan SPSS 17. Uji linearitas ini digunakan dengan analisis varians menggunakan rumus F. Rumus yang digunakan untuk mencari nilai F adalah sebagai berikut.
Rumus:
Keterangan:
F =Bilangan untuk linearitas = Varian tuna cocok = Varian kekeliruan
Linearitas memiliki kriteria sebagai berikut:
a) Jika nilai Fhitung < Ftabel pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan (dk) = (k-2) dan (n-k) maka hubungan variabel bebas dengan variabel terikat bersifat linear.
b) Jika nilai Fhitung > Ftabel pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan (dk) = (k-2) dan (n-k) maka hubungan variabel bebas dengan variabel terikat bersifat tidak linear.
b. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji apakah hipotesis yang telah ditetapkan dalam penelitian ditolak atau didukung. Hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut:
1) Ho: Tidak ada kontribusi yang signifikan antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan efikasi kolektif guru.
2) Ha: Terdapat kontribusi yang signifikan antara kepemimpinan transformasional kepala sekolah dengan efikasi kolektif guru.
Hipotesis penelitian didukung apabila nilai thitung > ttabel, maka terdapat kontribusi yang signifikan (Ho diterima), sedangkan apabila nilai thitung < ttabel, maka tidak ada kontribusi yang signifikan (Ho ditolak).
Dalam penelitian ini, untuk menguji hipotesis menggunakan regresi linear sederhana.
c. Regresi Linear Sederhana
Pada analisis regresi linear sederhana, akan dicari persamaan regresi linear sederhana yang dirumuskan sebagai berikut.
Y = a + bX Keterangan:
Y= Efikasi kolektif guru a= konstanta
X= Kepemimpinan transformasional kepala sekolah b= Koefisien regresi
Sebelum menghitung menggunakan rumus di atas, maka harus mencari nilai a dan b menggunakan rumus sebagai berikut.
a=
2
2 2
X X n XY X X Yb=
2
2
X X n Y X XY n Keterangan:Y= Variabel efikasi kolektif guru a= Konstanta (nilai Y jika tidak ada X)
b=Koefisien regresi (kecenderungan perubahan Y dengan adanya X) X=Variabel kepemimpinan transformasional kepala sekolah
n= Banyaknya sampel
Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan uji r2, F, dan standar koefisien.
(a)Koefisien Determinasi (r2)
Uji koefisien determinasi (r2) dilakukan untuk mengetahui kekuatan pengaruh dan hubungan antara variabel penduga (kepemimpinan transformasional kepala sekolah) terhadap variabel bergantung (efikasi kolektif guru).
Nawari (2010) nilai r2 berkisar 0 sampai 1. Jika r2 mendekati 1 maka menunjukkan pengaruh variabel penduga (kepemimpinan transformasional kepala sekolah) terhadap variabel bergantung (efikasi kolektif guru) semakin kuat. Sebaliknya, jika r2 mendekati 0 maka pengaruh variabel penduga (kepemimpinan transformasional kepala sekolah) terhadap variabel bergantung (efikasi kolektif guru) semakin lemah.
Sedangkan untuk mencari nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan kekuatan hubungan fungsional variabel bergantung (efikasi kolektif guru) dengan variabel penduga (kepemimpinan transformasional kepala sekolah).
(b)Uji F
Dilakukan untuk melihat arah pada taraf kepercayaan 95%. Pengujian harga F dengan pendekatan analisis model Anova. Kemudian pengujian dengan cara membandingkan Fhitung dan Ftabel. Kriterian probabilitas harga F adalah Fhitung > Ftabel dengan derajat kebebasan tertentu. Proses analisis uji F dilakukan dengan bantuan SPSS versi 16. Sumber data berasal dari output ANOVA. Pengujian dilakukan dengan taraf signifikansi 0,05.
(c) Standar Koefisien
Uji standar koefisien dilakukan untuk menjelaskan tingkat kepentingan masing-masing variabel independen (efikasi kolektif guru) dalam model regresi.
55 BAB IV
GAMBARAN UMUM A. SMP Negeri 1 Tempel
1. Data Kelembagaan
a. Nama Sekolah : Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tempel b. Status Sekolah : Negeri
c. Alamat Sekolah : Jalan Magelang km. 17, Ngebong Margorejo Tempel Sleman
2. Sejarah Sekolah
SMP N 1 Tempel yang berlokasi di Jalan Magelang Km 17 Ngebong Margorejo Tempel Kabupaten Sleman merupakan sekolah yang telah mengalami beberapa kali perubahan. Sekolah ini berdiri tahun 1981 Surat Keputusan Nomor 0219/0/1981, tertanggal 14 Juli 1981, dengan nama SMP Negeri 1 Tempel. Selanjutnya karena adanya Nomenklatur nama sekolah oleh pemerintah pada tahun 1981, Nama SMP N 1 Tempel berubah menjadi SLTP Negeri 1 Tempel, Kemudian karena banyaknya animo masyarakat memasukkan anaknya di sekolah ini maka pada tahun 1985 sekolah menambah jumlah rombel menjadi 12, masing-masing tingkat ada 4 rombel.Akhirnya pada 1 Desember 2003 nama sekolah dari SLTP N 1 Tempel berubah lagi menjadi SMP N 1 Tempel, dengan jumlah rombel ada 18 sampai sekarang. Selama mulai berdiri sampai saat ini SMP N 1 Tempel sudah mengalami pergantian pimpinan sebanyak 8 kali.
3. Visi dan Misi a. Visi :
Terwujudnya SMP Negeri 1 Tempel yang berprestasi, terampil,agamis, berbudi pekerti luhur, berbudaya dan berwawasan global.
Indikator Visi :
1) Memiliki kurikulum sekolah yang memadai 2) Terpenuhi standar proses
3) Terpenuhi standar kelulusan
4) Terpenuhi standar tenaga kependidikan 5) Terpenuhi standar pengelolaan
6) Terpenuhi fasilitas pendidikan
7) Terpenuhi standar pembiayaan pendidikan 8) Terpenuhi standar penilaian
9) Terciptanya suasana kehidupan sekolah yang agamis
10) Terciptanya sikap perilaku yang menjujung tinggi budi pekerti luhur 11) Memiliki budaya dan lingkungan sekolah yang kondusif
12) Terciptanya sikap perilaku masyarakat sekolah yang berwawasan global 13) Terpenuhinya prestasi belajar peserta didik sesuai dengan ketentuan yang
ditetapkan sekolah
14) Terciptanya sekolah yang berwawasan gender dan berpendidikan karakter b. Misi :
1) Melaksanakan Pembelajaran sesuai standar nasional pendidikan 2) Menyusun dan melaksanakan kurikulum SMP N 1 Tempel
3) Melaksanakan pembinaan karakter yang berwawasan gender dalam pengembangan diri peserta didik.
4) Meningkatkan Kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan 5) Mewujudkan pendidikan yang bermutu, efisien, dan relevan serta berdaya
saing tinggi
6) Mewujudkan sistem pendidikan yang transparan, akuntabel, partisipatif dan efektif
7) Meningkatkan pendayagunaan sarana dan prasarana pendidikan secara maksimal
8) Mendayagunakan Sumber-sumber pembiayaan dari BOS semaksimal mungkin sesuai peraturan yang berlaku
9) Mengelola keuangan dengan transparan dan akuntabel
10) Mewujudkan suasana agamis dalam proses pembelajaran di sekolah 11) Melaksanakan penilaian hasil belajar sesuai standar penilaian
12) Melaksanakan Manajemen sekolah yang berbasis partisipatif 13) Mewujudkan budaya sekolah yang kondusif
14) Mengembangkan seni budaya daerah
15) Mewujudkan suasana yang mendukung sekolah berwawasan global.
4. Fasilitas Sekolah a. Tanah
1) Tanah ditempati 1 495 Pem. Desa Baik 2) Tanah tidak ditempati
4) Tanah untuk pengembangan b. Ruang akademik
1) Ruang Kelas 18 Baik 2) Laboratorium sains 2 Baik 3) Lab Komputer 2 Baik 4) Lab Bahasa
5) Ruang Olah Raga 6) Perpustakaan 1 Baik 7) Ruang Seni 1 Cukup
8) Ruang Ketrampilan 1 Cukup c. Ruang Non Akademik
1) Ruang Kepala Sekolah 1 Baik 2) Ruang Wakil Kepala Sekolah 3) Ruang Guru 2 Baik
4) Ruang Reproduksi 5) Ruang Tata Usaha 2 Baik d. Ruang Pelengkap
1) Ruang Ibadah 1 Baik
2) Ruang koperasi sekolah 1 Baik 3) Ruang pramuka dan PMI 4) Ruang Konseling
5) Ruang serbaguna 6) Toilet 12 Baik
7) Ruang Kesehatan Murid 1 Baik
e. Audio Visual Aid untuk pendisikan (AVA for Education) 1) AVA untuk sains
2) AVA untuk ilmu sosial 3) AVA untuk matematika 4) AVA untuk ketrampilan 5) AVA untuk lainnya 5. Guru
SMP N 1 Tempel mempunyai 34 orang guru. Untuk lebih jelasnya daftar guru akan dilampirkan.
B. SMP Negeri 2 Tempel