KETERAMPILAN-KETERAMPILAN MENGAJAR
D. Jenis Pertanyaan Berdasarkan Tujuan
1. Teknik Bertanya
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan, antara lain:
a. Kejelasan dan kaitan pertanyaan
Pertanyaan harus jelas maksudnya mengunakan bahasa yang benar dan kaitan pertanyaan berhubungan dengan materi atau tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
b. Kecepatan dan selang waktu
Kecepatan menyampaikan pertanyaan tergantung pada jenis pertanyaan, sulit atau mudah, usahakan jelas dan tidak tergesa-gesa, memberi kesempatan berpikir. Murid yang siap menjawab dapat ditandai siswa menggeser kedudukannya, menengadah, dan mengacungkan tangan, ekspresi respon, dan sebagainya.
c. Arah dan distribusi penunjukan
Pertanyaan yang diajukan seharusnya ditujukan kepada seluruh siswa sehingga mereka didorong untuk berusaha menemukan jawaban. Setelah beberapa waktu, barulah ditunjuk salah satu siswa secara bergiliran.
1) Teknik penguatan. Teknik ini digunakan dengan tidak menyinggung perasaan siswa kalau jawaban siswa kurang tepat. Misalnya, ―Jawabanmu masih perlu dilengkapi‖
2) Teknik menuntun dan memanggil ialah pertanyaan yang bersifat menggali untuk mendapatkan jawaban lebih lanjut dan murid yang mengembangkan kualitas jawaban yang lebih jelas, akurat, serta lebih beralasan.
Contoh: Tadi Anda telah mengatakan bahwa karakter tokoh Pak Razak adalah sombong. Kemukakanlah alasanya disertai bukti yang mendukung! 2. Komponen Keterampilan Bertanya
a. Komponen Keterampilan Bertanya Dasar, yakni:
1) Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat ialah pertanyaan harus mengungkapkan kata-kata yang dapat dipahami siswa atau sesuai dengan usia dan perkembangan siswa.
2) Pemberian acuan adalah sebelum guru mengajukan pertanyaan, kadang-kadang guru perlu memberikan acuan berupa pertanyaan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari siswa. 3) Pernusatan. Pada umumnya, dimulai dengan pertanyaan luas kemudian
dilkuti dengan pertanyaan yang lebih khusus.
4) Pemindahan giliran. Mula-mula guru mengajukan pertanyaan kepada seluruh siswa, kemudian memilih beberapa siswa untuk menjawab dengan cara menyebut narna mereka atau dengan menunjuk siswa-siswa itu. Pada
Penerapan Strategi Belajar-Mengajar. . . . 121 pemindahan giliran, beberapa siswa secara bergiliran diminta menjawab pertanyaan yang sama.
5) Penyebaran. Guru berusaha agar semua siswa mendapat giliran secara merata. Pada penyebaran, beberapa pertanyaan yang berbeda disebarkan dan bergiliran menjawabnya kepada siswa yang berbeda pula.
6) Pemberian waktu berpikir. Sesudah mengajukan satu pertanyaan ke seluruh siswa, guru perlu memberikan waktu beberapa detik untuk berpikir, sebelum menunjuk salah seorang siswa untuk menjawabnya. 7) Pemberian tuntunan. Ada tiga cara yang dapat digunakan dalam
memberikan tuntunan, yaitu:
a) Mengungkapkan sekali lagi pertanyaan itu dengan cara lebih sederhana dengan susunan kata yang lebih mudah dipahami siswa. b) Mengajukan pertanyaan ini dapat menuntun siswa menemukan
jawaban pertanyaan semula.
c) Mengulang penjelasan-penjelasan sebelumnya yang berhubungan dengan pertanyaan itu.
b. Keterampilan Bertanya Lanjut
Adapun komponen bertanya lanjut, adalah
1) Pengubahan tuntunan tingkah laku kognitif dalam menjawab pertanyaan. Selain menggunakan pertanyaan yang didasarkan pada Taksonorni Bloom, guru dapat mengajukan pertanyaan pelacak untuk memenuhi maksud pengubahan tuntunan kognitif.
2) Pengaturan urutan pertanyaan. Untuk mengembangkan tingkat kognitif dan yang sifatnya Iebih rendah ke yang lebih tinggi dan guru harus mengatur urutan pertanyaan, yakni mulai dari pertanyaan pemahaman, analisis, sintesis, dan pertanyaan evaluasi.
3) Penggunaan pertanyaan pelacak.
Ada tujuh teknik pertanyaan pelacak, yakni
a) Klasifikasi, ialah jika siswa menjawab kurang tepat, maka guru memberikan pertanyaan pelacak yang meminta siswa menjelaskan dengan kata-kata lain.
Contoh:
(1) Dapatkah kamu menjelaskan sekali lagi apa yang Anda utarakan tadi? (2) Dapatkah kamu menjelaskan dengan kata-kata lain?
(3) Dapatkah kamu membuat rangkuman singkat dan penjelasan itu? b) Meminta siswa memberikan alasan yakni siswa memberikan bukti untuk
menunjang jawabannya. Contoh:
(1) Apakah bukti bahwa hal yang kamu katakan itu benar? Mengapa kamu berpendapat demikian?
(2) Mengapa kamu mendapat kesimpulan semacam itu?
c) Meminta kesepakatan pandangan, ialah guru rneminta pandangan siswa lain tentang pendapat siswa tadi.
Penerapan Strategi Belajar-Mengajar. . . . 122 (1) Siapakah yang setuju dengan jawaban itu? Mengapa?
(2) Berilah alasan mengapa kamu setuju atau tidak setuju? d) Meminta ketepatan jawaban
Contoh: Ulangilah jawabanmu lebih jelas. e) Meminta jawaban yang Iebih relevan
Contoh: Berilah jawaban yang relevan dengan pertanyaan yang dikemukakan!
f) Meminta contoh
Contoh: Berilah contoh pernyataan yang Anda kemukakan! g) Meminta jawaban lebih kompleks
Contoh: Dapatkah kamu memberikan ide penting Iainnya mengenai hal itu?
4) Peningkatan terjadinya interaksi
Dalam hal ini ada dua cara yang dapat dilakukan guru, yakni siswa diberi kesempatan singkat untuk mendiskusikan jawabannya bersama teman dekatnya dan jika siswa mengajukan pertanyaan, guru tidak segera menjawab pertanyaan tersebut, tetapi melontarkan kembali pertanyaan itu kepada siswa untuk didiskusikan.
Latihan Bab 3 B
1. Apakah yang dimaksud dengan pertanyaan permintaan! (bobot 1) 2. Buatlah sebuah contoh pertanyaan eksplorasi! (bobot 2)
3. Berikanlah sebuah contoh pertanyaan retoris apabila Anda sedang mengajarkan topik tentang drama! (bobot 3)
4. Berikanlah sebuah contoh pertanyaan mengarahkan apabila Anda mengajarkan menulis surat pribadi! (bobot 4)
5. Diskusikanlah pengertian dan contoh jenis pertanyaan menurut sifatnya! Buat dalam bentuk laporan tertulis! (bobot 5)
6. Laporkanlah secara lisan hasil diskusi Anda tentang jenis pertanyaan menurut luas sempitnya sasaran (bobot 5)
7. Amatilah salah satu mikro teaching oleh temanmu kemudian tentukan model atau pola yang digunakan dalam pembelajaran! (bobot 5)
E. Keterampilan Memberi Penguatan 1. Pengertian
Penguatan adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Jika seorang guru memberikan penguatan berupa kornentar terhadap urutan pikiran yang baik dari siswa dalam diskusi, dengan harapan komentar itu dapat membesarkan hati siswa tersebut. Dengan demikian, ia dapat memberikan
Penerapan Strategi Belajar-Mengajar. . . . 123 urutan pikiran yang baik atau yang lebih baik lagi dalam dlskusi-diskusi selanjutnya.