III. METODE PENELITIAN
3.4. Teknik Penentuan Populasi dan Responden
pulan orang atau lembaga menuru
ntang (1998),
yang terkena dampak sebanyak 1.756 orang pada
kasi dan memilih penduduk secara langsung yang terkena
(2) inimal 10% disetiap
Populasi dalam penelitian ini adalah sekum
t jenis pekerjaan yang terkena dampak akibat kebakaran hutan dan lahan periode Agustus 1997 – Desember 1997 di Kabupaten Sintang. Dasar penentuan populasi dan responden menurut jenis pekerjaan karena memiliki resiko yang berbeda baik pendapatan dan lama hari kerja, sehingga adanya kebakaran akan memberikan kerugian hari kerja dan tingkat pendapatan yang berbeda pula.
Berdasarkan Informasi dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Si jumlah penduduk yang tidak bekerja akibat kebakaran hutan dan lahan tahun 1997 yaitu 23.715 orang (13%) dari penduduk yang bekerja (182.420 orang). Dari jumlah tersebut penduduk pada lima kecamatan sampel sebanyak 6.077 orang (± 10% dari 59.310 orang pekerja), dengan jumlah penduduk yang tidak kerja pada 17 desa sampel sebanyak 1.756 orang yang distratifikasi dan dipilih menurut jenis pekerjaan yaitu: pegawai negeri, pegawai/buruh swasta, petani/pekebun, pengumpul hasil hutan kayu dan non kayu, petani perkebunan TCSDP, pedagang dan pegawai HTI.
Berdasarkan populasi penduduk
17 desa sampel dalam penelitian ini, selanjutnya ditentukan jumlah responden sebanyak 250 orang (± 14%) dengan teknik stratified random sampling
sebagai berikut: (1) Menstratifi
dampak asap kebakaran hutan dan lahan tahun 1997, menurut jenis pekerjaan (petani atau pekebun, pengumpul hasil hutan, pegawai negeri, pengusaha atau pegawai swasta, pedagang, dan pegawai HTI), terutama penduduk terdekat yang berada pada lokasi kebakaran.
Menentukan jumlah sampel atau responden penduduk m
desa sampel berdasarkan keragaman pekerjaan dan homogenitas dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan (lama tidak kerja, jenis penyakit, jenis usaha, dampaknya pada kesehatan).
(3) Melakukan pengambilan sampel secara acak pada setiap penduduk yang
.4.1. Responden Pengguna Sumberdaya Hutan
a hutan terdiri atas dua yaitu perusah
Tabel 4. Populasi dan Responden Penelitian
No Jenis Pekerjaan k Kecamatan Penduduk Desa Sampel Responden Penduduk Desa Sampel Persen-tase Responden/
terkena dampak kebakaran menurut jenis pekerjaannya yaitu : petani atau pekebun pada lahan masyarakat 101 orang, pengumpul hasil hutan (63 orang), pekebun TCSDP (38 orang), pegawai negeri (20 orang), pengusaha/ pegawai swasta (10 orang), pedagang (12 orang) dan pegawai HTI (6 orang). Rincian selengkapnya kerangka sampling serta jumlah populasi dan responden dapat dilihat pada Gambar 5 dan Tabel 4.
3
Karakteristik responden pengguna sumberday
aan dan masyarakat. Responden Perusahaan yaitu HTI-Trans Inhutani III dan HTI Finantara Intiga. Responden masyarakat pengguna sumberdaya hutan berjumlah 164 orang (11 desa) meliputi: petani dan pekebun (101 orang) dan pengumpul hasil hutan kayu dan flora fauna (63 orang) yang tinggal di sekitar hutan. Pengguna hasil hutan distratifikasi menurut areal hutan yang terbakar yaitu: HTI Inhutani III 30 orang (desa Kebubu, Nangan Man dan Nanga Kayan); HTI Finantara Intiga 30 orang (desa Sei Serian dan Empura); Taman Wisata Baning 44 orang (Tanjung Puri, Ladang dan Baning Kota); dan Taman Nasional Bukit Baka 60 orang (Nanga Siyai, Ella Hulu dan Menukung Kota).
Pendudu Sampel yg Terkena Dampak (orang) (1) yg Terkena Dampak (orang) (2) yg Terkena Dampak (orang) Desa Sampel (%) 1 Pegawai Negeri 478 167 20 11.94 2 Pengusaha/pegawai Swasta 4. 8 1
hutan kayu & non kayu
Jumlah 6. 1.7 25
365 91 10 10.96
3 Petani/Pekebun 177 35 01 12.09
4 Pengumpul hasil 414 311 63 20.29
5 Perkebunan Karet TCSDP (petani) 224 179 38 21.21
6 Pedagang 255 115 12 10.44
7 Peg. HTI 163 57 6 10.53
077 56 0 14.24
(1) Populasi penduduk ampak berdasarkan dat formasi dari Kecamatan dan Desa
Dinas Terkait dan Perusahaan desa.
terkena d a dan in Sampel,
(2) 5 Kecamatan Sampel : Sintang, Nanga Pinoh, Belimbing, Menukung dan Ketungau Hulu dengan jumlah desa sampel sebanyak 17
Gambar 5. Kerangka Sampel (Sampling Frame) .4.2. Responden Usahatani dan Perkebunan
rdiri atas perkebunan TCSDP-Sintang
Kabupaten Sintang
Kecamatan (Sintang, Nanga Pinoh, lu) Belimbing, Menukung, Ketungau Hu
Desa Sampel 17 : Sintang (3), Nanga Pinoh (6), Belimbing (3), Menukung (3), Ketungau Hulu (2) 23.715 org 6.077 org 1.756 org PURPOSIVE STRATIFIED RANDOM SAMPLING 1. Peg. Negeri n P 2. Peg. Swatsa 3. PeTani/Kebu 4. Pengumpul HH 5. Pekebun TSCD 6. Pedagang 7. Peg. HTI RANDOM
SAMPLING 250 orang Responden
3
Responden usahatani dan perkebunan te
dan lahan perkebunan masyarakat yang terbakar. Jumlah responden TSCDP yang menderita kebakaran lahan tahun 1997 yaitu 38 orang dari 4 desa yaitu Sidomulyo (8 orang), Tanjung Pauh (14 orang), Tanjung Sari (6 orang) dan Langan (10 orang). Sementara responden lahan perkebunan masyarakat yang terbakar yaitu dengan jenis tanaman karet berjumlah 40 orang yang meliputi 4 kecamatan dari 104 orang yang mengalami kebakaran lahan perkebunan, yaitu: Kec. Nanga Pinoh (Tanjung Sari, Tanjung Pauh, Sidomulyo); Kec. Belimbing (Nanga Paya, Langan, UPT X Nanga Keberak); Kec. Sintang (Ladang, Tanjung Puri, Baning); dan Kec. Menukung (Nanga Siyai, Ella Hulu, Menukung Kota).
3.4.3. Responden Dampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan
n lahan terdiri atas 5
menderita sakit dipilih secara acak menurut cara pe
portasi berjumlah 6 orang pengusaha, terdiri
n berjumlah 4
kan ketika penelitian, sehingga enggu
Responden yang terkena dampak asap kebakaran hutan da
stratifikasi dan dipilih secara acak dengan jumlah seluruhnya 172 orang, yaitu: masyarakat yang menderita sakit (20 orang), penduduk tidak masuk kerja (82 orang), perusahaan transportasi (6 orang), hotel dan penginapan (4 orang) dan masyarakat yang mengusahakan tanaman pangan (60 orang), data pengunjung wisata menggunakan data sekunder.
Responden masyarakat yang
ngobatan, yaitu: (a) berobat ke Rumah Sakit/Puskesmas/Dokter sebanyak 5 orang (menginap 3 orang dan tidak menginap 2 orang); (b) membeli obat (10 orang) dan beli masker (5 orang). Penduduk yang tidak masuk kerja dipilih secara acak menurut stratifikasi jenis pekerjaan (pegawai negeri, swasta, petani dan buruh tani, dan pedagang). Pengambilan sampel pegawai negeri 20 orang berasal dari pegawai kecamatan atau sebanyak 2-7 atau rata 4 orang perkecamatan (5 kecamatan). Responden petani/pekebun dan buruh tani diambil secara acak dari setiap lokasi penelitian kebakaran (HTI, Taman Wisata, dan Taman Nasional) yang berjumlah 50 orang (5 orang dari 10 desa). Pengambilan responden pedagang dilakukan di tingkat kabupaten dan kecamatan yang berjumlah 12 orang terdiri atas: pedagang kabupaten 2 orang dan pedagang kecamatan 2 orang (5 kecamatan).
Responden perusahaan trans
atas pengusaha angkutan darat 4 orang (Kecamatan Sintang dan Kecamatan Nanga Pinoh) dan pengusaha angkutan sungai 2 orang (Kecamatan Nanga Pinoh dan Menukung). Pengambilan responden pengusaha transportasi angkutan udara tidak dilakukan secara langsung tetapi dengan menggunakan data sekunder dan informasi dari Bandara Susilo Sintang dan Bandara Nanga Pinoh.
Responden pengusaha swasta yaitu hotel dan penginapa
orang, terdiri atas 2 orang pengusaha hotel (Sesean dan Flamboyan) dan 2 orang pengusaha penginapan (Alisya dan Tanjung Puri).
Responden pengunjung wisata tidak ditemu
m nakan data sekunder dari Pengelolan TNBB, BKSDA Sintang dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sintang. Sementara responden masyarakat yang mengalami
kerugian penurunan produksi tanaman pangan (padi, palawija dan sayur-sayuran) akibat kabut asap kebakaran berjumlah 60 orang (5 orang per / 12 desa).