PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
C. Hasil Penelitian
1. Temuan Penelitian Situs 1
Temuan penelitian ini disusun berdasarkan wawancara, observasi, dokumentasi dan penelusuran dokumentasi yang telah di lakukan di kelas IV SD Islam Surya Buana Malang.
Dibawah ini akan disajikan temuan penelitian yang ditemukan sesuai dengan fokus penelitian yang telah disusun, antara lain sebagai berikut:
a. Karakteristik Siswa kelas IV SD Islam Surya Buana Malang Ketika Berpikir Kritis Melalui Problem Posing Matematika.
Siswa yang berpikir kritis berbeda dengan siswa yang belum berpikir kritis. Perbedaan tersebut dapat terlihat pada karakteristiknya. Adapun karakteristik yang melekat pada siswa yang berpikir kritis ketika membuat soal pengajuan masalah matematika dapat di lihat sebagai berikut:
1) Mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dan masalah penting
Awal yang di lakukan oleh siswa ketika membuat soal pengajuan masalah yaitu mengemukakan apa yang menjadi masalah utama dalam soal tersebut. Cara yang dilakukan yaitu mengajukan masalah yang didapatkan setelah memahami materi. Siswa dengan mudah memahami soal yang dibuat karena masalah yang terdapat pada soal cerita berasal dari lingkungan siswa.
2) Mengumpulkan dan menilai informasi-informasi yang relevan
Karakteristik ini menunjukkan siswa berupaya mengumpulkan informasi-informasi yang relevan dengan masalah yang di hadapinya ketika membuat soal. Siswa bekerjasama dengan teman sekelompoknya untuk bersama-sama mencari informasi yang dibutuhkan dan membuka buku cetak lainnya untuk menemukan materi yang relevan dengan konteks permasalahan. Selain itu, siswa juga bertanya dengan teman sekelasnya yang mampu dan jika tidak bisa langsung bertanya pada guru.
3) Menarik kesimpulan dengan alasan yang kuat.
Karakteristik ini ditujukan dengan adanya prosedur yang di lakukan oleh siswa agar mendapatkan jawaban yang tepat dari permasalahan yang ada di soal. Siswa menuliskan prosedurnya hingga memperoleh jawaban dan memiliki alasan tersendiri mengapa prosedur itu mereka gunakan. Alasan penggunaan prosedur tersebut bagi siswa karena mereka melihat dilapangan ketika ibunya sedang berbelanja buah di pasar dengan menyebutkan buah yang dibeli serta beratnya setiap buah dan ketika berbelanja di supermarket belanjaan itu di timbangkan ke petugas supermarketnya dan di setiap kantong plastik tersebut tertlis berat buah dan satuan beratnya.
Hasil jawaban siswa yang berpikir kritis berbeda pula dengan hasil jawaban siswa yang belum berpikir kritis. Karena memiliki kelebihan seperti berani menyampaikan pendapat, memiliki cara lain dalam membuat soal seperti yang di contohkan oleh guru, dan berani menyampaikan cara yang di milikinya itu.
4) Mampu mengatasi kebingungan
Siswa yang berpikir kritis akan mampu mengatasi kebingungan yang di alami dengan cara bertanya langsung ke guru dan membuat coretan soal terlebih dahulu di buku tulisnya setelah itu siswa lanjut membuat soal-soal yang mudah hingga pada soal yang lebih sulit. b. Proses Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SD Islam Surya Buana Malang
Ketika siswa membuat soal pengajuan masalah matematika siswa akan memasuki sebuah proses berpikir kritis. Proses tersebut melalui beberapa tahapan yang dilaui siswa. adapun tahapan tersebut antara lain:
1) Klarifikasi
Pada tahap ini, siswa menyatakan masalah yang terdapat dalam pembuatan soal pengajuan masalah matematika. Siswa menyatakan masalah tersebut kedalam format penulisan soal cerita agar mudah dipahami. Apa yang ditanyakan siswa dituliskannya pada lembar soal seperti „‟ membeli gula 2 kg, beras 3 kg. Dan apel 3 hg, kemudian jumblahnya dirubah dalam bentuk satuan hg.
Pada nomor 2 juga siswa melakukan hal yang sama. Siswa menuliskan apa yang diketahuinya dari soal seperti kakak membeli buah-buhanan yaitu apel 2 kg, jeruk 3 kg dan anggur 5 kg. Jumblah seluruh buah yang dibeli kaka jika dirubah pada satuan berat gram. 2) Dukunghan Dasar
Pada tahap ini, siswa menelaah sumber yang telah dimiliki berupa materi yang pernah dipelajarinya. Merilis dan menimbang meteri yang dipelajarinya untuk dapat digunaka dalam menjawab soal tersebut. Siswa mengingat kembali materi yang sudah dipelajarinya untuk memecahkan masalah pada soal cerita tersebut. Konsep materi matematika yang dapat digunakan oleh siswa yaitu materi konvensi satuan berat.
3) Interpretasi
Pada tahap ini, siswa mengkategorikan, menguraikan dan atau menjelaskan makna masalah yang terdapat pada soal. Bentuknya siswa menyampaikan dan menguraikan informasi yang baginya itu penting setelah memahami isi soal pengajuan masalah. Informasi yang di sampaikan oleh siswa yaitu menuliskan barang yang dibeli yaitu berupa minya, beras, dan ayam potong. Kemudian menentukan jumlah satuan masing-masing dari belanjaan tersebut. Sedangkan informasi yang penting pada soal nomor duanya yaitu berat minyak 2 jg, beras 4 kg, dan ayam potong 3 kwintal.
4) Analisis
Pada tahap ini siswa mengidentifikasi masalah lalu menghubungkan dengan konsep penyelesaian yang dimiliki. Indikator yang di tunjukkan oleh siswa ketika pada tahap analisis yaitu siswa mampu menentukan dan menguji ide atau gagasan yang di ajukannya untuk pengajuan masalah yang ada dalam materi. Ide yang di miliki siswa yaitu di awali dengan berat minyak dan beras satuannya sama-sama kg, kemudian untuk ayam potongnya satuannya kwintal. Sedangakan untuk soalnya yang ditanyakan jumlah berat belanjaan dalam bentuk gram berapa, masing-masing berat belanjaannya siti harus dirubah dulu menjadi satuan gram kemudian baru dijumlahkan.
5) Inference
Pada tahap ini, siswa menggunakan data-data dan konsep materi yang di miliki untuk membuat kesimpulan melalui penalaran deduktif ataupun induktif. Ringkasnya, siswa membuat soal itu dengan konsep yang sudah di contohkan guru sesuai dengan materi yang sudah di pelajari. Langkah awal dalam membuat soal yaitu menentukan subjek dalam soal cerita kemudian kegiatan yang dilakukan dan selanjutnya menentukan nominal serta satuan berat yang dijadikan sebagai satuan dalam barang tersebut seperti Siti membeli minyak 2 kg, beras 4 kg dan ayam potong 2 kwintal. Berapakah jumlah berat belanjaan siti dalam satuan gram.
6) Eksplanasi
Pada tahap ini, siswa mempertahankan prosedur yang telah di susunnya untuk mengajukan masalah dalam matematika dengan cara memberikan alasan di gunkannya prosedur tersebut. Alasannya yaitu prosedur tersebut merupakan cara yang paling mudah, bisa di mengerti oleh diri sendiri dan dapat membut soalnya sendiri. Yaitu dengan cara jika maju ke kiri maka dibagi dan kalau maju ke kanan di kali. Setiap maju ke kiri atau maju ke kanan, maju satu langkah ditambah nol satu, maju dua ditambah nol dua dan seterusnya.
c. Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Islam Surya Buana Malang dalam Mengajukan Masalah Matematika.
Siswa yang berpikir kritis akan berpengaruh pada hasil belajar dirinya. Hasil belajar siswa yang berpikir kritis terlihat pada ke tiga rana baik itu rana kognitif, rana afektif, maupun rana psikomotor. Adapun ketiga rana tersebut di sajikan sebagai berikut:
1) Rana Kognitif
Siswa yang berpikir kritis dilihat dari rana kognitifnya, siswa tersebut memiliki ingatan yang kuat yaitu mampu menyebutkan setiap satuan berat dengan urut. Selain itu, siswa yang berpikir kritis mampu menerapkan pengetahuan matematikanya yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari seperti hal nya dalam berbelanja. Siswa yang berpikir kritis juga mampu mengkoreksi penjelasan tentang materi satuan berat yang dijelaskan guru. Dalam hal mencipta siswa yang berpikir kritis mampu merumuskan pertanyaan selain yang pernah dicontohkan gurunya.
2) Rana Afektif
Hasil belajar siswa yang berpikir kritis akan berpengaruh dalam ranah afektifnya. Siswa yang berpikir kritis di kelas IV SD Islam Surya Buana Malang, sikapnya sopan, ada pula siswa yang lebih paham materi namun terkadang kurang memperhatikan penjelasan yang guru sampaikan. Jika dilihat dari minatnya dalam
menjawab soal pengajuan masalah, sikap siswa berusaha untuk bertanya dan memecahkan persoalan dalam pemebelajaran matematika bersama dengan teman-temannya dan siswa sangat senang dengan pelajaran.
3) Ranah Psikomotor
Hasil belajar siswa yang berpikir kritis jika dilihat dari ranah psikomotornya, mereka dapat mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya. Siswa juga mampu menciptakan lagu tentang urutan satuan berat agar lebih mudah dalam menghafal dan mengingatnya.