PAPARAN DATA DAN HASIL PENELITIAN
C. Hasil Penelitian
2. Temuan Penelitian Situs II
Temuan penelitian yng kedua ini disusun bedasarkan hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan penelusuran dokumentasi yang dilakukan peneliti di SD Islam As-Salam Malang. Adapun penelitian yang diperoleh dan disesuaikan dengn dengan fokus penelitian dapat disajikn sebagai berikut:
a. Karakeristik Siswa Kelas IV SD Islam As-Salam Malang Ketika Berpikir Kritis dalam Pemecahan Masalah Matematika
Seperti halnya temuan penelitian pada situs I, pada situs II terdapat karakteristik siswa yang terlihat ketika siswa tersebut mengunakan pemikiran kritisnya dalam membuat soal pada pengajuan masalah matematika. Adapun karakteristik siswa yang berpikir kritis tersebut dapat disajikan sebagai berikut:
1) Mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dan masalah
Siswa mengemukakan pertanyaan dan masalah yang dihadapi sebagai langkah awal dalam mengerjakan soal. Pertanyaan dan permasalahannya dikemukakan dalam bentuk ungkapan ataupun coretan soal sebagai langkah awal dalam pembuatan pengajuan masalah.
2) Mengumpulkan dan menilai informasi-informasi yang relevan
Setelah siswa mengetahui masalah apa yang dihadapinya, lalu siswa berupaya mengumpulkan dan menilai informasi-informasi yang relevan. Cara itu ialah dengan membuka-buka bukunya baik buku tulis peajaran ataupun buku cetak yang disediakan oleh sekolah dan melihat rumus-rumus yang ada dibukunya tersebut. Tidak hanya itu mereka juga bekerja sama memilih konsep materi matematika apa yang relevan dengan masalah dalam soal yang akan diajukan.
3) Menarik kesimpulan dengan alas an yang kuat
Karakteristik ini menunjukkan siswa kelas IV SD Islam As-Salam Malang memecahkan masalah dalam pengajuan soal dengan menuliskn prosedur penyelesaiannya. Menghitung dengan data-data yang diperolehnya dari materi sehingga menemukan jawaban berdasarkan prosedur yang dimiliki. Selain mampu membuat soal degan prosedur yang dimiliki, siswa juga memiliki alasan penggunaan posedur tersebut. Alasannya karena mereka pernah melihat ibunya mengukur kain yang akan dijahit dengan menggunakan meteran,
kemudian mereka juga mempelajari satuan panjang yang ada di buku paket untuk merubah kesatuan lain. Dan mereka mampu membuat prosedur soal itu ketika berbelanja kain yang akan dibuat seragam sekolah dan seorang penjahit mengukur kain tersebut menggunakan meteran.
4) Mengatasi kebingungan
Siswa kelas IV SD Islam As-Salam Malang yang berpikir kritis akan mengatasi kebingungan yang dihadapi. Mereka akan bertanya kepada gurunya terkait perihal yang belum dimengertinya. Hal tersebut dikarenakan karena adanya keingintahuan yang dimiliki agar yang dibingungkan dapat dimengerti. Dan berusaha untuk mencoba melihat-lihat contoh soal saya pernah berikan gurunya.
b. Proses Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SD Islam As-Salam Malang dalam Pengajuan Soal Matematika
Ketika siswa mengerjakan soal pengajuan masalah matematika, siswa akan memasuki sebuah proses berpikir kritis. Proses tersebut melalui beberapa tahapan yang dilalui siswa. Adapun tahapan tersebut antara lain:
1) Klarifikasi
Pada tahap klarifikasi, siswa menyatakan permasalahan yang ada dalam soal pengajuan masalah. Siswa membuat coretan soal terlebih dahulu dibuku tulisnya sebagai kunci permasalahannya. Dari soal yang dibuat, siswa mengemukakan informasi yang penting dari soal itu
sendiri. Informasi tersebut seperti 1 km ditambah 1 hm jika dirubah ke satuan dam. Sedangkan informasi dari soal berikutnya bahwa jika 10 cm ditambah 10 mm dan ditambah lagi sama 20 m berarti jumlahnya sama dengan berapa mm.
2) Dukungan dasar
Pada tahap ini siswa mempertimbangkan materi matematika yang pernah dipelajarinya yang akan digunakan untuk mengajukan masalah. Siswa memilih materi matematika yang relevan dengan membuka-buka bukunya baik buku tulis pelajaran ataupun buku cetak yang disediakan oleh sekolah ataupun milik siswa pribadi. Mereka melihat contoh-contoh soal dari buku tersebut untuk memunculkan ide baru dalam mengajukan soal mtematika.
3) Analisis
pada tahap ini siswa mengidentifikasi masalah, kemudian menghubungkan dengan konsep penyelesaian yang dimiliki. Indikatornya siswa mampu menentukan dan menguji ide/gagasan yang diajukan dan menuliskan cara untuk memudahkan pengerjaan soal tersebut. Ide yang dimiliki siswa yaitu langkah pertama yang dilakukan adalah membuat tangga satuan panjang, kemudian menentukan angka berapa yang akan di jadikan soal, lalu menuliskan satuan beratnya ada yang sama dan ada yang berbeda kemudian yang terakhir merubah pada bentuk satuan lain.
4) Inference
Pada tahap ini, siswa menggunakan data-data dan konsep materi yang dimiliki untuk membuat kesimpulan melalui penalaran deduktif ataupun induktif. Ringkasnya menjawab soal itu dianggap konsep rumus yang sesuai dengan materi yang digunakan dalam soal itu sendiri. Langkah awal dalam membuat soal yaitu 8 hm ditambah 5 dam ditambah 10 dm, kemudian menanyakan jumlah satuan jaraknya jika dirubah menjadi m. Sehingga satuan hm dan satuan dm masing-masing harus dirubah menjadi m terlebih dahulu.
5) Eksplanasi
Pada tahap ini siswa membenarkan konsep yang dimiliki dalam menyelesaikan soal pengajuan masalah matematika. Siswa menyatakan alasannya kepada dirinya menggunakan prosedur tersebut. Alasannya karena lebih cepat dalam menghitungnya, jika ke atas dibagi nolnya berkurang dan jika turun dikali nolnya bertambah. Siswa juga menyatan Alasannya agar lebih mudah menghitung jika merubah satuannya dulu pada pada satuan berat yang ditanyakan.
c. Hasil Belajar Siswa Kelas SD Islam As-Salam Malang dalam Pengajuan Masalah Mateatika
Siswa yang berpikir kritis akan berpengaruh pada hasil belajar dirinya. Hasil belajar siswa yang berpikir kritis terlihat pada ketiga ranah, baik itu ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah spikomotor. Adapun ketiga ranah tersebut disajikan sebagai berikut:
1) Ranah Kognitif
Siswa yang berpikir kritis dilihat dari ranah kognitifnya, siswa tersebut memiliki ingatan yang variasi. Setiap dari mereka menerjemahkan sendiri apa yang diamati berdsarkan ilmu yang telah dipelajari. Ada ingatan siswa yang diberitahu melekat menjadi pengetahuan da nada yang diberitahu tapi siswa tersebut tidak mengingat apa yang telah disampaikan maka belum menjadi pengetahuan. Tidak sebatas dari ingatan siswa saja, siswa yang berpikir kritis juga mampu menerapkan pemahaman tentang konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari terutama misalnya ketika mereka ikut ibunya ke pasar atau ketika mereka sedang dalam perjalanan. Ada juga yang mampu mengkoreksi penjelasan tentang materi satuan berat yang dijelaskan guru.
2) Ranah Afektif
Hasil siswa yang berpikir kritis juga mempengaruhi sikap afekif siswa. Siswa yang berpikir kritis memiliki sikap sopan kepada gurunya. Pada saat pebelajaran berlangsung pun siswa yang berpikir kritis akan terlihat diam, namun dengan diamnya mereka memperhatikan dengan penuh konsentras terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Ketika belum memahami materi mereka akan merembukkan dan memecahkan permasalahan dalam materi tersebut dengan teman-temannya.
3) Ranah Psikomotor
Pada ranah psikomotor, siswa yang berpikir kritis akan lebih mampu mengikuti pembelajaran dengan aktif. Ketika ada tugas mereka mampu mengikuti pelajaran dengan aktif. Ketika mengerjakan soal mereka melengkapi dan menyajikan jawaban yang mendekati kebenaran. Siswa juga mampu mendemontrasikan cara mengajukan soal kepada teman-temannya yang belum memahami materi dan cara membuatnya dan memiliki komunikasi yang lancar kepada siapapun. 3. Analisis Data Lintas Situs
Pada anlisis data lintas situs ini akan disajikan persamaan dan perbedaan dari karakteristik, proses berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IV yang berpikir kritis dalam pengajuan masalah matematika di SD Islam Surya Buana Malang dan SD Islam As-Salam Malang. Berikut merupakan penjabaran dari persamaan dan perbedaan data lintas situs ini antara lain:
a. Persamaan Lintas Situs I dan II
1) Karakteristik Siswa Kelas IV Ketika Berpikir Kritis Kritis dalam Pengajuan Masalah Matematika
Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan, persamaan karakteristik siswa kelas IV ketika berpikir kritis dalam pengajuan masalah matematika di SD Islm Surya Buana Malang dan SD Islam As-Salam Malang memiliki empat karakteristik yang sama yaitu: a) Mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dan masalah penting
b) Mengumpulkan dan menilai informasi – informasi yang relevan c) Menarik kesimpulan dengan alas an yang kuat
d) Mampu mengatasi kebingungan
Dalam mengumpulkan dan menilai informasi yang relevan, siswa bekerja sama memilih konsep materi matematika apa yang relevan dengan masalah dalam soal dan menelaah buku cetak untuk menemukan materi yang relevan. Kemudian dalam hal menarik kesimpulan dengan alasan yang kuat, siswa menuliskan prosedurnya hingga memperoleh jawaban dan memiliki alasan tersendiri mengapa prosedur itu mereka gunakan. Dalam mengatasi kebingungan, siswa dapat langsung bertanya kepada gurunya terkait perihal yang belum dimengertinya.
2) Proses Berpikir Kritis Siswa Kelas IV dalam Pengajuan Masalah Matematika
Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan di atas, maka persamaan proses berpikir kritis siswa kelas IV dalam pemecahan masalah matematika di SD Islm Surya Buana Malang dan SD Islam As-Salam Malang melalui tahapan klarifikasi, dukungan dasar, analisis, inference dan eksplanasi. Tahap dukungan dasar yaitu siswa menelaah sumber yang telah dimiliki baik buku tulis ataupun buku cetak lainnya. Merilis dan menimbangkan materi yang relevan agar dapat digunakan untuk membuat soal. Tahap analisis yaitu siswa mengidentifikasi masalah lalu menghubungkan dengan konsep
pnyelesaian yang dimiliki. Indikatornya siswa mampu menentukan dan menguji ide atau gagasan yang diajukannya untuk memudahkan pengerjaan soal tersebut. Tahap inference yaitu siswa menggunakan data-data dan konsep materi yang dimiliki untuk membuat kesimpulan melalui penalaran deduktif ataupun induktif. Ringkasnya menjawab soal itu dengan konsep pengajuan soal yang sesuai dengan materi yang digunakan dalam pengajuan masalah itu sendiri. Tahap eksplanasi yaitu siswa membenarkan konsep yang dimiliki dalam menyelesaikan soal pengajuan masalah. Siswa menyatakan alasannya kenapa dirinya menggunakan prosedur tersebut.
3) Hasil Belajar Siswa Kelas IV dalam Pengajuan Masalah Matematika Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan di atas, maka persamaan hasil belajar siswa kelas IV dalam memecahkan masalah matematika di SD Islm Surya Buana Malang dan SD Islam As-Salam Malang yaitu mencakup tiga ranah anatara lain ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Pada ranah kognitif, siswa memiliki ingatan yang kuat yaitu mampu menyebutkan setiap satuan berat dengan urut. Siswa yang berpikir kritis mampu menerapkan pengetahuan matematikanya yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari seperti hal nya dalam berbelanja. Siswa yang berpikir kritis juga mampu mengkoreksi penjelasan tentang materi satuan berat yang dijelaskan guru. Selanjutnya pada ranah afektif, siswa yang berpikir kritis sikapnya sopan. Jika dilihat dari minatnya dalam menjawab soal pengajuan
masalah, sikap siswa berusaha untuk bertanya dan memecahkan persoalan dalam pemebelajaran matematika bersama dengan teman-temannya dan siswa sangat senang dengan pelajaran dan sangat senang dengan pelajaran matematika. Kemudian pada ranah psikomotor, siswa yang berpikir kritis dapat mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya dan mampu mengikuti pembelajaran dengan aktif.
b. Perbedaan Lintas Situs I dan II
1) Karakteristik Siswa Kelas IV SD Islam Surya Buana Malang dan SD Islam As-Salam Malang ketika Berpikir Kritis dalam Pengajuan Masalah Matematika
Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan di atas, maka perbedaan karakteristik siswa kelas IV ketika berpikir kritis dalam memecahkan masalah matematika di SD Islam Surya Buana Malang dan SD Islam As-Salam Malang yaitu memiliki jumlah siswa kelas IV yang berbeda. Di kelas IV SD Islam Surya Buana Malang memiliki jumlah siswa sebanyak 24 siswa yang terdiri atas siswa laki-laki dan siswi perempuan dalam satu kelas. Sedangkan jumlah siswa kelas IV SD Islam As-Salam Malang berjumlah 28 siswa yang hanya terdiri dari siswa laki-laki dalam satu kelas. Kemudian mengenai karakteristiknya, dalam mengemukakan pertanyaan-pertanyaan dan masalah penting, siswa SD Islam Surya Buana Malang cara yang dilakukannya yaitu menuliskan masalah dengan format penulisan
mengajukan dan menuliskan masalah yang didapatkan setelah memahami materi. Siswa dengan mudahnya memahami soal karena masalah yang terdapat dalam soal cerita berasal dari lingkungan sekitar siswa. Sedangkan di SD Islam As-Salam Malang pertanyaan dan permasalahannya dikemukakan dalam bentuk ungkapan ataupun coretan soal di buku tulisnya terlebih dahulu sebelum menyalinnya pada kertas di berikan guru. Mengenai karateristik menarik kesimpulan dengan alasan yang kuat, siswa kelas IV SD Islam Surya Buana Malang memiliki alasan karena prosedur tersebut bagi siswa karena mereka melihat dilapangan ketika ibunya sedang berbelanja buah di pasar dengan menyebutkan buah yang dibeli serta beratnya setiap buah dan ketika berbelanja di supermarket belanjaan itu di timbangkan ke petugas supermarketnya dan di setiap kantong plastik tersebut tertlis berat buah dan satuan beratnya. Selain itu juga memiliki kelebihan seperti berani menyampaikan pendapat, memiliki cara lain selain yang diajarkan oleh guru, dan berani menyampaikan cara yang dimilikinya itu. Sedangakan pada siswa kelas IV SD Islam As-Salam Malang memiliki alasan karena mereka pernah melihat ibunya mengukur kain yang akan dijahit dengan menggunakan meteran, kemudian mereka juga mempelajari satuan panjang yang ada di buku paket untuk merubah kesatuan lain. Dan mereka mampu membuat prosedur soal itu ketika berbelanja kain yang akan dibuat seragam sekolah dan seorang penjahit mengukur kain tersebut menggunakan meteran. Dalam hal
mengatasi kebingungan, siswa kelas IV SD Islam Surya Buana Malang dengan cara bertanya kepada guru dan menuliskan soal yang paling muda hingga pada soal yang lebih sulit sesuai dengan materi yang sudah disampaikan sebelumnya. Selain cara itu dalam mengatasi kebingungan mereka akan lebih dulu bertanya kepada temannya terutama teman satu kelompoknya, Jika temannya tidak mampu menjawab atau memberikan bantuan, dengan segera mereka bertanya kepada gurunya secara langsung. Sedangkan pada siswa kelas IV SD Islam As-Salam, siswa akan bertanya kepada gurunya terkait perihal yang belum dimengertinya. Hal tersebut dikarekan adanya keingintahuan yang dimiliki agar yang dibingungkan dapat dipecahkan, dan berusaha untuk mencoba menggunakan cara-cara yang diketahuinya dengan cara mereka membuka-buka buku cetak, berdiskusi dengan temannya dan bertanya kepada guru.
2) Proses Berpikir Kritis Siswa Kelas IV dalam Pengajuan Masalah Matematika
Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan di atas, maka perbedaan proses berpikir kritis siswa kelas IV dalam pemecahan masalah matematika di SD Islam Surya Buana Malang dan SD Islam As-Salam Malang yaitu terdapatanya tahap interpretasi pada siswa kelas IV SD Islam Surya Buana Malang. Pada tahap ini, siswa mengkategorikan, menguraikan dan atau menjelaskan makna masalah yang terdapat dalam soal. Bentuknya siswa menyampaikan dan
menguraikan informasi yang baginya itu penting setelah memahami isi materi pengajuan masalah. Pada tahap klarifikasi siswa kelas IV SD Islam As-Salam Malang menyatakan permasalahannya dengan membuat coretan soal pada buku tulisnya terlebih dahulu yang merupakan kata kunci permasalahannya. Dari soal yang dikerjakan, siswa mengemukakan informasi yang penting dari soal itu sendiri. Sedangkan pada siswa kelas IV SD Surya Buana Malang menyatakan masalahnya dalam format penulisan soal yang berbentuk tulisan soal cerita agar mudah dipahami dan apa yang diketahui oleh siswa dituliskannya pada sub diketahui. Pada tahap eksplanasi, alasan penggunaan prosedur bagi siswa kelas IV SD Surya Buana Malang yaitu karena prosedur tersebut merupakan cara yang paling mudah, bisa di mengerti oleh diri sendiri dan dapat membut soalnya sendiri. Dengan cara jika maju ke kiri maka dibagi dan kalau maju ke kanan di kali. Setiap maju ke kiri atau maju ke kanan, maju satu langkah ditambah nol satu, maju dua ditambah nol dua dan seterusnya. Sedangkan pada siswa kelas IV As-Salam Malang memiliki alasan karena karena lebih cepat dalam menghitungnya, jika ke atas dibagi nolnya berkurang dan jika turun dikali nolnya bertambah dan agar lebih mudah menghitung jika merubah satuannya dulu pada pada satuan berat yang ditanyakan.
3) Hasil Belajar Siswa Kelas IV dalam Pengajuan Masalah Matematika Berdasarkan temuan penelitian yang telah dipaparkan di atas, maka perbedaan hasil belajar siswa kelas IV dalam memecahkan masalah matematika di SD Surya Buana Malang dan SD As-Salam Malang yaitu mencakup tiga ranah antara lain ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Ranah kognitif pada siswa kelas IV SD Surya Buana Malang memiliki ingatan yang kuat dan mampu mengingatkan materi sebelumnya kepada gurunya. Dalam hal mencipta, mereka akan membuat pertanyaan selain yang pernah dicontohkan gurunya, bahkan tanpa mencari dan memahami lagi materi di buku paket matematikanya. Sedangkan pada siswa kelas IV SD Islam As-Salam siswa memiliki ingatan yang variasi karena setiap dari mereka menerjemahkan sendiri apa yang diamati berdasarkan ilmu yang telah dipelajari. Siswa mampu mengurutkan letak posisi tangga satuan berat dan panjang dan menggabar tangga satuan berat dan panjang yang dijelaskan guru. Terkait ranah afektif, pada siswa kelas IV SD Islam As-Salam pada saat pembelajaran berlangsung pun siswa yang berpikir kritis akan terlihat diam namun diamnya mereka memperhatikan dengan penuh konsentrasi terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Ketika belum memahami materi mereka akan merembukkan dan memecahkan permasalahan dalam materi tersebut dengan teman-temannya. Sedangkan pada siswa kelas IV SD Islam Surya Buana Malang ada pula yang lebih paham namun terkadang
kurang memperhatikan penjelasan yang guru sampaikan. Jika dilihat dari minatnya, terdapat siswa yang sangat senang dengan pelajaran matematika bahkan ada siswa yang menyesalkan jika pelajaran matematika diliburkan. Kemudian mengenai ranah psikomotor, siswa kelas IV SD Islam Surya Buana Malang mampu menciptakan lagu tentang urutan satuan berat agar lebih mudah dalam menghafal dan mengingatnya. Sedangkan siswa kelas IV SD Islam As-Salam ketika mengerjakan soal mereka melengkapi dan menyajikan jawaban yang mendekati kebenaran. Siswa mampu mendemontrasikan cara mengajukan soal kepada teman-temannya yang belum memahami materi dan cara membuatnya.