TRADISI BERSIH DESA DAN PERUBAHAN YANG TERJADI
4.2 Temuan Studi yang dikaitkan dengan Kajian Teori
Manusia tidak bisa lepas antara satu dengan lainnya, karena manusia adalah makhluk sosial.Di dalam Bahasa Inggris, masyarakat dikenal dengan istilah society.―Society adalah sekelompok orang yang telah menjadi satu kesatuan wilayah, fungsional, dan kultural.‖(Soleman B. Taneko, 1990: 59).Manusia dan alam merupakan satu kesatuan. Hubungan kedua elemen tersebut seakan tak bisa lepas satu sama lain. Hubungan simbiosis keduanya pun menjadi sebuah keniscayaan.Namun dalam perkembangan manusia modern, alam seakan menjadi objek untuk meneguhkan dan meneruskan kehidupan manusia.Disinilah diperlukan kesadaran ekologis manusia untuk paham dengan alam.Manusia yang secara sadar perduli dengan alam.Yang menarik adalah, pada masyarakat kita dahulu begiu menghargai alam.Hal ini terbukti dengan adanya ritual bersih desa, sebagai bentuk atau wujud penghormatan manusia terhadap alam.
Menanggapi pendapat “bahwa segala aspek kebudayaan itu saling berhubungan secara fungsional dengan cara yang tidak pasti”, Steward berpendapat ―bahwa tingkat dan macam hubungan itu dalam segala aspek kebudayaan bermacam-ragam. Dia berusaha mengisolasi aspek-aspek tertentu dari kebudayaan yang sedang dianalisisnya.Ikatan fungsional dengan alam sekitarnya dari aspek-aspek ini tampak sangat eksplisit.Selain itu kesalingtergantungan antara pola-pola kebudayaan dan hubungan organisme lingkungan hidup tampak jelas dan sangat penting.aspek-aspek kebudayaan yang lebih luas ini dinamainya inti kebudayaan (cultural core). Inti kebudayaan itu meliputi pola-pola social, politik, dan agama yang secara empiris ditetapkan bahwa hubungannya dengan penyusunan-penyusunan itu sangat erat.
Masyarakat Desa Lama merupakan salah satu contoh masyarakat yang hingga saat ini masih memberikan penghormatan terhadap alam, terlihat dengan adanya tradisi bersih desa yang masih rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Hal ini dilakukan juga sebagaimana bentuk adaptasi masyarakat Desa Lama terhadap lingkungan mereka dalam bentuk kebudayaan tradisi atau adat. Berdasarkan temuan ini kemudian dikaitkan melalui kajian tentang hubungan antara budaya dengan lingkungan ke dalam bidang kajian ekologis. Suatu ciri dalam ekologi budaya adalah perhatian mengenai adaptasi pada dua tataran: pertama sehubungan dengan cara sistem budaya berdaptasi terhadap lingkungan totalnya, dan kedua sebagai konsep adaptasi sistemik, perhatian terhadap cara institusi-institusi dalam suatu budaya baradaptasi dan saling menyesuaikan diri. Ekolog budaya menyatakan bahwa diperlukannya proses-proses adaptasi akan
memungkinkan kita melihat cara kemunculan, pemeliharaan dan transformasi sebagai konfigurasi budaya.
Unit adaptasi makhluk manusia meliputi organisme dan lingkungan yang merupakan suatu ekosistem; yaitu sistem atau kesatuan yang berfungsi, dan terdiri atas lingkungan fisik berikut berbagai organisme yang hidup di dalamnya. Proses adaptasi telah menghasilkan keseimbangan yang dinamis karena manusia sebagai bagian dari salah satu organisme hidup dalam lingkungan fisik tertentu. Melalui kebudayaan yang dimilikinya ia mampu mengembangkan seperangkat sistem gagasannya, dengan kata lain manusia sebagai salah satu bentuk organisme, melalui sistem gagasan yang dikembangkan dan dimilikinya, mampu menyesuaikan diri dengan bagian dari ekosistem.
Dalam berdaptasi dengan lingkungan, menurut Steward, manusia memiliki corak yang khas dan unik, salah satunya adalah, proses perkembangan kebudayaan. Proses perkembangannya di berbagai belahan bumi tidak terlepas antara satu dan lainnya, dan bahkan ada beberapa diantaranya yang tampak sejajar terutama pada sistem mata pencaharian hidup, sistem kemasyarakatan dan sistem religi. Hal ini dikarenakan perkembangan yang sejajar di daerah tertentu.
Masyarakat Desa Lama merupakan masyarakat Jawa yang didominasi mata pencaharian petani. Melihat luas wilayah persawahan yang dimiliki masing-masing penduduknya memperlihatkan tingkat kesejahteraan hidup masyarakatnya pula.Namun semua yang mereka lakuan tentu saja tak terlepas dari kerjasama dengan alam, sebagai wujudnya yaitu tradisi bersih desa.Tradisi bersih desa merupakan wujud penghormatan mereka terhadap alam. Tradisi yang
dilaksanakan setiap setahun sekali ini dipercaya sebagai salah satu cara menyeimbangkan kehidupan mereka dengan alam. Ketakutan yang terjadi apabila tradisi tidak dilaksanakan akan mendapatkan musibah baik secara individu maupun universal.
Tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun ini pada pelaksanaannya menggunakan kebiasaan suku Jawa.Dilaksanakan sebulan pasca panen lokal serentak dan sebelum turun bibit (turun sawah) kembali. Ada beberapa tujuan pelaksanaan bersih desa, yakni:
a. Wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen yang telah diberikan pada tahun sebelumnya, dan memohon kembali untuk kelancaran dalam masa tanam berikutnya.
b. Memohon perlindungan untuk seluruh warga desa agar terhindar dari malapetaka baik yang sifatnya alamiah maupun disengaja.
c. Penghormatan kepada arwah leluhur pendahulu mereka di desa tersebut, yang mana telah menjaga mereka selalu dari segala malapetaka. Jikapun terjadi hal yang tak diinginkan maka hal itu kembali kepada Tuhan mereka.
Selain sebagai sebuah tradisi, tujuan yang tersirat dalam tradisi bersih desa sendiri adalah sebagai bentuk interaksi masyarakat dalam system adat yang mereka miliki demi mempertahankan budaya yang telah ada selama ini, tentunya kaitan ini adalah terciptanya keharmonisan hidup rukun bertetangga dan bermasyarakat terlebih dalam hal melestarikan ajaran-ajaran nenek moyang.
Melihat kearifan lokal masyrakat Desa Lama tidak sekedar sebagai acuan tingkah laku seseorang, tetapi lebih jauh, yaitu mampu mendimanisasi kehidupan yang penuh keadaban. Selanjutnya kearifan lokal menjadi kecenderungan umum
masyarakat Desa Lama. Menurut Wibowo (2011) bahwa fungsi dan makna kearifan lokal, yaitu: Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumberdaya alam, berfungsi untuk pengembangan sumberdaya manusia, berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan. bermakna social, bermakna sosial ekonomi, bermakna etika dan moral, bermakna politik. Kearifan lokal juga disebut sebagai semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman atau etika yang menuntun prilaku manusia dalam kehidupan didalam komunitas ekologis (Keraf, 2010). Jadi kearifan lokal yang terjadi di Desa Lama bukan hanya menyangkut pengetahuan dan pemahaman masyarakat adat tentang manusia dan bagaimana relasi yang baik diantara manusia, melainkan juga menyangkut pengetahuan dan adat kebiasaan tentang manusia, alam dan bagaimana relasinya diantara semua penghuni komunitas ekologis pemberdayaan masyarakat yang secara sadar atau tidak dalam pengelolaan dan pembangunan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan. Semua kearifan lokal yang terjadi telah membawa perubahan untuk selalu dihayati, dipraktikkan, diajarkan, dan diwariskan dari satu generasi ke generasi lain yang sekaligus membentuk pola prilaku pemberdayaan masyarakat Desa Lama.10
10 Ibad, S. 2017. Kearifan Lokal Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan dan Pembangunan Sumberdaya Perikanan yang Berkelanjutan (Studi Kabupaten Situbondo). Samakia: Jurnal Ilmu