• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Dalam dokumen TESIS. Oleh : KIKI YUDI SAPUTRA (Halaman 88-0)

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan hasil penelitian mengenai pengaruh karakteristik dan motivasi terhadap kinerja petugas medis di BLUD RSIA Pemerintah Aceh Banda Aceh dapat disimpulkan bahwa

1. Variabel karakteristik individu yaitu umur, jenis kelamin, orientasi mediko sosial dan gaya komunikasi tidak berpengaruh terhadap kinerja tenaga medis. Ada pengaruh pengalaman terhadap kinerja tenaga medis.

2. Variabel motivasi yaitu keluarga dan supervisi tidak berpengaruh terhadap kinerja tenaga medis. Ada hubungan pendapatan dan gaji, organisasi serta pengembangan karir terhadap kinerja tenaga medis. Variabel organisasi dominan memengaruhi kinerja tenaga medis.

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan, maka disarankan:

a. Manajemen rumah sakit agar memberikan kesempatan kepada setiap tenaga medis untuk mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan jenjang lebih tinggi serta mengikuti studi banding ke rumah sakit lain untuk menambah pengalaman dan wawasan.

b. Perlu lebih selektif dalam penerimaan atau penambahan tenaga medis yang mampu memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan supaya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dan citra rumah sakit.

c. Perlu dievaluasi pendapatan dan gaji sesuai dengan kinerja tenaga medis melalui perumusan perhitungan yang tepat dan sesuai ketentuan guna untuk meningkatkan kesejahteraan, agar kinerja tenaga medis rumah sakit semakin maksimal.

c. Manajemen rumah sakit agar lebih mengoptimalkan kinerja Komite Medik untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit sekaligus meningkatkan kinerja tenaga medis melalui suatu kegiatan pertemuan-pertemuan antara tenaga medis dan melakukan seminar-seminar di rumah sakit untuk meningkatkan pengembangan pengetahuan bidang medis (kesehatan).

d. Manajemen rumah sakit mengevaluasi pemberian rekomendasi pengembangan karir dengan mengutamakan tenaga medis yang telah lama bekerja dan memiliki potensi atau prestasi.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto S. 2010, Prosedur Penelitian–Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revisi IV, Rineka Cipta, Jakarta.

Badan Kepegawaian Negara. 2005. Buku Penelitian Badan Kepegawaian Negara, Jakarta.

Beebe, Steven A., Susan J. Beebe and Mark V. Redmond. 1996. Interpersonal Communication. Allyn and Bacon, Boston.

BLUD RSIA Pemerintah Banda Aceh, 2014.

Budiarso, A W, 2007, Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Dampaknya bagi Rumah Sakit, Persi Pusat, Jakarta.

Cokroaminoto, 2007, Menyusun Standar Kinerja Karyawan, diperoleh dari:

http://cokroaminoto.wordpress.com.

Edy YJ. 2010. Pengaruh Modal Sosial dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Tenaga Medis di RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 (03): 19-23.

Effendy, Onong Uchjana. 2004. Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. PT.

Remadja Roskarya, Bandung.

Ginting A. 2010. Pengaruh Karakteristik Individu dan Organisasi terhadap Kinerja Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan Pasca diberlakukannya UUPK No 29 Tahun 2004 di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 2010. Tesis. FKM USU.

Haryanto, 2009. Pengaruh Faktor Pelayanan Rumah Sakit, Tenaga Medis, dan Kualitas Pelayanan Rumah Sakit terhadap Intensi Pasien Indonesia Untuk Berobat di Singapura. Jurnal Ekonomi Bisnis No. 2 (14): 144-152.

Hasibuan M. SP, 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta.

Hendra, 2013. Pengaruh Motivasi (Intrinsik dan Ekstrinsik) terhadap Kinerja Dokter pada Rumah Sakit Haji Medan Tahun 2013. Tesis. Pasca Sarjana FKM USU.

Medan.

Ilyas Yaslis. 2012. Kinerja, Teori, Penilaian Dan Penelitian. Pusat Kajian Ekonomi Kesehatan FKM Universitas Indonesia. Jakarta.

Iswandari H D,, 2006. Aspek Hukum Penyelenggaraan Praktek Kedokteran, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan (JMPK) Vol 09 No. 02 Juni 2006.

Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 139/KEP/K.MAN/11/2003 tentang Jabatan Fungsional Dokter dan Angka Kreditnya.

Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 141/KEP/K.MAN/11/2003 tentang Jabatan Fungsional Dokter Gigi dan Angka Kreditnya.

KKI (Konsil Kedokteran Indonesia). 2006. Penyelenggaraan Praktik Kedokteran yang Baik di Indonesia-Dilengkapi Peraturan Teknis Terkait. Editor Ali, Muhammad Mulyohadi, dkk, Jakarta.

Levinton et al. 2011. Fish oil in lupus nephritis: clinical findings and methodological implications. Kidney international.

Listyadewi I.G Ayu P. 2014. Hubungan Faktor Motivasi dan Disiplin dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Badan Rumah Sakit Umum Tabanan. Community Health. VOLUME II No 1 Januari 2014. PS Ilmu Kesehatan Masyarakat Fak.

Kedokteran Universitas Udayana, Bali.

Mangkunegara, AA., 2009. Evaluasi Kinerja SDM, Refika Aditama, Bandung.

Martin, Luis L., Eddleston, Kimberly., and Veiga, John F.2002. “Moderators of the Relationship Between Work-Family Conflict and Career Satisfaction”.

Academy of Management Journal, Vol 45, No 2, pp 399-409.

Miner, J.B. 1990. Industrial-Organizational Psychology. United States of America:

McGraw-Hill.

Moeheriono, 2009, Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Ghalia Indonesia, Bogor.

Moekijat. 2003. Manajemen Tenaga Kerja dan Hubungan Kerja. Pionir Jaya, Bandung.

Muninjaya AAG. 2006. Manajemen Kesehatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Jakarta.

Nadesul H, 2008. Mengapa Pasien Kita Memilih Berobat ke Luar Negeri, http://www.okezone.com.

Notoatmodjo S. 2010. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni, Rineka Cipta, Jakarta.

Panggabean S. M. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit: Ghalia Indonesia, Jakarta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit.

Prawirosentono, S., 1999. Kebijakan Kinerja Karyawan, BPEE, Yogyakarta.

Rachmadi, 2008, Jurnal : Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Kelas III Di RSUD Kabupaten Karimun, Jakarta, Universitas Terbuka.

Rakhmat J. 2005, Psikologi Komunikasi, edisi revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Riduwan, 2008. Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Alfabeta, Bandung.

Rivai V. 2004. Manajemen Sumberdaya Manusia Untuk Perusahaan dari Teori Ke Praktek. Jakarta : Penerbit PT Raja Grafindo Persada.

Robbin, Stephen. 2001. Perilaku Organisasi, Jilid I dan II edisi VII, PT Prehalindo, Jakarta.

Samekto, Agus, 1999. Perbedaan Kinerja Laki-laki & Wanita pada Kantor Akuntan Publik, FE UGM, Yogyakarta.

Sebastian NS. 2009. Pengaruh Kompensasi, Pengembangan Karir, dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Rita Bakery Purwokerto. (Skripsi) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Siagian S.P. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta.

Sibarani Z. 2012. Pengaruh Faktor Individu, Psikologis dan Organisasi terhadap Kinerja Pelayanan Dokter Spesialis di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Tesis. FKM USU.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan-Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Cetakan ke 7, Penerbit Alfabeta, Jakarta.

Sutrisno E., 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Swansburg, R. C. 1990. Management and Leadership for Nurse Managers. Jones and Barlett Publishers, Boston.

Teteki, Sri Harsi, 2002. Pengaruh Karakteristik Individu, Persepsi Keadilan Imbalan dan Motivasi Berprestasi dengan Kinerja Dokter pada titik Pelayanan

Kesehatan yayasan Kesehatan Pegawai Telkom Area Jateng dan DIY.

Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Whiting, R.H. dan Christine Wright. 2001. Exlpaining Gender Inequity in The New Zealand Accounting Profession. British Accounting Review.

Wibowo, 2010, Manajemen Kinerja. Rajawali Pres, Jakarta.

Wood, 2001. Social Cognitive Theory. (online). http://fclass-vanierecollege.qc.ca.

Diakses tanggal 5 Agustus 2015.

Wursanto, 2005. Dasar-Dasar Ilmu Organisasi. Cetakan Pertama. ANDI Offset, Yogyakarta.

Yuli, Sri Budi Cantika, 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia, Cetakan Pertama, UMM Press, Malang.

Lampiran 1

KUESIONER

PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA TENAGA MEDIS DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH

(BLUD) RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) PEMERINTAH ACEH BANDA ACEH

No. Responden :

IDENTITAS RESPONDEN

Umur : ... ...

Jenis Kelamin : ...

Status Dokter : a. Dokter umum b. Dokter spesialis c. Dokter gigi

Pendapatan/bulan : Rp. ...

Lama kerja : ………

Rata-rata jumlah pasien yang ditangani setiap hari : ...orang

Petunjuk pengisian kuesioner :

Berikan penilaian dengan melingkari pada jawaban yang saudara/i anggap paling sesuai dengan pendapat atau perasaan sdr/i

SS : Sangat Setuju S : Setuju

TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju

I. VARIABEL INDIVIDU a. Pengalaman

No Pernyataan JAWABAN

SS S TS STS 1. Saya bangga berprofesi sebagai tenaga medis di

rumah sakit ini

2. Perpindahan ke bagian lain untuk menambah

pengalaman bekerja

3. Pengalaman kerja dijadikan salah satu indikator penilaian dalam promosi jabatan 4. Pengalaman selama menjadi tenaga medis dapat

membuat pekerjaan berkualitas

5. Pengalaman kerja harus diikuti dengan mengikuti pendidikan lanjutan untuk meningkatkan kualitas kerja

b. Orientasi Mediko-Sosial

No Pernyataan JAWABAN

SS S TS STS

1. Saya percaya bahwa sikap ramah dalam tugas

membuat pasien mudah sembuh

2. Dalam memberikan penjelasan tentang

pengobatan atau perawatan kepada pasien/

keluarga yang mudah dipahami

3. Saya bertanya kepada tenaga medis lainnya

sesuai bidang profesi berkaitan dengan penyakit pasien

4. Saya meluangkan waktu untuk mendengarkan

keluhan pasien sebagai salah teknik pengurangi kecemasan pasien/keluarga

5. Saya memberikan motivasi kepada pasien/

keluarga supaya gejala penyakit berkurang

c. Gaya Komunikasi

No Pernyataan JAWABAN

SS S TS STS 1. Saya menjelaskan informasi yang dibutuhkan

tenaga medis lainnya bila dibutuhkan untuk mendukung pekerjaan

2. Saya menyampaikan ide-ide atau gagasan baru kepada rekan kerja bila dibutuhkan

3. Saya mempunyai hubungan yang baik dengan pimpinan

4. Saya sering tukar informasi tentang kesehatan kepada rekan kerja

5. Saya mempunyai kerjasama yang baik dengan tenaga medis lainnya

2. MOTIVASI

a. Pendapatan dan Gaji

No Pernyataan JAWABAN

SS S TS STS 1. Saya menerima tunjangan sesuai dengan prestasi

yang dilakukan

2. Gaji yang diterima dapat membuat saya lebih bekerja dengan baik

3. Gaji yang diterima sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan pimpinan

4. Saya puas dengan gaji yang diterima setiap bulan saat ini

5. Gaji yang saya terima sudah sesuai dengan kebutuhan keluarga

b. Keluarga

No Pernyataan JAWABAN

SS S TS STS 1. Keluarga mendukung pekerjaan saya sesuai

jabatan saat ini

2. Keluarga menjadi motivasi dalam meningkatkan kinerja

3. Keluarga mendorong agar selalu bekerja dengan

4. Kebutuhan keluarga yang selalu meningkatkan membuat saya lebih baik dalam bekerja

5. Keluarga memberikan keleluasaan waktu dalam melakukan pekerjaan

c. Organisasi

No Pernyataan JAWABAN

SS S TS STS 1. Jumlah petugas medis dalam kelompok kerja

berlebihan atau kurang akan berdampak pada efektivitas kerja

2. Peraturan tertulis (SOP) telah dikondisikan dengan lingkungan kerja

3. Peraturan tersebut mengikat bila dilanggar akan dikenakan sanksi yang tegas

4. Job description yang telah ditetapkan rumah sakit sesuai dengan kualifikasi sesuai dengan kualitas diri

5. Organisasi berusaha memberikan fasilitas kerja untuk meningkatkan kinerja petugas medis d. Suvervisi

No Pernyataan JAWABAN

SS S TS STS 1. Pimpinan memberikan sanksi berupa teguran

yang tegas kepada petugas medis yang kurang disiplin

2. Pimpinan mampu menciptakan suasana lingkungan kerja yang nyaman

3. Pimpinan memberikan kesempatan kepada Tenaga medis untuk menyampaikan ide-ide yang mendukung kemajuan kualitas pelayanan rumah sakit

4. Pimpinan menanamkan kedisiplinan dalam bekerja kepada tenaga medis

5. Setiap petugas medis perlu pengawasan dari komite medik

b. Pengembangan Karier

No Pernyataan JAWABAN

SS S TS STS 1. Dukungan pemberian promosi dalam

menciptakan persaingan yang sehat diantara tenaga medis

2. Pemberian promosi mempunyai kesempatan yang sama dalam peningkatan karir

3. Kesesuaian antara sistem promosi yang

dilakukan dengan ketentuan/ketetapan yang ada 4. Kejelasan dalam sasaran karir yang

ingin dituju

5. Dukungan program pendidikan dan pelatihan

dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan

II. KUESIONER KINERJA DOKTER Petunjuk Kuesioner :

Berikan penilaian dengan memberikan tanda cheklis (√) pada jawaban yang telah disediakan.

No. Pernyataan Baik Tidak Baik

Sasaran Kerja Pegawai

1. Melakukan tindakan khusus oleh dokter tingkat sederhana (0,05/10 pasien)

2 Melakukan tindakan khusus oleh dokter tingkat sedang (0,1/10 pasien)

3 Melakukan tindakan darurat medik/p3k tingkat sederhana (0,04/10 pasien)

4 Melakukan kunjungan (visite) pada pasien rawat inap (0,02/10 pasien)

5 Melakukan pemulihan fisik tingkat sederhana (0,02/10 pasien)

6 Membuat catatan medik pasien rawat jalan (0,01/10 pasien)

7 Membuat catatan medik pasien rawat inap (0,02/10 pasien)

8 Melayani atau menerima konsultasi dari dalam (0,02/10 kasus)

10 Melakukan tugas jaga di RS (0,08/8 jam)

11 Melakukan tindakan spesialistik tingkat sederhana (0,05/10 pasien)

12 Melakukan tindakan spesialistik tingkat sedang (0,1/10 pasien)

13 Mengikuti seminar/lokakarya Perilaku Kerja

14 Orientasi pelayanan 15 Integritas

16 Komitmen 17 Disiplin 18 Kerjasama 19 Kepemimpinan

HASIL PENGOLAHAN DATA

Pengalaman

Organisasi

Correlations

Correlations

Kinerja

Umur Pearson Correlation -,284

Sig, (2-tailed) ,079

N 39

JK Pearson Correlation ,014

Sig, (2-tailed) ,935

N 39

Pengalaman Pearson Correlation ,378(*)

Sig, (2-tailed) ,018

N 39

Orientasi Mediko Sosial Pearson Correlation ,063

Sig, (2-tailed) ,703

N 39

Komunikasi Pearson Correlation -,254

Sig, (2-tailed) ,119

N 39

Pendapatan Pearson Correlation ,374(*)

Sig, (2-tailed) ,019

N 39

Keluarga Pearson Correlation -,239(**)

Sig, (2-tailed) ,135

N 39

Organisasi Pearson Correlation ,489(**)

Sig, (2-tailed) ,002

N 39

Suvervisi Pearson Correlation ,291

Sig, (2-tailed) ,072

N 39

P, Karier Pearson Correlation ,555(**)

Sig, (2-tailed) ,000

N 39

Kinerja Pearson Correlation 1

Sig, (2-tailed)

N 39

* Correlation is significant at the 0,05 level (2-tailed),

** Correlation is significant at the 0,01 level (2-tailed),

Regression

Variables Entered/Removed(b)

Model Variables Entered

Variables

a All requested variables entered, b Dependent Variable: Kinerja

Model Summary(b)

Model R R Square

Adjusted R Square

Std, Error of

the Estimate Durbin-Watson

1 ,805(a) ,647 ,553 1,81068 2,146

a Predictors: (Constant), P, Karier, Suvervisi, Pendapatan, Organisasi, Komunikasi, Orientasi Mediko Sosial, Pengalaman, Keluarga

b Dependent Variable: Kinerja

ANOVA(b)

a Predictors: (Constant), P, Karier, Suvervisi, Pendapatan, Organisasi, Komunikasi, Orientasi Mediko Sosial, Pengalaman, Keluarga

b Dependent Variable: Kinerja

Coefficients(a)

a Dependent Variable: Kinerja

Residuals Statistics(a)

Minimum Maximum Mean Std. Deviation N

Predicted Value 25.5089 34.5017 29.6410 2.26582 39

Residual -2.94999 2.55632 .00000 1.48576 39

Std. Predicted Value -1.824 2.145 .000 1.000 39

Std. Residual -1.704 1.477 .000 .858 39

a Dependent Variable: Kinerja

Charts

Reliability

a Listwise deletion based on all variables in the procedure, Reliability Statistics

pg3 120,7667 410,392 ,711 ,966

a Listwise deletion based on all variables in the procedure, Reliability Statistics

Item-Total Statistics

Dalam dokumen TESIS. Oleh : KIKI YUDI SAPUTRA (Halaman 88-0)

Dokumen terkait