• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN

7. Tindak Tutur Direktif

Tindak tutur direktif adalah tindak tutur dimana penutur berusaha meminta mitra tutur untuk melakukan perbuatan atau tidak melakukan perbuatan. Tindak tutur tersebut bersifat prospektif, artinya seseorang tidak bisa menyuruh orang lain melakukan perbuatan pada masa lampau. Pada penelitian tindak tutur dalam khotbah bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Solo ditemukan tujuh belas subtindak tutur yang dapat diklasifikasikan kedalam tindak tutur direktif, yaitu; (a) melarang, (b) menasehati, (c) memarahi, (d) memohon, (e) meminta, (f) mengarahkan, (g) mempersilahkan, (h) merayu, (i) membujuk, (j) menyarankan, (k) menegur, (l) mengharuskan, (m) menyuruh, (n) mengajak, (o) menginstruksikan, (p) mengingatkan, (q) menganjurkan.

commit to user

a. Melarang

Melarang berarti memerintah orang lain untuk tidak melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Jadi yang dimaksud dengan subtindak tutur ‘melarang’ adalah suatu tindak dimana penutur memerintahkan kepada mitra tutur untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak diiginkan oleh penutur. Untuk memahami subtindak tutur jenis ini dapat dilihat pada contoh-contoh berikut.

(77) Hita naro tuson adong do perbedaanna adong na marsuhisuhi bohi na, adong na songonon dohot na songonan, tetapi persatuan dalam Allah itu sendiri bahwa kita adalah makluk y ang dikasihi Tuhan. Jika Allah adalah Esa maka tidak boleh ada orang menghina dan bahkan kita tidak bisa meremehkan orang karena itu adalah milik Allah.

Pada tuturan (77) Siapapun yang datang kemari pasti ada perbedaan ada yang bersegi-segi atau bersiku-siku wajahnya, ada seperti ini ada juga seperti itu, tetapi persatuan dalam Allah itu sendiri bahwa kita adalah makluk yang dikasihi Tuhan. Jika Allah adalah Esa maka tidak boleh ada orang menghina dan bahkan kita tidak bisa meremehkan orang karena itu adalah milik Allah. Penutur memerintahkan kepada mitra tutur untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak diiginkan oleh penutur maupun Tuhan. Dalam hal ini, sebagian penutur telah mengetahui hasil mempercayai Tuhan jemaat tersebut ingin melaksanakan hak yang dia percayai atau yang di ikuti dalam hidupnya. Oleh karena itu, penutur melarang mitra tutur dengan mengatakan Jika Allah adalah Esa maka tidak boleh ada orang menghina dan bahkan kita tidak bisa meremehkan orang karena itu adalah milik Allah. kata ‘tidak boleh ada orang menghina’ pada klausa tersebut menjadi penanda lingual subtindak tutur ‘melarang’. Penutur berpikir bahwa orang yang tidak baik, maka mitra tutur disuruh untuk mempercayai dan menyakini Tuhan yang maha pengasih dan penyanyang.

commit to user

b. Menasihati

Menasihati berarti memberikan suatu petunjuk yang baik kepada orang lain dengan tujuan suapaya orang lain tersebut mengikuti apa yang dikatakannya. Jadi subtindak tutur ‘menasihati’ adalah tindak pertuturan yang disampaikan penutur untuk memberikan suatu petunjuk yang baik kepada mitra tutur agar mitra tutur mengikuti apa yang dikatakannya. Untuk mengetahui subtindak tutur jenis ini dapat dilihat pada contoh-contoh berikut.

(78) On pe, ale Jahowa, Debata ni Israel! Sai pasintong ma tu naposoM si Daud, damang i hata naung pinorbagabagaM hian tu ibana, uju na nidokMu: Ndang jadi hurangan di ho sada baoa di jolongku na hundul di atas habangsa ni harajaon Israel, asal diramoti angka anakmu dalanna, marparange nasida di jolongku songon ho naung marparange di jolongku. Pada tuturan (78) Maka sekarang ya Tuhan, Allah Israel, peliharalah apa yang kaujanjikan kepada hambamu Daud, ayahku, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus di hadapanku dan tetap akan duduk di atas takhta kerajaan Israel, asal anak- anakmu tetap hidup di hadapanku sama seperti engkau hidup di hadapanku. Pertuturan yang disampaikan penutur untuk memberikan suatu petunjuk yang baik kepada mitra tutur agar mitra tutur mengikuti apa yang dikatakannya begitu juga penutur menasihati mitra tutur untuk takut akan Tuhan dan hormat kepada kedua orang tua. Nasihat penutur tersebut adalah mitra tutur untuk memasuki gerbang surga ditempat yang maha tinggi. Jika mitra tutur mempercayai Allah lain maka yang sudah dijanjikan Tuhan kepada mitra tutur tidak berlaku lagi kecuali mitra tutur bertobat kembali. Penutur menasihati mitra tutur untuk berhati-hati dalam melakukan apa saja apalagi yang dilarang oleh Tuhan Yesus Kristus. Biasanya orang yang menasihati adalah Pendeta, orang tua, pimpinan, atau sebaya yang mengetahui tentang suatu hal penutur tersebut adalah Jemaat yang ada di Gereja HKBP Solo.

commit to user

c. Memarahi

Memarahi berarti menyatakan perasaan kepada orang lain, karena kesalahan orang lain tersebut membuat dirinya kesal, jengkel atau sakit hati. Jadi subtindak tutur ‘memarahi’ adalah tidak pertuturan yang disampaikan penutur untuk menyatakan perasaan marah (kesal, jengkel atau sakit hati) kepada mitra tutur karena kesalahan mitra tutur. Tuturan yang berkaitan dengan subtindak tutur jenis ini dapat diamati pada contoh berikut.

(79) Jotjot do Inang tarilu ilu alani pangaloho ni gellengta ndang boi hamuna muruk sesuai dengan pangalaho naso ture di gelleng muna, alana ndang boi hita gotap hubungan sian gellengta I nappe jotjot di dokkon na tua-tua tung so anakku beho mulai sadarion alani hansit ni rohana, alai dibereng Debata do asa boi muse mulak hubungan antara anak dengan keluarga manang didia pe hita saonari mariganan.

Pada tuturan (79) penutur menegur mitra tutur dengan mengatakan sering Ibu kita menangis karena tingkahlaku anaknya tidak boleh kita marah sesuai dengan tingkahlaku yang tidak baik yang dibuat oleh anak kita, soalnya kita tidak bisa terputus hubungan dari anak kita, walaupun sering dikatakan orang tua tidak anakku lagi kamu mulai sekarang itu terjadi karena sakit hatinya saja, tetapi Tuhan melihat bagaimana caranya biar bisa kembali hubungan antara anak dengan keluarga dimanapun kita sekarang berada. Pertuturan yang disampaikan penutur untuk menyatakan perasaan marah (kesal, jengkel atau sakit hati) kepada mitra tutur karena kesalahan mitra tutur karena di buatnya ibunya menangis karena tingkahlaku anaknya padahal hubungan antara ibu dan anak tidak pernah terpecahkan atau tidak bisa terputuskan, walaupun sering dikatakan orang tua kepada anaknya tidak anakku lagi kamu mulai sekarang itu terjadi karena sakit hatinya saja atau bisa dikatakan hanya sesaat saja, tetapi Tuhan melihat bagaimana caranya biar bisa kembali hubungan antara anak dengan keluarga dimanapun kita sekarang berada. Penutur menyuruh

commit to user

kepada mitra tutur untuk menghormati kedua orang tua baik yang lebih tua maupun yang mudah harus saling menghormati satu sama yang lain, maksud penutur agar mitra tutur tidak menyalagunakan kebaikan orang tua, mendengar keterangan tersebut kemudian melepaskan yang tidak baik dan mengikuti apa yang terbaik bagi Allah. Kesabaran penutur hilang dan mengakibatkan marah terhadap perilaku mitra tutur. Kemarahan tersebut terungkap sering ibu kita menangis karena tingkahlaku anaknya padahal hubungan antara ibu dan anak tidak pernah terpecahkan atau tidak bisa terputuskan, walaupun sering dikatakan orang tua kepada anaknya tidak anakku lagi kamu mulai sekarang itu terjadi karena sakit hatinya saja, tetapi Tuhan melihat bagaimana caranya biar bisa kembali hubungan antara anak dengan keluarga dimanapun kita sekarang berada. Frasa tersebut merupakan penanda lingual subtindak tutur ‘memarahi’. Frasa tingkah laku antara anak dan ibu tidak bisa terputuskan, walaupun sering dikatakan orang tua kepada anaknya tidak anakku lagi kamu mulai sekarang itu terjadi karena sakit hatinya saja, tetapi Tuhan melihat bagaimana caranya biar bisa kembali hubungan antara anak dengan keluarga dimanapun kita sekarang berada’ berarti jangan bertindak seperti orang yang tidak tahu tentang sopan santun.

d. Memohon

Memohon berarti menginginkan sesuatu kepada orang lain dengan tujuan orang lain tersebut mengabulkannya, dan biasanya dilakukan oleh orang yang status sosialnya lebih rendah kepada orang yang statusnya lebih tinggi. Jadi subtindak tutur ‘memohon’ adalah tindak pertuturan yang disampaikan oleh penutur kepada mitra tutur untuk mengabulkan sesuatu yang diinginkannya. Tuturan-tuturan berikut berkaitan dengan subtindak tutur ‘memohon’ dapat diperhatikan pada data-data berikut.

commit to user

(80) Didokkon parubat ima tu ibana ido ale ho do mangido mate simatua mi, saonari gaburjube ibana, gamarsipakulingan hami bah ido, sasintongna ndang na racun na hulehon vitamin doi na hulehon i.

Pada tuturan (80) di katakan tukang obat itu kepadanya padahal kamu yang meminta atau memohon biar mati mertuamu itu, sekarang sudah baik dia, sudah berbicara kami antara mertua dengan menantu, sebenarnya tidak racun yang aku berikan itu vitamin yang kuberikan itu. Pertuturan yang disampaikan oleh penutur kepada mitra tutur untuk mengabulkan sesuatu yang diinginkannya penutur dengan penuh harapan mengigatkan mitra tuturnya untuk mengabulkan apa yang menjadi keinginannya. Kata ‘semoga’, dan ‘mudah-mudahan’ merupakan kata semoga mertuanya tidak jadi meninggal sedangkan kata mudah-mudahan merupakan agar mertuanya masih bisa diselamatkan dari kejahatan maupun dari obat yang diberikan menantunya itu kepada mertuanya, untuk itu jangan pernah percaya kepada alam gaib tetapi percayalah kepada agama dan kepercayaan kita masing-masing, pada klausa yang diucapkan penutur tersebut merupakan penanda lingual subtindak tutur ‘memohon’. Diperkuat dengan kata ‘amin’ yang menginginkan mitra tutur untuk mengabulkan permohonannya. Dalam hal ini, penutur berkedudukan sebagai hamba sedangkan mitra tutur sebagai Tuhan, penutur layak memohon sesuatu kepada Tuhan.

e. Meminta

Meminta berarti melakukan sesuatu agar diberi atau mendapatkan sesuatu dari orang lain, biasanya dilakukan oleh orang yang berstatus sosialnya lebih tinggi kepada orang yang berstatus sosialnya lebih rendah. Jadi subtindak tutur ‘meminta’ adalah tindak pertuturan yang disampaikan penutur untuk melakukan sesuatu supaya diberi atau mendapatkan sesuatu dari mitra tutur. Data-data berikut untuk menjadikan lebih jelas tentang subtindak tutur ‘meminta’.

commit to user

(81) Manjalo ma hamu binsan di hamuna dope panondang i asa unang di holsoan angka na holom mi hamuna.

(82) Ai jaloon munadoi saluhutna nasa napinagido hamuna, ianggo porsea hamu.

Klausa pada tuturan (81) Kamu akan menerima selagi kamu masih ada cahaya, jadi jangan kamu mencemaskan yang gelap itu. Pertuturan yang disampaikan penutur untuk melakukan sesuatu supaya diberi atau mendapatkan sesuatu dari mitra tutur merupakan penanda lingual subtindak tutur ‘meminta’. Penutur meminta mitra tutur untuk melaksanakan kehidupan kita bisa tenang, dan tentram dibawah payung kuasa Tuhan Yang maha Tinggi.

Pada tuturan (82) Kamu akan menerima semuanya apa yang kamu minta, kalau kamu percaya. Pertuturan yang disampaikan penutur untuk melakukan sesuatu supaya diberi atau mendapatkan sesuatu kalau mitra tutur percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan bersatu untuk menjunjung firman Tuhan. Kedudukan penutur sebagai Pendeta dan mitra tutur adalah jemaat, maka penutur layak meminta kepada jemaatnya untuk melakukan sesuatu dengan mengatakan Kamu akan menerima semuanya apa yang kamu minta, kalau kamu percaya. Klausa tersebut menjadi penanda lingual subtindak tutur ‘meminta’. Penutur mengetahui bahwa mitra tutur belum sepenuhnya menjunjung Firman Tuhan sesuai dengan kasih Tuhan dan dapat kita duduk di sebelah kanan Allah Bapak Yang Maha Kuasa.

f. Mengarahkan

Mengarahkan berarti memberi petunjuk atau bimbingan kepada orang lain. jadi subtindak tutur ‘mengarahkan’ adalah tindak pertuturan yang dilakukan penutur untuk memberi petunjuk bimbingan kepada mitra tutur. Tuturan yang berkaitan dengan subtindak tutur jenis ini dapat diperlihatkan pada contoh berikut.

commit to user

(83) Ahu do dalan ni dohot hasintongan dohot hagoluon ndang adong nasahat tu amai ianggo sian ahu, Dungi di lehon Yesus mangan lima ribu halak. Pada tuturan (83) Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku, setelah Yesus memberikan makan lima ribu orang. Pertuturan yang dilakukan penutur untuk memberi petunjuk bimbingan kepada mitra tutur penutur mengetahui keinginan mitra tutur untuk menciptakan kehidupan yang harmonis. Kemudian penutur memberitahu mitra tutur bahwa keinginannya itu akan diperjuangkan oleh seluruh umat manusia ciptaan Tuhan. Dengan alasan tersebut, penutur mengarahkan mitra tutur untuk tidak ragu- ragu memilih Tuhan sebagai gembala dalam diri kita sekarang dan untuk selama- lamanya. Klausa oleh karena itu, Pendeta mengarahkan kepada Jemaat yang ada di Gereja HKBP Solo agar tidak ragu-ragu memilih Tuhan sebagai gembala kita sekarang sampai selama-lamanya’ merupakan tuturan mengarahkan. Kata ‘mengarahkan’ sebagai penanda lingual subtindak tutur ‘mengarahkan’.

g. Mempersilahkan

Mempersilahkan berarti menyuruh orang lain dengan hormat agar melakukan sesuatu. Jadi subtindak tutur ‘mempersilahkan’ adalah tindak pertuturan yang disampaikan oleh penutur untuk menyuruh mitra tutur dengan hormat untuk melakukan suatu perbuatan. Tuturan yang berkaitan dengan subtindak tutur jenis ini dapat diamati pada contoh berikut.

(84) Saonari ittor songonna paasingasikkon ibana molo di halak hita batak ikkon hita do parjolo ndang halak na lain parjolo, baru hita ima na di dokkon halak hita di porsea.

Pada tuturan (84) Kalau sekarang dia langsung membedakan kalau orang kita Batak mengatakan kita yang pertama tidak orang lain pertama, baru kita itulah yang

commit to user

menyuruh mitra tutur dengan hormat kepada orang yang pertama kali tinggal di tempat itu, tidak mungkin orang lain yang pertama di hormati melainkan orang yang lama tinggal di tempat tersebut, untuk melakukan suatu perbuatan jemaat sedikit atau banyak telah menerangkan keadaan dipersilahkan kepada Jemaat yang ada di Gereja HKBP Solo untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Klausa tersebut mempersilahkan mitra tutur untuk bisa berkotbah di depan jemaat baik menggunakan bahasa Indonesia maupun menggunakan bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Solo. Penutur mengetahui bahwa mitra tutur telah berhasil dalam Khotbah bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Solo. Mitra tutur telah menghentikan beberapa penderita sedikit atau banyak telah menerangkan keadaan dipersilahkan kepada Jemaat yang ada di Gereja HKBP Solo untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Oleh karena itu, mitra tutur diminta dengan hormat untuk menyelesaikan problema yang masih dirasakan oleh seluruh umat manusia.

h. Merayu

Merayu berarti menyampaikan keinginan kepada orang lain dengan cara membujuk, supaya orang lain mau menerima apa yang diinginkannya. Jadi, yang dimaksud dengan subtindak tutur ‘merayu’ adalah suatu tindak melalui penuturan di mana penutur membujuk mitra tutur agar menerima apa yang diinginkannya untuk lebih jelasnya dapat diamati contoh-contoh berikut.

(85) Alani i ajari ma hami Tuhan asa boi hami patuduhon holong nasian ho Tuhan. Tuhan suang songoni nang dongan nami namasihol tu sada dakdanak baoa manang boruboru homa na mamasumasu angka usaha nasida, alani i mangido ma hami Tuhan alai homa namarkuasa Tuhan boi nasida gabe masimbur mangodang nasida hombar tulomo ni roham Tuhan tongihon nasida gabe dalan na hasea laho pasahatton hatami Tuhan.

Klausa pada tuturan (85) Untuk itu ajarilah kami Tuhan biar bisa kami menunjukkan kasih yang dari kamu Tuhan. Tuhan begitu juga teman kami yang

commit to user

merindukan satu anak laki-laki atau perempuan hanya engkau yang memberkati semua usaha mereka, untuk itu kami meminta Tuhan tetapi engkau yang berkuasa Tuhan bisa mereka menjadi masimbur mangodang mereka sesuai dengan berkenan di hatimu Tuhan dengarkan mereka menjadi jalan yang lain terbaik untuk menyampaikan perkataanmu Tuhan. Pertuturan di mana penutur membujuk mitra tutur agar menerima apa yang diinginkannya. Tuturan ini merupakan penanda lingual terjadinya subtindak tutur ‘merayu’. begitu juga kita yang merayu atau meminta kepada Tuhan agar penutur maupun mitra tutur tercapai apa yang dia inginkan.

Oleh karena itu, salah satu rayuan penutur terhadap mitra tutur dengan mengatakan apa yang diinginkan seperti hamba Tuhan menginginkan juga anaknya biar mau makan juga anak akan merayu dan meminta agar terkabul apa yang diinginkan jemaatnya. Dengan demikian, mitra tutur akan terpikat hatinya terhadap rayuan penutur, sehingga mitra tutur yang cerdas memilih Tuhan sekarang sampai selama-lamanya.

Tujuan pertuturan yakni terpikat hati mitra tutur dan melaksanakan keinginan penutur menjadi faktor penentu subtindak tutur ‘merayu’. Selain itu, terjadinya alih kecakapan juga merupakan faktor yang menentukan subtindak tutur ‘merayu’.

i. Membujuk

Membujuk berarti mempengaruhi orang lain mau melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak penutur. Jadi, yang dimaksud dengan subtindak tutur ‘membujuk’ adalah suatu tindakan di mana penutur mempengaruhi mitra tutur agar mau melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak penutur. Membujuk biasanya disertai dengan iming-iming atau sesuatu yang dapat menarik yang dibujuk. Contoh-contoh

commit to user

(86) Molo ianggo mardalan hamu di na holom ndang diboto i manang dompak dia ibana laho, binsan di hamuna dope panondang i porseama hamu disi, asa gabe anak ni panondang i hamu, ima na dihatahon Yesus dung i ditadikkon ma nasida laho mangalului harajaon ni Debata.

Pada tuturan (86) Kalau kamu berjalan di tempat yang gelap tidak tahu lagi ke arah mana dia pergi selagi kamu masih ada cahaya percayalah kamu disitu biar jadi anak cahaya kamu itulah yang dikatakan Yesus setelah itu ditinggalkanlah mereka untuk mencari kerajaan Tuhan. Penutur mempengaruhi mitra tutur supaya melakukan sesuatu sesuai dengan kehendak penutur. Penutur membujuk mitra tutur untuk memilih Tuhan sebagai gembala sekarang dan untuk selama-lamanya berbagai cara telah dilakukan penutur agar mitra tutur melaksanakan keinginan penutur. Kata-kata kalau kamu berjalan di tempat yang gelap tidak tahu lagi ke arah mana dia pergi, selagi kamu masih ada cahaya percayalah kamu kepadanya supaya jadi anak cahaya kamu itulah yang dikatakan Yesus setelah itu ditinggalkanlah mereka untuk mencari kerajaan Tuhan merupakan penanda lingual subtindak tutur ‘membujuk’. Maksud penutur mengatakan berjalan di tempat yang gelap adalah apabila mitra tutur ingin setiap hari dengan berjalan di tempat yang gelap, maka penutur menyuruh mitra tutur untuk memilih Tuhan sebagai gembala dalam kehidupan sekarang dan untuk selama- lamanya.

j. Menyarankan

Menyarankan berarti memberitahukan kepada orang lain dengan tujuan supaya orang lain tersebut mempertimbangkan masak-masak apa yang menjadi saran penutur. Jadi yang dimaksud dengan subtindak tutur ‘menyarankan’ adalah suatu tindak dimana penutur memberitahukan sesuatu kepada mitra tutur untuk

commit to user

mempertimbangkan masak-masak apa yang menjadi sasaran penutur. Untuk memahami subtindak tutur jenis ini dapat diperhatikan contoh-contoh berikut.

(87) Alai na lao siberengotta setiap sude gerak gerik sarana yang ada dalam hidup kita sarune molo didokkon dihalah batak kecapi dohot na asing nanaeng pakeotta tapuji dohot pasangapon digoar i Debata artinya bahwa renungan dohot nada dohot sude na adong dibagasan ngolutta ikkon naeng pakkeotta laho pasangaphon Debata.

Pada tuturan (87) penutur memberikan masukan kepada mitra tutur dengan mengatakan tetapi yang perlu kita lihat setiap semua gerak gerik sarana yang ada dalam hidup kita sarune kalau dikatakan orang batak kecapi dengan yang lain yang kita pakai memuji dengan memuliakan nama Tuhan artinya bahwa renungan dengan nada dan semua yang ada di dalam kehidupan kita harus kita pakai untuk memuliakan Tuhan. Klausa tersebut merupakan penanda lingual subtindak tutur ‘menyarankan’. Penutur menyarankan kepada mitra tutur untuk memilih Tuhan sebagai gembala dalam hidupnya, jadi saran penutur akan di pertimbangkan sesuai dengan saran penutur dengan memperhatikan nasib dirinya untuk hari depan itu ditentukan oleh pilihannya. Maka mitra tutur akan menggunakan hak pilihnya atau menerima saran penutur. Keinginan penutur kepada mitra tutur merupakan faktor penentu subtindak tutur ‘menyarankan’. Dalam hal ini, penutur menginginkan pendapatnya dapat dipertimbangkan oleh mitra tutur, dengan demikian maka hidup kita akan makmur jika kita jujur dan dapat kita hindarkan dan hukumpun mampu ditegakkan oleh anak- anak Tuhan yang jujur.

k. Menegur

Menegur berarti memberitahukan sesuatu kepada orang lain, bahwa tindakannya atau ucapanya salah. Jadi subtindak tutur ‘menegur’ adalah tindak pertuturan yang dilakukan penutur untuk memberitahukan tentang sesuatu yang

commit to user

dilakukan atau diucapkan mitra tutur adalah salah. Tuturan yang berkaitan dengan subtindak tutur ‘menegur’ dapat dilihat pada data berikut.

(88) Jukkat ‘Nakal’ licik na paling sering di pergunakan, licik ima halak naso las rohana mamida na denggan holan na manegai karejona, ala aktif donganna marpungu koor, ittor di dokkon ibana ma tu donggan nai, unang masuk ko tusi ai holan na makkatai dogan na do halaki hape ibana do na makatai tu donganna kan.

Pada tuturan (88) Jukkat ‘Nakal’ licik yang paling sering di pergunakan, licik itu membuat orang tidak suka atau tidak senang hatinya melihat yang baik hanya merusak kerjaanya, karena aktif temanya ke perkumpulan koor, langsung dia berbicara kepada temanya jangan masuk kamu ke situ, orang itu selalu menceritakan

Dokumen terkait