• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN

3. Tindak Tutur Komisif

Tindak tutur komisif adalah tindak tutur yang menyebabkan penutur melakukan serangkaian kegiatan. Verba-verba pada tindak tutur tersebut bersifat prospektif dan berkaitan dengan komitmen penutur terhadap perbuatan di masa yang akan datang. Verba-verba tersebut dapat digunakan untuk menjalankan seseorang atau menolak menjalankan seseorang terhadap perbuatan masa yang akan datang. Pada penelitian tindak tutur bahasa Batak Toba di Gereja HKBP Solo ditemukan enam macam subtindak tutur yang masuk ke dalam tindak tutur komisif, yaitu; (a) menawarkan, (b) berjanji, (c) bertanya, (d) bersumpah, (e) mengklaim, (f) menyetujui.

commit to user

a. Menawarkan

Menawarkan berarti memberikan sesuatu alternatif kepada orang lain. jadi yang dimaksud dengan subtindak tutur ‘menawarkan’ adalah tindak pertuturan yang dilakukan oleh penutur untuk memberikan alternatif atau pilihan kepada mitra tuturnya. Untuk memahami subtindak tutur jenis ini dapat diperhatikan contoh berikut.

(29) Molo lao hita tu Mol manang tu pasar ai tung godang do menawarkan barangna tu hita, alai molo songonon ndang adong be tawar menawar. Molo lao hita tutarutung godang do menawarkan jasa tu hita, alai jotjot dope hita mauas, molo mauas hita diportibion ndang boi hita mambahen hita alana sudenang i ai parsatongkinon doi.

Pada tuturan (29) Kalau kita pergi ke Mol atau kepasar begitu banyak menawarkan barangnya, tetapi kalau seperti ini tidak ada lagi tawar menawar. Kalau kita pergi ke tarutung begitu banyak yang menawarkan jasa kepada kita, tetapi sering kali kita haus, kalau haus kita di dunia ini tidak bisa kita buat soalnya itu semua hanya sementara. Pertuturan yang dilakukan oleh penutur untuk memberikan alternatif atau pilihan kepada mitra tuturnya penutur juga sebagai anak-anak Tuhan berusaha untuk menyakinkan mitra tutur usaha tersebut dapat diamati dari subtindak tutur ‘menawarkan’ yang disampaikan oleh penutur lewat tuturan yang telah disampaikan Tuhan Yesus tidak pernah tawar menawar tentang keselamatan manusia karena Tuhan selalu membukakan pintu bagi setiap orang lain’. Klausa tersebut merupakan penanda lingual subtindak tutur ‘menawarkan’ yaitu menawarkan kepada jemaat untuk mempercayai dan menyembah Tuhan sekarang dan untuk selama-lamanya, usaha tersebut dilakukan untuk memikat hati mitra tutur. Penutur dalam hal ini mempunyai maksud agar mitra tutur mau memilih Tuhan, alasan yang disampaikan oleh penutur melalui tuturan ‘menawarkan’ dapat dinilai cukup logis, karena pendeta dan jemaat

commit to user

Kedudukan mitra tutur dalam hal ini adalah Pendeta atau penjual dan jemaat atau pembeli yang mengiginkan barangnya terjual semua kalau sudah terjual sudah bisa mencukupi kehidupan sekarang dan selama-lamanya begitu juga Tuhan Yesus tidak pernah tawar menawar tentang keselamatan manusia karena Tuhan selalu membukakan pintu bagi setiap orang lain. Mitra tutur akan mudah mendapat barang sesuai dengan keinginannya jika barangnya sudah ada, penjual dan pembeli banyak mendapat barang. Dengan demikian status sosial mitra tutur yaitu pencarian berang menjadi faktor penentu subtindak tutur ‘menawarkan’.

b. Berjanji

Berjanji berarti menyatakan bersedia dan sanggup untuk melakukan sesuatu. Jadi subtindak tutur ‘berjanji’ adalah suatu tindak pertuturan yang dilakukan penutur untuk menyatakan bersedia dan sanggup untuk melakukan sesuatu kepada mitra tuturnya. Tuturan-tuturan berikut akan menjadikan lebih jelas tentang subtindak tutur ‘berjanji’.

(30) Suang songoni nang dongan nami yang berjanji dengan janji iman lehonma tanbatanba tu nasida alai pos situtu do rohanami sai homa namangajari nasida asa poroha nasida tungpe borat angka ekonomi dohot narikkot dibagasan ngolu na alai na holan ho do na mandongani nasida Tuhan boi ibana gabe dalan laho mangurupi.

Pada tuturan (30) Begitu juga kepada teman kami yang berjanji dengan janji iman berikanlah semakin bertamba-tamba kepada mereka tetapi kami nyakin hanya engkau yang mengajari mereka walaupun berat perekonomian mereka yang penting dalam kehidupannya semakin bertambah, hanya engkaulah yang menemani mereka Tuhan bisa dia menjadi jalan untuk mengurupi. Pertuturan yang dilakukan penutur untuk menyatakan bersedia dan sanggup untuk melakukan sesuatu kepada mitra tutur maupun kepada Tuhan. Penutur dalam hal ini sebagai anak-anak Tuhan yang berjanji

commit to user

dengan janji iman di Gereja HKBP Solo berarti harus melaksanakan sesuai dengan janji iman juga yang sedang dijalankan kepada mitra tutur. Kedudukan mitra tutur adalah jemaat atau anak-anak Tuhan yang ada di Gereja HKBP Solo dalam hal ini sebagai pemilih. Janji penutur adalah berikanlah semakin bertamba-tamba kepada kami, walaupun berat perekonomian yang penting dalam kehidupan semakin bertambah, hanya engkaulah yang menemani Tuhan dan bisa menjadi jalan untuk mengurupi, dan untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan umatnya. Klausa tersebut merupakan penanda lingual subtindak tutur ‘berjanji’.

Sebagai faktor penentu terjadinya subtindak tutur ‘berjanji’ terletak pada keinginan mitra tutur untuk mengetahui sejauhmana keinginan penutur menjadi anak- anak Tuhan, mitra tutur ingin hidup sejahtera dan keadilan dapat ditegakkan oleh setiap anak-anak Tuhan.

c. Bertanya

Bertanya berarti meminta keterangan kepada orang lain. jadi subtindak tutur ‘bertanya’ adalah tindak pertuturan yang disampaikan penutur untuk meminta keterangan kepada mitra tutur. Untuk memahami subtindak tutur jenis ini dapat diamati pada data-data berikut.

(31) Alai na laho ma Ahu nueng manopot na marsuru Ahu, jala ndang adong manang ise hamu manungkun Ahu: Na laho tudia do Ho?

Pada tuturan (31) tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepadaku: ke mana Engkau pergi. Pertuturan yang disampaikan penutur untuk meminta keterangan kepada mitra tutur dan bertanya ke mana engkau pergi. Untuk itu penutur dan mitra tutur percaya

commit to user

bahwa Tuhan menepati janji dan Tuhan membuktikan dengan mengutus Aku dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepadaku: ke mana Engkau pergi.

Penutur bertanya dengan mengatakan sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku dan tidak seorangpun di antara kamu yang bertanya kepadaku: ke mana Engkau pergi, merenung dan bertanya di dalam hatinya bukanya Tuhan pernah mengatakan Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku yang disampaikan penutur Tuhan Yesus sebagai respon dari mitra tutur. Dalam hal ini, penutur dan mitra tutur mempercayai dan menyakini Tuhan sekarang dan selama-lamanya.

d. Bersumpah

Bersumpah berarti mengucapkan suatu janji yang harus ditepati dan sebagai saksinya adalah Tuhan. Jadi subtindak tutur ‘bersumpah’ adalah tindak pertuturan yang dilakukan penutur untuk mengucapkan janji yang ditujukan kepada mitra tutur atau yang lain dan sebagai saksikanya adalah Tuhan. Tuturan yang berkaitan dengan subtindak tutur jenis ini dapat diperhatikan pada contoh berikut.

(32) Berpenganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan, dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukanya dengan setia, maka terhadap engkau Tuhan Allahmu akan memengang perjanjian dan kasih setianya yang diikrarkanya dengan sumpah kepada nenek moyangmu.

Dalam tuturan (32) Berpenganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan, dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukanya dengan setia, maka terhadap engkau Tuhan Allahmu akan memengang perjanjian dan kasih setianya yang diikrarkanya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. Tuturan

commit to user

yang di sampaikan penutur kepada mitra tutur dengan mengucapkan suatu janji dalam hidupnya dan Tuhan bisa mengijinkan dan bisa juga Tuhan memberkati kita dimanapun kita berada, dan kita harus bisa membedakan yang baik dan tidak baik agar kita tidak salah memuji dan berbicara kepada keluarga dan lingkungan masyarakat kita sebagai saksinya adalah Tuhan. Mitra tutur menyelenggarakan kewajiban sebagai anak-anak Allah di Gereja HKBP Solo maka penutur tersebut bermaksud akan menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak terpengaruh apapun yang bertentangan dengan peraturan yang telah disampaikan Tuhan kepada jemaat.

Faktor yang menentukan terjadinya subtindak tutur ‘bersumpah’ adalah tugas yang sangat penting yaitu mengucapkan suatu janji dalam hidup harus ditepati dan sebagai saksinya adalah Tuhan dan memperlancar pelaksanaan janji dalam hidup kepada jemaat yang ada di Gereja HKBP Solo maupun dihadapan Tuhan. Selain itu, kedisiplinan dan keteguhan penutur dalam menjalankan tugas janji iman juga merupakan faktor penentu subtindak tutur ‘bersumpah’. Seandainya penutur seorang pemalas, ada kemungkinan tidak akan terjadi tuturan bersumpah.

e. Mengklaim

Mengklaim berarti mengakui terhadap keberadaan sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Jadi subtindak tutur ‘mengklaim’ adalah tindak pertuturan yang disampaikan penutur untuk mengakui terhadap keberadaan sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Tuturan yang berkaitan dengan subtindak tutur jenis ini dapat diamati pada data-data berikut.

(33) Tung manang aha na dijama ittor na sega manang jumahojor, denggan do kursi nadi gereja i, alai tong do disegai ibana. Alai ido di hamu angka dongan tipe-tipe si songgon on ikkon balokkononta do angka na so hasea di hita.

commit to user

Dalam tuturan (33) apapun yang di pegang langsung rusak, bagus kursi yang ada di gereja itu akan tetapi tetap juga rusak dibuatnya. Tetapi itulah teman tipe-tipe seperti ini langsung kita buang yang tidak baik untuk kita. Pertuturan yang disampaikan penutur untuk mengakui terhadap keberadaan sesuatu yang belum pasti kebenarannya, penutur mengklaim apapun yang di pegang langsung rusak, bagus kursi yang di gereja ini akan tetapi tetap juga rusak dibuatnya, tingkah laku yang seperti itu harus kita buang dari kehidupan kita, klausa yang disampaikan oleh penutur tersebut merupakan penanda lingual subtindak tutur ‘mengklaim’. Penutur sudah mengakui bahwa apapun yang di pegang langsung rusak, bagus kursi yang di gereja ini akan tetapi tetap juga rusak dibuatnya, kalau terjadi seperti ini langsung kita buang yang tidak baik untuk kita. Apa yang dilakukan oleh penutur untuk memberi semangat kepada mitra tutur atau jemaat yang ada di Gereja HKBP Solo selain itu, penutur bertujuan untuk memberi dorongan kepada mitra tutur untuk mewujudkan keinginan penutur atau masyarakat yang ada di sekitar kita masing-masing agar kita menjadi contoh bagi jemaat yang ada di Gereja HKBP Solo.

f. Menyetujui

Menyetujui berarti menyatakan setuju dengan pendapat, gagasan, atau ide orang lain. jadi subtindak tutur ‘menyetujui’ adalah tindak pertuturan yang disampaikan penutur untuk menyatakan setuju tentang pendapat, gagasan, atau ide mitra tutur. Tuturan-tuturan yang berkaitan dengan subtindak tutur ‘menyetujui’ dapat dilihat pada data-data berikut.

(34) Debata do hatai, jala hatai Debata lapatanna hatai sama dengan Debata. Berarti molo hatai gabe daging dos lapatanna Debata gabe jolma gabe daging, asa jadi boi di patandahon Debata hajolmaon naung dao sian hajolmaon di tonpa Debata angka jolmai.

commit to user

(35) Holong ni roha ni Debata Yesus Kristus boi do hita marsihaholongan laos hita mian jala sian hata naumbalga sian hata na asing dohot tabege di ende, di tagiang, jamita huhut hita boi marsihaholongan.

Tuturan (34) Allah adalah firman, dan firman itu adalah Allah artinya kata itu sama dengan firman. Berarti kata itu menjadi daging sama dengan artinya Allah menjadi manusia menjadi daging, agar bisa diperkenalkan Allah manusia yang sudah jauh dari kemanusiaan yang di ciptakan Allah semua manusia. Pertuturan yang disampaikan penutur untuk menyatakan setuju tentang pendapat, gagasan, atau ide mitra tutur kata ‘setuju’ yang disampaikan mitra tutur merupakan penanda lingual subtindak tutur ‘menyetujui’. Mitra tutur menyetujui penjelasan penutur tentang kriteria kata sama dengan firman. Berarti kalau kita menjadi daging sama artinya Allah menjadi manusia menjadi daging, tindakan mitra tutur tersebut untuk menyambut baik atas penjelasan yang disampaikan oleh penutur dan mitra tutur mempercayai pandangan yang sama dengan penutur bahwa kata sama dengan firman.

Klausa pada tuturan (35) kasih Tuhan Yesus Kristus bisa kita saling mengasihi dan justru kita diam dan dari kata yang lebih besar dari kata yang lain dan kita mendengar dari buku Ende atau nyanyian, di doa, khotbah sekaligus kita bisa saling mengasihi. Pertuturan yang disampaikan penutur untuk menyatakan setuju tentang pendapat, gagasan, atau ide mitra tutur merupakan faktor penentu subtindak tutur ‘menyetujui’. Penutur meminta persetujuan kepada mitra tutur terhadap penjelasannya penutur berpikir bahwa penguasa itu adalah Tuhan sedangkan pendeta hanya menyampaikan firman Tuhan sedangkan jemaat mendengar dan melaksanakan firman Tuhan, pendeta hanya bisa melakukan dan melaksanakan sesuai dengan keinginan dan perintah Tuhan. Maksud penutur adalah ingin mensejahterakan jemaatnya maka maksud penutur tersebut disampaikan baik untuk mitra tutur atau jemaat yang ada di

commit to user

Gereja HKBP Solo ini dengan mengatakan ‘setuju’ kata tersebut menjadi penanda lingual subtindak tutur ‘menyetujui’.

Dokumen terkait