DILAKUKAN OLEH ORANG ASING
A. Tinjauan tentang Koordinasi dalam Manajemen
Koordinasi adalah salah satu bentuk hubungan kerja yang memiliki karakteristik khusus, yang antara lain harus ada integrasi serta sinkronisasi atau adanya keterpaduan, keharmonisan serta arah yang sama. Ada beberapa difinisi tentang koordinasi dari beberapa pakar sebagai berikut :
1. Menurut William H. Newman :108
Didalam administrasi koordinasi bnersangkut paut dengan penyerasian serta penyatuan tindakan dari sekelompok orang, saling berjalin serta terintegrasi kearah suatu sasaran yang sama.
2. George R. Terry:109
Koordinasi adalah penyerasian yang teratur usaha-usaha untuk menyiapkan jumlah yangcocok menurut mestinya, waktu dan pengarahan pelaksanaan hingga mengahsilkan tindakan-tindakan harmonis dan terpadu menuju sasaran yang telah ditentukan.
3. Menurut Peraturan Perundang-undangan, tafsiran luas dari alinea terahir dari UUD 1945 : Koordinasi itu adalah bekerja sama seerateratnya dibawa seorang pemimpin. Sedangkan menurut PP. No 6 tahun 1988, Upaya yang dilaksanakanoleh kepala wilayah guna
108 Komaruddin, Op.cit. hlm. 22
109 Ibid. hlm. 23
mencapai keselarasan, keserasian dan keterpaduan baik perencanaan kemampuan pelaksanaan tugas serta kegiatan semua instansi vertical, antara instansi vertikal dengan dinas daerah agar tercapai hasil guna yang sebesar-besarnya. Dengan demikian dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan diperlukan adanya koordinasi antar aparatur pemerintah, mulai dari proses perumusan kebijaksanan, perencanaan, pelaksanaan sampai pada pengawasan dan pengendaliannya.
Orang-orang yang tergabung dalam suatu organisasi agar dapat mencapai tujuannya harus bekerja sama, baik antar mereka di dalam organisasi maupun dengan pihak lain di luar organisasi. Hubungan kerja timbul karena masing -masing anggota dalam organisasi mempunyai pembagian kerja untuk memperoleh efisiensi dan efektivitas dalam pencapaian tujuannya.
Untuk dapat mencapai tujuan organisasi, masing-masing bagian organisasi baik dalam orgaanisasi maupun luar organisasi harus mengadakan hubungan kerja antar individu. Dengan demikian koordinasi dapat dirumuskan sebagai hubungan yang terjadi antara bagian -bagian atau individu-indivudu baik antar mereka di dalam organisasi atau dengan pihak di luar oraganisasi sebagai akibat penyelenggaran tugas dalam memcapai tujuan. Maksud adalah suatu pernyataan untuk apa sesuatu itu dilakukan, dan manfaat apa yang dapat diambil dari suatu kegiatan tersebut. Sedangkan tujuan adalah hasil akhir dari suatu kegiatan yang mempunyai maksud tertentu.110
110 Junaidi Soewatojo, SANRI, (Jakarta : Lembaga Administrasi Negara, 2003), hlm. 35.
Koordinasi dan hubungan kerja merupakan faktor dominan di dalam kehidupan organisasi.Oleh sebab itu koordinasi dan hubungan kerja harus secara terus menerus selalu ditingkatkan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secara optimal. Sebagaimana diketahui bahwa setiap individu-individu dan organisasi memiliki tujuan. Untuk mencapai tujuannya orang-orang atau bagian-bagian yang tergabung di dalam organisasi dan pihak-pihak yang terkait dengan pencapaian tujuan, melakukan koordinasi dan hubungan kerja. Dalam era globalisasi dimana kepentingan individu dan juga organisasi semakin kompleks, sehingga tidak satupun unit kerja atau organisasi yang dapat mencapai tujuan tanpa melakukan koordinasi dan hubungan kerja dengan unit kerja yang lain.
Kegiatan koordinasi dan hubungan kerja dalam organisasi merupakan bagian integral. Manusia sebagai salah satu sumber daya organisasi, sering ditunjuk sebagai faktor utama jika terjadi suatu kegagalan dalam pencapaian tujuan organisasi. Begitu banyak alasan yang bisa dipakai justifikasi terhadap upaya peningkatan peran sumber daya manusia dalam organisasi seperti: merubah manusia, walaupun hal tersebut tidak semudah merubah tata ruangan kantor, karena manusia mempunyai keinginan–
keinginan sebagaimana mahluk hidup yang punya kewajaran.111
Sumber Daya Manusia adalah suatu kegiatan atau proses untuk mengarahkan manusia sebagai sumber yang mempunyai daya atau energy, mempunyai kemampuan untuk membangun organisasi, sesuai dengan visi, misi, tujuan, strategi dan perencanaan yang telah ditetapkan. Aristoteles
111 Komaruddin, Manajemen Berdasarkan Sasaran, (Jakarta Bumi Aksara, 1994). Hlm.
15
mengatakan bahwa manusia adalah “Zoon Politikon“ atau mahluk bermasyarakat. Hal ini disebabkan manusia terdapat naluri -naluri untuk mendekatkan diri dengan manusia yang lain, seperti dorongan untuk berkomoni kasi, bergaul dan dorongan untuk menyatakanperasaan pada pihaklain. Dorongan tersebut ahirnya manusia mangadakan kerja sama untuk menghadapi ancaman-ancaman dan untuk mencapai tujuannya.112
Akhirnya terbentuklah kelompok manusia atas dasar ikatan tertentu yang melahirkan marga, suku, ikatan-ikatan formal yang disebut organisasi (Gessellschaft). Secara tradisional banyak orang melihat organisasi hanya sekedar struktur tugas dan wewenang, sehingga organisasi kurang efektif.
Menurut pandangan modern organisasi merupakan suatu system, yang hal ini system dapat diartikan dua hal :113
1. Sebagai suatu tatanan dari berbagai unsur, bagian atau sub system yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri akan tetapi saling berkaitan dan saling bergantung secara menyeluruh kesatuan itu dapat berfungsi mencapai tujuannya.
2. Sebagai rangkaian prosedur dan metode kerja untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan tertentu. Prosedur adalah tahapan -tahapan pelaksanaan kerja yang tersusun menurut urutan tertentu, sedangkan metode cara yang lebih teknis dalam menyelesaikan pekerjaan pada tiap tahap prosedur.
Prinsip dalam manajemen adalah suatu aturan umum yang harus diikuti bila suatu kegiatan ingin mendapatkan hasil yang baik. Prinsip tidak bisa diatikan sebagai hukum atau dalil, karena dalil atau hukum suatu ilmu yang tidak bisa dirubah dan harus dilaksanakan. Dalil dan hokum dapat berlaku di mana–mana Seperti hukum Phytagoras, dan Archimedes dapat berlaku di Eropah tapi juga berlaku di Indonesia.Prinsip bergantung kepada
112 Ibid. Hlm. 16
113 Kartini, K. Psikologi Sosial dan Manajemen . Perusahaan dan Industri, (Jakarta: CV Rajawali, 1985), hlm. 21
situasi dan kondisi sehingga dapat berubah. Prinsip manajemen yang berlaku di Prancis belum tentu berlaku di Indonesia demikian juga sebaliknya.114
1. Maksud dilakukannya hubungan kerja
a. Membangkitkan kesadaran pada setiap orang dan setiap manajer bahwa kedudukan, fungsi dan pekerjannya berkaitan dengan pihak lain/ tidak lepas dari pihak lain
b. Mengembangkan sikap saling pengertian, semanagt persatuan dalam mengemban tugas, karena disadari atau tidak tugas yang diembannya merupakan bagian dari tugas lainnya yang lebih besar 2. Tujuan Hubungan Kerja.
Tujuan Hubungan Kerja dalam organisasi adalah terciptnya kemudahan serta kelancaran dalam pelaksanaan tugas setiap orang atausetiap unit karena adanya kesadaran atau semangat untuk saling membantu
3. Prinsip-Prinsip Hubungan Kerja
a. Spesialisasi tugas dan kerja setiap orang/pihak harus jelas sehingga dengan sendirinya mereka akan mengetahui dengan siapa harus berhubungan dan saling membantu.
b. Saling pengertian, semanhgat kerja sama dan disiplin aturan sangat diperlukan dalam mewujudkan keberhasilan yang diharapkan dari hubungan kerja.
114 Ateng Syafruddin,. Pengaturan Koordinasi di Pemerintahan Daerah. (Bandung: Cipta, 1993), hlm. 45.
Dari pembahasan tentang pengertian konsep koordinasi dan pengertian hubungan kerja dapat dijadikan bekal untuk melakukan kegiatan koordinasi namun sangat diperlukan hubungan kedua tersebut diatas, sebagai berikut.
1. Harus berpegang pada wewenang formal dan pedoman atau petunjuk untuk pelaksanaannya.
2. Koordinasi dimulai sejak dini sejak perumusan masalah, ditentukan bentuk yang akan digunakan dan memperhatikan faktor -faktor yang mempengaruhi terciptanya koordinasi
3. Koordinasi harus dilakukan terus menerus dan harus terjadi adanya komunikasi timbul balik.
Koordinasi dan hubungan kerja timbul dan sangat dibutuhkan sebagai konsekwensi adanya upaya untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien melalui pembagian tugas. Tujuan koordinasi dan hubungan kerja adalah terwujudnya keterpaduan ,keserasian dan keselarasan kegiatan -kegiatan seluruh unit beserta komponen-komponen yang berkaitan dengan pencapaian sasaran dan tujuan organisasi. Lebih rinci dapat diuaraikan bahwa koordinasi dan hubungan kerja mempunyai tujuan-tujuan sebagai berikut :115
1. Terwujudnya keterpaduan dan meningkatkan kerjasama antara atasan dan bawahan, dan antar semua anggota organisasi
2. Bersikap tanggap terhadap setiap informasi yang diterima dan menolak terhadap semua masalah yang dihadapi.
3. Meningkatkan partisipasi dalam merumuskan kebijaksanaan dalamruang lingkup tugasnya.
4. Menciptakan kondisi organisasi yang le bih baik
115 Kartini. K, Op.cit. hlm 44
5. Meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktifitas yang tinggi.
6. Memperbaiki kekurangan dan memberikan perhatian kepada individu daan kelompok organisasi
7. Mengitegrasikan tercapainya tujuan pribadi dan organisasi.
B. Urgensi Koordinasi dalam Penyidikan Tindak Pidana Keimigrasian