BAB IV. PERKEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN
C. TRANSAKSI TUNAI
Pada triwulan I 2008, perkembangan transaksi tunai antara perbankan dan Bank Pada triwulan I 2008, perkembangan transaksi tunai antara perbankan dan BankPada triwulan I 2008, perkembangan transaksi tunai antara perbankan dan Bank Pada triwulan I 2008, perkembangan transaksi tunai antara perbankan dan Bank Pada triwulan I 2008, perkembangan transaksi tunai antara perbankan dan Bank Indonesia dibandingkan dengan transaksi pada triwulan sebelumnya menurun Indonesia dibandingkan dengan transaksi pada triwulan sebelumnya menurunIndonesia dibandingkan dengan transaksi pada triwulan sebelumnya menurun Indonesia dibandingkan dengan transaksi pada triwulan sebelumnya menurun Indonesia dibandingkan dengan transaksi pada triwulan sebelumnya menurun. Dari sisi uang yang keluar, faktor yang mempengaruhi penurunan transaksi tunai antara perbankan dengan Bank Indonesia adalah berkurangnya kebutuhan tunai masyarakat berbarengan dengan berakhirnya perayaan hari besar keagamaan dan berkurangnya libur panjang. Selain itu juga dipengaruhi oleh meningkatnya transaksi non tunai. Transaksi tunai masyarakat sebagian besar dapat dipenuhi dana bank. Hal ini menyebabkan permintaan dana tunai dari bank ke Bank Indonesia turun, sebagaimana tercermin pada penurunan transaksi out flow. Dari sisi inflow, penurunan transaksi tunai selain dipengaruhi oleh peningkatan transaksi non tunai juga dipengaruhi antara lain oleh adanya ketentuan penyetoran uang kartal ke Bank Indonesia yang hanya diperuntukan untuk uang yang tidak layak edar (UTLE).
Di triwulan laporan tersebut, rata-rata harian transaksi Di triwulan laporan tersebut, rata-rata harian transaksi Di triwulan laporan tersebut, rata-rata harian transaksi Di triwulan laporan tersebut, rata-rata harian transaksi
Di triwulan laporan tersebut, rata-rata harian transaksi inflowinflowinflowinflow turun dan inflow turun dan turun dan turun dan outflow turun dan outflowoutflowoutflowoutflow mengalami penurunan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan terjadinya mengalami penurunan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan terjadinya mengalami penurunan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan terjadinya mengalami penurunan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan terjadinya mengalami penurunan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan terjadinya netnetnetnetnet inflow
inflowinflow inflow
inflow (Grafik IV. 3 - 4) (Grafik IV. 3 - 4) (Grafik IV. 3 - 4) (Grafik IV. 3 - 4). Rata-rata harian uang yang masuk ke Bank Indonesia (Grafik IV. 3 - 4) pada triwulan I 2008 sebesar Rp 182,2 miliar, dan pada saat yang bersamaan rata-rata harian uang yang keluar hanya sebesar Rp 163,1 miliar sehingga secara harian rata-rata terjadi net inflow sebesar Rp 19,0 miliar. Jumlah rata-rata net inflow harian di triwulan I 2008 tersebut baru sekali terjadi dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.
Secara umum, penurunan kegiatan transaksi tunai antara Bank Indonesia dengan Secara umum, penurunan kegiatan transaksi tunai antara Bank Indonesia dengan Secara umum, penurunan kegiatan transaksi tunai antara Bank Indonesia dengan Secara umum, penurunan kegiatan transaksi tunai antara Bank Indonesia dengan Secara umum, penurunan kegiatan transaksi tunai antara Bank Indonesia dengan perbankan dan disisi lain terjadinya peningkatan transaksi non tunai merupakan perbankan dan disisi lain terjadinya peningkatan transaksi non tunai merupakan perbankan dan disisi lain terjadinya peningkatan transaksi non tunai merupakan perbankan dan disisi lain terjadinya peningkatan transaksi non tunai merupakan perbankan dan disisi lain terjadinya peningkatan transaksi non tunai merupakan kondisi yang dikehendaki.
kondisi yang dikehendaki. kondisi yang dikehendaki. kondisi yang dikehendaki.
kondisi yang dikehendaki. Dengan meningkatnya penggunaan transaksi non tunai menunjukkan bahwa upaya Bank Indonesia untuk mendorong masyarakat lebih banyak melakukan transaksi non tunai (less cash society/LCS) yang lebih efisien dan aman ternyata dapat berjalan dengan baik. Peningkatan penggunaan transaksi non tunai tersebut juga dapat dijadikan sebagai cerminan kemajuan suatu daerah ataupun negara, terutama dalam hal menilai efisiensi dan intensitas aktifitas perekonomian. Sementara itu, dari sisi bank Indonesia, dengan meningkatnya penggunaan transaksi non tunai, maka biaya pencetakan uang dan biaya logistik pengedaran uang dapat ditekan.
Grafik IV.3
Rata-rata Harian Arus Uang Tunai BI Jakarta
Grafik IV.4
Net Arus Uang Tunai BI Jakarta
Terkait dengan kebijakan sistem pembayaran tunai, maka sejak triwulan II-2006 Terkait dengan kebijakan sistem pembayaran tunai, maka sejak triwulan II-2006 Terkait dengan kebijakan sistem pembayaran tunai, maka sejak triwulan II-2006 Terkait dengan kebijakan sistem pembayaran tunai, maka sejak triwulan II-2006 Terkait dengan kebijakan sistem pembayaran tunai, maka sejak triwulan II-2006 Bank Indonesia menerapkan uji coba ketentuan setoran bayar bagi perbankan di Bank Indonesia menerapkan uji coba ketentuan setoran bayar bagi perbankan di Bank Indonesia menerapkan uji coba ketentuan setoran bayar bagi perbankan di Bank Indonesia menerapkan uji coba ketentuan setoran bayar bagi perbankan di Bank Indonesia menerapkan uji coba ketentuan setoran bayar bagi perbankan di wilayah KBI dan Kantor Pusat, yaitu penyetoran uang kartal ke Bank Indonesia wilayah KBI dan Kantor Pusat, yaitu penyetoran uang kartal ke Bank Indonesia wilayah KBI dan Kantor Pusat, yaitu penyetoran uang kartal ke Bank Indonesia wilayah KBI dan Kantor Pusat, yaitu penyetoran uang kartal ke Bank Indonesia wilayah KBI dan Kantor Pusat, yaitu penyetoran uang kartal ke Bank Indonesia hanya untuk uang yang tidak layak edar (UTLE).
hanya untuk uang yang tidak layak edar (UTLE). hanya untuk uang yang tidak layak edar (UTLE). hanya untuk uang yang tidak layak edar (UTLE).
hanya untuk uang yang tidak layak edar (UTLE). Uji coba penerapan ketentuan ini telah menyebabkan turunnya jumlah aliran uang baik inflow ataupun outflow di Kantor Pusat. Perkembangan penyelesaian transaksi tunai antar BI dan Perbankan secara tahunan menunjukkan jumlah yang menurun.
Sementara itu, walaupun hubungan antara transaksi tunai antara Bank Indonesia Sementara itu, walaupun hubungan antara transaksi tunai antara Bank Indonesia Sementara itu, walaupun hubungan antara transaksi tunai antara Bank Indonesia Sementara itu, walaupun hubungan antara transaksi tunai antara Bank Indonesia Sementara itu, walaupun hubungan antara transaksi tunai antara Bank Indonesia dengan perbankan dikaitkan dengan temuan uang palsu belum diteliti, namun dengan perbankan dikaitkan dengan temuan uang palsu belum diteliti, namun dengan perbankan dikaitkan dengan temuan uang palsu belum diteliti, namun dengan perbankan dikaitkan dengan temuan uang palsu belum diteliti, namun dengan perbankan dikaitkan dengan temuan uang palsu belum diteliti, namun demikian data menunjukkan bahwa rasio temuan uang palsu terhadap uang kertas demikian data menunjukkan bahwa rasio temuan uang palsu terhadap uang kertas demikian data menunjukkan bahwa rasio temuan uang palsu terhadap uang kertas demikian data menunjukkan bahwa rasio temuan uang palsu terhadap uang kertas demikian data menunjukkan bahwa rasio temuan uang palsu terhadap uang kertas yang diedarkan relatif rendah
yang diedarkan relatif rendah yang diedarkan relatif rendah yang diedarkan relatif rendah
yang diedarkan relatif rendah. Rata-rata rasio temuan uang palsu terhadap uang yang diedarkan selama triwulan I 2008 (0,0000014), naik tipis dibandingkan dengan
Rp Milliar/hari 2006 2007 2008 1 2 3 4 1 2 3 4 1 -50 100 150 200 250 300 350 400 450 Outflow Inflow Rp Milliar/hari Net Outflow 2006 2007 2008 1 2 3 4 1 2 3 4 1 (50) -50 100 150 200 250
triwulan sebelumnya (0,0000005). Sedangkan, dilihat per Kantor Koordinator Bank Indonesia, temuan uang palsu yang cukup besar adalah di Kantor Bank Indonesia Pusat dan Kantor Koordinator Bank Indonesia Surabaya. Di Kantor Pusat Bank Indonesia, rata-rata temuan uang palsu selama triwulan I 2008 mencapai 34,41% dari total temuan uang palsu, naik dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (28,81%) namun masih lebih rendah dibandingkan dengan temuan di Kantor Koordinator KBI Surabaya (35,49%). Sementara itu, dibandingkan dengan negara lain, terutama di negara-negara maju, temuan uang palsu di Indonesia termasuk lebih rendah.
Grafik IV.5
Rasio Temuan Uang Palsu Terhadap Uang Diedarkan
Grafik IV.6
Persentasi Uang Palsu di DKI Terhadap Total Uang Palsu
Lembar 0,0000000 0,0000005 0,0000010 0,0000015 0,0000020 0,0000025 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2005 2006 2007 2008
Rasio Uang Palsu Terhadap Uang Diedarkan % 2005 2006 2007 2008 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 0 20 40 60 80 100 KPBI Di Luar KPBI