• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU TOLERANSI INTRA-AGAMA DI SMK KARYA NUGRAHA DAN SMK

TRANSKIP WAWANCARA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 04 Boyolali

Nama : Rini Rahmawati, S. Ag.

Jabatan : Guru Pendidikan Agama Islam (Fiqih/Ibadah) Hari/ tanggal wawancara : Jum’at/ 28 April 2017

Tempat : Ruang QMR

1. Bagaimana persiapan ibu sebelum pembelajaran?

Jawab: iya, kalau untuk persiapannya, setiap guru PAI harus membuat RPP terlebih dahulu mas. Baru ketika rencana pelaksanaan pembelajarannya siap maka akan saya sampaikan kepada para siswa.

2. Bagaimana implementasi pembelajaran PAI disini?

Jawab: untuk implementasi pembelajaran PAInya, disini saya khusus mengajar mata pelajaran Fiqih atau ibadah, jika dalam mapel ini sendiri saya lebih menitik beratkan kepada praktek langsung, sebab berkaitan dengan masalah ibadah. Jadi ketika dikelas saya lebih sering menggunakan metode ceramah terlebih dahulu untuk memberikan gambaran umumnya, baru setelah itu saya akan memberikan contoh tata caranya, kemudian siswa mempraktekkan, jadi tidak hanya teori semata. Ada juga praketek shalat jenazah, contoh shalat jama’ dan qasar.

3. Bagaimana pelaksanaan penilaian di kelas?

Jawab: penilaiannya, hampir sama seperti mapel yang lain, yaitu dengan tertulis, lisan, maupun dengan praktek langsung.

4. Apa saja faktor pendukung dalam implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Agar KBM dapat terselenggara dengan efektif dan efisien)

Jawab: faktor pendukungnya terletak pada siswa itu sendiri, yaitu bagaimana siswa itu bisa fokus ketika mata pelajaran sedang berlangsung. Selain itu juga tersedianya fasilitas pendukung seperti media dan berbagai bahan ajar pada mapel ibadah ini.

5. Apa saja faktor penghambat/ kendala-kendala dalam implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Penghambat KBM)

Jawab: hambatannya, siswa itu sering terlambat datang, jadi ketika siswa itu masuk maka dia sudah tertinggal pelajaran yang sudah saya sampaikan. Selain itu jam pelajaran yang hanya satu jam pelajaran memang kurang leluasa untuk menyampaikan beberapa materi yang sekaligus disertai dengan praktek. 6. Sepengetahuan ibu, siswa disini apakah semuanya NU/Muhammadiyah

semua? atau ada yang lain?

Jawab: siswa disini berasal dari berbagai macam golongan ataupun aliran. Bukan semata-mata yang aliran Muhammadiyah saja. Bahkan siswa non muslimpun ada. Siswa non muslim itu perempuan namanya Suci. Ketika mata pelajaran saya dia juga ikut, bahkan ketika ada tugas untuk menghafalkan, dia juga ikut menghafal. Dia malah termasuk siswi yang cerdas. Walaupun tidak mengerti maksudnya, tetapi mempunyai semangat dalam menghafalkan. Kadang siswa non muslim malah lebih pintar PAI dikelas.

7. Bagaimana menurut ibu jika ada siswa yang menganut paham atau aliran yang berbeda dengan sekolah?

Jawab: Saya tidak masalah, ow iya tentang itu, siswa disini sering ada yang bertanya ketika di kelas. Tentang, bu, kok kami tidak diperbolehkan ikut acara

nyadran, disini saya menjelaskan dasar-dasarnya. Kalau untuk silaturahim masih saya bolehkan. Tetapi kalau untuk alasan yang lain memang saya tidak bolehkan. Selain itu yang berkaitan dengan ibadah shalat tentang niat, bacaan doa iftitah dan lain-lainnya memang sekolah ini harus sesuai dengan majlis tarjih Muhammadiyah. Karena kami berada dibawah organisasi Muhammadiyah.

8. Apakah sekolah mendukung dengan implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama?

Jawab: pihak sekolah juga mendukung, memberikan kelonggaran, dalam implementasinya.

9. Bagaimana persepsi, sikap, dan perilaku berkaitan dengan kelompok/ aliran dalam masalah furu’iyah?

Jawab: tentang masalah furu‘iyah seperti yang saya jelaskan diatas, saya tidak ada masalah sama sekali. selama masalah muamalah tidak ada masalah, kalaupun mau berbeda tidak apa-apa. Yang penting bukan masalah aqidah. Yang tidak boleh itu ketika ada perayaan natal, valentine, yang penting tidak meyakininya.

10.Apa upaya ibu dalam meningkatkan perilaku toleransi intra agama terhadap siswa?

Jawab: dengan menjelaskan secara pelan-pelan. Disini pandai-pandainya guru menjelaskan suatu materi ataupun sebuah masalah.

11.Bagaimana pendapat, sikap, perilaku ibu ketika ada siswa yang melakukan tata cara ibadah yang berbeda?

Jawab: ketika awal masuk kelas satu memang siswa banyak yang protes dan juga bertanya, bu caranya shalat kok berbeda to bu, tidak sama seperti cara shalat saya ketika dirumah. Lah, disitu saya menjelaskan dengan berbagai macam dasar. Walaupun pada awalnya berbeda tapi nanti kalau sudah kelas tiga siswa itu biasanya sudah sadar untuk melaksanakan sesuai dengan yang ada di Muhammadiyah

12.Bagaimana perilaku toleransi intra agama dari sudut pandang ibu?

Jawab: kalau yang berhubungan dengan masalah aqidah apalagi tidak ada tuntunannya saya akan berlaku tegas. Tetapi kalau yang masalah muamalah kami bisa mentoleransi, juga menghargai.

13.Apa harapan tentang toleransi intra agama pada siswa?

Jawab: harapannya siswa sadar dan dapat memiliki sikap, perilaku toleransi 14.Perilaku toleransi intra agama yang telah dilakukan siswa?

Jawab: menghargai temannya yang berbeda, entah itu berbeda agamanya ataupun latar belakang golongannya.

15.Bagaimana Ujian praktek PAI untuk kelas XII?

Jawab:Untuk ujian praktek PAI yang berkaitan dengan ibadah kita menggunakan seperti apa yang ada di Muhammadiyah, bagi siswa yang tidak Muhammadiyah malah bisa hafal kedua-keduanya.

TRANSKIP WAWANCARA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 04 Boyolali

Nama : Ahmad Fauzan, S.Ag.

Jabatan : Guru Pendidikan Agama Islam (Tarikh) Hari/ tanggal wawancara : Sabtu/13 mei 2017

Tempat : Ruang Guru

1. Bagaimana persiapan bapak sebelum pembelajaran?

Jawab: persiapan sebelum mengajar setiap guru membuat RPP dari silabus pembelajaran mas. Ketika RPP sudah dibuat maka pembelajaran yang akan kita sampaikan dikelas dapat terarah tujuan dan evaluasinya.

2. Bagaimana implementasi pembelajaran PAI disini?

Jawab: pembelajaran PAI disini terbagi kedalam 6 jenis mata pelajaran. Enam mata pelajaran itu terdiri dari Al-Qur’an, Ibadah, Akhlaq, Tarikh, Aqidah, dan Ke-Muhammadiyahan yang menjadi mapel khusus. Untuk saya sendiri mengajar mapel tarikh, pembelajaran disini sudah menggunakan K-13. Ruang lingkup materi tarikh sendiri berkisar dari sejarah dakwah Nabi, khulafa urasidin, bani Umayah, dan bani Abbasiah untuk kelas satunya. Selanjutnya untuk kelas duanya yaitu perkembangan Islam di Spanyol, perkembangan Islam zaman pertengahan hingga zaman modern. Untuk kelas tiganya yaitu perkembangan Islam di Indonesia. Metode pembelajaran yang dipergunakan dari ceramah, tanya jawab, hingga siswa browsing materi dengan anggota kelompoknya, sedang untuk media menggunakan Proyektor/LCD.

3. Bagaimana pelaksanaan penilaian di kelas?

Jawab: penilaian menggunakan seperti yang ada di dalam kurikulum 2013. Untuk KKM mapel PAI semua harus dapat mencapai 80, iya, semua harus 80. Mulai dari Tarikh, Aqidah, Akhlaq, Fiqih, Al-Qur‘an, hingga Kemuhammadiyahan.

4. Apa saja faktor pendukung dalam implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Agar KBM dapat terselenggara dengan efektif dan efisien)

Jawab: sebagai faktor pendukungnya, pertama, saya memberikan wawasan yang benar; kedua, membekali siswa dengan wawasan yang benar; ketiga,

memberi pengertian bahwa Islam itu menaungi seluruh alam; keempat, cukup berbeda tidak memaksa.

5. Apa saja faktor penghambat/ kendala-kendala dalam implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Penghambat KBM)

Jawab: sarana prasarana banyak yang rusak (proyektor), disini kebanyakan siswa turahan, siswa yang tidak diterima di sekolah favorit akan lari kesini, jadi bisa dikatan bahwa SDM disini tergolong rendah. Minat belajar kurang atau siswa ber-IQ pas-pasan. Selain itu juga adanya faktor kurangnya minat belajar siswa itu sendiri. Selain itu, dari pemahaman ke-Islaman yang sempit dari keluarga atau lingkungan yang berbeda yang pernah didapat kurang bisa bersikap (masih menonjolkan egonya). Masih berpegang yang dilakukan tempat tinggalnya. Tidak langsung bisa menerima adanya perbedaan. Tradisi-tradisi tempat tinggal kalau kelas X masih ditolerir kalau sudah kelas tinggi maka harus diingatkan.

6. Sepengetahuan bapak/ibu, siswa disini apakah semuanya NU/Muhammadiyah semua? atau ada yang lain?

Jawab: untuk siswanya sendiri, sekolah ini walaupun dibawah organisasi Muhammadiyah akan tetapi tidak hanya siswa yang berasal dari Muhammadiyah saja. Tetapi siswanya ada yang berasal dari berbagai macam aliran maupun organisasi yang berkembang selama ini. Selain itu ada juga siswa yang non muslim, bahkan ada juga yang sudah masuk kedalam agama Islam. Siswa yang menjadi Muslim telah didiskusikan dengan dengan orang tuanya terlebih dahulu. Jadi sama sekali tidak ada paksaan dari pihak kami. 7. Bagaimana menurut bapak jika ada siswa yang menganut paham atau aliran

yang berbeda dengan sekolah?

Jawab: secara pribadi saya tidak masalah.

8. Apakah sekolah mendukung dengan implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama?

Jawab: sekolah sangatlah mendukung, memberikan kelonggaran, dalam implementasinya. Sekolah kami tidak menonjolkan, dan lebih membiarkan kepada siswa untuk berpikir sendiri, tanpa adanya paksaan dari sekolah. 9. Bagaimana persepsi, sikap, dan perilaku berkaitan dengan kelompok/aliran

dalam masalah furu’iyah?

Jawab: dalam masalah furu‘yah saya tidak pernah memaksakan kepada siswa. Misalnya ketika disini dilaksanakan shalat jum‘at dengan 1 adzan, kalaupun ada siswa yang berpaham dua adzan kami tidak memaksa untuk menggunakan seperti apa yang kita gunakan. Kami memberikan kebebasan kepada siswa.

Siswa juga boleh shalat jum‘at diluar sekolah, asal nanti kembali lagi

kesekolah, setelah selesai menunaikan shalat jum‘at. Sebab setelah shalat

jum‘at masih ada pelajaran dan juga absensi.

10.Apa upaya bapak dalam meningkatkan perilaku toleransi intra agama terhadap siswa?

Jawab: Kami lebih membiarkan, memberikan pendekatan. Memberikan wawasan yang benar. Membekali siswa dengan wawasan yang luas, yang lebih mengarah untuk menaungi semuanya seluruh alam. Cukup berbeda tidak memaksa.

11.Bagaimana pendapat, sikap, perilaku bapak ketika ada siswa yang melakukan tata cara ibadah yang berbeda?

Jawab: kalau saya sendiri tidak ada masalah dengan adanya perbedaan cara beribadah, toh, semuanya mempunyai dasar dan landasan sendiri-sendiri yang dijadikan sebagai pedoman.

12.Bagaimana perilaku toleransi intra agama dari sudut pandang bapak?

Jawab: menghargai, menghormati adanya perbedaan diantara sesama umat Islam. Sekarang walaupun Muhammadiyah dia juga ikut tahlilan dan yasinan. 13.Apa harapan tentang toleransi intra agama pada siswa?

Jawab: harapannya siswa sadar dan dapat memiliki sikap, perilaku toleransi 14.Perilaku toleransi intra agama yang telah dilakukan siswa?

TRANSKIP WAWANCARA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 04 Boyolali

Nama : Fintin Ariyani, S.Pd.I

Jabatan : Guru Pendidikan Agama Islam (Al-Qur‘an) Hari/ tanggal wawancara : Jum’at/ 28 April 2017

Tempat : Ruang QMR

1. Bagaimana persiapan ibu sebelum pembelajaran?

Jawab: persiapan sebelum pembelajaran, setiap awal semester saya mempersiapkannya dengan membuat rencana pelakasanaan pembelajaran (RPP) mas.

2. Bagaimana implementasi pembelajaran PAI disini?

Jawab: pembelajaran pada mata pelajaran Al-Qur‘an, dengan cara membaca setiap siswa utamanya harus dapat membaca Al-Qur‘an. Ketika membaca Al-Qur‘an ini dimulai dari siswa yang bisa membaca terlebih dahulu, baru setelah itu bagi yang belum bisa membaca. Selanjutnya, saya masuk pada tajwid, juga mencari hukum bacaan yang ada didalam ayat yang sedang dipelajari. Baru setelah itu dijelaskan kandungannya. Untuk metode yang saya pakai, mulai dari diskusi, tanya jawab, kartu, hafalan Al-Qur‘an dan Hadis, jigsaw dan presentasi dengan media pembelajaran tampilan slide. Selain itu bagi siswa yang belum dapat membaca Al-Qur‘an dibimbing temannya dalam membaca

Al-Qur‘an.

3. Bagaimana pelaksanaan penilaian di kelas?

Jawab: penilaiannya sama dengan mapel lainnya, hanya saja di sekolah ini ada tambahan hafalan untuk siswa pada setiap jenjangnya. Untuk kelas X harus hafal bacaan salat; kelas XI bacaan salat ditambah arti; kelas XII hafal surat pendek.

4. Apa saja faktor pendukung dalam implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Agar KBM dapat terselenggara dengan efektif dan efisien)

Jawab: faktor pendukungnya lebih kepada motivasi dari siswa itu sendiri untuk maju.

5. Apa saja faktor penghambat/ kendala-kendala dalam implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Penghambat KBM)

Jawab: pertama, rasa malu dari siswa itu sendiri, sikap siswa tidak mau berterus terang kalau dia belum bisa membaca Al-Qur‘an; kedua, keterbatasan waktu, setiap guru mempunyai jam mengajar dan penyampaian yang berbeda-beda dikarenakan untuk mata pelajaran PAI, khususnya materi Al-Qur‘an yang hanya 1 jam mata pelajaran dalam artian faktor keterbatasan waktu juga mas.

6. Sepengetahuan bapak/ibu, siswa disini apakah semuanya NU/Muhammadiyah semua? atau ada yang lain? Kalaupun ada prosentasenya bekisar berapa? Jawab: siswa disini disini tidak semuanya Muhammadiyah, akan tetapi setiap siswa menyesuaikan dengan Muhammadiyah.

7. Bagaimana menurut bapak jika ada siswa yang menganut paham atau aliran yang berbeda dengan sekolah?

Jawab: saya sendiri tidak mempermasalahkan dengan hal tersebut, semua terserah dari siswa.

8. Apakah sekolah mendukung dengan implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama?

Jawab: sekolah juga mendukung, tidak ada paksaan kepada siswa.

9. Bagaimana persepsi, sikap, dan perilaku berkaitan dengan kelompok/aliran dalam masalah furu’iyah?

Jawab: disamakan bacaan ketika pembelajaran, kalau diluar KBM bebas. 10.Apa upaya ibu dalam meningkatkan perilaku toleransi intra agama terhadap

siswa?

Jawab: pertama, dengan memberikan dalil-dalil yang sesuai dari suatu masalah, memberikan berbagai alternatif pilihan kepada siswa, kedua,

11.Bagaimana pendapat, sikap, perilaku ibu ketika ada siswa yang melakukan tata cara ibadah yang berbeda?

Jawab: ketika disekolah sama seperti yang berlaku di sekolah ini, untuk dirumah siswa bebas.

12.Bagaimana perilaku toleransi intra agama dari sudut pandang bapak?

Jawab: sah-sah saja dalam keberagaman, memang diciptakan berbeda-beda. Kalau masalah aqidah tidak bisa ditoleransi.

13.Apa harapan ibu tentang toleransi intra agama pada siswa?

TRANSKIP WAWANCARA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 04 Boyolali

Nama : Shiroth Amin, S.Pd.I

Jabatan : Guru Pendidikan Agama Islam (Akhlaq) Hari/ tanggal wawancara : Jum’at/ 28 April 2017

Tempat : Ruang QMR

1. Bagaimana persiapan bapak sebelum pembelajaran?

Jawab: persiapannya menyiapkan media pembelajaran yang sebelumnya telah dicantumkan didalam RPP yang telah dibuat.

2. Bagaimana implementasi pembelajaran PAI disini?

Jawab: pembelajaran menggunakan k-13, pada jam pertama doa dilanjutkan bacaan shalat semua kelas, doa belajar (roditubillah) kemudian dibuka dengan salam, presensi, penyampaian materi, metode belajar kelompok, anak diberikan materi untuk di diskusikan, selesai ditutup. Selain itu walaupun menggunakan k-13 akan tetapi materi pembelajarannya sama seperti pada KTSP, jadi k-13 yang dikaitkan dengan KTSP.

3. Bagaimana pelaksanaan penilaian di kelas?

Jawab: penilaian menggunakan sistem lisan, tertulis, dan penilaian sikap. 4. Apa saja faktor pendukung dalam implementasi pembelajaran PAI untuk

meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Agar KBM dapat terselenggara dengan efektif dan efisien)

Jawab: pertama, tersedianya media dan sumber pembelajaran yang memadai,

kedua, sikap siswa dalam menerima pembelajaran itu sendiri.

5. Apa saja faktor penghambat/ kendala-kendala dalam implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Penghambat KBM)

Jawab: pertama, ketidak pedualian dari siswa atau masa bodoh; kedua, siswa malas dalam belajar.

6. Sepengetahuan bapak/ibu, siswa disini apakah semuanya NU/Muhammadiyah semua? atau ada yang lain?

Jawab: campur, ada yang berlatar belakang dari SMP Muhammadiyah, kalau dibuat prosentase 80% dan 20% banyak yang dari non Muhammadiyah. 7. Bagaimana menurut bapak jika ada siswa yang menganut paham atau aliran

yang berbeda dengan sekolah?

Jawab: Saya tidak masalah dengan adanya paham atau aliran yang ada selama ini, selama masih Islam.

8. Apakah sekolah mendukung dengan implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama?

Jawab: sekolah sangat mendukung sekali.

9. Bagaimana persepsi, sikap, dan perilaku berkaitan dengan kelompok/aliran dalam masalah furu’iyah?

Jawab: biarkan, selama tidak mengganggu dan tidak memecah belah, kan pada dasarnya sama.

10.Apa upaya bapak dalam meningkatkan perilaku toleransi intra agama terhadap siswa?

Jawab: memberikan penjelasan kepada siswa, tentang perbedaan-perbedaan yang ada.

11.Bagaimana pendapat, sikap, perilaku bapak ketika ada siswa yang melakukan tata cara ibadah yang berbeda?

Jawab: memberikan penjelasan seperti yang berlaku disini.

12.Bagaimana perilaku toleransi intra agama dari sudut pandang bapak?

Jawab: saya menghormati dan menghargai dalam hal perbedaan beragama. 13.Apa harapan bapak tentang toleransi intra agama pada siswa?

Jawab: harapannya siswa sadar dan peduli.

14.Perilaku toleransi intra agama yang telah dilakukan siswa? Jawab: menerima dan bertoleransi kepada yang lainnya

TRANSKIP WAWANCARA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 04 Boyolali

Nama : Mulyono, S.Pd.I

Jabatan : Guru Pendidikan Agama Islam (Aqidah) Hari/ tanggal wawancara : Jum’at/ 28 April 2017

Tempat : Ruang Guru

1. Bagaimana persiapan bapak sebelum pembelajaran?

Jawab: mempersiapkan perangkat pembelajaran, dari silabus, RPP, sumber belajar, medianya serta hal-hal yang dapat mendukung dalam proses pembelajaran.

2. Bagaimana implementasi pembelajaran PAI disini?

Jawab: disini dalam menyampaikan pembelajaran PAInya memang harus memakai dari buku himpunan putusan Muhammadiyah, selain buku ajar seperti yang dipakai oleh siswa.

3. Bagaimana pelaksanaan penilaian di kelas?

Jawab: untuk penilaiannya menggunakan penilaian tertulis, lisan dan yang paling utama adalah menggunakan penilaian sikap terhadap siswa.

4. Apa saja faktor pendukung dalam implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Agar KBM dapat terselenggara dengan efektif dan efisien)

Jawab: pertama, sadar bahwa kita adalah satu aqidah, yaitu aqidah Islam;

kedua, memahami secara komprehensif; ketiga, kita harus paham betul bahwa kita adalah seorang pendakwah, dalam artian seseorang tidak bisa merasa paling benar;keempat, menyampaikan secara terbuka tanpa menutup-nutupi. 5. Apa saja faktor penghambat/ kendala-kendala dalam implementasi

pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama? (Penghambat KBM)

Jawab: Pertama, dalam diri sudah di doktrin kalau yang saya pahami adalah yang paling benar; kedua, menutup dari penjelasan atau ilmu, padahal itu benar atau mempunyai dasar; ketiga, kurangnya pemahaman siswa atau ilmu

agama atau lebih-lebih ilmu yang kaitannya dengan dasar khilafiyah;

keempat, faktor dalam masyarakat (adanya pengajian-pengajian itu yang paling benar itu yang membuat sulit); kelima, karena fanatik terhadap kelompok yang diikuti (dikasih tahu juga tidak mau).

6. Sepengetahuan bapak, siswa disini apakah semuanya NU/Muhammadiyah semua? atau ada yang lain?

Jawab: siswa disini berasal dari berbagai macam golongan, lebih tepatnya campuran, bermacam-macam. Saya tidak pernah membeda-bedakan latar belakang dari siswa itu sendiri.

7. Bagaimana menurut bapak jika ada siswa yang menganut paham atau aliran yang berbeda dengan sekolah?

Jawab: Kalaupun siswa menganut paham atau aliran yang berbeda saya pribadi tidak ada masalah dengan hal-hal yang berkaitan dengan masalah perbedaan yang berkembang di masyarakat.

8. Apakah sekolah mendukung dengan implementasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan perilaku toleransi intra agama?

Jawab: pihak sekolah juga mendukung, memberikan pengarahan lewat para bapak ibu guru dengan memberikan penjelasan kepada para siswa tentang hal-hal yang berkaitan dalam masalah khilafiyah dalam agama Islam.

9. Bagaimana persepsi, sikap, dan perilaku berkaitan dengan kelompok/aliran dalam masalah furu’iyah?

Jawab: Ketika sedang menyampaikan hal-hal yang merusak keimanan saya terangkan dengan pelan-pelan, kita cari dahulu akar masalahnya dengan dalil, kita sampaikan tidak dengan menyalahkan, juga kita sampaikan dengan hikmah, dengan pelan-pelan dengan dukungan hadis yang ada.

10.Apa upaya ibu dalam meningkatkan perilaku toleransi intra agama terhadap siswa?

Jawab: dengan memberikan penjelasan kepada para siswa secara terbuka, kita berikan berbagai macam hadis atau dalil yang erat kaitannya dengan masalah tersebut.

11.Bagaimana pendapat, sikap, perilaku bapak ketika ada siswa yang melakukan tata cara ibadah yang berbeda?

Jawab: kalau disekolah harus menyesuaikan dengan aturan yang ada di dalam sekolah ini, jika siswa itu sudah sampai dirumah mau memakai seperti apa yang ada di keluarganya saya tidak menyalahkan.

12.Bagaimana perilaku toleransi intra agama dari sudut pandang bapak?

Jawab: memahami, menghormati serta tidak menyalahkan apa yang menjadi keyakinan dari orang lain.

13.Apa harapan bapak tentang toleransi intra agama pada siswa?

Jawab: harapan ya, semoga siswa mempunyai perilaku toleransi ketika bertemu dengan suatu masalah-masalah khilafiyah maupun dalam hal furu‘iyah.

14.Perilaku toleransi intra agama yang telah dilakukan siswa?

Jawab: sepengetahuan saya siswa disini saling menghormati dan menghargai terhadap temannya yang berbeda, bahkan kepada yang non muslimpun.

15.Bagaimana Ujian praktek PAI untuk kelas XII?

Jawab: Untuk ujian praktek PAI yang berkaitan dengan ibadah kita menggunakan seperti apa yang ada di Muhammadiyah, mengikuti Muhammadiyah.

TRANSKIP WAWANCARA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nama Sekolah : SMK Muhammadiyah 04 Boyolali

Nama : Dwi Astanta, S.Ag.

Jabatan : Guru Kemuhammadiyahan

Hari/ tanggal wawancara : Senin/ 15 Mei 2017

Tempat : Ruang QMR

1. Bagaimana persiapan bapak sebelum pembelajaran?