• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.2. Pemilihan Model Estimasi

5.1.3.4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Aukorelasi ini timbul pada data yang bersifat time series. Uji autokorelasi dalam penelitian ini menggunakan Breuch-Godfrey Test.

Berdasarkan Lampiran 3, hasil uji autokorelasi menunjukkan nilai Prob >

Chi2 sebesar 0,3647 > α=0,05, hal ini menunjukkan tidak ada masalah autokorelasi.

5.1.4. Uji Hipotesis

Pada uji hipotesis akan dilakukan uji koefisien determinasi (R2), uji F, dan uji t. Nilai-nilai statistik dari koefisien determinasi, uji F, dan uji t disajikan pada Tabel 5.2. setelah melakukan regresi dengan menambahkan opsi robust untuk mengatasi masalah heterokedastisitas.

Tabel 5.2. Uji Hipotesis Profit Growth Coef. St.Err. P-Value

CR -0.282 0.102 0.007

DAR -3.909 1.134 0.001

ITO 0.047 0.040 0.237

Sales Growth 0.045 0.068 0.504

Constant 2.455 0.875 0.006

Number of obs 110

R-squared 0.3442

Prob > F 0.0007

Sumber : Hasil olah software Stata 16, 2020 5.1.4.1. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Berdasarkan Tabel 5.2. menunjukkan bahwa nilai R-Squared sebesar 0,3442 atau 34,42% yang artinya variabel Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Inventory Turnover, dan Sales Growth secara simultan dapat menjelaskan Profit Growth sebesar 34,42 %, sisanya sebear 65,58% dijelaskan oleh faktor-faktor lain.

5.1.4.2. Uji F (Uji Simultan)

Berdasarkan Uji F pada Tabel 5.2., nilai Prob. (F-statistics) yakni sebesar 0,0007 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen, yakni Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Inventory, dan Sales Growth secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Profit Growth.

5.1.4.3.Uji t (Uji Parsial)

Berdasarkan uji t pada Tabel 5.2., diperoleh persamaan regresi data panel sebagai berikut.

𝑌𝑡−1 = 2,45 − 0,28𝐶𝑅 − 3,91𝐷𝐴𝑅 + 0,05𝐼𝑇𝑂 + 0,05𝑆𝑎𝑙𝑒𝑠𝐺𝑟𝑜𝑤𝑡ℎ + 𝑒

Pada persamaan tersebut diketahui nilai koefisien regresi dari variabel Current Ratio adalah -0,28 dan nilai Prob. adalah 0,007, yakni < tingkat signifikansi 0,05, nilai koefisien regresi dari variabel Debt to Asset Ratio adalah -3,91dan nilai Prob. Adalah 0,001, yakni < tingkat signifikansi 0,05, nilai koefisien dari variabel Inventory Turnover adalah 0,05 dan nilai Prob. adalah 0,237, nilai koefisien regresi dari variabel Sales Growth adalah 0,05 dan nilai Prob. adalah 0,504, yakni > tingkat signifikansi 0,05 dapat disimpulkan bahwa variabel CR (Current Ratio) & DAR (Debt to Asset Ratio) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profit Growth sedangkan variabel ITO (Inventory Turnover) & Sales Growth positif namun tidak signifikan.

5.1.5. Uji Regresi Variabel Moderating

Uji regresi variabel moderating pada penelitian ini menggunakan uji interaksi yang bertujuan untuk mengetahui apakah ukuran perusahaan (firm size) dapat memoderasi pengaruh Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Inventory Turnover, dan Sales Growth terhadap Profit Growth. Berikut ini adalah tabel hasil dari analisis variabel moderating dengan metode uji interaksi :

Tabel 5.3. Uji Signifikansi Variabel Moderating

Profit Growth Coef. St.Err. P-Value

CR 0.668 0.601 0.268

DAR -10.28 2.722 0.000

ITO 0.096 0.217 0.659

Sales Growth 8.341 4.789 0.085

CR*Firm Size -0.065 0.046 0.164

DAR*Firm Size 0.455 0.160 0.006

ITO*Firm Size -0.004 0.015 0.784

Sales Growth*Firm Size -0.556 0.320 0.085

Constant 2.323 0.878 0.009

Number of obs 110

R-squared 0.3856

Prob > F 0.0000

Sumber : Hasil olah software Stata 16, 2020

Berdasarkan Tabel 5.3. hasil uji signifikansi variabel moderating dapat disimpulkan sebagai berikut: nilai probabilitas pada pengaruh crxfirmsize terhadap Profit Growth sebesar 0,164 > significant alpha (5% atau 0,05). Diketahui nilai probabilitas pada pengaruh darxfirmsize terhadap Profit Growth sebesar 0,006 <

significant alpha (5%) dan nilai koefisiennya positif sebesar 0,46. Diketahui nilai probabilitas pada pengaruh itoxfirmsize terhadap Profit Growth sebesar 0,784 >

significant alpha (5% atau 0,05). Diketahui nilai probabilitas pada pengaruh itoxfirmsize terhadap Profit Growth sebesar 0,085 > significant alpha (5%).

Hal ini dapat disimpulkan bahwa firm size dapat memperkuat hubungan antara Debt to Asset Ratio terhadap Profit Growth namun firm size tidak mampu memoderasi pengaruh Current Ratio, Inventory Turnover, dan Sales Growth tehadap Profit Growth.

5.2. Pembahasan

5.2.1. Pengaruh Current Ratio Terhadap Profit Growth

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Current Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profit Growth. Hal ini menunjukkan bahwa Current Ratio yang tinggi belum tentu memberikan dampak yang positif bagi profit growth perusahaan, sebab semakin tinggi Current Ratio, semakin rendah pertumbuhan laba dari waktu ke waktu. Akan tetapi, Current Ratio yang tinggi bisa saja disebabkan karena kurang efektifnya manajemen memamfaatkan aktiva produktif seperti kas, persediaan dan piutang, dimana perusahaan memegang uang kas dalam jumlah besar, menumpuknya persediaan di gudang, atau tingginya piutang usaha yang dapat menimbulkan biaya bagi perusahaan (Hery, 2017).

Umobong (2015) menyatakan pernyataan ini sinkron dengan pengamatan Eljelly (2004) yang mengklaim bahwa hubungan antara likuiditas dan pertumbuhan laba adalah negatif. Persediaan adalah kunci elemen dari aset lancar perusahaan. Walaupun persediaan tidak mudah di konversi ke kas karena terikat dengan kekuatan permintaan dan penawaran. Tingkat persediaan dan piutang yang tinggi bisa menjadi indikasi kendala kas.

Berdasarkan data penelitian, diketahui bahwa peningkatan Current Ratio dari tahun ke tahun didorong oleh peningkatan persediaan yang yang memiliki porsi terbesar dalam komponen current asset. Dalam laporan keuangan perusahaan makanan dan minuman, persediaan terdiri dari persediaan bahan baku, bahan pembantu, bahan suku cadang, bahan kemasan, barang dalam proses, barang jadi (finished goods) dan lainnya. Bila dilihat dari jenisnya, perusahaan makanan dan minuman memerlukan banyak persediaan bahan baku dan persediaan lainnya yang mendukung untuk diolah menjadi barang jadi (finished goods). Persediaan merupakan aset yang dianggap paling tidak likuid diantara

akun-akun dalam current asset. Persediaan memerlukan tahapan yang cukup panjang untuk dijadikan kas, karena harus diproses lagi menjadi finished goods yang siap untuk dijual. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa peningkatan likuiditas menyebabkan adanya peningkatan biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan makanan dan minuman untuk memproses bahan baku dan persediaan lainnya sehingga berakibat pada penurunan laba. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh AWS, Surtikanti, &

Darmansyah (2018), Simamora M. (2018) serta Umobong (2015).

5.2.2. Pengaruh Debt to Asset Ratio Terhadap Profit Growth

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Debt to Asset Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profit Growth. Erdoğana, Erdoğanb, & Ömürbekc (2015) dalam penelitiannya menyatakan rasio leverage memberikan kesimpulan akan tingkat hutang suatu perusahaan dan menentukan jumlah aset perusahaan yang dibiayai oleh pihak eksternal. Rasio Debt to Asset Ratio yang tinggi dapat dianggap sebagai indikasi risiko yang lebih tinggi dalam kebijakan pembiayan perusahaan. Dengan demikian, berbagai pelaku yang terkait dengan perusahaan seperti kreditur/pemberi pinjaman, suppliers, dsbnya dapat menilai bahwa perusahaan mengalami risiko kesulitan keuangan yang tinggi. Penghakiman ini dapat menciptakan lingkungan yang dapat menghalangi kegiatan bisnis yang dapat memicu penurunan laba.

Dalam penelitian Sudana (2011) menyatakan bahwa semakin besar rasio DAR maka penggunaan hutang dalam membiayai investasi pada aktiva semakin besar dan risiko keuangan semakin meningkat. Hal ini didukung dengan teori

pecking order (Brealey, Myers, dan Marcus, 2008) yang menyarankan manajer keuangan untuk mempertahankan setidaknya beberapa kelonggaran keuangan yaitu, cadangan kas yang siap atau kapasitas pinjaman yang belum digunakan.

Sehingga perusahaan lebih menyukai pendanaan internal sebelum pendanaan eksternal dalam bentuk hutang.

Perusahaan yang mempunyai Debt to Asset Ratio yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar aset perusahaan tersebut dibiayai oleh hutang.

Dengan semakin tinggi hutang maka dapat berdampak pada timbulnya risiko keuangan yang besar, seperti peluang perusahaan tidak mampu melunasi hutang-hutangnya dengan aset yang dimilikinya semakin besar dan beban bunga yang harus ditanggung perusahaan semakin besar (Hery, 2017). Jika perusahaan tidak mampu melunasi kewajiban yang ditimbulkan serta risiko yang besar maka akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan karena tingkat ketergantungan perusahaan terhadap pihak luar yang tinggi sehingga akan menurunkan laba yang dihasilkan perusahaan (Margareth, 2016). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kariyawasam (2019), Margareth (2016), Erdoğana, Erdoğanb, & Ömürbekc (2015), serta Oktanto & Nuryatno (2014).

5.2.3. Pengaruh Inventory Turnover Terhadap Profit Growth

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Inventory Turnover berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Profit Growth. Oktanto & Nuryatno (2014) dalam penelitiannya menyatakan bahwa Inventory Turnover tidak berpengaruh terhadap Profit Growth yang menunjukkan bahwa kurang efektifnya perusahaan dalam pengendalian perputaran persediaan sehingga dana yang

tertanam dalam persediaan terlalu lama dijadikan kas, hal ini menandakan rendahnya efektivitas manajemen persediaan yang dapat mempengaruhi proses produksi dalam meningkatkan penjualan perusahaan.

Pada agency theory, manajer sebagai agent diasumsikan melakukan tindakan dan mengambil keputusan keuangan dengan tujuan memaksimumkan kekayaan pemegang saham. Inventory Turnover dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan manajemen dalam melakukan aktivitas penjualan dan berapa lama persediaan barang dagangan berhasil dijual kepada customer.

Kecepatan perusahaan dalam menjual persediaan merupakan ukuran dari kinerja bisnis (Simamora M. , 2018).

Berdasarkan data penelitian, dapat diketahui bahwa baik Beban Pokok Penjualan maupun Persediaan sama-sama mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa Inventory Turnover yang dimiliki oleh perusahaan belum mampu meningkatkan Pertumbuhan Laba. Dalam penelitian ini terlihat bahwa manajemen belum maksimal dalam melaksanakan aktivitas penjualan untuk menghasilkan profit growth yang diharapkan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Oktanto & Nuryatno (2014), Tri Wahyuni (2017), Margareth (2016), dan Simamora M. (2018).

5.2.4. Pengaruh Sales Growth Terhadap Profit Growth

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sales Growth berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Profit Growth. Berdasarkan data penelitian,

dapat diketahui bahwa Sales Growth yang dihasilkan oleh perusahaan makanan &

minuman tidak berpengaruh terhadap Profit Growth bisa disebabkan oleh beban-beban seperti beban-beban pokok penjualan, beban-beban operasional, beban-beban keuangan yang ditanggung oleh perusahaan relatif lebih besar bila dibandingkan dengan penjualan yang dihasilkan sehingga tidak berpengaruh terhadap perolehan laba perusahaan. Dalam penelitian Simamora M. (2018) menyatakan bahwa hasil penjualan yang berkurang bisa juga disebabkan oleh banyaknya persediaan bahan baku dan barang dalam proses yang belum siap untuk dijual. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Simamora M. (2018) serta Sitohang, Fahrizal, & Luthfi (2015).

5.2.5. Pengaruh Firm Size Sebagai Variabel Moderating

Berdasarkan hasil uji interaksi pada Tabel 5.3. menunjukkan bahwa Firm Size mampu memoderasi hubungan antara Debt to Asset Ratio dengan Profit Growth dimana nilai probabilitas sebesar 0,006 < significant alpha (5%) dan nilai koefisiennya positif sebesar 0,46. Hal ini menunjukkan bahwa Firm Size mampu memperkuat dan hubungan signifikan antara Debt to Asset Ratio terhadap Profit Growth. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Margareth (2016) yang menyatakan bahwa Firm Size berpengaruh terhadap hubungan antara Debt to Asset Ratio dan Profit Growth, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan berukuran besar atau memiliki jumlah aset yang besar menandakan semakin baik pihak manajemen dalam pengelolaan hutang suatu perusahaan untuk meningkatkan laba.

Sedangkan hasil uji moderating untuk variabel Current Ratio, Inventory Turnover, dan Sales Growth menunjukkan bahwa nilai probabilitas > significant alpha (5% atau 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa Firm Size tidak mampu memoderasi pengaruh Current Ratio, Inventory Turnover, dan Sales Growth terhadap Profit Growth pada perusahaan makanan dan minuman pada periode 2009-2019. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Simamora M. (2018) dan Rice (2016) yang menyimpulkan bahwa Firm Size tidak dapat memoderasi hubungan antara beberapa rasio keuangan terhadap Profit Growth.

Berdasarkan data penelitian ini diketahui bahwa tidak selamanya perusahaan berukuran besar (total aset yang besar) akan menghasilkan pertumbuhan laba yang lebih besar, kemudian perusahaan berukuran kecil (total aset yang kecil) tidak selamanya menghasilkan pertumbuhan laba yang kecil. Jika perusahaan dengan aset kecil dapat dikelola dengan baik maka tidak menutup kemungkinan untuk mendapat pertumbuhan laba yang lebih besar dari perusahaan dengan jumlah aset yang besar. Profit Growth mengarah pada kemampuan manajemen dalam mengelola aset perusahaan, peluang dalam memperoleh pertumbuhan laba tidak ditentukan dari besarnya aset yang dimiliki perusahaan.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Inventory Turnover, dan Sales Growth terhadap Profit Growth dengan Firm Size sebagai variabel moderating dan berdasarkan uraian diatas hasil dari penelitian ini memberikan kesimpulan, yaitu:

1. Current Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profit Growth pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2009-2019.

2. Debt to Asset Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profit Growth pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2009-2019.

3. Inventory Turnover berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Profit Growth pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2009-2019.

4. Sales Growth berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Profit Growth pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2009-2019.

5. Firm Size sebagai variabel moderasi mampu memperkuat dan signifikan hubungan Debt to Asset Ratio terhadap Profit Growth namun Firm Size tidak mampu memoderasi pengaruh Current Ratio, Inventory Turnover, dan Sales Growth terhadap Profit Growth pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2009-2019.

6.2. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini memiliki keterbatasan adalah sebagai berikut:

1. Pemilihan objek penelitian hanya menggunakan perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2009 – 2019.

2. Penelitian ini hanya menguji variabel – variabel diantaranya Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Inventory Turnover, dan Sales Growth terhadap Profit Growth dengan Firm Size sebagai variabel moderating, dengan kemungkinan masih banyak faktor-faktor lain yang memungkinkan dapat mempengaruhi Profit Growth.

6.3. Saran

Berdasarkan keterbatasan penelitian sebagaimanan yang telah disebutkan diatas, dapat disempurnakan oleh peneliti-peneliti selanjutnya dengan saran antara lain:

1. Bagi peneliti berikutnya dapat menggunakan variabel-variabel lain selain Current Ratio, Debt to Asset Ratio, Inventory Turnover, dan Sales Growth yang dapat mempengaruhi Profit Growth serta disarankan bagi peneliti berikutnya untuk menggunakan objek penelitian pada perusahaan lain yang terdapat di BEI dan menggunakan jumlah sampel yang lebih banyak lagi agar variasi data lebih bagus, sehingga memberikan hasil yang lebih baik.

2. Bagi investor, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dalam mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi Profit Growth dalam pengambilan keputusan untuk berinvestasi.

DAFTAR PUSTAKA

Abbasi, A., & Malik, Q. A. (2015). Firms’ Size Moderating Financial Performance in Growing Firms: An Empirical Evidence from Pakistan. International Journal of Economics and Financial Issues Vol 5 Issue 2.

Adegbie, F. F., Nwaobia, A. N., Ogundajo, G. O., & Olunuga, O. D. (2020). Inventory Control and Financial Performance of Listed Conglomerate Firms in Nigeria.

Journal of Management and Strategy Vol. 11, No. 2.

Alfaro, L., Asis, G., Chari, A., & Panizza, U. (2017). Lessons Unlearned? Corporate Debt in Emerging Markets. National Bureau of Economic Research. Cambridge, United States: Harvard University.

Ali, S. A. (2019). Determminants Of Profitability in The Manufacturing Firm: The Case Of Natural Mineral Water Producing Companies. Ethiopia: Master of Science in Accounting & FInance, Addis Ababa University.

Arifin, T. (2014). Sinergi Sukses Pengusaha dan Bankir. Jakarta : Gramedia.

Arika, N., & Ardini, L. (2017). Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Penjualan Dan Perputaran Piutang Terhadap Likuiditas Perusahaan Manufaktur. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi,Vol 6 (1), 18-30.

AWS, R. M., Surtikanti, & Darmansyah. (2018). Determinan Pertumbuhan Laba Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Perpajakan JRAP Vol. 5, No. 2, 166 - 174.

Azhar, K. A., & Ahmed, N. (2019). Relationship Between Firm Size and Profitability:

Investigation from Textile Sector of Pakistan. International Journal of Information, Business and Management, Vol. 11, No.2.

Barton, L., S., Ned C. Hill, & Sundaran, S. (1989). An Empirical Test of Stakeholder Theory Predictions of Capital Structure. Journal of the FinancialManagement Association, Vol 18(1), 36-44.

Barus, A., & Leliani. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil, Vol 3(2), 111-121.

Bashir, Z., Arshad, M. U., Asif, M., & Khalid, N. (2020). Driving Factors Of Growth Evidence In The Food & Textile Sectors Of Pakistan. Financial Internet Quarterly, Vol. 16, No. 1.

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2011). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Terjemahan Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.

Bubaker, A. N. (2013). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba (Studi Pada Perusahaan Property di Indonesia tahun 2008-2010). Magister Akuntansi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Darkwah, K. A., Nortey, E. N., Asare-Kumi, A. A., & Asare, K. (2019). An Estimation of Working Capital Management on Profit Using Logistic Regression and Discriminant Analysis. Ghana: Journal of Economics, Management and Trade 23(4): 1-9.

Donleavy, G. (2016). An Introduction to Accounting Theory 1st Edition. Australia:

Bookboon.com.

Epri Ayu Hapsari, S. (2007). Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Pertumbuhan Laba (Studi Kasus: Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta periode 2001 sampai dengan 2005). Program Magister Manajemen Pascasarjana. SEMARANG: UNIVERSITAS DIPONEGORO.

Erdoğana, E. O., Erdoğanb, M., & Ömürbekc, V. (2015). Evaluating the Effects of Various Financial Ratios on Company Financial Performance: Application in Borsa Đstanbul. Business and Economics Research Journal Volume 6 Number 1, 35-42.

Erlina. (2011). Metodologi Penelitian. Medan: USU Press.

Farooq, U. (2019). Impact of Inventory Turnover on the Profitability of Non-Financial Sector Firms in Pakistan. Journal of Finance and Accounting Research Vol. 1, No.

1.

Frank, M., & Goyal, V. (2003). Testing the pecking order theory of capital structure.

Journal of Financial Economics. 67(2), 217-248.

Garba, S., Mourad, B., & Chamo, M. A. (2020). The Effect of Inventory Turnover Period on the Profitability of Listed Nigerian Conglomerate Companies. International Journal of Financial Research Vol. 11, No. 2.

Ghozali, I. (2006). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23.

Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gunawan, A., & Wahyuni, S. F. (2013). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba. Jurnal Manajemen & Bisnis Vol. 13.

Hayek, M. A. (2020). Impact of Firm Size on The Relationship Between Inventory and The Business Results of Jordanian Public Shareholding Industrial Companies. Jordan:

Academy of Accounting and Financial Studies Journal Volume 24, Issue 3.

Hery. (2017). Kajian Riset Akuntansi. Jakarta: PT Grasindo.

Hidayat, A. (2013). Statistikian. Diambil kembali dari Statistikian:

https://www.statistikian.com/2013/03/normalitas-pada-stata.html

Ho, Y. K., Tjahjapranata, M., & Yap, C. M. (2020). Size, Leverage, Concentration, and R&D Investment in Generating Growth Opportunities. The Journal of Business , Vol.

79, No. 2 .

Iswadi. (2015). Pengaruh Working Capital to Total Assets, Current Liabilities to Inventories, Operating Income to Total Liabilities, Total Asset Turnover, Net Profit Margin, dan Gross Profit Margin Terhadap Pertumbuhan Laba Pada Perusahaan Makanan & Minuman di Indonesia. Jurnal Kebangsaan, Vol. 4 No. 8.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of The Firm: Managerial. Behavior, Agency Cost and Ownership Structure. Journal of Financial Economics, Vol 3 (4), 305-360.

Jumingan. (2018). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kalyanaraman, L. (2020). Does Leverage-Performance Vary with Firm Size? Evidence from India. Indis: Thiagarajar School of Management.

Karievi, E. C. (2019). Effect of Working Capital Management on The Profitability of Firms Listed at The Nairobi Securities Exchange. Master of Business Administration University of Nairobi.

Kariyawasam, D. A. (2019). Analysing the Impact of Financial Ratios on a Company’s Financial Performance. International Journal of Management Excellence Volume 13 No.1 .

Kasmir. (2015). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.

Kemenperin. (2019). Kementerian Perindustrian Republik Indonesia . Diambil kembali dari https://kemenperin.go.id/artikel/20298/Industri-Makanan-dan-Minuman-Jadi-Sektor-Kampiun-

Lubega, S. D. (2020). Does Firm Size Moderate the Relationship Between Working Capital Level and Firm Profitability? African Journal of Education, Science and Technology, Vol 5, No. 4.

Lutfi Baraja, E. A. (2018). The Impact of Liquidity, Profitability, Activity and Solvency Ratio on Change in Earnings. Indonesian Management and Accounting Research Volume 17 Number 01.

Mahardhika, R. B. (2018). Mengenal Industri Makanan dan Minuman di Era Industri 4.0 . Yogyakarta: Forbil Institute .

Mahmood, F., Han, D., Ali, N., Mubeen, R., & Shahzad, U. (2019). Moderating Effects of Firm Size and Leverage on the Working Capital Finance–Profitability Relationship: Evidence from China. Sustainability 2019, 11, 2029;

doi:10.3390/su11072029. Diambil kembali dari

www.mdpi.com/journal/sustainability

Mahmutaj, L. R., & Krasniqi, B. (2020). Innovation Types and Sales Growth In Small Firms: Evidence From Kosovo. South East European Journal of Economics and Business Volume 15 (1).

Margareth, L. (2016). Pengaruh Pertumbuhan Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba Dengan Ukuran Perusahaan Dan Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel Moderating Pada Perusahaan Perkebunan Yang Terdaftar Di BEI Dan Bursa Malaysia Periode 2012-2014c. Medan: Universitas Sumatera Utara.

McEachern, W. A. (2000). Ekonomi Makro. Jakarta: Salemba Empat.

Mootian, A. W., & Dr. Kalui Fredrick Mukoma, P. (2020). Firm Specific Factors and Financial Performance of Real Estate Firms Listed at the Nairobi Securities Exchange In Kenya. Research Journal of Finance and Accounting Vol.11, No.14.

Mustafa, W., Sethar, W. A., Pitafi, A., & Kamran, S. M. (2019). Impact of Liquidity Ratio on Profitability of Firm: An Empirical Evidence from Automobile Industry of Pakistan. Research Journal of Finance and Accounting Vol.10, No.22.

Oktanto, D., & Nuryatno, M. (2014). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Perubahan Laba Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2011. Danny/Muhammad Nuryatno Amin Volume. 1 Nomor. 1.

Okwo, I. M., Enekwe, C. I., & Okelue, U. D. (2012). Financial Management as a Determinant of Profitability: a Study of Selected Pharmaceutical Firms in Nigeria.

European Journal of Business and Management Vol 4, No.20.

Pattiasina, V., Sejati, F. R., Seralurin, Y. C., Batilmurik, R. W., & Aziz, M. A. (2018). The Impact of Financial Ratios towards Profit Changes. International Research Journal of Management, IT & Social Sciences Vol. 5 No. 5, 1-16.

Pordea, D., David, D., & Mateş, D. (2020). The Impact of Operating Cash Flow and Current Ratio on The Profitability In Construction Industry. Studia Universitatis

“Vasile Goldis” Arad. Economics Series Vol 30 .

Posey, S. R. (2020). Examining Liquidity, Growth Strategy, Capital Structure, and Earning Growth. Walden Dissertations and Doctoral Studies Walden University.

Purwanto, Sari, L., & Bambang. (2015). Pengaruh Working Capital to Total Assets, Debt

Purwanto, Sari, L., & Bambang. (2015). Pengaruh Working Capital to Total Assets, Debt