BAB III METODE PENELITIAN
K. Teknik Analisis Data
4. Uji Hipotesis
Uji F digunakan untuk mengevaluasi pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen (Putri, 2018) .
Bentuk pengujiannya adalah
1) Menentukan Rumusan Hipotesis
H0 : Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara berganda tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung.
Hα : Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara berganda berpengaruh terhadap keputusan berkunjung.
2) Menentukan level of significance (a) = 5%
3) Menentukan Ftabel df pembilang = k – 1 df penyebut = n – k – 1 keterangan :
k = Jumlah variabel
n = Jumlah observasi / sampel pembentuk regresi
4) Kriteria pengujian
Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika Fhitung ≤ Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak 5) Menarik kesimpulan
a) Jika H0 diterima dan Ha ditolak maka Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara berganda tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan.
b) Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara berganda berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan.
b. Uji t
Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelasan secara individual dalam menerangkan variabel terikat (Putri, 2018:55). Langkah – langkah uji t sebagai berikut : 1) Menentukan uji hipotesis
H0 : Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung.
Hα : Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara parsial berpengaruh terhadap keputusan berkunjung.
2) Menentukan daerah kritis
Daerah kritis ditentukan oleh nilai t tabeldengan derajat bebas yaitu n-k dan taraf α sebesar 5%. Dengan perhitungan
3) Menentukan nilai t hitung
Nilai t hitung untuk koefisien a,b,c, dapat dirumuskan sebagai berikut :
t
= 𝑆𝑎𝑎
4) Kriteria pengujian
Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika thitung ≤ ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak 5) Menarik kesimpulan
a) Jika H0 diterima dan Ha ditolak maka Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan.
b. Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara parsial berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan.
c. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Koefisien determinasi bertujuan untuk menentukan proporsi atau persentase total variasi dalam variabel terikat yang diterangkan oleh variabel bebas. Apabila yang digunakan adalah regresi sederhana, maka yang digunakan adalah nilai R square. Namun apabila analisis yang
Adjusted R Square. Hasil perhitungan Adjusted R Square dapat dilihat pada output model summary. Pada kolom Adjusted R Square dapat diketahui berapa persentase yang dapat dijelaskan oleh variabel – variabel bebas terhadap variabel terikat. Menghitung koefisien determinasi dapat menggunakan rumus berikut :
R
2= =
𝑏1 ∑𝑥1𝑌+𝑏∑𝑌22 ∑𝑥2𝑌Keterangan :
R2 = Koefisien determinasi b = Koefisien regresi x = Variabel independen Y = Variabel dependen
BAB IV
GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN
A. Profil Candi Ratu Boko
Situs Ratu Baka atau Candi Ratu Boko adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira kira 3 km disebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan, 18 km disebelah timur kota Yogyakarta atau 50 km barat daya kota Surakarta, Jawa Tengah. Situs Ratu Baka terletak disebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut, dengan luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 ha.
Nama “Ratu Baka” berasal dari legenda masyarakat setempat.
Ratu Baka yang secara harfiah berarti “raja bangau” adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat tentang Loro Jonggrang.
Pemerintah pusat sekarang memasukan kompleks situs Ratu Boko dalam otoritas khusus, bersama – sama dengan pengelolaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan ke dalam satu BUMN yang bernama PT Taman Wisata Candi. Candi Ratu Boko telah terdaftar dalam warisan dunia UNESCO, dan telah ditata ulang pada beberapa tempat untuk dapat dijadikan tempat pendidikan dan kegiatan budaya.
Tarif tiket masuk ke objek wisata Candi Ratu Boko terdiri atas :
1. Tarif wisatawan nusantara dengan rentan usia 10 tahun keatas adalah Rp 40.000 per orang dan usia 3 sampai dengan 10 tahun adalah Rp 20.000 per orang. Termasuk premi asuransi Rp 500 per orang.
2. Tarif khusus wisatawan nusantara bagi rombongan pelajar serta mahasiswa per grup (lebih dari 20 orang) adalah Rp. 20.000 per orang, dengan ketentuan menyerahkan surat pengantar dari sekolah/universitas kepada pihak pengelola Candi Ratu Boko, tarif tiket sudah termasuk premi asuransi Rp. 500 per orang.
3. Tarif paket wisata Candi Ratu Boko :
a. Paket terusan Candi Ratu Boko – Prambanan (fasilitas shuttle di Prambanan dan Ratu Boko) dengan tarif tiket untuk rentan usia 10 tahun keatas adalah Rp 75.000 per orang, dan untuk usia 3 sampai dengan usia 10 tahun adalah Rp 35.000 per orang.
b. Paket terusan Candi Ratu Boko – Borobudur dengan tarif tiket untuk usia 10 tahun keatas: Rp 75.000 per orang dan untuk usia 3 sampai dengan usia 10 tahun: Rp 35.000 per orang.
c. Paket terusan Candi Ratu Boko – Ramayana (ramayana kelas II) dengan tarif tiket untuk usia 10 tahun keatas adalah Rp 150.000 per orang dan untuk usia 3 sampai dengan usia 10 tahun adalah Rp 135.000 per orang.
B. Daya Tarik Wisata Candi Ratu Boko
Salah satu situs purbakala yang menawarkan daya tarik yang mempesona adalah Candi Ratu Boko. Dilihat dari segi bangunan – bangunan Candi yang merupakan reruntuhan sebuah Kerajaan, tentunya mengandung nilai sejarah yang tinggi, selain dari segi bangunan – bangunan Candi yang memiliki nilai sejarah, terdapat pula daya tarik dari objek wisata Candi Ratu Boko dimana terdapat Prasasti yang berumur 792 M yang dinamakan dengan Prasasti Abhayagiriwihara yang memiliki arti biara yang dibangun di sebuah bukit yang penuh dengan kedamaian.
Pada pemerintahan Rakai Walaing Pu Kombayoni, yaitu tahun 898-908, Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing.
Gambar IV.1 Kraton Walaing
Selain menarik dari sisi arsitektur, Candi Ratu Boko juga menawarkan kekayaan panorama alam tak terlupakan bagi wisatawan yang berkunjung. Daya tarik yang sayang bila dilewatkan adalah keindahan panorama terbenamnya matahari disore hari (sunset) dinikmati
dengan perspektif yang berbeda dibandingkan pemandangan matahari terbenam yang umum nya dinikmati di pantai. Beberapa lokasi yang tepat untuk menikmati pemandangan matahari terbenam di Candi Ratu Boko salah satu nya adalah gerbang Candi Ratu Boko karena dititik inilah keindahan sunset terlihat jelas.
Selain menikmati pemandangan matahari terbenam dari gerbang Candi Ratu Boko, pengunjung juga dapat menikmati sunset dari candi pembakaran. Lokasi candi pembakaran yang merupakan titik tertinggi dari Candi Ratu Boko memungkinkan pengunjung untuk menikmati tenggelamnya matahari di balik gerbang Candi Ratu Boko.
Gambar IV.2 Sunset Candi Ratu Boko
Gambar IV.3 Sunset Candi Ratu Boko
Candi Ratu Boko yang menempati lahan yang cukup luas tersebut terdiri atas beberapa kelompok bangunan. Selain gerbang dan candi pembakaran, terdapat pula beberapa bangunan – bangunan diantaranya adalah :
Gambar IV.4 Candi Batukapur
Gambar IV.5 Candi Pembakaran
Gambar IV.6 Paseban
Gambar IV.7 Pendopo
Gambar IV.8 Keputren
Gambar IV.9 Gua
Terdapat bangunan tambahan di muka gapura , yaitu restoran dan ruang terbuka (Plaza Andrawina) yang dapat dipakai untuk kegiatan pertemuan dengan kapasitas sekitar 500 orang, dengan vista ke arah utara (kecamatan Prambanan dan Gunung Merapi). Selain itu,pengelola menyediakan tempat perkemahan dan trekking, paket edukatif arkeologi, serta pemandu wisata.
Gambar IV.10 Plaza Andrawina
Sumber : https://www.google.com
BAB V
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data dan Analisis Deskripsi Variabel 1. Deskriptif Responden
Dalam penelitian ini responden dikategorikan dalam beberapa karakteristik seperti jenis kelamin,tempat asal dan media sosial yang digunakan.
a. Jenis kelamin
Tabel V.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Sumber : Data primer diolah, Januari 2019
Berdasarkan pada tabel V.1 dapat disimpulkan bahwa dari 100 responden , 59 responden berjenis kelamin laki-laki dan 41 responden berjenis kelamin perempuan.
b. Daerah Asal
Tabel V.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Daerah Asal
Sumber: Data Primer diolah , Januari 2019 Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Laki-laki 59 59%
Perempuan 41 41%
Total 100 100%
Daerah Asal Jumlah Persentase
Luar DIY 48 48%
Luar Kab. Sleman, Provinsi DIY 33 33%
Kab. Sleman 19 19%
Total 100 100%
Berdasarkan tabel V.2 dapat dilihat bahwa 48 responden berasal dari luar provinsi D.I.Yogyakarta, 33 responden berasal dari daerah provinsi D.I.Yogyakarta luar kabupaten Sleman, sedangkan sisanya yang berjumlah 19 responden berasal dari kabupaten Sleman.
c. Media Sosial
Gambar Diagram V.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Media Sosial Sumber : Data Primer diolah, Januari 2019
Berdasarkan gambar V.1 dapat disimpulkan bahwa dari 100 responden yang melakukan kunjungan di Candi Ratu Boko yang hanya menggunakan media sosial Instagram adalah sebesar 25%, sedangkan yang menggunakan media sosial Instagram dan twitter adalah sebesar 33%, yang menggunakan media sosial Instagram dan facebook sebesar 24% dan yang menggunakan media sosial Instagram dan lainnya adalah sebesar 18%.
2. Deskriptif Variabel
Analisis deskriptif variabel digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang variabel melalui nilai Mean masing-masing variabel. Kuisioner pada setiap variabel menggunakan skala 1-4 . Cara membuat kategori mean adalah dengan menentukan skor maksimum adalah 4 dan skor minimum adalah 1 dan juga menentukan tentang kategori dengan cara sebagai berikut
Interval
=
4−14= 0,75
Dengan rentan skala 0,75 maka skor variabel electronic word of mouth, daya tarik wisata dan keputusan berkunjung dapat dikelompokan sebagai berikut:
Tabel V.3
Kategori deskripsi variabel
Sumber : Data primer diolah, Januari 2019 Skala data Kelas Kategori
1 1,00-1,75 Sangat rendah
2 1,76-2,50 Rendah
3 2,51-3,25 Tinggi
4 3,26-4,00 Sangat Tinggi
a. Analisis deskriptif variabel Electronic word of mouth Tabel V.4
Deskriptif variabel Electronic word of mouth No Keterangan Mean Kategori EWOM 1 Rekomendasi 3,41 Sangat tinggi EWOM 2 Informasi lokasi 3,43 Sangat tinggi EWOM 11 Mempermudah 3,44 Sangat tinggi
Rata – rata keseluruhan 3,19 Tinggi Sumber : Data primer diolah, Januari 2019
Keterangan pada tabel V.4 diambil dari kata kunci dari setiap item pernyataan, berdasarkan dari tabel V.4 dapat dilihat bahwa skor mean tertinggi masuk pada pernyataan item 11 dengan mean 3,44, yaitu electronic word of mouth mempermudah penyebaran informasi mengenai Candi Ratu Boko. Mean terendah adalah pernyataan item 9 dengan mean 2,96, yaitu electronic word of mouth pengalaman yang berarti melalui media sosial beberapa pengunjung kurang aktif dalam membagikan pengalamannya terkait kunjungan di Candi Ratu Boko. Walaupun dalam pernyataan item 9 memiliki skor terendah secara keseluruhan, tetapi item 9 juga masih masuk dalam kategori tinggi. Rata-rata keseluruhan variabel electronic word of mouth sebesar 3,19. Ini berarti menunjukan dalam indikator electronic word of mouth ada banyak informasi positif yang
b. Analisis deskriptif Daya tarik wisata . Tabel V.5
Deskripsi Variabel Daya Tarik Wisata
Sumber : Data primer dioleh , Januari 2019
Keterangan pada tabel V.5 diambil dari kata kunci pada setiap item pernyataan variabel daya tarik wisata. dapat dilihat dari tabel V.5 item pernyataan daya tarik wisata yang tertinggi adalah item pernyataan 1 dan item 6. Pernyataan pada item 1 adalah pemandangan alam yang menjadi daya tarik wisata Candi Ratu Boko salah satunya adalah pemandangan matahari terbenam, dengan panorama alam yang menawarkan keindahan langit senja di Candi Ratu Boko. Item 6 yang merupakan kemudahaan akses jalan menuju lokasi Candi Ratu Boko menjadi daya tarik tersendiri bagi penunjung Candi Ratu Boko. Selain pernyataan dengan nilai tertinggi pada tabel V.5, dapat dilihat juga pada tabel tersebut juga terdapat item pernyataan dengan nilai terendah, yaitu pada pernyataan item 4 yaitu aneka jajanan, ini berarti aneka jajanan yang ada di Candi Ratu Boko belum menjadi daya tarik wisata yang paling diminati disana.
Berdasarkan dari keseluruhan rata – rata mean pada tabel V.5 variabel
No Keterangan Mean Kategori
DTW 1 Pemandangan Alam 3,31 Sangat tinggi
DTW 2 Sejarah 3,17 Tinggi
Rata- rata keseluruhan 3,09 Tinggi
daya tarik wisata memiliki skor 3,09, yang berarti masuk dalam kategori tinggi. Ini berarti pada hasil yang tertera pada tabel V.5 menunjukkan daya tarik wisata yang ada di Candi Ratu Boko sudah bagus dan menarik bagi wisatawan.
c. Analisis Deskriptif Keputusan Berkunjung wisatawan Tabel V.6
Deskripsi Variabel Keputusan Berkunjung Wisatawan
Sumber : Data primer dioleh , Januari 2019
Keterangan pada tabel V.6 diambil dari kata kunci pada setiap item pernyataan variabel Keputusan berkunjung wisatawan. Pada tabel diatas dipaparkan nilai mean tertinggi sebesar 3,14, pada pernyataan item 7 ini berarti sebagian besar dari pengunjung wisatawan sudah dinyatakan melakukan kunjungan secara penuh di Candi Ratu Boko. Tidak hanya nilai tertinggi dapat dilihat dari tabel V.6 nilai terendah terdapat pada item 3 sebesar 2,54, yaitu pengunjung yang melakukan kunjungan di Candi Ratu Boko kurang dalam mencari informasi sebelum memutuskan untuk melakukan kunjungan di Candi Ratu Boko. Berdasarkan data tabel
No Keterangan Mean Kategori
KBW 1 Rekreasi 2,57 Tinggi
Rata-rata keseluruhan 2,91 Tinggi
sebesar 2,91 masuk dalam kategori tinggi. Ini menunjukkan bahwa keputusan berkunjung wisatawan terbilang tinggi.
B. Hasil Uji Statistik
1. Uji Instrumen Penelitian a. Uji Validitas
Uji validitas yaitu suatu ukuran yang menunjukan sejauh mana alat ukur yang digunakan mengukur variabel yang akan diukur (Martono, 2014:219). Software yang digunakan adalah SPSS versi 22. Nilai rxy akan dibandingkan dengan harga r product moment tabel taraf signifikansi 0,05.
Dalam hal ini, jika r hitung ≥ r tabel maka pernyataan (indikator) dikatakan valid, dan jika r hitung < r tabel maka pernyataan (indikator) dikatakan tidak valid.
Tabel V.7
Rangkuman Tes Uji Validitas Variabel EWOM Butir
pertanyaan
r(hitung) r(tabel) Keterangan
1 0,629 0,195 Valid
Sumber : Data primer diolah, Januari 2019
Tabel V.8
Rangkuman Tes Uji Validitas Daya Tarik
Sumber : Data primer diolah, Januari 2019 Tabel V.9
Rangkuman Tes Uji Validitas Keputusan Berkunjung
Sumber : Data primer diolah, Januari 2019
Pada tabel V.7, tabel V.8, dan tabel V.9 dapat diketahui bahwa seluruh butir pernyataan variable electronic word of mouth, daya tarik dan keputusan berkunjung mempunyai nilai rhitung > rtabel sehingga seluruh butir pernyataan dinyatakan valid.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan uji statistic Cronbach Alpha (a), penelitian ini menggunakan 100 responden. Diketahui N=100. Cronbach Alpha >
0,60. Jadi setiap pernyataan dikatakan reliable jika nilai Cronbach Alpha >
0,60.
Butir pertanyaan
r(hitung) r(tabel) Keterangan
1 0,613 0,195 Valid
r(hitung) r(tabel) Keterangan
1 0,606 0,195 Valid
Tabel V.10 Hasil Uji Reliabilitas
Sumber : Data primer diolah, Januari 2019
Berdasarkan tabel V.10 diketahui bahwa Cronbach Alpha dari electronic word of mouth , daya tarik wisata, dan keputusan berkunjung wisatawan masing – masing memiliki nilai lebih dari 0,60.
3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Jadi uji normalitas bukan dilakukan pada masing-masing variabel tetapi pada nilai residualnya. Dalam menentukan data berdistribusi normal atau tidak dapat dilihat dari nilai signifikansi pada tabel Kolmogorov-smirnov. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka data tersebut normal. Electronic word of mouth (X1) 0,847 0,60 Reliabel
Daya tarik wisata (X2) 0,649 0,60 Reliabel
Keputusan berkunjung wisatawan (Y)
0,783 0,60 Reliabel
Tabel V.11 Uji Normalitas
Sumber Data primer diolah, Januari 2019
Berdasarkan tabel V.11 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada bagian Kolmogorov-smirnov sebesar 0,200. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data residual dalam penelitian ini memiliki distribusi normal.
b. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik. Multikolinearitas yaitu adanya hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi. Terjadi multikolinieritas atau tidak dapat diketahui dengan melihat nilai Variance Inflation Factors (VIF). Nilai yang umum menunjukkan tidak ada multikolinieritas yaitu nilai tolerance > 0,01 atau nilai variance inflaction factor (VIF) < 10,00.
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize
d Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 2.07983154 Most Extreme Differences Absolute .044
Positive .040
Negative -.044
Test Statistic .044
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Tabel V.12 Uji Multikolinieritas
Sumber Data primer diolah, Januari 2019
Berdasarkan tabel V.12 dapat dilihat bahwa variabel Electronic word of mouth memiliki nilai tolerance > 0,01 yaitu 0,543 dan nilai VIF < 10,00 yaitu 1,841. Dan untuk variabel daya tarik memiliki nilai tolerance > 0,01 yaitu 0,543 dan nilai VIF < 10,00 yaitu 1,841. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam persamaan regresi tidak ditemukan adanya kolerasi antara variable bebas atau dapat dikatakan terbebas dari multikolinieritas.
c. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas berarti penyebaran titik data populasi pada bidang regresi membentuk pola tertentu yang teratur. Gejala ini ditimbulkan dari peruahan situasi yang tidak tergambarkan dalam model regresi. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut sebagai homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas terjadi jika pada scatterplot
titik-Coefficientsa a. Dependent Variable: keputusan berkunjung
titiknya mempunyai pola yang teratur, baik menyempit, melebar maupun bergelombang. Berikut hasil pengolahan menggunakan program SPSS 22 dapat dilihat pada gambar V.2
Gambar V.2 Uji Heteroskedastisitas
Sumber Data primer diolah, Januari 2019
Berdasarkan pada grafik scatterplot dapat dilihat bahwa titik-titik atau butir-butir menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu Y. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi penelitian ini.
4. Analisis regresi linier berganda
Analisis regresi linier berganda yaitu regresi yang digunakan untuk menguji pengaruh lebih dari satu variabel bebas. Analisis ini untuk mengetahui pengaruh variabel independent yaitu electronic word of mouth (X1), daya tarik wisata (X2) terhadap variabel dependent yaitu keputusan berkunjung wisatawan (Y). Berikut tabel dari hasil analisis regresi linier
Tabel V.13
Uji Regresi Linier Berganda
Sumber Data primer diolah, Januari 2019
Berdasarkan dari data tabel V.13, persamaan regresi linear berganda yang terbentuk adalah Y’= -0,698 + 0,281 X1 + 0,518 X2
5. Uji Hipotesis a. Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas (independent) yaitu electronic word of mouth (X1) dan daya tarik (X2) mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat (dependent) yaitu keputusan berkunjung wisatawan (Y)
Tabel V.14
Uji Hipotesis Simultan (uji F)
Sumber : Data primer diolah, Januari 2019
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Keputusan berkunjung
ANOVAa
a. Dependent Variable: Keputusan berkunjung b. Predictors: (Constant), Daya Tarik, EWOM
Langkah – langkah uji F 1) Merumuskan hipotesis
Hα : Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara berganda berpengaruh terhadap keputusan berkunjung
2) Menentukan Level of significance (α) Taraf signifikansi yang digunakan 0,05 3) Menentukan Ftabel
df pembilang = k – 1 = 3 – 1 = 2
df penyebut = n – k – 1 = 100 – 3 – 1 = 96 Nilai Fhitung 83,367 (lihat pada tabel V.14).
Nilai Ftabel dapat diketahui dengan df pembilang 2 dan df penyebut didapat nilai Ftabel sebesar 96 didapat nilai Ftabel sebesar 3,09 4) Kriteria pengujian
Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika Fhitung ≤ Ftabel maka H0 diterima dan Ha ditolak 5) Kesimpulan
Berdasarkan tabel V.14, diperoleh nilai Fhitung sebesar 83,367 dengan tingkat sig 0,000. Nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu 83,367 > 3,09 dan nilai signifikansi dari hasil yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel electronic word of mouth (X1) dan daya tarik wisata (X2) berpengaruh secara berganda terhadap keputusan berkunjung wisatawan.
b. Uji t
Uji t digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independent yaitu electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara parsial dalam menerangkan variasi variabel dependent yaitu keputusan berkunjung wisatawan.
Tabel V.15
Uji hipotesis parsial (uji t)
1) Merumuskan Hipotesis
Ha : Electronic word of mouth dan daya tarik wisata secara parsial berpengarh terhadap keputusan berkunjung wisatawan
2) Menentukan Level of significance Menentukan tingkat signifikansi α = 5%
3) Menentukan thitung
Penentuan ttabel pada penelitian ini menggunakan signifikansi sebesar 0,05 dan derajat kebebasan (df) = n-k-1 . Berdasarkan tingkat signifikansi 5% maka thitung dengan 0,05/2 = 0,025 (uji dua sisi), df = 100-3-1 = 96.
Sehingga diperoleh nilai ttabel sebesar 1,984.
4) Ketentuan kriteria pengujian
Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
Coefficientsa
Sumber : Data primer diolah, Januari 2019
5) kesimpulan
a) Nilai thitung variabel electronic word of mouth (X1) sebesar 4,759 >
1,984. Nilai tersebut dapat membuktikan Ha diterima, yang berarti electronic word of mouth (X1) berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan (Y).
b) Nilai thitung variabel daya tarik wisata (X2) sebesar 5,629 > 1,984.
Nilai tersebut membuktikan Ha diterima, yang berarti daya tarik wisata (X2) berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan (Y).
c. Koefisien Determinasi
Tabel V.16
Hasil Koefisien Determinasi
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .795a .632 .625 2.10116
a. Predictors: (Constant), Daya Tarik, EWOM
Sumber : Data primer diolah, Januari 2019
Dari tabel V.16 dapat diketahui bahwa nilai adjusted R square sebesar 0,632 atau 63,2%, yang berarti besarnya variasi variabel terikat oleh kedua variabel bebas sebesar 63,2%, sedangkan 36,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
C. Pembahasan
1. Pembahasan Analisis Deskriptif a. Analisis Karakter Responden
Berdasarkan data yang diperoleh jumlah responden laki – laki sebanyak 59 responden dengan persentase 59% dan 41 responden perempuan dengan persentasi 41%. Selain dari jenis kelamin, analisis karakteristik responden juga dilihat dari daerah asal dan media sosial yang digunakan. Rata – rata responden yang berasal dari luar DIY sejumlah 48 responden dengan persentase sebanyak 48% dan luar kabupaten sleman, provinsi DIY sebanyak 33 responden dengan persentase sebanyak 23%, dan data responden yang daerah asal kabupaten sleman berjumlah 19 responden dengan persentase 19%.
Karakteristik data responden yang menunjang lain nya adalah dari penggunaan media sosial dimana keseluruhan responden menggunakan menggunakan media sosial Instagram.
b. Analisis Deskripsi Variabel
Berdasarkan dari data yang diperoleh rata – rata keseluruhan variabel electronic word of mouth sebesar 3,19 yang masuk dalam ka tegori tinggi, yang berarti media sosial mempermudah penyebaran informasi positif tentang Candi Ratu Boko.
Berdasarkan data variabel daya tarik wisata diperoleh rata – rata keseluruhan sebesar 3,09 yang masuk dalam kategori tinggi. Data ini
menunjukkan bahwa daya tarik wisata yang ada di Candi Ratu Boko merupakan wisata yang menarik bagi wisatawan.
Berdasarkan data dari variabel keputusan berkunjung wisatawan diperoleh rata – rata keseluruhan sebesar 2,91 yang merupakan kategori tinggi, ini berarti keputusan berkunjung wisatawan terbilang tinggi.
2. Pengaruh Electronic Word Of Mouth Dan Daya Tarik Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan
2. Pengaruh Electronic Word Of Mouth Dan Daya Tarik Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan