• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAPET Khatulistiwa

7. UJI MULTIPOLARISASI PUSAT-PUSAT PERTUMBUHAN

Penelitian ini mencoba melakukan uji hipotesis multipolarisasi yang berfokus pada efek jarak antar pusat-pusat pertumbuhan. Analisis spatio-temporal terhadap aliran barang dan aliran penumpang tahun 2006 dan 2011 dibedakan dalam dua model yaitu pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Luar Kalimantan (Model 1-outflow), sebaliknya, pusat-pusat pertumbuhan di luar Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan (Model 2-inflow). Penelitian ini tidak hanya menganalisis polarisasi antara pusat- pusat pertumbuhan di Kalimantan dan pusat-pusat pertumbuhan di luar Kalimantan secara general, namun sekaligus juga menganalisis multipolarisasi antara pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan dengan pusat-pusat pertumbuhan di Sumatera, Jawa, Bali+Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku+Papua.

Distribusi Aliran Barang dan Aliran Penumpang

Aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Pulau Kalimantan lebih dari 35 persen ditujukan ke pusat-pusat pertumbuhan di Pulau Sulawesi. Disisi lain, aliran barang ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan yang terbesar berasal dari Pulau Jawa (Gambar 19 a). Pertumbuhan aliran barang dari Kalimantan ke luar Kalimantan ternyata jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan aliran barang dari luar Kalimantan ke Kalimantan.

Distribusi aliran penumpang pada Gambar 19 (b) menunjukkan bahwa persentase terbesar aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan adalah ke Pulau Sulawesi. Pusat-pusat pertumbuhan di luar Kalimantan utamanya Pulau Jawa ternyata juga banyak memberikan aliran penumpang ke Pulau Kalimantan. Meskipun demikian, aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di luar Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan relatif lebih tinggi pertumbuhannya.

Gambar 19. Persentase Aliran Barang (a) dan Aliran Penumpang (b), 2011

0.0 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 40.0Sumatera Jawa Bali NT Sulawesi Maluku Papua KALIMANTAN-OTHERS OTHERS-KALIMANTAN 0.0 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 30.0 35.0 Sumatera Jawa Bali NT Sulawesi Maluku Papua (a) (b) K K

Uji Polarisasi aliran barang antara pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan dan luar Kalimantan

Nilai Z1 pada model 1 dan model 2 di definisikan untuk total aliran barang antar

kabupaten/kota pada waktu tn sebagai berikut:

Z1 ( tn, s, s2 ) =

Dimana Z1 aliran barang pada waktu t0 (2006) dan tn (2011) yang mencerminkan

perilaku pertumbuhan aliran barang, dengan fungsi estimasi parameter yaitu:

Z1= a0+a1s+a2s2+b0t+b1st

Pengujian secara statistik untuk model 1 dan model 2 menghasilkan persamaan masing-masing:

Z11 = 44994,947 – 53,107 s + 0 ,014 S2 + 1532,736 t – 0,607 st (-9,760)** (8,636)** (1,907)* (-1,015) Z12 = 38522,648 - 46,544 s + 0,012S2 + 2723,240 t – 0,820 st (-8,368)** (7,397)** (3,315)* (-1,341)

Signifikansi koefisien di berikan oleh t dalam tanda kurung, yang mengidentifikasikan bahwa s berbeda dari nol pada level α=5% (**) atau α=10% (*) baik pada model 1 maupun model 2. Pertumbuhan terjadi di wilayah tersebut pada saat,

= 1532,736 – 0,067 s;

= 2723,240 – 0,820 s;

Derivatif pertama terhadap t pada kedua model menghasilkan nilai > 0 masing- masing untuk s < 22876,657 dan s < 3321,024. Hipotesis dari polarisasi positif disajikan dalam turunan kedua yang bernilai negatif pada masing-masing model yaitu

= -0,067 dan

Ini menunjukkan bahwa telah terjadi polarisasi aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di luar Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan yang cenderung lebih cepat dibanding polarisasi aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di luar Kalimantan. (Gambar 20). Hasil ini membuktikan bahwa Kalimantan masih sangat bergantung dengan produk barang dari luar Kalimantan. Pengujian polarisasi masing-masing pulau memberikan hasil sebagai berikut :

• Polarisasi aliran barang yang mengalirkan barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Sumatera dan aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Sumatera ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan telah menunjukkan polarisasi negatif. Hal ini dapat terjadi, karena keduanya memiliki sektor unggulan yang sama, terutama di sektor perkebunan, kehutanan, serta minyak dan gas.

• Polarisasi aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Jawa ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan cenderung lebih cepat dari polarisasi aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Jawa. Polarisasi aliran barang dari Kalimantan ke Jawa dan sebaliknya terjadi karena keduanya memiliki sektor unggulan yang berbeda sehingga mereka membutuhkan pertukaran barang. Secara umum, aliran barang dari Kalimantan ke Jawa merupakan bahan baku yang berasal dari sektor kehutanan, perkebunan, serta minyak dan gas. Sebaliknya, Jawa mengirimkan produk makanan olahan dan industri lainnya untuk Kalimantan.

84

Gambar 20 (a). Hasil Test Multipolaritas terhadap Aliran barang yang keluar dari Kalimantan

Gambar 20 (b). Hasil Test Multipolaritas terhadap Aliran barang yang masuk ke Kalimantan

• Polarisasi aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Bali dan Nusa Tenggara ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan cenderung lebih cepat dari polarisasi aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Bali dan Nusa Tenggara. Aliran barang dari Bali dan Nusa Tenggara ke Kalimantan sebagian besar berupa produk makanan dan sektor peternakan.

• Polarisasi aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat- pusat pertumbuhan di Sulawesi cenderung lebih cepat dari polarisasi barang mengalir dari pusat-pusat pertumbuhan di Sulawesi ke pusat-pusat

(a)

pertumbuhan di Kalimantan. Sulawesi tergantung pada sektor minyak dan gas serta industrinya yang didapatkan dari Kalimantan.

• Polarisasi aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Maluku dan Papua ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan cenderung lebih cepat dari polarisasi aliran barang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Maluku dan Papua. Meskipun kedua pulau ini memiliki kekayaan sumber daya yang sama yaitu di sektor kehutanan dan pertambangan, tetapi dari sisi kuantitas, output kehutanan dan pertambangan di Maluku + Papua lebih besar dari Kalimantan. Selain itu, Maluku + Papua juga memiliki sektor unggulan lain seperti sektor tanaman pangan yang tidak dimiliki oleh Kalimantan.

Uji Polarisasi aliran penumpang antara pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan dan luar Kalimantan

Sebagaimana nilai Z1, nilai Z2 pada model 1 dan model 2 di definisikan

untuk total aliran penumpang antar kabupaten/kota pada waktu tn sebagai berikut :

Z2 ( tn, s, s2 ) = ( )

dengan fungsi estimasi parameter yaitu:

Z2= a0+a1s+a2s2+b0t+b1st+b2s2t

Dimana waktu t0 (2006) dan tn (2011) mencerminkan perilaku pertumbuhan aliran

penumpang. Pengujian secara statistik untuk model 1 yaitu aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Luar Kalimantan ataupun sebaliknya, yaitu model 2, adalah sebagai berikut :

Z21 = 14123,81 -14,911 s +0 ,004 S2 + 1827,178 t -1,179 st (1,171)** (5,006)** (4,10)** (-3,555)**

Z22 = 12663,469 –11,445 s + 0,003 S2

+ 2194,701 t -1,135 st (-3,097)** (2,862)** (4,021)** (-2,795)**

Signifikansi koefisien di berikan oleh t dalam tanda kurung, yang mengidentifikasikan bahwa s tidak sama dengan nol pada level α=5% (**) baik pada model 1 maupun model 2. Pertumbuhan terjadi di wilayah tersebut pada saat,

= 1827,178 -1,179 s;

= 2194,701 -1,135 s;

Derivatif pertama terhadap t pada kedua model menghasilkan nilai > 0 masing- masing untuk s < 1549,769 dan s < 1933,657. Hipotesis dari polarisasi positif disajikan dalam turunan kedua yang bertanda negatif pada masing-masing model yaitu :

= -1,179 dan

Hasil ini membuktikan telah terjadi polarisasi aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di luar Kalimantan yang cenderung lebih cepat dibanding polarisasi aliran penumpang dari dari pusat-pusat pertumbuhan di luar Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan. (Gambar 21). Secara parsial, pengujian polarisasi masing-masing pulau adalah: • Uji polarisasi aliran penumpang antar pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan

dan Sumatera menunjukkan bahwa aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Sumatera menunjukkan polarisasi positif. Sebaliknya, polarisasi aliran penumpang dari

86

pusat-pusat pertumbuhan di Sumatera ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan terbukti negatif.

• Tidak ada polarisasi aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke Jawa, tetapi aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Jawa ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan menunjukkan polarisasi yang negatif.

• Polarisasi aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Bali Nusa Tenggara ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan menunjukkan polarisasi negatif. Sayangnya, tidak ada polarisasi aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Bali Nusa Tenggara.

Gambar 21 (a). Hasil Test Multipolaritas terhadap Aliran penumpang yang keluar dari Kalimantan

Gambar 21 (b). Hasil Test Multipolaritas terhadap Aliran penumpang yang masuk ke Kalimantan (b)

(a)

• Polarisasi aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Sulawesi ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan cenderung lebih cepat dari polarisasi aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Sulawesi.

• Aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di Maluku dan Papua tidak menunjukkan polarisasi apapun. Sebaliknya, polarisasi aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Maluku dan Papua ke pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan memiliki polarisasi positif.

Uji Polarisasi aliran barang dan aliran penumpang antar pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan

Pengujian secara statistik untuk aliran barang (Z1) dan aliran penumpang

(Z2) menghasilkan persamaan masing-masing:

Z1= 125158,408 – 462,488 S + 0,392 S2 + 2560,116 t – 3,263 st (-6,651)** (5,840)** (0,779) (-0,528)

Z2 = 29060,490 -156,367 S + 0,161 S2 + 7431,764 t -10,774 st (-4,500)** (4,800)** (4,529)** (-3,488)**

Signifikansi koefisien di berikan oleh t dalam tanda kurung, yang mengidentifikasikan bahwa s2 berbeda dari nol pada level α=5% (**). Pertumbuhan terjadi di wilayah tersebut pada saat,

= 2560,116 - 3,263 s and

= 7431,764 – 10,774 s

Derivatif pertama terhadap t pada kedua model tersebut menghasilkan nilai > 0 untuk s < 0,784 atau s < 689,787. Hipotesis dari polarisasi positif disajikan dalam turunan kedua yang bernilai negatif masing-masing yaitu :

= - 3,263 and = - 10,774

Ini menunjukkan bahwa telah terjadi polarisasi aliran barang dan aliran penumpang antar pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan. Bila dibandingkan dari hasil pengujian sebelumnya, polarisasi aliran barang dan aliran penumpang antar pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan cenderung bergerak lebih cepat dibanding polarisasi aliran barang dan aliran penumpang dari pusat-pusat pertumbuhan di Kalimantan ke pusat-pusat pertumbuhan di luar Kalimantan, maupun sebaliknya.