• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : METODE PENELITIAN

4.6 Metode Analisis Data

4.6.2 Uji Regresi Linier Berganda

4.6.2.3 Uji Parsial

Uji -t digunakan untuk mengetahui faktor fundamental manakah variabel independen yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji -t ini merupakan pengujian terhadap variabel independen (locus of control (X1), turnover intention (X2), kinerja auditor (X3)) terhadap faktor fundamental manakah yang paling dominan mempengaruhi dysfunctional audit behavior dengan variabel moderating yaitu komitmen organisasi (M).

Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik -t dengan kriteria pengambilan keputusan menurut Riduwan dan Kuncoro (2007:64) adalah sebagai berikut:

1. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 <Sig), maka Ho diterimadan Ha ditolak, artinya tidak signifikan.

2. Jika nilai probabilitas 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai probabilitas Sig atau (0,05 >Sig), maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya signifikan.

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Deskripsi Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah Auditor yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik yang terdaftar pada Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2019 pada wilayah Medan dan Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif yaitu melalui penyebaran kuesioner.

Penyebaran Kuesioner dimulai dari tanggal April – Juli 2019. Data yang terkumpul sebanyak 63 kuesioner dari 63 sampel penelitian.

Data kuesioner yang dapat diolah, diperoleh data demografi responden yang akan menjelaskan latar belakang responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Data demografi dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 5.1 Data Demografi Responden

Keterangan Jumla

Posisi Jabatan Senior Auditor 28 44,44

Junior Auditor 35 55,56

Sumber: Hasil Pengumpulan Data (2019)

1. Usia – Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat bahwa, responden dalam penelitian ini terdiri dari 26 orang auditor atau 41,27% berumur kurang dari 25 tahun yang bekerja di Kantor Akuntan Publik yang terdaftar pada Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2019 pada wilayah Medan dan Pekanbaru serta terdapat 37 orang auditor atau 58,73% berumur lebih dari 26 tahun yang bekerja di Kantor Akuntan Publik yang terdaftar pada Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2019 pada wilayah Medan dan Pekanbaru.

2. Jenis kelamin – Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat bahwa, responden dalam penelitian ini terdiri dari 44 Laki-Laki atau 69,84% dari total responden yang bekerja sebagai auditor pada Kantor Akuntan Publik yang terdaftar pada Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2019 pada wilayah Medan dan Pekanbaru serta terdapat 19 Perempuan atau 30,16%

dari total responden yang bekerja sebagai auditor pada Kantor Akuntan Publik yang terdaftar pada Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2019 pada wilayah Medan dan Pekanbaru.

3. Tingkat pendidikan – Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat bahwa, Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2019 pada wilayah Medan dan Pekanbaru terdapat 41 auditor atau 65,08% responden berpendidikan tingkat Strata-1, 22 auditor atau 34,92% responden berpendidikan tingkat Strata-2.

4. Posisi jabatan – Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat bahwa 28 orang atau 44,44% responden yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik yang

47

terdaftar di Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2019 pada wilayah Medan dan Pekanbaru menjabat sebagai Senior Auditor serta 35 orang atau 55,56% responden yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2019 pada wilayah Medan dan Pekanbaru menjabat sebagai Junior Auditor.

5. Lama pengalaman kerja – Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat bahwa terdapat 17 auditor atau 26,98% responden dengan waktu kerja dibawah 1 tahun, 26 auditor atau 41,27% responden dengan waktu kerja antara 1 sampai 2 tahun, 12 auditor atau 19,05% responden dengan waktu kerja antara 3 sampai 5 tahun dan 8 auditor atau 12,70% responden dengan waktu kerja lebih 5 tahun pada Kantor Akuntan Publik yang terdaftar di Institut Akuntan Publik Indonesia tahun 2019 pada wilayah Medan dan Pekanbaru.

5.2 Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberi gambaran umum mengenai deskripsi variabel penelitian (dysfunctional audit behavior, locus of control, turnover intention, kinerja auditor dan komitmen organisasi). Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam memahami data, yang dimulai dari jumlah data (N), nilai rata-rata (Mean), dan standar penyimpangan data (Standar Deviasi). Salah satu pendekatan deskriptif dapat dilihat melaluai frekuensi yaitu untuk mengetahui atau menjelaskan kelompok data berdasarkan atas gejala pusat (Tendency central) dari kelompok tersebut. Berikut adalah hasil analisis statistik deskriptif yang diolah dengan menggunakan program SPSS:

Tabel 5.2 Deskriptif Frekuensi Dysfunctional Audit Behavior

Sumber: Lampiran III

Berdasarkan hasil descriptive frequency statistics dysfunctional audit behavior tersebut, dapat dijabarkan responden paling banyak menjawab pertanyaan di jelaskan sebagai berikut bahwa 30 dari 63 responden menjawab pertanyaan pertama setuju, 25 dari 63 responden menjawab pertanyaan kedua sangat setuju, 30 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan ketiga, 33 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan keempat, 31 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan kelima, 37 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan keenam, 25 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan ketujuh, 33 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan kedelapan, 29 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan kesembilan, 37 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan kesepuluh, 33 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan kesebelas, 32 dari 63 responden menjawab sangat setuju pada pertanyaan keduabelas.

49

Tabel 5.3 Deskriptif Frekuensi Locus of Control

Sumber: Lampiran IV

Berdasarkan hasil descriptive frequency statistics locus of control tersebut, dapat dijabarkan responden paling banyak menjawab pertanyaan di jelaskan sebagai berikut bahwa 20 dari 63 responden menjawab pertanyaan pertama sangat setuju, 34 dari 63 responden menjawab pertanyaan kedua netral, 28 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan ketiga, 55 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan keempat, 56 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan kelima, 20 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan keenam, 41 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan ketujuh, 30 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan kedelapan, 46 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan kesembilan, 47 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan kesepuluh, 38 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan kesebelas, 27 dari 63 responden menjawab sangat netral pada pertanyaan keduabelas.

Tabel 5.4 Deskriptif Frekuensi Turnover Intention

Sumber: Lampiran V

Berdasarkan hasil descriptive frequency statistics turnover intention tersebut, dapat dijabarkan responden paling banyak menjawab pertanyaan di jelaskan sebagai berikut bahwa 46 dari 63 responden menjawab pertanyaan pertama netral, 24 dari 63 responden menjawab pertanyaan kedua netral, 50 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan ketiga, 46 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan keempat.

Tabel 5.5 Deskriptif Frekuensi Kinerja Auditor

Sumber: Lampiran VI

Berdasarkan hasil descriptive frequency statistics kinerja auditor tersebut, dapat dijabarkan responden paling banyak menjawab pertanyaan di jelaskan sebagai berikut bahwa 24 dari 63 responden menjawab pertanyaan pertama netral,

51

28 dari 63 responden menjawab pertanyaan kedua setuju, 41 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan ketiga, 36 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan keempat, 26 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan kelima, 30 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan keenam, 35 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan ketujuh, 42 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan kedelapan, 21 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan kesembilan, 26 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan kesepuluh, 30 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan kesebelas.

Tabel 5.6 Deskriptif Frekuensi Komitmen Organisasi

Sumber: Lampiran VII

Berdasarkan hasil descriptive frequency statistics komitmen organisasi tersebut, dapat dijabarkan responden paling banyak menjawab pertanyaan di jelaskan sebagai berikut bahwa 29 dari 63 responden menjawab pertanyaan pertama sangat setuju, 35 dari 63 responden menjawab pertanyaan kedua setuju, 41 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan ketiga, 27 dari 63 responden

menjawab netral pada pertanyaan keempat, 35 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan kelima, 32 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan keenam, 34 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan ketujuh, 50 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan kedelapan, 21 dari 63 responden menjawab netral pada pertanyaan kesembilan, 26 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan kesepuluh, 30 dari 63 responden menjawab setuju pada pertanyaan kesebelas.

Tabel 5.7 Statistik Deskriptif

Variabel Min Max Mean Std. Deviation

Dysfunctional_Audit_Behav

ior 2,00 5,00 4,16 0,90

Locus_of_Control 1,67 4,58 3,36 0,73

Turnover_Intention 1,50 4,00 2,94 0,63

Kinerja_Auditor 1,73 4,82 3,53 0,85

Komitmen_Organisasi 1,67 4,67 3,32 0,81

Sumber: Lampiran VIII

Berdasarkan hasil analisis descriptive statistics tersebut, dapat dilihat bahwa 63 responden menjawab 12 pertanyaan pada variabel dysfunctional audit behavior dengan nilai mean 4,16 yang berarti responden memiliki tingkat dysfunctional audit behavior yang tinggi melalui kuesioner yang dibagikan, 12 pertanyaan pada variabel locus of control dengan nilai mean 3,36 yang berarti responden memiliki tingkat locus of control yang tinggi melalui kuesioner yang dibagikan.

Variabel turnover intention memiliki 4 pertanyaan dengan nilai mean 2,94 yang menjelaskan bahwa responden memiliki tingkat turnover intention yang sedang melalui kuesioner yang dibagikan, 11 pertanyaan pada variabel kinerja auditor dengan nilai mean 3,53 menjelaskan bahwasanya auditor yang bekerja di

53

wilayah Medan dan Pekanbaru memiliki tingkat kinerja auditor yang tinggi dan 12 pertanyaan pada variabel moderating komitmen organisasi dengan mean 3,32 yang berarti responden memiliki tingkat komitmen organisasi yang tinggi melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden.

5.3 Analisis Data

Analisis data menjadi bagian dalam penelitian yang berfungsi sebagai suatu proses pengolahan data hasil dari penelitian menjadi berupa informasi baru yang dapat digunakan dalam membuat kesimpulan. Analisis data didalam penelitian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu Hasil Uji Kualitas Data dan Hasil Uji Regresi Linier Berganda.

5.3.1 Hasil Uji Kualitas Data

Hasil Uji Kualitas Data merupakan hasil yang diperoleh dari data yang diproses dengan menggunakan metode Uji Kualitas Data. Hasil uji kualitas data dikelompokkan menjadi Hasil Uji Validitas Data dan Hasil Uji Reliabilitas Data.

5.3.1.1 Hasil Uji Validitas Data

Tahap awal yang dilakukan setelah kuesioner diperoleh adalah uji validitas data. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada pernyataan kuesioner yang harus dibuang atau diganti karena tidak relevan. Dalam penelitian ini, uji validitas diukur menggunakan corrected item – total correlation. Analisis corrected item-total correlation dilakukan dengan cara mengorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pernyataan yang berkorelasi signifikan dengan skor total

menunjukkan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkapkan.

 Jika rhitung ≥ rtabel, maka item-item pertanyaan dinyatakan valid

 Jika rhitung ≤ rtabel, maka item-item pertanyaan dinyatakan tidak valid.

Nilai rtabel adalah (N-2) = 63 - 2 = 61 (lihat tabel r dengan df 61) = 0.2091.

Nilai rhitung dalam uji ini adalah pada kolom Item – Total Statistics (Corrected Item – Total Correlation). Dan diketahui nilai rhitung ≥ 0,2091. Artinya seluruh item-item variabel dinyatakan valid. Adapun hasil uji validitas data dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 5.8 Hasil Uji Validitas Data Dysfunctional Audit Behavior

Pearson Correlation rtabel Keterangan

Y_1 0,828 0,209 Valid

Y_2 0,583 0,209 Valid

Y_3 0,609 0,209 Valid

Y_4 0,661 0,209 Valid

Y_5 0,456 0,209 Valid

Y_6 0,590 0,209 Valid

Y_7 0,519 0,209 Valid

Y_8 0,587 0,209 Valid

Y_9 0,402 0,209 Valid

Y_10 0,310 0,209 Valid

Y_11 0,394 0,209 Valid

Y_12 0,351 0,209 Valid

Sumber: Lampiran IX

Berdasarkan hasil uji validitas dari data yang diperoleh dari 63 responden melalui 12 pertanyaan mengenai dysfunctional audit behavior yang diberikan, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan yang diberikan valid.

55

Tabel 5.9 Hasil Uji Validitas Data Locus of Control

Pearson Correlation rtabel Keterangan

X1_1 0,843 0,209 Valid disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan yang diberikan valid.

Tabel 5.10 Hasil Uji Validitas Data Turnover Intention

Pearson Correlation rtabel Keterangan

X2_1 0,655 0,209 Valid melalui 4 pertanyaan mengenai turnover intention yang diberikan, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan yang diberikan valid.

Tabel 5.11 Hasil Uji Validitas Data Kinerja Auditor

Pearson Correlation rtabel Keterangan

X3_1 0,834 0,209 Valid melalui 11 pertanyaan mengenai kinerja auditor yang diberikan, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan yang diberikan valid.

Tabel 5.12 Hasil Uji Validitas Data Komitmen Organisasi

Pearson Correlation rtabel Keterangan

M_1 0,857 0,209 Valid

57

Berdasarkan hasil uji validitas dari data yang diperoleh dari 63 responden melalui 12 pertanyaan mengenai komitmen organisasi yang diberikan, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan yang diberikan valid.

5.3.1.2 Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi konstruk atau variabel penelitian. Untuk mengukur uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan uji statistik Cronbach Alpha(α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai koefisien Alpha lebih besar daripada 0,70 (Ghozali, 2005). Hasil uji reliabilitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 5.13 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach's Alpha Batas Reliabilitas Ket

Dysfunctional_Audit_Behavior 0,881 0,700 Reliabel

Locus_of_Control 0,864 0,700 Reliabel

Turnover_Intention 0,957 0,700 Reliabel

Kinerja_Auditor 0,876 0,700 Reliabel

Komitmen_Organisasi 0,861 0,700 Reliabel

Sumber: Lampiran XIV

Variabel dalam penelitian ini menunjukkan hasil uji reliabilitas yang relatif sama, diantaranya dysfunctional audit behavior mengandung nilai cronbach’s alpha sebesar 0,881 , locus of control mengandung nilai cronbach’s alpha sebesar 0,864 , turnover intention mengandung nilai cronbach’s alpha sebesar 0,957 , kinerja auditor mengandung nilai cronbach’s alpha sebesar 0,876 dan komitmen organisasi mengandung nilai cronbach’s alpha sebesar 0,861 . Nilai cronbach’s alpha dari tiap variabel lebih besar daripada batas reliabilitas sebesar 0,700, sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ukur variabel yang dipergunakan dalam penelitian ini sangat reliabel.

5.3.2 Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Metode pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan statistik Analisis Regresi Berganda. Metode analisis regresi berganda dipilih dengan alasan untuk memprediksi hubungan antara satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen. Analisis regresi dianggap tepat dalam pengujian ini karena analisis regresi tidak hanya menentukan besarnya pengaruh variabel independen, tetapi juga menunjukkan arah dari pengaruh tersebut. Menurut Ghozali (2009), pada analisis regresi linear digunakan 3 uji, yaitu uji pengaruh simultan (uji F), uji koefisien determinasi atau disebut juga uji model, dan uji pengaruh parsial (uji -t).

Berikut adalah hasil analisis regresi berganda yang diolah dengan program SPSS:

Tabel 5.14 Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Model

Locus_of_Control 0,280 0,112 0,361 2,501 0,015 Turnover_Intention 0,726 0,277 0,212 2,622 0,011 Kinerja_Auditor 0,328 0,107 0,403 3,059 0,003 a. Dependent Variable: Dysfunctional_Audit_Behavior

Sumber: Lampiran XV

Dari hasil uji regresi tersebut, persamaan persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Y= a + ß1X1 + ß2X2 + ß3X3 + ε

Dysfunctional audit behavior = 17,385 + 0,280 Locus of control + 0,726 Turnover intention + 0,328 Kinerja auditor + ε

Persamaan tersebut mengandung arti bahwa nilai konstanta (a) sebesar 17,385. Artinya yaitu apabila variabel bebas diasumsikan nol (0), maka

59

dysfunctional audit behavior bernilai 17,385. Nilai koefisien regresi variabel locus of control sebesar 0,280. Artinya adalah bahwa setiap peningkatan penilaian terhadap locus of control sebesar 1 satuan maka akan meningkatkan nilai dysfunctional audit behavior sebesar 0,280 dengan asumsi variabel lain tetap.

Nilai koefisien regresi variabel turnover intention sebesar 0,726. Artinya adalah bahwa setiap peningkatan penilaian terhadap turnover intention sebesar 1 satuan maka akan meningkatkan nilai dysfunctional audit behavior sebesar 0,726 dengan asumsi variabel lain tetap. Nilai koefisien regresi variabel kinerja auditor sebesar 0,328. Artinya adalah bahwa setiap peningkatan penilaian terhadap kinerja auditor sebesar 1 satuan maka akan meningkatkan nilai dysfunctional audit behavior sebesar 0,328 dengan asumsi variabel lain tetap. Standar error (e) merupakan variabel acak dan mempunyai distribusi probabilitas. Standar error (e) mewakili semua faktor yang mempunyai pengaruh terhadap Y tetapi tidak dimasukan dalam persamaan (Lampiran 15).

5.3.2.1 Hasil Uji Simultan (Uji F)

Uji Simultan (Uji F) digunakan untuk melihat apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara seluruh variabel independen secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Peneliti menggunakan tiga variabel independen yaitu locus of control, turnover intention dan kinerja auditor untuk mengetahui nilai simultan terhadap satu variabel dependen yaitu dysfunctional audit behavior.

Hasil uji simultan pada seluruh variabel independen yaitu locus of control, turnover intention dan kinerja auditor terhadap variabel dependen yakni dysfunctional audit behavior menjelaskan bahwa seluruh variabel independen yang

dipergunakan dalam penelitian ini memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap dysfunctional audit behavior selaku variabel dependen. Seluruh variabel independen memiliki ikatan dengan nilai Fhitung sebesar 54,173 lebih besar daripada nilai Ftabel sebesar 2,76 dengan signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (Lampiran 15).

5.3.2.2 Hasil Uji Determinasi

Koefisien determinasi (Adjusted R2) adalah sebuah koefisien yang menunjukkan persentase pengaruh semua variabel independen terhadap variabel dependen dalam menjelaskan variabel dependen. Hasil uji determinasi dalam penelitian ini menjelaskan bahwa seluruh variabel independen dalam penelitian ini yaitu locus of control, turnover intention dan kinerja auditor secara bersama-sama memiliki sumbangan pengaruh sebesar 0,720 yang artinya pengaruh ketiga variabel independen tersebut sebesar 72% dan terdapat sisa 28% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan kedalam model ini (Lampiran 15).

5.3.2.3 Hasil Uji Parsial (Uji –t)

Uji –t digunakan untuk mengetahui faktor fundamental manakah variabel independen yang paling berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji –t merupakan pengujian mandiri variabel independen (locus of control (X1), turnover intention (X2), kinerja auditor (X3)) terhadap variabel dependen dysfunctional audit behavior.

Hasil Uji Parsial dari tiap variabel independen terhadap variabel dependen dapat dilihat pada lampiran 15. Hasil Uji Parsial (Uji –t) dari variabel locus of

61

control, turnover intention dan kinerja auditor diperoleh melalui tabel 5.14 dengan penjelasan sebagai berikut:

Variabel locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap dysfunctional audit behavior dengan penjelasan bahwa locus of control memiliki pengaruh beta 0,280 terhadap dysfunctional audit behavior dengan signifikansi pengaruh sebesar 0,015 lebih kecil dari 0,05. Variabel turnover intention berpengaruh positif dan signifikan terhadap dysfunctional audit behavior dengan penjelasan bahwa turnover intention memiliki pengaruh beta 0,726 terhadap dysfunctional audit behavior dengan signifikansi 0,011 lebih kecil dari 0,05.

Variabel kinerja auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap dysfunctional audit behavior dengan penjelasan bahwa kinerja auditor memiliki pengaruh beta 0,328 terhadap dysfunctional audit behavior dengan signifikansi pengaruh sebesar 0,003 lebih kecil dari 0,05 .

Tabel 5.15 Hasil Pengujian Hipotesis

Hipotesis B thitung ttabel Sign Alpha

5.3.3 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Dengan Variabel Moderasi Metode pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan statistik Analisis Regresi Berganda. Metode analisis regresi berganda dipilih dengan alasan untuk memprediksi hubungan antara satu variabel dependen dengan beberapa variabel independen serta adanya variabel moderasi. Analisis regresi dianggap tepat dalam pengujian ini karena analisis regresi menentukan besarnya pengaruh variabel independen dengan pengaruh moderasi. Menurut Ghozali (2009), pada analisis regresi linear digunakan 3 uji, yaitu uji pengaruh simultan (uji F), uji koefisien determinasi atau disebut juga uji model dan uji pengaruh parsial (uji -t). Berikut adalah hasil analisis regresi berganda yang diolah dengan program SPSS:

Tabel 5.16 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Dengan Variabel Moderasi

Model

Locus_of_Control 1,554 0,596 2,003 2,606 0,012 Turnover_Intention -1,091 0,788 -0,319 -1,385 0,172 Kinerja_Auditor -0,956 0,521 -1,176 -1,835 0,072 Locus_of_Control_x_

Komitmen_Organisasi -0,036 0,013 -3,622 -2,663 0,010 Turnover_Intention_x_

Komitmen_Organisasi 0,044 0,019 1,050 2,280 0,026 Kinerja_Auditor_x_Ko

mitmen_Organisasi 0,030 0,014 2,831 2,193 0,033 a. Dependent Variable: Dysfunctional_Audit_Behavior

Sumber: Lampiran XVI

Dari hasil uji regresi tersebut, persamaan persamaan regresi yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Y= a + ß1X1 + ß2X2 + ß3X3 + ß4 X4M+ ß5X5M + ß6X6M + ε

63

Dysfunctional audit behavior = 27,526 + 1,554 Locus of control – 1,091 Turnover intention – 0,956 Kinerja auditor – 0,036 Locus of Control x Komitmen Organisasi + 0,044 Turnover intention x Komitmen Organisasi + 0,030 Kinerja Auditor x Komitmen Organisasi + ε

Persamaan tersebut mengandung arti bahwa nilai konstanta (a) sebesar 27,526. Artinya yaitu apabila variabel bebas diasumsikan nol (0), maka dysfunctional audit behavior bernilai 27,526. Nilai koefisien regresi variabel locus of control sebesar 1,554. Artinya adalah bahwa setiap peningkatan penilaian terhadap locus of control sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan nilai dysfunctional audit behavior sebesar 1,554 dengan asumsi variabel lain tetap. Nilai koefisien regresi variabel turnover intention sebesar -1,091. Artinya adalah bahwa setiap peningkatan penilaian terhadap turnover intention sebesar 1 satuan, maka akan menurunkan nilai dysfunctional audit behavior sebesar 1,091 dengan asumsi variabel lain tetap. Nilai koefisien regresi variabel kinerja auditor sebesar -0,956.

Artinya adalah bahwa setiap peningkatan penilaian terhadap kinerja auditor sebesar 1 satuan, maka akan menurunkan nilai dysfunctional audit behavior sebesar 0,956 dengan asumsi variabel lain tetap.

Nilai koefisien regresi variabel locus of control dengan dimoderasi komitmen organisasi sebesar -0,036. Artinya adalah bahwa setiap peningkatan penilaian terhadap locus of control dengan moderasi komitmen sebesar 1 satuan, maka akan menurunkan nilai dysfunctional audit behavior sebesar 0,036. Nilai koefisien regresi variabel turnover intention dengan dimoderasi komitmen organisasi sebesar

0,044. Artinya adalah bahwa setiap peningkatan penilaian terhadap turnover intention dengan moderasi komitmen sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan nilai dysfunctional audit behavior sebesar 0,044. Nilai koefisien regresi variabel kinerja auditor dengan dimoderasi komitmen organisasi sebesar 0,030. Artinya adalah bahwa setiap peningkatan penilaian terhadap kinerja auditor dengan moderasi komitmen sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan nilai dysfunctional audit behavior sebesar 0,030. Standar error (e) merupakan variabel acak dan mempunyai distribusi probabilitas. Standar error (e) mewakili semua faktor yang mempunyai pengaruh terhadap Y tetapi tidak dimasukan dalam persamaan (Lampiran 16).

5.3.3.1 Hasil Uji Simultan (Uji F) Dengan Variabel Moderasi

Uji Simultan (Uji F) digunakan untuk melihat apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara seluruh variabel independen dan variabel moderasi secara keseluruhan terhadap variabel dependen. Peneliti menggunakan tiga variabel independen yaitu locus of control, turnover intention dan kinerja auditor serta satu variabel moderasi yaitu komitmen organisasi untuk mengetahui nilai simultan terhadap satu variabel dependen yaitu dysfunctional audit behavior.

Hasil uji simultan pada seluruh variabel independen yaitu locus of control, turnover intention dan kinerja auditor dengan variabel moderasi dalam penelitian ini yakni komitmen organisasi terhadap variabel dependen yakni dysfunctional audit behavior menjelaskan bahwa seluruh variabel independen dengan variabel moderasi yang dipergunakan dalam penelitian ini memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap dysfunctional audit behavior selaku variabel dependen.

65

Seluruh variabel independen dengan dimoderasi oleh komitmen organisasi memiliki ikatan dengan nilai Fhitung sebesar 35,872 lebih besar daripada nilai Ftabel

sebesar 2,53 dengan signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (Lampiran 16).

5.3.4 Hasil Uji Determinasi Dengan Variabel Moderasi

Koefisien determinasi (Adjusted R2) adalah sebuah koefisien yang menunjukkan persentase pengaruh semua variabel independen serta moderasi terhadap variabel dependen dalam menjelaskan variabel dependen. Hasil uji determinasi dalam penelitian ini menjelaskan bahwa seluruh variabel independen dalam penelitian ini yaitu locus of control, turnover intention dan kinerja auditor dan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi secara bersama-sama memiliki

Koefisien determinasi (Adjusted R2) adalah sebuah koefisien yang menunjukkan persentase pengaruh semua variabel independen serta moderasi terhadap variabel dependen dalam menjelaskan variabel dependen. Hasil uji determinasi dalam penelitian ini menjelaskan bahwa seluruh variabel independen dalam penelitian ini yaitu locus of control, turnover intention dan kinerja auditor dan komitmen organisasi sebagai variabel moderasi secara bersama-sama memiliki