BAB III METODE PENELITIAN
3.6 Metode Analisa Data
3.6.1 Uji Instrumen Penelitian
3.6.1.2 Uji Reliabilitas
Sedangkan reliabilitas adalah bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. (Suharsimi Arikunto, 2014:221).
Rumus Reliabilitas Alpha:
r
11 = ( k ) ( 1 – Σσb2 ) ( k – 1 ) σ 2tDimana :
r
11 = reabilitas instrumenK = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal.
Σσb2 = jumlah varians butir σ 2t = varians total
(Suharsimi Arikunto, 2014:239) 3.6.2 Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan model regresi yang baik dan benar-benar mampu memberikan estimasi yang handal dan tidak bias. Tujuan dari dilakukannya uji asumsi klasik adalah agar diperoleh persamaan yang handal, maka data-data yang digunakan dalam analisis regresi terlebih dahulu.
Dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas digunakan unuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari model regresi terdistribusi secara normal atau tidak, uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atar variabel independen, uji heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual pada suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. (Duwi Priyatno, 2016:109-117).
3.6.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi variable terikat untuk setiap nilai variabel bebas tertentu berdistribusi normal atau tidak. Dalam model regresi linier, asumsi ini ditujukan oleh nilai error yang
berdistribusikan normal. Model regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara statistik. Pengujian normalitas data menggunakan Test of Normality Kolmogoriv-Smirnov dalam SPSS.
Menurut Singgih Santoso (2016:393), dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significant), yaitu:
Jika Probabilitas > 0.05 maka distribusi dari populasi adalah normal.
Jika Probabilitas < 0.05 maka populasi tidak berdistribusi secara normal.
Pengujian secara visual dapat juga dilakukan dengan metode metode grafik normal probability plots dalam program SPSS dasar pengambilan keputusan
Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa regresi memenuhi asumsi normalitas.
Jika data menyebar jauh dari garis dan tidak mengikuti arah garis garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
3.6.2.2 Uji Multikorlinieritas
Multikorlinieritas merupakan suatu situasi dimana beberapa atau semua variabel independen saling berkorelasi tinggi. Jika terdapat korelasi yang sempurna diantara sesama variabel independen ini sama dengan satu, maka konsekuensinya adalah:
a. Koefisien-koefisien regresi menjadi tidak stabil
b. Nilai standar error setiap koefisiensi regresi menjadi tidak terhingga Dengan demikian berarti semakin besar korelasi diantara sesama variabel independen, maka koefisien-koefisien regresi semakin besar kesalahannya, dari standar errornya yang semakin besar pula.
Cara yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya multikorlinieritas adalah dengan menggunakan Variance Inflation Factor (VIF).
Ri2 adalah koefisien determinasi yang diperoleh dengan meregresikan salah satu variabel bebas X1 terhadap variabel bebas lainnya. Jika nilai VIF kurang atau sama dengan 10 maka diantara variabel independen tidak terdapat multikorlinieritas.
3.6.2.3 Uji Heteroskedastisitas
Situasi heteroskedastisitas akan menyebabkan penaksiran koefisien- koefisien regresi menjadi tidak efisien dan hasil taksiran dapat menjadi kurang atau melebihi dari yang semestinya. Dengan demikian, agar koefisien-koefisien regresi tidak menyesatkan, maka situasi heteroskedastisitas tersebut dihilangkan dari model regresi. Adapun untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas yaitu dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot. Sugiyono (2015).
3.6.3 Analisis Regresi Linier Berganda
Menurut Duwi Priyatno (2016:92) Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh anatara dua variabel independen
dengan satu variabel dependen yang ditampilkan dalam bentuk persamaan regresi. Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio. Persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y’ = a+b1X1+x1+b2X2+...+bnXn
Keterangan :
Y’ = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) X1X2 = Variable independen
a = Konstanta (nilai Y’ apabila X1X2...Xn = 0) b1, b2 = Koefisien regresi
3.6.4 Uji Hipotesis
1) Uji t pada regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Hasil uji mempunyai kriteria pengujia sebagai berikut:
Kriteria Pengujian :
Ho diterima jika t hitung > t tabel
Ho ditolak jika t hitung < t tabel
Menentukan thitung yaitu berdasarkan output yang diperoleh oleh pengolah data spss.
3.6.5 Analisis Koefisien Determinasi
Besarnya pengaruh koefisien determinasi masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat dapat diketahui dari besarnya koefisein determinasi secara parsial (r2) masing-masing varibael. Sedangkan Koefisein determinasi simultan mengukur seberapa besar variabel independen secara keseluruhan terhadap naik turunnya variasi nilai variabel dependen.
48
BAB IV
GAMBARAN UMUM OBYEK PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum PT. Sintra Power Elektrik
4.1.1 Sejarah Singkat PT. Sintra Power Elektrik
PT Sintra Power Elektrik merupakan PMA (Penanaman Modal Asing) asal Taiwan. Perusahaan ini didirikan pada 23 Juli 2013 lalu, sebagai produsen tegangan tinggi di Indonesia. sebagai ekspansi PT Sintra Sinarindo Elektrik. Perusahaan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan mitra transformer industries, dengan memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi mitra kepercayaan pelanggan. bangga dengan kualitas unggul dan layanan pelanggan dan yang penting staf ahli yang akan membantu merancang transformer yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Terbukanya ruang keterlibatan swasta dalam penyediaan dan pengelolaan kebutuhan energi listrik nasional, melalui Undang-undang Ketenagalistrikan No. 30 Tahun 2009, membuat kegiatan bisnis sektor kelistrikan semakin bergairah. Satu persatu perusahaan yang bergerak di bidang itu bermunculan, mulai dari yang kecil, menengah, hingga skala Internasional.
Dengan membuka pabrik di Kabupaten Bekasi yang beralamat di Kawasan Newton Techno Blok J7, No. 1-2, Jl. Jati Raya No. III, Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan, Bekasi – Jawa Barat, PT. Sintra
Power Elektrik memproduksi transformers (trafo) single phase atau three phase frekuensi 50/60 Hz tegangan primer 150 KV kapasitas 1MVA – 100 MVA jenis pendingin OA, OA / FA, FOA, OFWF, menurut standar IEEE / ANSI atau IEC. PT Sintra Power Elektrik juga menyediakan suku cadang, bahan, transformer minyak pemeliharaan dan layanan perbaikan untuk setiap jenis transformer.
Strategi bisnis yang difokuskan pada intern perusahaan, manajemen PT. Sintra Power Elektrik terus melakukan pembenahan kinerja, baik dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) maupun kualitas produksi. Terkait karyawan, selain merekrut tenaga ahli dari sejumlah universitas ternama, volume palatihan regular mengenai product knowledge juga terus ditambah.
ini, sangat relevan dengan upaya peningkatan kualitas produksi, karena bermutu atau tidaknya sebuah produk tergantung pada kemampuan SDM yang tersedia. Sedangkan terkait kualitas produk, kegiatan dalam rangka mengupdate sertifikasi mutu tak pernah putus dilakukan.
4.1.2 Gambaran Umum dari Responden yang diteliti
Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai data deskriptif yang diperoleh dari responden. Data ini digunakan sebagai informasi tambahan untuk memahami hasil-hasil penelitian. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Sintra Power Elektrik. Hal ini sesuai dengan metode pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini, yaitu random sampling, yaitu teknik sampling yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi untuk dijadikan sampel.
Berdasarkan jumlah data yang diperoleh yaitu dengan populasi sebanyak 72 karyawan dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 72 responden yang merupakan karyawan PT. Sintra Power Elektrik, melalui daftar pertanyaan di dapat kondisi responden tentang jenis kelamin, pendidikan, usia dan departemen kerja. Penggolongan yang dilakukan terhadap populasi dan sampel dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas mengenai gambaran umum tentang responden sebagai obyek penelitian.
4.1.3 Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan
4.1.3.1 Visi
Visi kami adalah menjadi produsen Power dan Distribusi Transformers terkemuka, serta Peralatan Pengujian untuk pasar Domestik dan Internasional.
4.1.3.2 Misi
Misi kami adalah menyediakan transformator berkualitas tinggi dan efisien untuk perusahaan domestik dan internasional. Pakar kami menyediakan layanan teknis yang bertujuan untuk memperkuat reputasi kami sebagai perusahaan yang berorientasi pelanggan dan mitra bisnis yang andal.
4.1.3.3 Tujuan
Membangun citra perusahaan dengan memberikan layanan yang unggul dan produk Power and Distribution Transformers yang berkualitas tinggi.
Perluas kesadaran merek kami, terutama di sektor swasta.
4.1.4 Struktur Organisasi Penelitian
Sama halnya dengan organisasi lain, PT Sintra Power Elektrik memiliki struktur organisasi yang menjadi acuan tugas dan pekerjaan dari masing-masing jabatan. Berikut adalah susunan organisasi dari tingkatan manajemen tertinggi:
President Director : Wendy Hsiao Vice President Director : Lin Yao Pin
Enginering : Lim Susanto
Production Management : Pan Chia Hao
Marketing : Gregory Hsiao Administration : Ana Suliana
Finance : Yoga Darma
Management : Ana Suliana
Cost : Mike
Accounting : Yuni
Manufaktur 1 : Adi Suryono
Core : Kaseno
Coil : A. Mursani
Core : Kaseno
Production Control : Eka R
Warehouse : Narto
Purchasing : Esterlina
Maintenance : Yudi
Manufacture II : Rusmin
Tank : Sutomo
Painting : Andi
Quality Assurance : Lim Susanto
Inspection : Hans S
Quality Conrol : Ani Soraya 4.1.5 Kegiatan Operasional Penelitian
1) Direktur Utama
Tugas utama dari Direktur Utama:
a. Menentukan usaha sebagai pimpinan umum dalam mengelola perusahaan.
b. Memegang kekuasaan secara penuh dan bertanggung jawab terhadap pengembangan perusahaan secara keseluruhan.
c. Menentukan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan.
Tanggung jawab dari Direktur Utama adalah untuk mengelola usaha perseroan sesuai anggaran dasar.
2) Direktur
Pada umumnya direktur memiliki tugas antara lain:
a. Memimpin perusahaan dengan menerbitkan kebijakan-kebijakan perusahaan
b. Memilih, menetapkan, mengawasi tugas dari karyawan dan kepala bagian (manager)
c. Menyetujui anggaran tahunan perusahaan
d. Menyampaikan laporan kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan
3) Controller
merupakan manajer eksekutif yang bertanggung jawab atas fungsi akuntansi perusahaan.
Tugas dari Controller antara lain:
a. Memilih dan menentukan metode akuntansi yang digunakan.
b. Memonitoring dan audit internal.
c. Mengawasi proses pelaksanaan akuntansi keuangan.
d. Mengawasi pelaksanaan perpajakan Perusahaan.
4) Manager
Manager merupakan orang yang bertanggung jawab akan berjalannya setiap bagian / departemen yang dipimpinnya.
Adapun tugas manager antara lain:
a. Merencanakan, mengatur, mengarahkan, dan mengendalikan kegiatan dan sumber daya yang ada di departemennya.
b. Bertanggung jawab atas semua kegiatan yang berlangsung di departmenennya.
5) Assisten Manager
Assiten manager bisa dikatakan adalah kaki tangan dari manager.
Assisten manager tugasnya menyampaikan apa yang diintruksikan oleh manager ke struktur yang ada di bawahnya.
Tugas assisten manager ialah:
a. Menyiapkan rencana kebutuhan sumber daya dan jadwal kegiatan produksi dan perbaikan
b. Menetapkan target kegiatan produksi
c. Melaksanakan pengukuran kinerja biaya dan waktu d. Mengevaluasi biaya, mutu dan waktu
6) IT (Teknologi Informasi)
Pada umumnya IT (Teknologi Informasi) memiliki tugas antara
lain:
a. Merawat software/hardware/computer yang ada di Perusahaan.
b. Melakukan perbaikan jika ada yang rusak.
c. Memastikan semua hardware dan computer berfungsi normal.
d. Mengevaluasi dan meningkatkan kinerja sistem IT.
e. Menangani seluruh permasalahan software / hardware yang ada di perusahaan.
56
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1 Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 72 responden dari karyawan di PT Sintra Power Elektrik. Salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data adalah melalui kuesioner dan dikembalikan dengan jumlah yang sama. Dari seluruh pernyataan yang diberikan oleh responden diharapkan dapat diperoleh gambaran sesungguhnya yang mereka harapkan. Sebagai awal proses analisis dalam hasil penelitian ini, dilakukan analisis terhadap karakteristik responden yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, pendidikan, usia, masa kerja.
1. Karakteristik Jenis Kelamin
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gambaran tentang jenis kelamin dari populasi dan sampel yang dapat dilihat pada Tabel 5.1 sebagai berikut :
Tabel 5.1
Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
JENIS KELAMIN
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid LAKI-LAKI 61 84,7 84,7 84,7
PEREMPUAN 11 15,3 15,3 100,0
Total 72 100,0 100,0
Berdasarkan Tabel 5.1 dapat dilihat bahwa karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin Laki-laki berjumlah 61 responden, sedangkan responden Perempuan berjumlah 11 responden. Hal ini menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini kebanyakan berjenis kelamin Laki-laki dikarenakan bidang pekerjaannya membutuhkan lebih banyak tenaga Laki-laki daripada Perempuan sehingga Laki-laki mempunyai harapan lebih tinggi dalam keberhasilan pekerjaan.
2. Karakterisitik Pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gambaran tentang pendidikan dari populasi dan sampel yang dapat dilihat pada Tabel 5.2 sebagai berikut:
Tabel 5.2
Jumlah Responden Berdasarkan Pendidikan
PENDIDIKAN
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid SMA/SMK 54 75,0 75,0 75,0
D3 2 2,8 2,8 77,8
S1 14 19,4 19,4 97,2
S2 2 2,8 2,8 100,0
Total 72 100,0 100,0
Berdasarkan Tabel 5.2 kriteria responden berdasarkan pendidikan terakhir yaitu SMA/SMK berjumlah 54 responden, D3 berjumlah 2 responden, Sarjana (S1) berjumlah 14 responden dan S2 berjumlah 2 responden. Hal ini menunjukkan bahwa responden berdasarkan
pendidikan terakhir kebanyakan lulusan SMA disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.
3. Karakteristik Usia
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gambaran umum tentang usia dari populasi dan sampel yang dapat dilihat pada Tabel 5.3 sebagai berikut:
Tabel 5.3
Jumlah Responden Berdasarkan Usia
USIA
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 20-30 TAHUN 60 83,3 83,3 83,3
31-40 TAHUN 11 15,3 15,3 98,6
> 40 TAHUN 1 1,4 1,4 100,0
Total 72 100,0 100,0
Berdasarkan Tabel 5.3 data penelitian mengenai karakteristik responden berdasarkan usia dapat diketahui bahwa dari 72 responden terdapat responden pada usia 20-30 tahun berjumlah 60 responden, pada usia 31 - 40 tahun berjumlah 11 responden, pada usia >40 tahun berjumlah 1 responden. Hal ini menunjukkan bahwa responden berdasarkan usia dalam penelitian ini kebanyakan berusia 20 - 30 tahun.
4. Karakteristik Lama Kerja
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gambaran tentang masa kerja dari populasi dan sampel yang dapat dilihat pada Tabel 5.4 sebagai berikut:
Tabel 5.4
Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja
MASA KERJA
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 0 - 1 TAHUN 14 19,4 19,4 19,4
1 - 2 TAHUN 41 56,9 56,9 76,4
>3 TAHUN 17 23,6 23,6 100,0
Total 72 100,0 100,0
Berdasarkan Tabel 5.4 data penelitian mengenai karakteristik responden berdasarkan masa kerja dapat diketahui bahwa dari 72 responden, terdapat responden yang memiliki masa kerja 0 – 1 tahun berjumlah 14 responden, pada masa kerja 1 – 2 tahun berjumlah 41 responden, pada masa kerja >3 tahun berjumlah 17 responden. Hal ini menunjukkan bahwa responden berdasarkan masa kerja dalam penelitian ini kebanyakan memiliki masa kerja 1 - 2 tahun.
5.2 Hasil Analisa Data Atas Uji Validitas dan Reabilitas
Uji validitas dan reabilitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur apakah sebuah instrument dari sebuah pernyataan kuesioner dapat dinyatakan valid dan reliabel atau tidak. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan antara thitung dan ttabel dengan menggunakan rumus koefisien korelasi product moment yang dikemukakan pearson yaitu apabila thitung > ttabel maka dapat dinyatakan valid dan sebaliknya. Untuk mendapatkan T tabel dilakukan dengan table r product moment yaitu menentukan alpha = 0,05 kemudian n (sample) = 72 orang sehingga derajat kebebasan (df)
= n – 3 = 72-3 = 69 didapat r tabel = 0,234. diperoleh nilai t tabel yaitu sebesar 0,234.
Uji reabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kekonsistensian angket yang digunakan oleh peneliti sehingga angket tersebut bisa dihandalkan, walau penelitian dilakukan berulangkali dengan angket yang sama. Uji reabilitas dikatakan reliable jika nilai Cronbach Alpha > 0,6 , tetapi sebaliknya jika nilai Cronbach Alpha <
0,6 maka dikatakan tidak realibel. Hasil uji validitas-reliabilitas masing-masing variabel adalah sebagai berikut:
1. Uji Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Tabel 5.5
Hasil Uji Validitas Gaya Kepemimpinan Demokratis
No Item
Indikator Gaya Kepemimpinan Demokratis (X1)
Nilai rhitung Nilai rtabel Keputusan
1 X1.1 0,623 0,234 Valid
2 X1.2 0,648 0,234 Valid
3 X1.3 0,687 0,234 Valid
4 X1.4 0,746 0,234 Valid
5 X1.5 0,546 0,234 Valid
6 X1.6 0,561 0,234 Valid
7 X1.7 0,622 0,234 Valid
8 X1.8 0,327 0,234 Valid
Sumber : data yang diolah SPSS, 2019
Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa 8 butir instrumen gaya kepemimpinan demokratis (X1) dapat dinyatakan valid, karena thitung > ttabel sehingga pernyataan tersebut dapat digunakan dalam penelitian.
2. Uji Validitas Variabel Lingkungan kerja Tabel 5.6
Hasil Uji Validitas Lingkungan kerja
No Item
Indikator Lingkungan Kerja
(X2)
Nilai rhitung Nilai rtabel Keputusan
1 X2.1 0,463 0,234 Valid
2 X2.2 0,787 0,234 Valid
3 X2.3 0,940 0,234 Valid
4 X2.4 0,919 0,234 Valid
5 X2.5 0,962 0,234 Valid
6 X2.6 0,853 0,234 Valid
7 X2.7 0,810 0,234 Valid
Sumber : data yang diolah SPSS, 2019
Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa 7 butir instrumen lingkungan kerja (X2) dapat dinyatakan valid, karena thitung > ttabel sehingga pernyataan tersebut dapat digunakan dalam penelitian.
3. Uji Validitas Variabel Motivasi
Tabel 5.7
Hasil Uji Validitas Motivasi
Sumber : data yang diolah SPSS, 2019
Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa 8 butir instrumen motivasi (X3) dapat dinyatakan valid, karena thitung >
ttabel sehingga pernyataan tersebut dapat digunakan dalam penelitian.
No Item Indikator Motivasi
(X3) Nilai rhitung Nilai rtabel Keputusan
1 X3.1 0,676 0,234 Valid
2 X3.2 0,641 0,234 Valid
3 X3.3 0,558 0,234 Valid
4 X3.4 0,780 0,234 Valid
5 X3.5 0,607 0,234 Valid
6 X3.6 0,514 0,234 Valid
7 X3.7 0,710 0,234 Valid
8 X3.8 0,582 0,234 Valid
Tabel 5.8
Hasil Uji Validitas Disiplin kerja
Sumber : data yang diolah SPSS, 2019
Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa 8 butir instrumen disiplin kerja (Y) dapat dinyatakan valid, karena thitung >
ttabel sehingga pernyataan tersebut dapat digunakan dalam penelitian.
Tabel 5.9
Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel Cronbach 's
Alpha Nilai Kritis Keputusan
1 Gaya Kepemimpinan
Demokratis (X1) 0,855 0,6 Reliabel
2 Lingkungan Kerja (X2) 0,942 0,6
Reliabel
3 Motivasi (X3) 0,873 0,6 Reliabel
4 Disiplin Kerja (Y) 0,863 0,6 Reliabel
Sumber : data yang diolah SPSS, 2019 No Item Indikator Disiplin
kerja (Y) Nilai rhitung Nilai rtabel Keputusan
1 Y1.1 0,704 0,234 Valid
2 Y1.2 0,757 0,234 Valid
3 Y1.3 0,825 0,234 Valid
4 Y1.4 0,802 0,234 Valid
5 Y1.5 0,347 0,234 Valid
6 Y1.6 0,558 0,234 Valid
7 Y1.7 0,397 0,234 Valid
8 Y1.8 0,381 0,234 Valid
Berdasarkan hasil pengujian reliabilitas kuesioner pada tabel 5.9 dapat diketahui bahwa nilai cronbach’s alpha setiap item pernyataan untuk variabel X1, X2, X3 dan Y lebih besar dari nilai r tabel dengan nilai sebesar 0,6. Dengan demikian maka seluruh item pernyataan untuk setiap variabel dinyatakan reliabel dan dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data penelitian.
5.3 Uji Asumsi Klasik
Analisis regresi linier ganda diawali dengan pengujian persyaratan analisis. Hasil pengujian persyaratan analisis adalah sebagai berikut:
1. Uji Normalitas
Pengujian normalitas secara grafik menghasilkan grafik Normal P-P P-Plot dari data residual regresi yang dapat dilihat pada gambar Grafik tersebut memperlihatkan bahwa sebaran titik-titik nilai residual pada grafik Normal P-P Plot menyebar di sekitar dan mengikuti arah garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa data variabel yang digunakan untuk analisis regresi ganda berasal dari data yang berdistribusi normal.
Gambar 5.1
Normal P-P Plot Uji Normalitas
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2019 2. Kolmogorov-Smirnov
Analisis One-Sample Kolgmorov membandingkan fungsi distribusi kumulatif pengamatan suatu variabel dengan distribusi tertentu secara teoritis. Menurut Wahyu Agung kriteria pengujian uji normalitas antara lain jika sign pada kolom Asymp Sig (2-tailed) < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal, Jika sign pada kolom Asymp Sig (2-tailed) > 0,05 maka data berdistribusi normal. Adapun hasil pengujian normalitas data pada variable gaya kepemimpinan demokratis, lingkungan kerja dan motivasi terhadap disiplin kerja dapat dilihat pada tabel Kolmogorov-Sminov dibawah ini :
Tabel 5.10 Kolmogorov – Sminov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardize d Residual
N 72
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 3,02089405
Most Extreme Differences Absolute ,061
Positive ,061
Negative -,050
Test Statistic ,061
Asymp. Sig. (2-tailed)
,200c,d
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2019
3. Multikolinieritas
Pengujian ini untuk mengetahui apakah antar variabel bebas dalam persamaan regresi tersebut tidak saling berkolerasi. Untuk mendeteksi multikolinieritas adalah dengan melihat nilai tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF), dimana varibael bermasalah apabila nilai tolerance
> 0,1 atau nilai VIF < 10. (Ghozali, 2016:103).
Tabel 5.11
Coefisient Uji Multikolinieritas
Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
GAYA_KEPEMIMPINAN_D
EMOKRATIS ,937 1,068
LINGKUNGAN_KERJA ,943 1,060
MOTIVASI
,893 1,120
a. Dependent Variable: DISIPLIN_KERJA Sumber: Data penelitian yang diolah, 2019
Berdasarkan tabel coefficients menunjukan setiap variabel bebas mempunyai nilai tolerance >0,1 dan nilai VIF <10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi ini.
4. Heteroskedastisitas
Grafik scatter plot memperlihatkan bahwa titik-titik hasil perhitungan (perpotongan antara nilai residual dan prediksi) relatif menyebar secara acak di atas dan dibawah titik origin serta tidak membentuk pola tertentu. Hal ini dapat dikatakan bahwa analisis regresi ganda X1,X2 dan X3 terhadap Y benar-benar linier karena tidak memiliki masalah heteroskedastisitas sehingga analisis regresi linier ganda dapat dilanjutkan.
Gambar 5.2
Scatterplot Uji Heterokedastisitas
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2019
Karena persyaratan analisis (asumsi klasik) telah terpenuhi, yaitu memenuhi normalitas, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi heteroskedastisitas maka analisis regresi linier ganda dapat dilanjutkan. Data yang digunakan adalah data yang telah diuji tanpa melakukan perubahan karena persyaratan asumsi klasik telah terpenuhi semua.
5.4 Uji Analisis Regresi
1. Analisis Regresi Linier Ganda
Analisis regresi linier berganda adalah digunakan untuk mengukur pengaruh antara lebih dari satu variabel bebas terhadap variabel terikat.
Tabel 5.12
Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
Sumber: Data penelitian yang diolah, 2019
Dari tabel di atas dapat disusun model persamaan regresi linier ganda berdasarkan kolom B. Model regresi linier ganda hasil penelitian adalah sebagai berikut:
Ŷ = 1,998 + 0.489X1 + 0.254X2+0.420X3
Model persamaan regresi linier berganda hasil analisis tersebut dapat diartikan sebagai berikut:
1. Nilai konstanta sebesar 1,998, berarti jika variabel gaya kepemimpinan demokratis, lingkungan kerja dan motivasi dengan nol, maka disiplin kerja adalah 1,998.
2. Nilai koefisien beta pada variabel gaya kepemimpinan demokratis sebesar 0.489 yang berarti bahwa setiap perubahan pada variabel gaya kepemimpinan demokratis (X1) sebesar satu satuan akan mengakibatkan perubahan disiplin kerja (Y) sebesar 0.489 satuan. Sebaliknya penurunan
satu satuan pada disiplin kerja (Y) akan menurunkan gaya kepemimpinan demokratis sebesar 0.489 dengan asumsi-asumsi lain adalah tetap.
3. Nilai koefisien beta pada variabel lingkungan kerja sebesar 0.254 yang berarti bahwa setiap perubahan pada variabel lingkungan kerja (X2) sebesar satu satuan akan mengakibatkan perubahan disiplin kerja (Y) sebesar 0.254 satuan. Sebaliknya penurunan satu satuan pada disiplin kerja (Y) akan menurunkan lingkungan kerja sebesar 0.254 dengan asumsi-asumsi lain adalah tetap.
4. Nilai koefisien beta pada variabel motivasi sebesar 0.420 yang berarti bahwa setiap perubahan pada variabel motivasi (X3) sebesar satu satuan akan mengakibatkan perubahan disiplin kerja (Y) sebesar 0.420 satuan.
Sebaliknya penurunan satu satuan pada disiplin kerja (Y) akan menurunkan motivasi sebesar 0.420 dengan asumsi-asumsi lain adalah tetap.
5.5 Uji Hipotesis 1. Uji Hasil T
Pada hasil analisa data menggunakan spps versi 22 didapatkan
Pada hasil analisa data menggunakan spps versi 22 didapatkan