• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

INTEGRASI RUANG PERMUKIMAN NELAYAN DENGAN EKOWISATA PESISIR

6.2. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

Menurut Ghozali (2013), instrumen penelitian sangat menentukan kualitas data yang diperoleh. Data penelitian menjadi sahih dan dapat dipercaya apabila instrumen penelitian valid dan reliabel. Uji instrumen yang dilakukan mencakup uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan program SPSS dan Amos. Uji validitas program SPSS menggunakan korelasi Bivariate Person (product moment person) dan corrected item total. Pengujian menggunakan uji dua sisi pada taraf signifikansi 0,05. Adapun hasil dari pengujian menunjukkan bahwa dari 44 pertanyaan yang diajukan setelah dilakukan uji variabel dan hasil analisis, dinyatakan 10 variabel yang tidak valid dan hanya 34 variabel yang valid dan layak dianalisis lebih lanjut. Adapun 10 variabel yang tidak valid, hal ini disebabkan faktor loading tidak mencapai > 0.5 hasil, sehingga uji validitas instrumen yang tidak valid disajikan pada Tabel 6.2.

171 Tabel 6.2 Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian

Varibel Indikator Faktor

Loading Ket.

I.Variabel Peran Pemangku Kepentingan X1. Peran

Koordinasi

X1.2. Masyarakat harus berperan aktif mendorong berbagai aktivitas untuk meningkatkam fungsi ruang permukiman

0,243 Tidak valid X2. Peran

masyarakat

X2.1. Kemampuan dasar masyarakat harus ditingkatkan sebagai pemandu wisata

0,385 Tidak valid X2.2. Kesadaran masyarakat terhadap budaya

kearifan lokal harus ditingkatkan untuk mengembangkan kawasan ruang permukiman nelayan

0,476 Tidak valid

X3. Potensi alam X3.1. Potensi wisata budaya lokal harus dioptimalkan untuk mendukung peningkatan fungsi ruang permukiman nelayan

0,309 Tidak valid X3.2. Potensi wisata terumbu karang harus

dioptimalkan untuk mendukung peningkatan fungsi ruang permukiman

0,454 Tidak valid X4. Potensi fisik X4.3. Potensi wisata memancing penting

dioptimalkan mendukung peningkatan fungsi ruang permukiman nelayan

0,484 Tidak valid X4.4. Potensi wisata berlayar penting

dioptimalkan mendukung peningkatan fungsi ruang permukiman nelayan

0,320 Tidak valid II. Aspek Ruang Permukiman Nelayan

X6.1. Sarana pada ruang permukiman

X6.1. Pengembangan aset masyarakat seperti homestay/cottagge/villa/koperasi perlu dioptimalkan demi pencapaian peningkatan produktivitas perekonomian masyarakat

0,413 Tidak valid

III. Wisata Budaya X.10. Wisata Budaya

10.4. Proses pembuatan perahu, perbaikan kapal motor, pukat merupakan wujud wisata budaya berperan penting dalam meningkatkan kinerja dan hasil perekonomian masyarakat nelayan

0,295 Tidak valid

10.5. Hasil olahan laut berupa, pembuatan abon ikan, ikan kering, terasi, kerupuk ikan dan udang berperan penting dalam meningkatkan kinerja dan hasil perekonomian masyarakat nelayan

0,402 Tidak valid

Sumber : Hasil Perhitungan Program SPSS, 2014.

Berdasarkan Tabel 6.2 hasil uji instrumen ada 3 variabel dan 10 indikator yang tidak valid disebabkan;

 Dari 16 variabel integrasi ruang terdapat 7 variabel yang tidak valid yaitu; variabel X1.2, X2.1, X2.2, X3.1, dan X3.2, X4.3, X4.4.

 1 variabel ruang permukiman yang tidak valid (X6.1);  2 variabel ruang wisata pesisir tidak valid. (X10.4, X10.5).

172

Dengan demikian, dari 10 indikator yang diuji dapat disajikan pengaruh jawaban responden yang disebabkan tingkat Pendidikan SD/SLTA dari 61 responden (48,4%) hal ini menyebabkan presentase jawaban reponden bervariasi dari rendah, sedang dan tinggi sesuai skala 2, 3 dan 4 disajikan pada Tabel 6.3

Tabel 6.3 Skala Jawaban Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Variabel Pendidikan N Persentase

Pencapaian

Integrasi ruang Sekolah Dasar 47 83,64 % Menegah 15 81,94 % Pendidikan Tinggi 64 83,76 % Ruang Permukiman Nelayan Sekolah Dasar 47 83,56 % Menegah 15 87,48 % Pendidikan Tinggi 64 83,89 % Ekowisata Pesisir Sekolah Dasar 47 74,17 % Menegah 15 78,33 % Pendidikan Tinggi 64 78,95 % Integrasi ruang Sekolah Dasar 47 86,44 % Menegah 15 88,33 % Pendidikan Tinggi 64 85,16 % Sumber : Hasil Perhitungan Program SPSS, 2014.

Berdasarkan Tabel 6.3 hasil identifikasi reponden dengan tingkat pendidikan Sekolah Dasar rata-rata jawaban presentase pencapaian 74,17 persen dengan memberikan jawaban bervariasi dari sangat setuju (nilai 4) dan setuju (nilai 3) kurang setuju (nilai 2) dan tidak setuju (nilai 1). Adapun jawaban terkait dengan ruang wisata pesisir lebih disebabkan pertanyaan menyangkut aspek-aspek disajikan pada Tabel 6.4.

Tabel 6.4 Jawaban Responden Berdasarkan Variabel Ekowisata Pesisir Variabel

Pertanyaan

Wisata darat Wisata laut Wisata Budaya

30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Jumlah IIIII IIIII IIII I IIII I IIII II II I I 14 1 4 1 6 2 1 1

Sumber : Hasil Kuesioner, 2014

Keterangan:

30 = Olahraga susur pantai 31 = Berjemur 32 = Naik becak/dokar 33 = Berenang/Menyelam 34 = Memancing 35 = Berlayar/ski 36 = Rumah tradisional 37 = Kuliner 38 = Produk kesenian/kerajinan 39 = Pembuatan perahu

173

Berdarasakan Tabel 6.4 tersebut di atas, diketahui 21 responden yang memberikan penilaian kurang setuju (nilai 2) dan tidak setuju (nilai 1) terhadap pertanyaan dari nomor 30 sampai dengan nomor 40. Jawaban responden memberikan gambaran bahwa, belum dipahaminya aktivitas wisata darat, laut, dan yang akan dikembangkan dalam ruang permukiman. Pertanyaan kuesioner ini, merupakan aktivitas tambahan yang akan dikembangkan sehubungan dengan potensi keindahan alam, budaya masyarakat. Potensi ini merupakan obyek daya tarik wisata, yang masih belum ditingkatkan menjadi antraksi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan.

Selanjutnya dapat diasumsikan bahwa, alasan responden menjawab kurang setuju, tidak setuju terhadap aktivitas olahraga pantai, berjemur, ski dan arsitektur tradisonal. Berkaitan dengan alasan jawaban responden, terlihat bahwa aktivitas wisata yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama yang dianut dan nilai-nilai budaya timur, kurang disetujui. Meskipun sebahagian kecil responden setuju untuk aktivitas berjemur, berenang dapat dilakukan sepanjang pengunjung menutup aurat. Sedangkan untuk wisata laut dan budaya wisata berlayar, memancing, berenang diasumsikan bahwa aktivitas tersebut dapat menganggu aktivitas nelayan jika bekerja.

Persepsi ini jelas tergambar bahwa mayoritas pilihan responden masih belum memahami pentingnya dukungan serta kerjasama untuk meningkatkan wisata budaya dengan melibatkan pengunjung untuk belayar, mengetahui, memahami budaya nelayan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, masih belum dipahaminya dampak positif dari nilai-nilai sosial, budaya, perekonomian dengan kesadaran masyarakat setempat untuk mewujudkan ruang permukiman nelayan sebagai tempat atau ruang aktivitas, pelayanan wisata pesisir.

Berdasarkan Tabel 6.2, 6.3, dan 6.4 terlihat jawaban responden berdasarkan variabel yang tidak valid diketahui ada 10 indikator dinyatakan tidak valid. Namun secara uji validitas semua konstruk yang dijadikan indikator berdasarkan uji realibitas instrumen dari 3 konstruk yang diajukan yaitu konstruk integrasi ruang, ruang permukiman dan ruang ekowisata pesisir dinyatakan reliabel. Oleh sebab itu, berdasarkan konstruk dan indikator penelitian baik secara

174

empiris maupun gabungan ketiga variabel yang diuji, dapat dinyatakan valid dan layak.

Adapun hasil uji validitas dan reliabel dari konstruk dan indikator yang diuji sudah tepat, dan layak. Maka perbaikan atau modifikasi konstruk, indikator dirasa tidak perlu dilakukan apabila tujuan penelitian atau model fit yang diuji terbukti. Hal ini sesuai pendapat Ghozali (2013), bahwa syarat pengujian harus dilakukan untuk mengetahui model fit atau tidak fit. Perlu disesuaikan dengan syarat apakah perlu modifikasi.

Modifikasi perlu dipertimbangkan, bila jumlah residual lebih besar dari 2,58. Dilain pihak, Kusnendi (2008), menjelaskan bahwa untuk menguji model analisis SEM mengandung dua hal. Pertama, menguji kesesuaian model secara keseluruhan. Kedua, menguji secara individual (responden) kebermaknaan hasil estimasi parameter model. Pengujian parameter pertama erat kaitannya persoalan generalisasi. Generalisasi yang dilakukan, sejauh mana hasil estimasi parameter model dapat digunakan untuk mendukung penelitian, terhadap populasi induk (validitas eksternal), sehingga dapat dimanfaatkan. Sedangkan pengujian kedua berhubungan dengan menguji hipotesis penelitian yang diajukan.

Dengan demikian, hasil uji validitas dan reliabel dihasilkan fit sesuai hipotesis integrasi ruang permukiman dengan ekowsiata pesisir terbukti fit. Sedangkan uji validitas menggunakan program AMOS dilakukan dengan melihat faktor loading, sedangkan uji reliabilitas dilakukan dengan uji statistik Cronbach’s Alpha (α). Tujuan dilakukannya pengujian validitas terhadap instrumen, untuk mengetahui validitas pengukuran, instrumen penelitian yang dinyatakan valid adalah instrumen yang memang difungsikan untuk mengukur gejala variabel penelitian. Instrumen penelitian dikatakan valid apabila mempunyai faktor loading > 0,5. Adapun uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur suatu kuesioner, sehingga dikatakan reliabilitas atau layak, yang menunjukkan jawaban responden terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Hasil uji reliabilitas instrumen penelitian disajikan pada Tabel 6.5.

175 Tabel 6.5 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

No (1) Variabel (2) Cronbach’s Alpha (3) Keterangan (4) 1 X1 0,706 Reliabel 2 X2 0,777 Reliabel 3 X3 0,722 Reliabel 4 X4 0,735 Reliabel 5 X5 0,782 Reliabel 6 X6 0,684 Reliabel 7 X7 0,816 Reliabel 8 X8 0,661 Reliabel 9 X9 0,622 Reliabel 10 X10 0,722 Reliabel 11 Y 0,765 Reliabel

Sumber : Hasil Perhitungan Program SPSS, 2014

Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel 6.5, menunjukkan pada kolom 1, 2, 3, dan 4 pada kolom 1 baris 1–11, di atas diketahui bahwa semua variabel penelitian terlihat dari kolom 1 baris 1-11, dan kolom 2 variabel baris 1-11, mempunyai nilai Alpha Cronbach lebih besar dari 0,60. Dengan demikian instrumen penelitian ini telah memenuhi kriteria valid dan reliabel, sehingga dapat dinyatakan bahwa instrumen penelitian telah layak digunakan untuk mengambil data penelitian.