PENDEKATAN TEORITIS Tinjauan Pustaka
UNGGUL NUSANTARA
Analisis Hubungan Karakteristik Petani dengan Efektivitas Komunikasi
Petani sebagai suatu komunitas dalam pedesaan memiliki beberapa karakteristik khusus dalam dirinya yang khas dan berpengaruh ketika mereka menjalin komunikasi dengan pihak lain di luar komunitasnya. Sehingga karakteristik personal petani menjadi salah satu faktor internal yang berhubungan dengan efektivitas komunikasi.
Hasil uji korelasi pada Tabel 8 menunjukkan nilai signifikansi untuk usia berada pada α lebih besar dari 0.05, sehingga dapat dikatakan usia tidak terlihat berhubungan dengan efektivitas komunikasi. Hal ini dapat terjadi karena mayoritas usia responden berada pada masa usia tua dan dewasa. Selain itu pengalaman usahatani responden berada pada kategori sedang antara 16 sampai 26 tahun. Sehingga pengalaman usaha tani juga tidak terlihat berhubungan signifikan dengan efektivitas komunikasi. Karena responden sudah memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sangat baik terkait bidang pertanian.
Tabel 8 Koefisien korelasi Rank Spearman dan nilai signifikansi karakteristik petani dengan efektivitas komunikasi
Tingkat pendidikan menunjukkan nilai signifikansi pada efek peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani lebih besar dari α (0.05) yakni 0.590, 0.871, dan 0.884. Ini menunjukkan tidak terlihat adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan efektivitas komunikasi. Artinya, bahasa yang digunakan pemandu lapang pas dengan petani baik petani yang yang berpendidikan rendah maupun yang berpendidikan tinggi.
Tingkat pendapatan yang dikeluarkan petani tidak terlihat memiliki hubungan yang signifikan dengan efektivitas komunikasi, sebab nilai signifikansi menunjukan lebih besar dari α (0.05) yaitu sebesar 0.248, 0.105 dan 0.845 pada aspek peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani.
Karakteristik petani
Efektivitas komunikasi Peningkatan
pengetahuan Petani Sikap petani
Peningkatan keterampilan petani Koef. Korelasi sig Koef. Korelasi sig Koef. Korelasi sig Usia 0.113 0.459 0.138 0.365 0.051 0.0740 Lamanya menempuh pendidikan formal 0.082 0.590 -0.25 0.871 -0.022 0.884 Pengalaman usahatani -0.091 0.552 -0.030 0.845 -0.15 0.921 Pendapatan -0.176 0.248 -0.245 0.105 0.030 0.845 Luas lahan 0.115 0.453 -0.211 0.164 0.016 0.915
Artinya, bahasa yang digunakan pemandu lapang pas dengan petani baik petani yang yang memiliki pendapatan rendah maupun yang memiliki pendapatan tinggi. Luas lahan tidak terlihat berhubungan signifikan dengan efektivitas komunikasi, sebab nilai signifikansi lebih besar dari α (0.05) yaitu sebesar 0.115, 0.164, dan 0.915. Hal ini dikarenakan sebagian besara lahan garapan yang dimiliki oleh petani JUN atas namanya sendiri. Sehingga pengambilan keputusan yang diambilnya aman yang artinya tidak ada kaitannya dalam efektivitas komunikasi. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yakni yang dilakukan oleh Cahyanto et al (2008) dan Rosana et al (2010) yang menunjukan bahwa tidak terlihat adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik petani dengan ]proses komunikasi.
Analisis Hubungan Karakteristik Pemandu Lapang dengan Efektivitas Komunikasi
Pemandu lapang merupakan sumber informasi yang menjembatani kepentingan antara UBH-KPWN dengan petani. Sumber informasi menurut Harold Laswell dalam Mulyana (2005) adalah pihak yang berinisiatif atau mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi. Kebutuhannya bervariasi, mulai dari sekedar memelihara hubungan yang sudah dibangun, menyampaikan informasi, menghibur, hingga kebutuhan untuk mengubah ideologi, keyakinan agama dan perilaku pihak lain. Pengalaman masa lalu, rujukan nilai, pengetahuan, presepsi, pola pikir, dan perasaan sumber mempengaruhinya dalam merumuskan pesan tersebut.
Karakteristik pemandu lapang dalam membangun kedekatan dengan petani bimbingannya berhubungan signifikan dengan efektivitas komunikasi khususnya dalam meningkatkan sikap petani terhadap materi budidaya JUN. Kedekatan memilki nilai signifikansi 0.012 yakni α lebih kecil dari 0.05 yang artinya berhubungan signifikan. Nilai koefisien korelasinya yakni 0.371 yang artinya korelasi yang tercipta lemah karena nilai yang dihasilkan dibawah nilai 0.5. Arah yang tercantum dalam nilai koefisien yaitu positif. Hal ini menyatakan bahwa semakin dekat hubungan antara pemandu lapang dengan petani mitra maka komunikasi yang terjalin semakin efektif. Hal ini dikarenakan untuk mencapai keberhasilan komunikasi khususnya dalam kemitraan dibutuhkan komunikasi yang persuasif.
Suasana psikologis yang positif dapat terbangun salah satunya dengan menjalin kedekatan antara pemandu lapang sebagai sumber pesan dengan petani sebagai penerima pesan. Petani merasa akan lebih terbuka kepada pemandu lapang yang dekat dengannya secara pribadi dibandingkan dengan pemandu lapang yang hanya menjalin hubungan karena urusan kemitraan semata. Petani merasa ada kesamaan antara pemandu lapang dengannya sehingga petani bersedia menerapkan isi pesan yang dilancarkan pemandu lapang.
Kredibilitas yang dimiliki pemandu lapang berhubungan signifikan dengan efektivitas komunikasi khususnya dalam meningkatkan sikap dan keterampilan petani. Kredibilitas memiliki nilai signifikansi 0.036 dan 0.021 yang artinya berhubungan signifikan pada taraf 0.05. Nilai koefisien korelasinya yakni 0.343 yang artinya korelasi yang tercipta lemah karena nilai yang dihasilkan dibawah nilai 0.5. Arah yang tercantum pada nilai koefisien korelasi kredibilitas adalah
positif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kredibilitas yang dimiliki pemandu lapang semakin tinggi efektivitas komunikasi yang terbangun dengan petani bimbingannya begitu pun sebaliknya.
Tabel 9 Koefisien korelasi Rank Spearman dan nilai signifikansi karakteristik pemandu lapang dengan efektivitas komunikasi
Keterangan: *Berhubungan signifikan pada taraf 0.05
Kedekatan dan kredibilitas yang dimiliki sumber berhubungan dengan efektivitas komunikasi. Hal ini didukung oleh Lubis et al (2010) bahwa beberapa keputusan yang dibuat mengenai penerimaan informasi yang menarik dan kompleks akan melibatkan sumber pesan yang berasal dari hubungan antar pribadi. Dalam hal ini, kedekatan dan kredibilitas merupakan salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan keputusan petani untuk menerima dan menyetujui peasan yang disampaikan pemandu lapang. Kredibilitas menyebabkan komunikasi berhasil berkat kepercayaan petani pada pemandu lapang. Kepercayaan ini banyak bersangkutan dengan profesi atau keahlian yang dimiliki seseorang pemandu lapang. Oleh karena itu, kredibilitas pemandu lapang memegang peranan yang sangat penting dalam membangun proses komunikasi yang efektif.
Sikap pemandu lapang tidak terlihat memiliki hubungan yang signifikan dengan efektivitas komunikasi. Sebab nilai signifikansinya menunjukan lebih besar dari α (0.05). Karena menurut petani sikap yang ditunjukan oleh pemandu lapang ke kelompok tani tidak berhubungan secara langsung dengan efektivitas komunikasi. Bagi petani penguasaan isi materi yang disampaikan pemandu lapang terkait teknis-teknis budidaya JUN menjadi unsur yang lebih penting bagi petani.
Frekuensi kunjungan pemandu lapang ke kelompok tani tidak terlihat memiliki hubungan yang signifikan dengan efektivitas komunikasi. Sebab nilai signifikansinya menunjukan lebih besar dari α (0.05). Karena menurut petani frekuensi kunjungan pemandu lapang ke kelompok tani tidak berhubungan secara langsung dengan efektivitas komunikasi. Bagi petani kedekatan yang dibangun pemandu lapang serta kredibilitas yang dimiliki pemandu lapang menjadi unsur yang lebih memiliki hubungan yang signifikan dalam membangun efektivitas komunikasi antara petani dengan pemandu lapang.
Karakteristik pemandu lapang Efektivitas komunikasi Tingkat pengetahuan petani Tingkat Sikap petani Tingkat keterampilan petani Koef. Korelasi sig Koef. Korelasi sig Koef. Korelasi sig Kedekatan (Proximity) 0.137 0.369 0.371 0.012* -0.41 0.789 Kredibilitas (Credibility) 0.131 0.391 0.313 0.036* 0.343 0.021* Sikap (Attitudes) 0.282 0.061 0.246 0.103 0.237 0.117 Frekuensi kunjungan pemandu lapang ke kelompok tani - 0.271 0.071 -0.116 0.446 -0.013 0.930
Analisis Hubungan Keterampilan Komunikasi Pemandu Lapang dengan Efektivitas Komunikasi
Pemandu lapang berkomunikasi secara persuasif untuk mempengaruhi sikap petani, dan berusaha agar petani memahami apa yang ia ucapkan dan melakukan suatu perbuatan atau kegiatan yang diinginkan pemandu lapang. Hal ini sesuai dengan penuturan Effendy (2000) bahwa komunikasi perseorangan dinilai paling ampuh dan lebih efektif dalam mengubah sikap, kepercayaan, opini dan perilaku komunikan. Alasannya adalah komunikasi yang digunakan pemandu lapang adalah komunikasi perseorangan umumnya berlangsung secara tatap muka (face to face), sehingga terjadi kontak pribadi dan umpan balik berlangsung seketika. Pemandu lapang dapat mengetahui secara langsung tanggapan petani terhadap pesan yang disampaikan. Komunikasi persuasif yang dilakukan dalam suasana psikologis yang positif dan penuh kepercayaan akan sangat membantu terciptanya komunikasi yang efektif.
Hal ini dibuktikan dengan keterampilan komunikasi yang dimiliki pemandu lapang dalam menguasai materi program memiliki hubungan yang signifikan dengan efektivitas komunikasi. Khususnya dalam meningkatkan keterampilan petani dalam bidang pertanian. Nilai signifikansinya sebesar 0.040 yang
berarti lebih kecil dari α (0.05). Nilai koefisien korelasinya yakni 0.308 yang artinya korelasi yang tercipta lemah karena nilai yang dihasilkan dibawah nilai 0.5. Arah yang tercantum dalam koefisien korelasi nilai penguasaan materi yaitu positif (0.308). Hal ini juga menunjukan bahwa semakin baik pemandu lapang menguasai materi program maka semakin tinggi efektivitas komunikasi yang terbangun dengan petani mitranya.
Hal ini sesuai dengan penuturan Berlo dalam Lubis et al (2010) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi sumber dan penerima terhadap efektivitas komunikasi, salah satunya yaitu keterampilan berkomunikasi, sikap, dan tingkat pengetahuan. Keterampilan berkomunikasi penting bagi sumber dan penerima. Bagi sumber yakni pemandu lapang, keterampilan berkomunikasi penting karena sumber dapat mengembangkan pesan, dan bagi penerima yakni pertani mampu menerjemahkan serta membuat keputusan-keputusan tentang suatu pesan. Kemampuan berbahasa yang sopan dan dapat menggunakan bahasa yang digunakan petani sehari-hari, membuat responden paham pada bahasa yang digunakan pemandu lapang. Menurut Berlo dalam Lubis et al (2010) tingkat pengetahuan menjelaskan bahwa seorang sumber yakni pemandu lapang mampu memahami materi yang disampaikan sehingga dapat berkomunikasi dengan efektif. Apabila dapat menguasai materi maka dapat mentransmisikan pengetahuannya secara efektif. Bagi penerima yakni petani jika dia mengetahui kode yang digunakan sumber maka dia akan mengerti pesan yang dikirim sumber.
Keterampilan komunikasi pemandu lapang dalam menjelaskan informasi program tidak terlihat memiliki hubungan yang signifikan dengan efektivitas komunikasi, sebab nilai signifikansinya menunjukan lebih besar dari α (0.05). Karena ketika pemandu lapang menjelaskan teknis pemeliharaan budidaya JUN, petani sebagai responden telah memiliki pengetahuan dan keterampilan bertani berdasarkan pengalaman usahatani yang dimiliki serta informasi yang diperoleh dari petani lain.
Tabel 10 Koefisien korelasi Rank Spearman dan nilai signifikansi keterampilan komunikasi pemandu lapang dengan efektivitas komunikasi
Keterangan: *Berhubungan signifikan pada taraf 0.05
Kesesuaian metode penyuluhan sebagai salah satu keterampilan komunikasi pemandu lapang memiliki hubungan yang signifikan dengan efektivitas komunikasi khsusunya dalam meningkatkan sikap petani terhadap materi budidaya JUN. Nilai signifikansinya sebesar sebesar 0.010 yang berarti lebih kecil dari α (0.05). Nilai koefisien korelasinya yakni 0.378 yang artinya korelasi yang tercipta lemah karena nilai yang dihasilkan dibawah nilai 0.5. Arah yang tercantum dalam koefisien korelasi nilai kesesuaian metode penyuluhan yaitu positif (0.378). Hal ini juga menunjukan bahwa semakin sesuai pemandu lapang dalam menggunakan metode penyuluhan maka semakin tinggi efektivitas komunikasi. Menurut Lubis et al (2010) semakin sumber pesan menyerupai penerima pesan, maka semakin besar kemungkinan penerima pesan memberi perhatian kepadanya apapun yang dikatakannya dan bersedia taat pada isi pesan yang dilancarkan pemandu lapang. Pemandu lapang mampu berbahasa sesuai dengan kemampuan petani. Terlihat adanya hubungan antara kesesuaian metode penyuluhan dengan efektivitas komunikasi khususnya terhadap pemaknaan pesan yang disampaikan oleh pemandu lapang.
Kesesuaian metode penyuluhan mampu mendorong petani untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan yang diinginkan pemandu lapang sehingga keberhasilan komunikasi tercapai dengan baik. Tingkat keterampilan berupa tindakan merupakan timbal balik (feed back) dari efektivitas komunikasi yang paling tinggi yang diharapkan pemandu lapang. Kesesuaian metode penyuluhan yang dilakukan pemandu lapang memudahkan pemahaman petani tentang apa yang pemandu lapang sampaikan, mampu meyakinkan petani bahwa tujuan dari budidaya JUN itu masuk diakal, dan mempertahankan hubungan harmonis antara pemandu lapang dengan petani.
keterampilan komunikasi pemandu lapang Efektivitas komunikasi Tingkat pengetahuan petani Tingkat Sikap petani Tingkat keterampilan petani Koef. Korelasi sig Koef. Korelasi sig Koef. Korelasi sig Penguasaan materi program 0.043 0.777 -0.006 0.967 0.308 0.040* Kejelasan informasi program 0.066 0.669 0.096 0.529 0.135 0.377 Kesesuaian metode penyuluhan 0.057 0.712 0.378 0.010* 0.262 0.082