PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
PROGRAM PRIORITAS MENURUT URUSAN PEMERINTAHAN C
3. Urusan Lingkungan Hidup
Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan a.
1) Program pengendalian pencemaran dan perusakan Lingkungan Hidup
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 telah dilakukan antara lain:
Penegakan hukum lingkungan terhadap pelanggar baku mutu emisi gas buang kegiatan sumber tidak bergerak dan kendaraan bermotor serta Kawasan Dilarang Merokok
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-71
Penanganan kasus dan sengketa lingkungan.
Penilaian dokumen AMDAL dengan rata-rata pertahun sebanyak 211 dokumen.
Pemantauan kualitas perairan teluk dan muara Jakarta, air sungai, waduk/situ, dan air tanah; serta pemantauan kualitas udara luar ruang (ambien).
Pengendalian pencemaran limbah cair, pencemaran udara dari sumber tidak bergerak, pencemaran limbah B3, dan pengendalian terhadap implementasi dokumen pengelolaan lingkungan.
Sertifikasi bengkel pelaksana uji emisi dan teknisi uji emisi. Sedangkan untuk tahun 2012 telah ditargetkan antara lain:
Penegakan hukum lingkungan terhadap kegiatan usaha/industri, pelanggar baku mutu emisi gas buang pada kegiatan sumber tidak bergerak, dan Kawasan Dilarang Merokok di 96 satuan kerja.
Penanganan kasus dan sengketa lingkungan.
Penilaian terhadap permohonan rekomendasi AMDAL.
Pemantauan kualitas laut dan muara Jakarta di 45 titik, air sungai di 67 titik, waduk/situ di 40 titik, dan air tanah di 100 titik; kualitas udara luar ruang (ambien) di 9 lokasi.
Pengendalian kegiatan usaha terhadap pencemaran limbah cair, pencemaran udara dari sumber tidak bergerak, pencemaran limbah B3, dan implementasi dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)/Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).
Edukasi kewajiban uji emisi kendaraan bermotor roda 2 bagi pengguna di bengkel sepeda motor.
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-72
Sumber Daya Alam
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 telah dilakukan antara lain :
Pengawasan dan penertiban pemanfaatan air bawah tanah, dewatering dan pemboran air bawah tanah.
Pembangunan sumur resapan, lubang resapan biopori dan kolam resapan.
Pengadaan dan pencatatan meter air pelanggan air tanah.
Sedangkan untuk tahun 2012 telah ditargetkan antara lain:
Pengawasan dan penertiban pemanfaatan air bawah tanah di 200 lokasi, dewatering di 50 kegiatan usaha, pemboran air tanah di 46 titik sumur.
Pembinaan penerapan resapan air melalui lubang resapan biopori dan resapan air di 100 kegiatan usaha.
Pengadaan meter air sumur air tanah dalam.
Pencatatan meter air terhadap 4.142 pelanggan air tanah dalam.
3) Program Pembangunan dan Pemeliharaan Taman Kota
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 telah dilakukan antara lain:
Pengadaan lahan
RTH Taman di 50 lokasi seluas 57,56 Ha, antara lain di Jl.Kendal RW 08 Kel. Rorotan Kec. Cilincing Jakarta Utara, Kebun Pisang Penjaringan, Jakarta Utara, Jl. Pagelarang RT 06/01 Cipayung Jakarta Timur, RTH Cilangkap RT 03/RW 04 Jakarta Timur, dan Jl Khafi I Kel. Cipedak, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan.
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-73
di TPU Rorotan, Jakarta Utara; TPU Kampung Karang Tengah, Kel.Rorotan, Kec.Cilincing, Jakarta Utara; Tanah TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.
Jalur hijau Eks SPBU di 3 lokasi di Jakarta Utara yaitu Jl.Perintis Kemerdekaan, Jl. Yos Sudarso, dan Jl. Enim/Tongkol seluas total 5.249 m2.
Pemeliharaan sarana keindahan/estetika kota di 176 lokasi yaitu 9.839 unit.
Sedangkan untuk tahun 2012, ditargetkan antara lain:
Pembebasan lahan antara lain
Taman Interaktif Jl. Jati Padang baru Kel. Jati Padang Kec. Pasar Minggu (luas 352 m2)
RTH Jl. Kebagusan Raya Kel. Ragunan Kec. Pasar Minggu - Jakarta Selatan (luas 10.000 m2)
RTH Jl. Kebagusan Raya Kel. Jagakarsa Jakarta Selatan (luas 5.200 m2)
Pembangunan taman kota :
Jl. Mufakat Kel. Pondok Rangon Kec. Cipayung, JakartanTimur (luas 27.409 m2)
Jl. Kebagusan Dalam I RT008/RW04 Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan (luas 16.212 m2)
Pembangunan taman interaktif :
Jl. Cilangkap RW004, Jakarta Timur – Lanjutan (luas 1.512,64 m2)
Jl. Gebang Sari Dalam RT002/RW005 Kec. Cipayung, Jakarta Timur (luas 4.648 m2)
Jl. Lampiri RT007/RW005 Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur (luas 2.126 m2)
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-74
8.435,77 m2)
Kel. Cakung Barat RT006/RW004 Kec. Cakung, Jakarta Timur (luas 1.632,94 m2)
Jl. Kampung Karang Kendal, Kel. Rorotan, Jakarta Utara –Lanjutan (luas 6.445 m2
)
Gg. Majelis Kebon Pala, Jakarta Timur (luas 528,85 m2)
Jl. Swakarsa II RT012/RW003 Kec. Duren Sawit, Jakarta Timur (luas 268 m2)
Jl.Raya PKP Kec. Ciracas, Jakarta Timur (luas 4.576 m2)
Jl. Poncol II Kec. Cilandak, Jakarta Selatan (luas 891 m2)
Jl. Salemba Bluntas Gg. III RT008/RW005 Kec. Senen, Jakarta Pusat (luas 199 m2)
Pembangunan jalur hijau eks SPBU :
Jl. Yos Sudarso, Jakarta Utara (luas 2.000 m2)
Jl. Dr. Wahidin (ABRI), Jakarta Pusat (luas 1.000 m2)
Jl. Tanah Abang Timur (ABRI), Jakarta Pusat (luas 700 m2)
4) Program Peningkatan Kualitas Ruang Terbuka Hijau
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 telah dilakukan antara lain:
Penataan:
Areal jalur hijau seluas total 304.072 m2, antara lain di Jalur Hijau Koridor Busway, tepian air pinggir sungai, penataan eks SPBU, Jalur Hijau Tepian Kali KBT.
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-75
Subroto sisi Utara dan sisi Selatan (Semanggi-Kuningan), dan Jl. Rasuna Said sisi barat dan sisi timur seluas total 20.561.56 m2.
Refungsi SPBU di 26 lokasi dengan luas total 37.105 m2 antara lain Jl. Diponegoro, Jl. Tanah Abang Timur, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Kyai Tapa, Jl. Melawai Raya, Jl. Tebet Timur Raya, Jl. Jend. Sudirman.
Terlaksananya penanaman 206.449 pohon tanaman produktif, tanaman hias, dan bibit pohon pelindung di kebun bibit; 2.955 pohon pelindung; serta 12.395 pot tanaman hias.
Pembebasan Lahan Untuk Hutan Kota dengan rincian :
Hutan Kota Srengsengsawah, Kec Jagakarsa 0,60 Ha
Hutan Kota Ujung Menteng 1,4 Ha
Hutan Kota Munjul 2,11 Ha
Hutan Kota Pondok Labu 2,02 Ha
Hutan Kota Rawa Buaya 1,09 Ha
Hutan Kota Jagakarsa 1,18 Ha
Hutan Kota Kembangan 1,80 Ha
Hutan Kota di Kel Munjul Kec. Cipayung Jakarta Timur 0,68 Ha
Hutan Kota Semper Timur, Kec Cilincing Kota Administrasi Jakarta Utara 5,77 Ha
Pembebasan Lahan untuk RTH Pertanian seluas 8,45 Ha, dengan rincian :
Sawah di Cibubur seluas 0,107 Ha
Sentra Flora Kel. Semanan, Kalideres 2,9 Ha
Sawah abadi 5,45 Ha di Cakung Jakarta Timur.
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-76
sebanyak11.910 pohon
Sedangkan untuk tahun 2012, ditargetkan antara lain:
Peningkatan/penataaan taman dan jalur hijau :
Taman Kodok, Jakarta Pusat (luas 1.008,27 m2)
Jl. Arteri BKT Kel. Cakung Timur, Jakarta Timur (pagar 500 m)
Jalur Hijau Tepian Air Kali Sunter, Kelapa Gading, JakartaUtara (pagar 200 m)
Jalur Hijau / Pedestrian Harmoni-Kota, Sisi Barat (luas 10.000 m2)
Jalur Hijau / Pedestrian Harmoni-Kota, Sisi Timur (luas 10.000 m2)
Jalur Hijau / Pedestrian Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat (Menteng Huis s/d Megaria), (luas 9.000 m2)
Jalur Hijau / Pedestrian Jl.Kebon Sirih - Jl.M.Ridwan Rais, (luas 3.000 m2)
Jalur Hijau Busway Koridor XI (luas 3.000 m2)
Jl. Sepat I RT. 010 RW. 007, Kel. Kebagusan, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan (luas 7.154 m2)
Jl. Pagelarang RT 06/01, Cipayung, Jakarta timur (luas 10.000 m2)
Jalur Hijau Bawah Jalan Layang Non Tol Segmen Kampung Melayu - Tanah Abang, Jakarta Selatan (luas 6.000 m2)
Jl. Manunggal II RW. 01 Kel. Ceger Kec. Cipayung, Jakarta Timur (pagar 300 m)
Jl Kumis kucing Kel. Cibubur Kec. Ciracas Jakarta Timur (pagar 435 m)
Pembebasan Lahan :
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-77
Jakarta Timur seluas 30.000 m2.
Untuk RTH Hutan Kota RT 08/12 Kel. Rorotan Jakarta Utara seluas 20.000 m2.
Untuk Hutan Kota Jl. Menteng Kel. Lenteng Agung Jakarta Selatan seluas 10.000 m2.
Pembangunan :
Sarana Hutan Kota Pondok Labu seluas 200 m2.
Sarana Hutan Kota Munjul seluas 875 m2.
Sarana Hutan Kota Kembangan Utara seluar 300 m2.
Sarana Hutan Kota Hasil Pembebasan 2011 di Jakarta Barat seluas 600 m2 dan Jakarta Utara seluas 600 m2.
Pemberian pohon produktif kepada masyarakat sebanyak 35.000 pohon.
5) Program Peningkatan Kapasitas Pemakaman
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 telah dilakukan antara lain:
Pematangan 10 lokasi lahan TPU seluas 10,96 Ha yaitu TPU Semper, TPU Bulak Turi, TPU Tegal Alur, TPU Pegadungan, TPU Kepa Duri, TPU Tanah Kusir, TPU Kampung Kandang, TPU Srengseng Sawah, TPU Jeruk Purut dan TPU Petamburan.
Penataan sarana dan prasarana di 13 lokasi TPU, yaitu TPU Kampung Kandang, TPU Tegal Alur, TPU Pondok Rangon, TPU Petamburan, TPU Karet Bivak, TPU Menteng Pulo, TPU Pondok Kelapa, TPU Tanah Kusir, TPU Jeruk Purut, TPU Karet Pasar Baru, TPU Semper, TPU Rorotan, dan TPU Srengseng Sawah.
6) Program rehabilitasi dan pemulihan lingkungan hidup dan sumber daya alam.
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-78
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 telah dilakukan:
Pembangunan :
Breakwater di Suaka Margasatwa Pulau Rambut Sepanjang 1.073 m.
Rehabilitasi mangrove di hutan angke kapuk seluas 31,33 ha dan Sepanjang Tol Sedyatmo melalui penanaman sebanyak 1.165.745 Pohon mangrove Rehabilitasi mangrove di arboretum mangrove
(hutan percontohan mangrove) seluas ± 1.900 m2
Sedangkan untuk tahun 2012, ditargetkan:
Rehabilitasi Mangrove di Kawasan Hutan Angke Kapuk sebanyak 100 guludan seluas 4.500 m2
Pembangunan breakwater di suaka margasatwa Pulau Rambut sepanjang 75 m.
7) Program konservasi flora fauna.
Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 telah dilakukan:
Pembangunan Jalan Kontrol di Hutan Lindung Angke Kapuk, Tol sedyatmo dan di Arboretum Angke Kapuk sepanjang 2.156 m.
Sedangkan untuk tahun 2012, ditargetkan:
Pembangunan Arboretum Mangrove sepanjang 100 m Adapun hasil dari pelaksanaan program pada urusan lingkungan hidup, antara lain:
Terlaksananya HBKB sebanyak 74 kali di Jl. Sudirman- Thamrin dan 37 kali di jalan arteri tertentu di 5 wilayah kota, yang mampu menurunkan tingkat pencemaran udara di daerah HBKB sebagai berikut:
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-79
Partikel debu (PM10) menurun sebesar 35%
Total Hidrokarbon (HC) menurun sebesar 22%
Karbon Monoksida (CO) menurun sebesar 70%
Nitrogen Oksida (NOx) menurun sebesar 81%
Terlaksananya penegakan hukum terhadap 99 kegiatan usaha/industri, 15 kegiatan sumber tidak bergerak, 309 lokasi Kawasan Dilarang Merokok, dan 950 pengguna kendaraan bermotor.
Terselesaikannya 114 kasus konflik dan masalah lingkungan hidup.
Diterbitkannya rekomendasi AMDAL terhadap 1.055 kegiatan dan usaha.
Meningkatnya ketersediaan informasi status mutu perairan teluk dan muara Jakarta, sungai, waduk/situ, air tanah, dan status mutu udara luar ruang (ambien) di 7 titik pada kawasan permukiman, yaitu Pondok Gede, Pegadungan, Tebet Barat, dan Cipedak; kawasan perkantoran, yaitu Gambir dan Kuningan; serta kawasan industri yaitu Rawa Terate.
Meningkatnya pengawasan dan pembinaan terhadap kegiatan usaha untuk pemenuhan:
Baku Mutu Limbah Cair (BMLC) dari tidak ada pada tahun 2007 menjadi 120 kegiatan pada tahun 2011.
Baku Mutu Emisi Gas Buang dari sumber tidak bergerak darim50 kegiatan pada tahun 2007 menjadi 70 kegiatan pada tahun 2011.
Standar pengelolaan limbah B3 dari tidak ada pada tahunm2007 menjadi 40 kegiatan pada tahun 2011.
Implementasi dokumen pengelolaan lingkungan hidup di 482 kegiatan usaha sampai dengan tahun 2011.
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-80
Meningkatnya akuntabilitas pelaksanaan uji emisi melalui sertifikasi 306 bengkel dan 610 teknisi resmi pelaksana uji emisi kendaraan bermotor.
Meningkatnya ketaatan terhadap ketentuan pemanfaatan air bawah tanah di 751 lokasi, ketentuan dewatering di 111 lokasi, dan ketentuan pemboran air tanah di 315 titik sampai dengan tahun 2011.
Terlaksananya konservasi air tanah melalui pembangunan sumur resapan sebanyak 125.020 titik, lubang resapan biopori sebanyak 4.010.042 titik, dan kolam resapan sebanyak 15 titik sampai dengan tahun 2011.
Meningkatnya akurasi data pemakaian air tanah melalui pengadaan dan pencatatan meter air.
Bertambahnya RTH seluas 1.081.166 Ha.
Bertambahnya pembangunan sarana estetika kota sebanyak 176 lokasi.
Meningkatnya kualitas sarana estetika kota di 5 wilayah kota.
Terlaksananya refungsionalisasi jalur hijau di 26 lokasi eks SPBU.
Meningkatnya kualitas ruang terbuka hijau.
Meningkatnya kapasitas 10 lokasi makam, yaitu TPU Semper, TPU Bulak Turi, TPU Tegal Alur, TPU Pegadungan, TPU Kepa Duri, TPU Tanah Kusir, TPU Kampung Kandang, TPU Srengseng Sawah, TPU Jeruk Purut dan TPU Petamburan.
Terlaksananya penataan di 13 lokasi TPU, yaitu TPU, yaitu TPU Kampung Kandang, TPU Tegal Alur, TPU Pondok Rangon, TPU Petamburan, TPU Karet Bivak, TPU Menteng Pulo, TPU Pondok Kelapa, TPU Tanah Kusir, TPU Jeruk Purut, TPU Karet Pasar Baru, TPU Semper, TPU Rorotan, dan TPU Srengseng Sawah.
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-81
Meningkatnya tutupan dan kerapatan hutan vegetasi mangrove
Bertambahnya RTH Hutan seluas 16,65 Ha, RTH Pertanian seluas 8,45 Ha
Terlindunginya Suaka Margasatwa Pulau Rambut dari abrasi air laut
Terpeliharanya hutan lindung angke kapuk
Terbangunnya sentra sentra tanaman buah-buahan di Jakarta Timur, jakarta Utara dan jakarta Barat.
Permasalahan dan Solusi b.
Permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan urusan Lingkungan Hidup antara lain:
Refungsionalisasi jalur hijau eks SPBU memiliki kendala dalam hal status kepemilikan lahan. Untuk itu dilakukan koordinasi kepada pihak terkait, misalnya PT. Pertamina, untuk menyepakati proses serah terima aset lahan.
Dalam hal pembebasan lahan untuk RTH ditemui ketidaksesuaian data lahan masyarakat yang akan dibebaskan dengan kondisi riil di lapangan, seperti perbedaan luas lahan, status kepemilikan, dan tidak ada akses jalan masuk yang dapat menimbulkan kesulitan dalam pembebasan lahan. Dengan demikian diambil solusi inventarisasi data lahan sejak X-1 sehingga jika ada ketidaksesuaian dapat diurus agar sesuai dengan ketentuan. Selain itu, pembebasan lahan diprioritaskan pada lahan yang terkena peruntukan hijau (PHU) untuk lebih melindungi hak masyarakat.
Dalam penegakan hukum lingkungan dan pengendalian pencemaran limbah, terdapat keterbatasan jumlah sumber daya manusia terutama PPNS sehingga diupayakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-82
pelatihan dan diklat. Upaya pengendalian hukum lingkungan juga dilakukan dengan memakai hasil analisa data pencemaran limbah untuk memperkirakan sumber pencemarnya.
Pengawasan pemanfaatan air tanah memiliki kendala terbatasnya peralatan dan tidak transparannya pengguna air tanah dalam melaporkan jumlah sumur yang dimiliki. Untuk itu, dilakukan analisa kewajaran penggunaan air tanah oleh konsumen dengan membandingkan rekening air bawah tanah dan air PAM dengan neraca air
Permasalahan yang dihadapi dalam Pengembangan RTH Hutan Kota dan Pertanian adalah sulitnya proses pembebasan lahan antara lain disebabkan karena ketidak sepakatan harga, tidak lengkapnya dokumen kepemilikan lahan, sengketa, dan ketidaksesuaian peruntukan lahan, untuk itu dilakukan penilaian melalui Lembaga Appraisal serta konsinyasi di Pengadilan.
Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup, untuk menjaga kelestarian Hutan Mangrove. Untuk itu dilakukan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat untuk menjaga kelestarian Hutan Mangrove
Refungsionalisasi jalur hijau eks SPBU memiliki kendala dalam hal status kepemilikan lahan. Untuk itu dilakukan koordinasi kepada pihak terkait, misalnya PT. Pertamina, untuk menyepakati proses serah terima aset lahan.
Pembebasan lahan untuk RTH ditemui ketidaksesuaian data lahan yang akan dibebaskan dengan kondisi riil di lapangan, seperti perbedaan luas dan, status kepemilikan, tidak ada akses jalan masuk, ketidaksepakatan harga, dokumen kepemilikan tidak lengkap. Dengan demikian diambil solusi yaitu inventarisasi data lahan sejak X-1,
LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DARAH (LPPD)
AKHIR MASA JABATAN GUBERNUR PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2007-2012
III-83
penilaian melalui Lembaga Appraisal, serta Konsinyasi di Pengadilan, dan memprioritaskan pembebasan lahan dengan peruntukan hijau (PHU).
Dalam penegakan hukum lingkungan dan pengendalian pencemaran limbah, memiliki kendala keterbatasan jumlah sumber daya manusia terutama PPNS dan peralatan pendukung. Sehingga diupayakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan diklat, serta menggunakan analisa data pencemaran untuk mengidentifikasi sumber pencemar dan kewajaran penggunaan air tanah.
Pengawasan pemanfaatan air tanah memiliki kendala terbatasnya peralatan dan tidak transparannya pengguna air tanah dalam melaporkan jumlah sumur yang dimiliki. Untuk itu, dilakukan analisa kewajaran penggunaan air tanah oleh konsumen dengan membandingkan rekening air bawah tanah dan air PAM dengan neraca air.
Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup, untuk menjaga kelestarian Hutan Mangrove. Untuk itu dilakukan sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat untuk menjaga kelestarian Hutan Mangrove